Hukum memakai wangian

Author Topic: Hukum memakai wangian  (Read 15698 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

Nor_207

  • *
  • Posts: 896
  • Just be yourself
    • View Profile
08 October, 2009, 11:49:25 PM
  • Publish
  •  :)


    Apa hukumnya wanita memakai wangian, tapi bukan dengan niat nak menggoda lelaki, tapi memand sebab dia rasa selesa berwangi-wangian. Kiranya untuk keselesaan diri sendiri la. Sekarang ni pun losyen pun dah ada pewangi...
    « Last Edit: 09 October, 2009, 03:59:13 PM by Penyelia Ejaan dan Bahasa Halaqahnet »
    Mujahadah itu pahit kerana syurga itu manis

    najwa_hamali

    • *
    • Posts: 749
    • ~BIDADARI SYURGA IMPIAN DI HATI~
      • View Profile
    Reply #1 08 October, 2009, 11:51:40 PM
  • Publish
  • :)


    apa hukumnya wanita memakai wangian, tapi bukan dengan niat nak menggoda lelaki, tapi memand sebab dia rasa selesa berwangi-wangian. kiranya untuk keselesaan diri sendiri la. Sekarang ni pun losyen pun dah ada pewangi...

    nak memakai tu rasanya tak salah. Namun jangan pula pakai yang berakohol dan yang dari sebaru dah boleh bau. Kalau lelaki bukan muhrim terbau wangian tu, dosanya sama macam kita berzinakan?
    YA ALLAH..........jadikanlah aku seorang muslimah...mukminah...mujahidah..dan seorang anak,isteri & ibu yg solehah....jadikanlah aku salah satu bidadari di syurga nanti......

    ikwanRasullah

    • *
    • Posts: 76
    • PEACE LOVE HARMONY UNITE
      • View Profile
    Reply #2 09 October, 2009, 12:05:16 AM
  • Publish
  • salam,

    xde haramnye memakai wangian ade alkohaol pun xpe,bukan minum xde dosa nya.....wangi bagus selesa org yg duduk berhampiran...sy cakaporg x caya...tok2 sheik mana ckap baru caya  benar belaka . cuba tengok fatwa kebangsaan 1985 tenteng alkohol..xde masalah sister....jgn bau itu busuk sudah le gangu ketentraman awam..hik he.
    « Last Edit: 09 October, 2009, 10:33:09 AM by ikwanRasullah »

    Ummi Munaliza

    • *
    • Posts: 14486
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #3 09 October, 2009, 12:06:41 AM
  • Publish
  • Berikut  beberapa penjelasan yang diambil dari buku al-Masaail Jilid 2 hal. 151 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Semoga dapat kita ambil hikmahnya dan tentunya dapat diamalkan oleh kaum muslimah.

    1. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang diberi harum-haruman, maka janganlah ia menolaknya, karena sesungguhnya ia itu ringan bebannya (ringan dibawa) dan harum baunya.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Muslim, dan Abu Dawud dari Abu Hurairah).

    2. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Diberi kecintaan kepadaku dari (urusan) dunia kamu, ialah wanita, harum-haruman/wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari Anas bin Malik).

    3. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abu Said al Khudriy).

    4. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila salah seorang dari kamu (kaum wanita) menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) maka janganlah ia memakai wangi-wangian.” (Shahih riwayat Muslim, Ahmad, Nasa’i dari jalan Zainab).

    5. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman, maka janganlah ia menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) bersama kami.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari Abu Hurairah).

    6. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Apabila seorang perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari wangi-wangian sebagaimana ia mandi janabat.” (Shahih riwayat Nasa’i dari Abu Hurairah).

    7. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima sholatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut).” (Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah).

    8. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian ia keluar, lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka dia itu adalah perempuan zina/tuna susila.” (Hasan riwayat Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Thahawi dari Abu Musa).

