Hukum Menonton Tv

Author Topic: Hukum Menonton Tv  (Read 4756 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

assiddiq

  • *
  • "Dengan Kehendak dan KuasaNya"
    • View Profile
23 October, 2009, 12:39:10 AM
HUKUM MENONTON TELEVISI                  Dr. Yusuf Qardhawi
 
PERTANYAAN
 
Saya seorang pemuda yang berusia  delapan  belas  tahun  dan
mempunyai  beberapa  orang  adik. Setiap hari adik-adik saya
pergi ke rumah  tetangga  untuk  menonton  televisi.  Tetapi
ketika  saya  meminta  kepada  ayah  untuk  membelikan  kami
televisi, beliau berkata, "Televisi itu haram." Beliau tidak
memperbolehkan saya memasukkan televisi ke rumah.
 
Saya  mohon Ustadz berkenan memberikan bimbingan kepada kami
mengenai masalah ini.
 
JAWABAN
 
Saya telah membicarakan hukum televisi ini dalam  pembahasan
terdahulu.  Hal  itu saya sampaikan pada kesempatan pertama,
dan saya kemukakan kepada para pemirsa melalui acara "Hadyul
Islam" di televisi Qathar.
 
Pada  waktu  itu  saya  katakan  bahwa  televisi sama halnya
seperti radio, surat kabar, dan majalah. Semua itu  hanyalah
alat  atau  media  yang  digunakan untuk berbagai maksud dan
tujuan sehingga Anda tidak  dapat  mengatakannya  baik  atau
buruk,  halal  atau  haram. Segalanya tergantung pada tujuan
dan  materi  acaranya.  Seperti  halnya  pedang,  di  tangan
mujahid  ia  adalah  alat untuk berjihad; dan bila di tangan
perampok, maka pedang itu  merupakan  alat  untuk  melakukan
tindak  kejahatan. Oleh karenanya sesuatu dinilai dari sudut
penggunaannya, dan sarana atau media dinilai  sesuai  tujuan
dan maksudnya.
 
Televisi   dapat   saja   menjadi   media   pembangunan  dan
pengembangan pikiran, ruh, jiwa, akhlak, dan kemasyarakatan.
Demikian  pula  halnya  radio,  surat kabar, dan sebagainya.
Tetapi di  sisi  lain,  televisi  dapat  juga  menjadi  alat
penghancur  dan  perusak.  Semua  itu  kembali kepada materi
acara dan pengaruh yang ditimbulkannya.
 
Dapat  saya  katakan  bahwa   media-media   ini   mengandung
kemungkinan  baik,  buruk,  halal,  dan  haram. Seperti saya
katakan sejak semula bahwa seorang  muslim  hendaknya  dapat
mengendalikan   diri   terhadap   media-media  seperti  ini,
sehingga dia menghidupkan radio atau televisi jika  acaranya
berisi  kebaikan,  dan  mematikannya  bila berisi keburukan.
Lewat media ini seseorang dapat menyaksikan dan mendengarkan
berita-berita   dan   acara-acara   keagamaan,   pendidikan,
pengajaran, atau acara lainnya yang  dapat  diterima  (tidak
mengandung  unsur  keburukan/keharaman).  Sehingga dalam hal
ini anak-anak dapat menyaksikan gerakan-gerakan lincah  dari
suguhan   hiburan   yang  menyenangkan  hatinya  atau  dapat
memperoleh  manfaat  dari  tayangan  acara  pendidikan  yang
mereka saksikan.
 
Namun  begitu,  ada  acara-acara  tertentu  yang tidak boleh
ditonton, seperti tayangan film-film Barat yang pada umumnya
merusak  akhlak.  Karena  didalamnya  mengandung unsur-unsur
budaya dan kebiasaan yang bertentangan dengan  aqidah  Islam
yang lurus. Misalnya, film-film itu mengajarkan bahwa setiap
gadis harus mempunyai teman kencan dan suka berasyik masyuk.
Kemudian  hal itu dibumbui dengan bermacam-macam kebohongan,
dan  mengajarkan  bagaimana  cara  seorang  gadis   berdusta
terhadap  keluarganya,  bagaimana  upayanya agar dapat bebas
keluar rumah,  termasuk  memberi  contoh  bagaimana  membuat
rayuan  dengan  kata-kata  yang  manis.  Selain  itu,  jenis
film-film  ini  juga  hanya  berisikan  kisah-kisah  bohong,
dongeng-dongeng  khayal,  dan  semacamnya.  Singkatnya, film
seperti ini hanya menjadi  sarana  untuk  mengajarkan  moral
yang rendah.
 
