Adab-Adab dengan Al-Quran

*

Author Topic: Adab-Adab dengan Al-Quran  (Read 5812 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

najah

  • *
  • Posts: 35
    • View Profile
11 June, 2007, 07:24:37 PM
  • Publish
  •  :)

    insyaallah sama2 lah kita cuba amalkan.. ::)

    Bacalah al-Quran kerana Allah akan memberi ganjaran ke atas setiap huruf daripada bacaanmu dengan 10 kebaikan. Aku tidak mengatakan kepadamu Alif, Lam, Mim itu satu huruf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (Riwayat Al-Hakim)

    Untuk memahami al-Quran (bagi yang tak faham bahasa Arab disarankan membaca terjemahan tafsirnya). Ada dua cara: Pertama, pembaca hendaklah menerima baik (husn al-zan) terhadap nas al-Quran dan mahu menerimanya sebagai panduan kehidupan. Persoalan ini amat berkait rapat dengan adab pembaca ketika membacanya. Antara adabnya ialah: Memilih waktu sesuai untuk membacanya; memilih tempat yang boleh menjernihkan fikiran pembaca dari hiruk pikuk ganguan; memilih posisi duduk yang sesuai dan kondisi yang sopan menggambarkan kehambaannya di sisi Allah; mensucikan diri dari kotoran lahiriah; menumpukan perhatian kepada ayat-ayat yang dibaca; tidak mengejar semua ayat dan mahu memperoleh semua perkara dalam satu masa; mengosongkan jiwa dari kesibukan menunaikan hajat dan memenuhi permintaan sebelum mulai membacanya; berhenti sejenak di depan ayat yang dibaca dan merenungi maknanya; dan cuba menjadikan bahawa pembaca sendirilah yang sedang diajak bercakap dengan ayat-ayatnya.

    Kedua, pembaca hendaklah mengetahui disiplin berinteraksi dengannya iaitu memandang al-Quran dengan pandangan yang lengkap dan menyeluruh; memerhatikan matlamat utama al-Quran iaitu; memberi hidayah, mewujudkan peribadi muslim dan masyarakat yang Islamik berasakan tugas dakwahnya iaitu melahirkan situasi solehah yang berpaksikan amar makruf nahi mungkar; berusaha memasuki nas al-Quran secara mutlak dan menundukkan realiti yang menyalahi kepadanya; membebaskan nas al-Quran dari sebarang ikatan tempat dan masa nuzul; dan sering mengulang semula ayat-ayat yang pernah dibaca dan berusaha menambahkan pengetahuan terhadap makna-maknanya. (Zulkifli Hj Mohd Yusoff, Al-Quran : Antara Tuntutan Kefahaman)
    « Last Edit: 29 December, 2009, 12:16:03 AM by Ummi Munaliza »

    nurislam

    • *
    • Posts: 80
    • idup ngn ilmu..
      • View Profile
    Reply #1 20 June, 2007, 09:42:18 AM
  • Publish
  • semga ianya dapat memberi manfaat pada kita

    In Islam there is no words for HANDS UP,there is no words for SURRENDER,there r only 2 things;WIN as a MUJAHID or DIE as a SYAHID."IMMA SA'ADAH WA IMMA SYAHADAH

    nor

    • *
    • Posts: 140
      • View Profile
    Reply #2 20 June, 2007, 10:55:17 AM
  • Publish
  • thanks....info yg berguna....
    JANA PENDAPATAN MEWAH HANYA DENGAN HANDPHONE ANDA!!Sila lawati http://Prepaid4U.Net/?id=eyla07

    jawdan

    • *
    • Posts: 314
      • View Profile
    Reply #3 28 December, 2009, 07:39:08 PM
  • Publish
  • Al Qura’an sebagai Kitab Suci, Wahyu Ilahi, mempunyai adab-adab tersendiri bagi orang-orang yang membacanya. Adab-adab itu sudah diatur dengan sagnat baik, untuk penghormatan dan keagungan Al Quran; tiap-tiap orang harus berpedoman kepadanya dan mengerjakannya.