    Keterangan :

    1. Hadits 1, 2, dan 3 dengan jelas telah mengatakan : sangat disukai-nya kita memakai harum-haruman/ wangi-wangian. Dan hukum ini bersifat umum, yakni terkena kepada kaum laki-laki dan wanita, karena di hadits itu tidak dibedakan sama sekali antara laki-laki dan wanita. Bahkan di hadits 1 itu ada larangan menolak pemberian harum-haruman. Sedangkan hadits ke-2 menunjukan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam amat menyukai wangi-wangian. Padahal telah kita maklumi dari firman Allah Ta’ala, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadi suri tauladan (uswatun hasanah) bagi kaum muslimin dan muslimat. Sedangkan hadits ke-3 menyatakan bahwa misk adalah harum-haruman yang paling baik untuk kita pakai. Demikian keterangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

    2. Hadits ke-4 & 5 itu menegaskan : haram hukumnya bagi kaum wanita keluar ke masjid untuk menghadiri sholat Isya’ dengan memakai harum-haruman. Disebutnya lafaz Isya’disini tidak berarti menghadiri sholat-sholat lainnya diperbolehkan. Tidak sekali-kali demikian! Karena hadits ke-6 dan 7 bersifat umum mencakup seluruh macam sholat, baik shalat fardhu maupun sholat-sholat sunat (seperti shalat tarawih dan sholat hari raya). Disebutnya sholat Isya’ di hadits ke-4 & 5 itu bisa jadi karena fitnahnya lebih besar karena sholat Isya’ itu dikerjakan di waktu malam.

    3. Hadits ke-6 itu menunjukan : wajib hukumnya bagi kaum wanita yang hendak keluar masjid membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebagaimana halnya ia mandi janabat.

    4. Hadits ke-7 itu mengandung hukum : Siapa saja perempuan yang keluar ke masjid dengan memakai wangi-wangian, maka shalatnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Demikianlah zahirnya sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Hendaklah hadits ini jadi perhatian betul-betul, karena telah kita saksikan umumnya kaum wanita di masa kita sekarang ini kalau mereka keluar ke tanah lapang untuk shalat hari raya mereka memakai wangi-wangian yang baunya tersebar ke mana-mana.

    5. Dari hadits 4, 5, 6, & 7 serta keterangan-keterangannya dapatlah dengan mudah kita ketahui : Kalau keluar ke tempat-tempat ibadah saja telah dilarang keras bagi kaum wanita memakai wangi-wangian, apalagi ke tempat-tempat lain seperti pergi ke pesta perkawinan dan lain-lain. Sudah barang tentu larangannya lebih keras lagi.

    6. Hadits ke-8 mengandung hukum : Kalau bagi kaum wanita telah dilarang keluar dengan memakai wangi-wangian meskipun bukan untuk pamer, tentu keluar dengan maksud pamer supaya orang-orang mencium baunya, lebih keras lagi larangannya. Dan perempuan yang demikian Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menamakannya sebagai perempuan zina.

    Kesimpulan :

    1. Perempuan dibolehkan bahkan sangat disukai memakai wangi-wangian di dalam rumahnya khususnya untuk suaminya (jika ada).
    2. Perempuan yang hendak keluar rumah, maka wajib hukumnya membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebersih mungkin.
    3. Haram hukumnya bagi perempuan yang keluar rumah, baik keluar ke masjid apalagi ke tempat-tempat lain dengan memakai minyak wangi/harum-haruman/wangi-wangian.
    Pengurusan, Pentadbiran Forum Halaqahnet.
    Penal Utama Baitul Muslim


    Nor_207

    • *
    • Posts: 896
    • Just be yourself
      • View Profile
    Reply #4 09 October, 2009, 12:22:23 AM
  • Publish
  • :)


    apa hukumnya wanita memakai wangian, tapi bukan dengan niat nak menggoda lelaki, tapi memand sebab dia rasa selesa berwangi-wangian. kiranya untuk keselesaan diri sendiri la. Sekarang ni pun losyen pun dah ada pewangi...

    nak memakai tu rasanya tak salah. Namun jangan pula pakai yang berakohol dan yang dari sebaru dah boleh bau. Kalau lelaki bukan muhrim terbau wangian tu, dosanya sama macam kita berzinakan?