Secara objektif saya katakan bahwa sebagian besar film tidak
luput dari  sisi  negatif  seperti  ini,  tidak  sunyi  dari
adegan-adegan  yang merangsang nafsu seks, minum khamar, dan
tari telanjang. Mereka bahkan berkata, "Tari dan dansa sudah
menjadi  kebudayaan dalam dunia kita, dan ini merupakan ciri
peradaban yang tinggi. Wanita yang  tidak  belajar  berdansa
adalah  wanita  yang tidak modern. Apakah haram jika seorang
pemuda duduk  berdua  dengan  seorang  gadis  sekadar  untuk
bercakap-cakap serta saling bertukar janji?"
 
Inilah  yang  menyebabkan orang yang konsisten pada agamanya
dan menaruh perhatian terhadap akhlak anak-anaknya  melarang
memasukkan  media-media  seperti  televisi dan sebagainya ke
rumahnya.   Sebab   mereka   berprinsip,   keburukan    yang
ditimbulkannya   jauh  lebih  banyak  daripada  kebaikannya,
dosanya lebih besar daripada  manfaatnya,  dan  sudah  tentu
yang  demikian  adalah  haram.  Lebih-lebih  media  tersebut
memiliki  pengaruh  yang  sangat  besar  terhadap  jiwa  dan
pikiran,  yang  cepat  sekali  menjalarnya, belum lagi waktu
yang tersita olehnya dan menjadikan kewajiban terabaikan.
 
Tidak diragukan lagi bahwa hal inilah  yang  harus  disikapi
dengan  hati-hati,  ketika  keburukan  dan  kerusakan  sudah
demikian dominan. Namun cobaan ini telah begitu merata,  dan
tidak   terhitung  jumlah  manusia  yang  tidak  lagi  dapat
menghindarkan diri darinya, karena memang segi-segi  positif
dan  manfaatnya  juga ada. Karena itu, yang paling mudah dan
paling layak dilakukan dalam menghadapi kenyataan ini adalah
sebagaimana   yang  telah  saya  katakan  sebelumnya,  yaitu
berusaha memanfaatkan yang baik dan menjauhi yang  buruk  di
antara film bentuk tayangan sejenisnya.
 
Hal   ini   dapat  dihindari  oleh  seseorang  dengan  jalan
mematikan radio atau televisinya, menutup  surat  kabar  dan
majalah  yang memuat gambar-gambar telanjang yang terlarang,
dan menghindari membaca media yang memuat berita-berita  dan
tulisan yang buruk.
 
Manusia  adalah  mufti  bagi  dirinya sendiri, dan dia dapat
menutup pintu kerusakan dari dirinya. Apabila ia tidak dapat
mengendalikan  dirinya  atau  keluarganya, maka langkah yang
lebih utama adalah jangan memasukkan media-media tersebut ke
dalam rumahnya sebagai upaya preventif (saddudz dzari'ah).
 
Inilah  pendapat  saya  mengenai  hal ini, dan Allahlah Yang
Maha Memberi Petunjuk  dan  Memberi  Taufiq  ke  jalan  yang
lurus.
 
Kini tinggal bagaimana tanggung jawab negara secara umum dan
tanggung jawab produser serta seluruh pihak  yang  berkaitan
dengan  media-media informasi tersebut. Karena bagaimanapun,
Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada mereka terhadap
semua  itu.  Maka  hendaklah mereka mempersiapkan diri sejak
sekarang.
 
-----------------------
Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi

http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Kontemporer/NontonTV.html
"Al-haqqu bila nizom yaghlibuhul-baatil binnizom"
Maksudnya: "Sesuatu kebenaran yang tidak sistematik akan dikalahkan oleh kebatilan yang sistematik dan terancang."
http://Http://cahayarabbani.blogspot.com
http://Http://islamicmoviecollection.blogspot.com
assiddiq@ymail.com

Reply #1 23 October, 2009, 10:26:06 PM
Saya amat setuju dengan jawapan yang diberikan. Adalah betul bahawa media itu hanyalah alat. Yang menentukan baik atau buruknya ialah penggunanya.

Kalau nak dikatakan televisi tu haram, internet lagilah. Tiada tapisan langsung. Jadi apa-apa pun bergantung kepada siapa yang menggunakanya. Kalau digunakan dengan baik maka baiklah jadinya, kalau jahat, maka jahatlah jadinya.
RAHSIA MENGUASAI ILMU TAJWID!!!
http://abdullahidris.com

Reply #2 23 October, 2009, 10:47:47 PM
saya pun setuju.. kirany mnonton utk tujuan maksiat adalah haram.. kalu tuk mgetahui tentng semasa adalah digalakkan..
Tidak ada salah ny tuk mnonoton tuk kbaikan... kalu mnonton tv berjam2 pun sperti mmbuang masa gak... byak kwajiban yg prlu kita lunaskan..