    Imam Al Ghazali di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin telah memperinci dengan sejelas-jelasnya bagaimana hendaknya adab-adab membaca Al Qur’an menjadi adab yang mengenal batin, dan adab yang mengenal lahir.

    Adab yang mengenal batin itu, diperinci lagi menjadi arti memahami asal kalimat, cara hati membesarkan kalimat Allah, menghadirkan hati dikala membaca sampai ke tingkat memperluas, memperhalus perasaan dan membersihkan jiwa. Dengan demikian, kandungan Al Quran yang dibaca dengan perantaraan lidah, dapat bersemi dalam jiwa dan meresap ke dalam hati sanubarinya.

    Kesemuanya ini adalah adab yang berhubungan dengan batin, yaitu dengan hati dan jiwa. Sebagai contoh, Imam Al Gazhali menjelaskan, bagaimana cara hati membesarkan kalimat Allah, yaitu bagi pembaca Al Qur’an ketika ia memulainya, maka terlebih dahulu ia harus menghadirkan dalam hatinya, betapa kebesaran Allah yang mempunyai kalimat-kalimat itu. Dia harus yakin dalam hatinya, bahwa yang dibacanya itu bukanlah kalam manusia, tetapi adalah kalam Allah Azza wa Jalla. Membesarkan kalam Allah itu, bukan saja dalam membacanya, tetapi juga dalam menjaga tulisan-tulisan Al Quran itu sendiri.

    Sebagaimana yang diriwayatkan, ‘Ikrimah bin Abi Jahl, sangat gusar hatinya bila melihat lembaran-lembaran yang bertuliskan Al Quran berserak-serak seolah-olah tersia-sia, lalu ia memungutnya selembar demi selembar, sambil berkata:”Ini adalah kalam Tuhanku! Ini adalah kalam Tuhanku, membesarkan kalam Allah berarti membesarkan Allah.”

    Adapun mengenai adab lahir dalam membaca Al Quran, selain didapati di dalam kitab Ihya Ulumuddin, juga banyak terdapat di dalam kitab-kitab lainnya. Misalnya dalam kitab Al Itqan oleh Al Imam Jalaludin As Suyuthu, tantang adab membaca Al Quran itu diperincinya sampai menjadi beberapa bagian.

    Diantara adab-adab membaca Al Quran, yang terpenting ialah:

    1. Disunatkan membaca Al Quran sesudah berwudhu, dalam keadaan bersih, sebab yang dibaca adalah wahyu Allah.

    2. Mengambil Al Quran hendaknya dengan tangan kanan; sebaiknya memegangnya dengan kedua belah tangan.

    3. Disunatkan membaca Al Quran di tempat yang bersih, seperti di rumah, di surau, di mushalla dan di tempat-tempat lain yang dianggap bersih. Tapi yang paling utama ialah di mesjid.

    4. Disunatkan membaca Al Quran menghadap ke Qiblat, membacanya dengan khusyu’ dan tenang; sebaiknya dengan berpakaian yang pantas.

    5. Ketika membaca Al Quran, mulut hendaknya bersih, tidak berisi makanan, sebaiknya sebelum membaca Al Quran mulut dan gigi dibersihkan terlebih dahulu.

    6. Sebelum membaca Al Quran disunatkan membaca ta’awwudz, yang berbunyi: a’udzubillahi minasy syaithanirrajim. Sesudah itu barulah dibaca Bismillahirrahmanir rahim. Maksudnya, diminta lebih dahulu perlindungan Allah, supaya terjauh pengaruh tipu daya syaitan, sehingga hati dan fikiran tetap tenang di waktu membaca Al quran, dijauhi dari gangguan. Biasa juga orang yang sebelum atau sesudah membaca ta’awwudz itu, berdoa dengan maksud memohon kepada Alah supaya hatinya menjadi terang. Doa itu berbunyi sebagai berikut.