BuJaNg_SeNang

  • *
  • "hidup segan, mati tak mau"
    • View Profile
Reply #3 23 October, 2009, 10:54:47 PM
saya pun sokong jugak 120%. sekarang kita dizaman moden. jika kita tidak menggunakan benda seperti teknologi sekarang maka kita akan mundur dan ketinggalan tapi teknologi itu mestilah kita gunakan pada jalan yang betul dan jangan pula gunakan pada paksi yang salah.. kalau kita guna pada jalan yang salah maka tidak seharusnya kita menunding jari pada negara amerika , jepun dan sebagainya yang mengeluarkan teknologi itu. kesedaran ini penting bagi mengelak dari masalah rosak akidah dan akhlak.

Riot_heroes

  • *
  • IMMORTALITY
    • View Profile
Reply #4 24 October, 2009, 02:08:33 AM
Sahabat mundur di dunia tapi maju di akhirat
You'll Never Walk Alone

 Akaun Akhirat Anda No: CIMB 01180004462058 Halaqah Net Services

pedang baru 9

  • *
  • SESAAT DAN SEDETIK TIDAK MELUPAKAN ALLAH
    • View Profile
Reply #5 24 October, 2009, 02:25:47 AM
InsyaAllah..JIka kita tahu...SIAPAKAH ALLAH...maka tiada seorangpun mempunyai masa untuk menonton TV..Lebih baik menonton TV yang disediakan oleh Allah SWT..Tiada kata-kata yang dapat diungkapkan dengan apa-apa yang mereka sifatkan..
Walam..

BuJaNg_SeNang

  • *
  • "hidup segan, mati tak mau"
    • View Profile
Reply #6 25 October, 2009, 01:33:00 AM
dalam tv banyak chenal... rasa bahagian agama pun banyak..  tepuk dada tanya hati. jangan tanya selera sebab selera biasa mudah terjerumus pada keinginan nafsu.. salah satu cara dakwah pun dapat disebarkan melalui tv. yang pasti... tv kemajuan tak bersalah tapi tangan manusia yang merosakkan dan menjerumuskan diri mereka sendiri... lu pikir la sendiri...

Reply #7 06 November, 2009, 09:46:41 PM
dalam tv banyak chenal... rasa bahagian agama pun banyak..  tepuk dada tanya hati. jangan tanya selera sebab selera biasa mudah terjerumus pada keinginan nafsu.. salah satu cara dakwah pun dapat disebarkan melalui tv. yang pasti... tv kemajuan tak bersalah tapi tangan manusia yang merosakkan dan menjerumuskan diri mereka sendiri... lu pikir la sendiri...

Saya setuju dengan BuJaNg_SeNang. Tv tu hanya alat. Kita yang menentukan baik dan buruknya.Macam internet juga. Kalau betul cara menggunakannya, internet akan menjadi sumber ilmu tanpa sempadan.Tapi kalau salah gunanya,internet juga boleh merosakkan. Jadi tepuk dada tanya iman kita.

Reply #8 07 November, 2009, 11:40:23 AM
Televisyen tidaklah dilarang secara mutlak akan tetapi ianya menjadi terlarang dan tidak halal kerana cara penggunaannya yang tidak halal. Umpama sebilah pedang, ianya menjadi sangat bermanfaat kepada agama dan diri sendiri apabila berada ditangan seorang mujahid atau pembela agama dan menjadi bencana apabila ia berada ditangan seorang pemberontak atau penyamun. Dari sini kita melihat televisyen dapat memberikan pembangunan syakhsiah dan pembentukan jiwa keislaman sekiranya ianya dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

 Tetapi sebaliknya jika kita lihat sekarang rancangan-rancangan di televisyen banyak menyiarkan cerita-cerita yang tersasar dari kesopanan ajaran Islam itu sendiri seperti cerita-cerita dari barat yang banyak mengisahkan percintaan yang melampau, mengajar perempuan cara berfesyen ikut cara ‘moden’, mengajar ‘tidak salah’ lelaki dan perempuan yang bukan mahram berkhalwat berjanji setia sehidup semati. Ini semua adalah budaya-budaya karat yang patut dijauhi oleh orang Islam kerana ianya jauh dari ajaran Islam yang lurus.