    “Ya Allah bukakanlah kiranya kepada kami hikmat-Mu, dan taburkanlah kepada kami rahmat dan khazanah-Mu, ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    7. Disunatkan membaca Al Quran dengan tartil, yaitu dengan bacaan yang pelan-pelan dan tenang, sesuai dengan firman Allah dalam surat (73) Al Muzammil ayat 4:

    “…. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil”.

    Membaca dengan tartil itu lebih banyak memberi bekas dan mempengaruhi jiwa, serta serta lebihmendatangkan ketenangan batin dan rasa hormat kepada Al Quran.

    Telah berkata Ibnu Abbas r. a.:” Aku lebih suka membaca surat Al Baqarah dan Ali Imran dengan tartil, daripada kubaca seluruh Al Quran dengan cara terburu-buru dan cepat-cepat.”
    * nilai persahabatan diukur dengan kejujuran..bukan kebendaan
    *Semalam adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan.....
    * Iman itu bukan hanya harapan, ia adalah apa yang terpancar di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan...

    jawdan

    • *
    • Posts: 314
      • View Profile
    Reply #4 28 December, 2009, 07:39:51 PM
  • Publish
  • 8. Bagi orang yang sudah mengerti arti dan maksud ayat-ayat Al Quran, disunatkan membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat-ayat yang dibacanya itu dan maksudnya. Cara pembacaan seperti inilah yang dikehendaki, yaitu lidahnya bergerak membaca, hatinya turut memperhatikan dan memikirkan arti dan maksud yang terkandung dalam ayat-ayat yang dibacanya. Dengan demikian, ia akan sampai kepada hakikat yang sebenarnya, yaitu membaca Al Quran serta mendalami isi yang terkandung di dalamnya. Hal itu akan mendorongnya untuk mengamalkan isi Al Quran itu. Firman Allah dalam surat (4) An Nisaa ayat 82 berbunyi sebagai berikut:

    “Apakah mereka tidak memperhatikan (isi) Al Quran?…”

    Bila membaca Al Quran yang selalu disertai perhatian dan pemikiran arti dan maksudnya, maka dapat ditentukan ketentuan-ketentuan terhadap ayat-ayat yang dibacanya. Umpamanya: Bila bacaan sampai kepada ayat tasbih, maka dibacanya tasbih dan tahmid; Bila sampai pada ayat Doa dan Istighfar, lalu berdoa dan minta ampun; bila sampai pada ayat azab, lalau meminta perlindungan kepada Allah; bila sampai kepada ayat rahmat, llau meminta dan memohon rahmat dan begitu seterusnya. Caranya, boleh diucapkan dengan lisan atau cukup dalam hati saja. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, dari Ibnu Abbas yang maksudnya sebagai berikut: “Sesungguhnya Rasulullah s. a. w. apabila membaca: “sabbihissma rabbikal a’la beliau lalu membaca subhanarobbiyal a’la . Diriwayatkan pula oleh Abu Daud, dan Wa-il binHijr yang maksudnya sebagai berikut:” Aku dengan Rasulullah membaca surat Al Fatihah , maka Rasulullah sesudah membaca walad dholliin lalu membaca aamin . Demikian juga disunatkan sujud, bila membaca ayat-ayat sajadah, dan sujud itu dinamakan sujud tilawah.

    Ayat-ayat sajadah itu terdapat pada 15 tempat yaitu:
    dalam surat Al-A’raaf ayat 206
    dalam surat Ar-ra’d ayat 15
    dalam surat An-Nahl ayat 50
    dalam surat Bani Israil ayat 109
    dalam surat Maryam ayat 58
    dalam surat Al-Haji ayat 18 dan ayat 77
    dalam surat Al Furqaan ayat 60
    dalam surat Annaml ayat 26
    dalam surat As-Sajdah ayat 15
    dalam surat As-Shad ayat 24
    dalam surat Haamim ayat 38
    dalam surat An-Najm ayat 62
    dalam surat Al-Insyiqaq ayat 21,
    dan dalam surat Al-’Alaq ayat 19

    9. Dalam membaca Al Quran itu, hendaknya benar-benar diresapkan arti dan maksudnya, lebih-lebih apabila smapai pada ayat-ayat yang menggambarkan nasib orang-orang yang berdosa, dan bagaimana hebatnya siksaan yang disediakan bagi mereka. Sehubungan dengan itu, menurut riwayat, para sahabat banyak yang mencucurkan air matanya di kala membaca dan mendengar ayat-ayat suci Al Quran yang menggambarkan betapa nasib yang akan diderita oleh orang-orang yang berdosa.

    10. Disunatkan membaca Al Quran dengan suara yang bagus lagi merdu, sebab suara yang bagus dan merdu itu menambah keindahan islubnya Al Quran. Rasulullah s. a. w. telah bersabda:

    “Kamu hiasilah Al Quran itu dengan suaramu yang merdu”

    Diriwayatkan, bahwa pada suatu malam Rasulullah s. a. w. menunggu-nunggu istrinya, Sitti ‘Aisyah r. a. yang kebetulan agak terlambat datangnya. Setelah ia datang, Rasulullah bertanya kepadanya:” Bagaimanakah keadaanmu?” Aisyah menjawab :”Aku terlambat datang, karena mendengarkan bacaan Al Quran seseorang yang sangat bagus lagimerdu suaranya. Belum pernah akumendengarkan suara sebagus itu.” Maka Rasulullah terus berdiri dan pergi mendengarkan bacaan Al Quran yang dikatakan Aisyah itu. rasulullah kembali dan mengatakan kepada Aisyah:” Orang itu adalah Salim, budak sahaya Abi Huzaifah. Puji-pujian bagi Allah yang telah menjadikan orang yang suaranya merdu seperti Salim itu sebagai ummatku.”

    Oleh sebab itu, melagukan Al Quran dengan suara yang bagus, adalah disunatkan, asalkan tidak melanggar ketentuan-ketentuan dan tata cara membaca sebagaimana yang telah ditetapkan dalam ilmu qiraat dan tajwid, seperti menjaga madnya, harakatnya (barisnya) idghamnya dan lain-lainnya. Di dalam kitab zawaidur raudhah, diterangkan bahwa melagukan Al Quran dengan cara bermain-main serta melanggar ketentuan-ketentuan seperti tersebut di atas itu, haramlah hukumnya; orang yang membacanya dianggap fasiq, juga orang yang mendengarkannya turut berdosa.

    11. Sedapat-dapatnya membaca Al Quran janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain. Hendaknya pembacaan diteruskan sampai ke batas yang telah ditentukan, barulah disudahi. Juga dilarang tertawa-tawa, bermain-main dan lain-lain yang semacam itu, ketika sedang membaca Al Quran. Sebab pekerjaan yang seperti itu tidak layak dilakukan sewaktu membaca Kitab Suci dan berarti tidak menghormati kesuciannya.

    Itulah diantara adab-adab yang terpenting yang harus dijaga dan diperhatikan, sehingga dengan demikian kesucian Al Quran dapat terpelihara menurut arti yang sebenarnya

    jawdan

    • *
    • Posts: 314
      • View Profile
    Reply #5 28 December, 2009, 07:40:41 PM
  • Publish
  • RUJUKAN:http://pakarhowto.com/teknik/panduan-adab-membaca-al-quran.html


    kalau ada silap dan salah..tolong tegur dan perbetulkan

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    29 Replies
    15771 Views
    Last post 12 September, 2011, 09:42:17 PM
    by sonidoter89
    23 Replies
    11337 Views
    Last post 10 March, 2011, 10:50:59 AM
    by maliki
    6 Replies
    4502 Views
    Last post 30 October, 2012, 04:02:45 PM
    by halawah