 Oleh itu tidak hairan jika ada individu yang melarang anak-anak mereka menonton televisyen kerana mereka melihat bencana yang dibawa oleh televisyen lebih banyak dari kebaikan. Walau apa pun, kita perlu lebih mengambil sikap berhati-hati dengan rancangan yang disiarkan oleh televisyen sebagai langkah berjaga-jaga dari terpengaruh oleh budaya-budaya yang dibawa oleh cerita-cerita dari barat.

Tidaklah salah untuk menonton televisyen selagi mana dapat menjaga diri dari terpengaruh dengan budaya yang melencong dari ajaran Islam yang murni dan selagi mana rancangan yang disiarkan tidak berunsur maksiat yang mendedahkan aurat dan menaikkan syahwat dan tidak disertai dengan majlis-majlis yang berunsur maksiat seperti terjadinya percampuran dan persentuhan lelaki dan perempuan atau terdapat majlis arak.

 Begitu juga dengan menonton wayang, ianya bukanlah satu perbuatan yang keji selagi mana seseorang tetap dapat menjaga adab dan kesopanan sebagai seorang muslim, selagi mana filem yang ditonton tidak mengandungi unsur maksiat, dapat melahirkan keinsafan dan menjernihkan aqidah Islam, tidak mengajar kepada perkara yang bertentangan dengan akhlak seorang muslim seperti mengajar mencuri, mengajar menderhaka kepada ibu bapa dan sebagainya.

Selain itu, seseorang tidak boleh lalai dan melupakan tangungjawab sebagai seorang Islam iaitu tidak meninggalkan kewajiban bersolat dan sebagainya. Dan yang paling penting tidak terjadi persentuhan di antara lelaki dan perempuan dan percampuran rambang antara lelaki dan perempuan, lebih-lebih lagi wayang tidak dapat dilakukan kecuali ditempat gelap..

dipetik dari http://www.baheis.islam.gov.my

dol_bendol

  • *
  • http://al-merapu.blogspot.com
    • View Profile
Reply #9 07 November, 2009, 02:29:16 PM
betul blako lah yer :sedihnya:

memanglah bijak orang orang keduniaan, kerana syaitanlah guru mereka, lalu terciptalah alat alat tertentu yang menjadi kegunaan umat

Hanya lah alat alat yang membawa anda kepada Mentauhidkan Allah, adalah ianya kebaikan

demikianlah, apabila kehidupan selain Islam yang kita bina, maka kita akan letakkan segala keduniaan di sekeliling kita, start kumpul harta dunia, walaupun sepatutnya, duit nak beli TV, duit nak bayar astro tu, kao DERMA? JARIAH, besar idak fazilatnya

akal yangt bijak, mencari jalan, untuk bertaqwa, mentauhidkan Allah

akal yg terpesona Nafsu, akan mencari jalan agar idak mengharamkan sesuatu yang tiada Nas keterangan yg sahih

di situlah yahudi cucuk jarum, testing, teaser, umat manusia. dan mereka memerhatikan bagaimana, umat mengaku islam, telah mengikut segala apa yang mereka bawa. dan umat nasrani pun sama, maka idakkah pernah bertanya, 73 jalan, jalan aku...............yg mana satu?

Riot_heroes

  • *
  • IMMORTALITY
    • View Profile
Reply #10 07 November, 2009, 03:02:03 PM
Tv memang ada kebaikan tetapi sangatlah sedikit berbanding dengan keburukan yang datang bersamanya. Musuh2 Islam mereka tidak terus memberi kita meminum racun tetapi memberi kita susu yang dalamnya mengandungi racun. Mafhum satu hadis kalaulah kita redha terhadap sesuatu maksiat maka kita juga dikira hadir bersama mereka tetapi kalau kita membenci sesuatu maksiat maka dikira kita telah pun berusaha untuk mencegahnya. ya memang benar pilihan ditangan kita tetapi adakah kita sentiasa membuat pilihan yang betul. Menghindari sesuatu yang banyak keburukan juga adalh satu perkara yang dituntut. Kalau kita selalu melihat intisari rancangan bolehkah kita kira berapa sahaja rancangan yang benar-benar ada kebaikan. Teringat kata-kata seorang Daie " Kita mesti usaha bukan untuk keluarkan TV dari rumah kita tetapi usaha untuk keluarkan TV dari hati kita" Kebaikan dan keburukan tidak boleh berada dalam satu tempat dalam waktu yang sama. Kebaikan pasti mengatasi keburukan. Kalaulah keburukan belum lagi dihilangkan bermakna kita belum benar-benar menghasilkan kebaikan.

divider3
halaqahforum4