    Pasal alkohol, Nor pernah menghadiri kursus tentang barangan halal oleh JAKIM. Penggunaan alkohol dalam perfume atau kosmetik ni tak sama dengan arak yang memabukkan itu. Penggunaan alkohol dalam perfume/kosmetik adalah ethanol. Ethanol ni memang bukan untuk diminum atau memabukkan. dalam kepekatan yang tinggi, ia memang boleh membunuh jika terminum. Untuk digunakan dalan kosmetik, ethanol ni dicairkan dahulu.

    Penggunaan ethanol dalam personal care memang perlu sebab dia macam anti bacteria. contohnya kita guna dalam pencuci tangan dll.
    So, setakat yang diterangkan, penggunaan alkohol dalam perfume/kosmetik/personal care tidak haram


    Harap sesiapa yang ada info lagi, dapat kita sama-sama berbincang di sini
     :ins:

    Sembilu Kasih

    • *
    • Posts: 415
      • View Profile
    Reply #5 09 October, 2009, 07:57:19 AM
  • Publish
  • Assalamualaikum,
    Saya keliru tentang hukum memakai minyak wangi beralkohol didalam sembahyang. Setengah pendapat berkata alkohol itu najis jadi tidak sah sembahyang kita. Tolong jelaskan..

    Jawapan.

    Alkohol yang terdapat di dalam minyak wangi boleh dipakai dan dibawa sembahyang..



    Sembilu Kasih

    • *
    • Posts: 415
      • View Profile
    Reply #6 09 October, 2009, 08:10:14 AM
  • Publish

  • Hukum Memakai Minyak Wangi dan Minyak Rambut Beralkohol

    ADAKAH SAH SEMBAHYANG DENGAN MINYAK WANGIDAN MINYAK RAMBUT YANG MENGANDUNGI ALKOHOL
    (BILANGAN 262)


    (Dengan nama Allah, Segala puji bagi Allah, Selawat dan salam ke atas Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan para pengikut Baginda)

    Islam telah meletakkan kebersihan sebagai kunci bagi sahnya ibadat sembahyang. Oleh karena itu tidak akan diterima sembahyang seorang muslim sehingga badannya bersih, pakaiannya bersih dan tempat yang digunakan pun dalam keadaan bersih. Kebersihan dikira sebagai menentukan sahnya sembahyang seseorang itu, kerana najis yang terdapat pada tubuh badan, pakaian atau tempat sembahyang boleh menyebabkan sembahyangnya tidak sah.

    Persoalan alkohol selalu dikaitkan dengan sah atau ketidaksahan sembahyang, kerana itu timbullah keraguan adakah alkohol itu najis? Ini kerana ada sebahagian minyak wangi dan minyak rambut mengandungi alkohol sehingga timbul persoalan, bolehkah minyak wangi atau minyak rambut yang bercampur alkohol dibawa sembahyang?

    Pengertian alkohol


    Alkohol ialah bahan cecair tanpa warna yang mudah mengewap menjadi gas dan mudah terbakar. Ia boleh dihasilkan melalui dua cara.

    i. Penapaian yis karbohidrat (yeast fermentation of carbohydrates)

    ii. Sintetik atau tiruan dari campuran bahan kimia (yang bukan daripada sumber semula jadi seperti tumbuhan dan binatang) dengan penghidratan etil (hydration of ethylene). (The New Websters Encyclopedic Dictionary Of The English Language: 17)

    Cara yang pertama di atas merupakan cara bagaimana menghasilkan khamar (arak) atau minuman yang memabukkan.

    Kenajisan arak


    Menurut jumhur (majoriti) ulama yang terdiri daripada Imam- Imam mazhab yang empat iaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam asy-Syafie, Imam Ahmad bin Hanbal dan lain-lain ulama rahimahumullah, arak adalah najis berdasarkan firman Allah Taala:


        Tafsirnya: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak, judi, pemujaan berhala dan mengadu nasib dengan batangbatang anak panah adalah (semuanya) kotor (keji) daripada perbuatan syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya."(Surah al-Maidah: 90)

    Oleh kerana arak itu menurut jumhur ulama adalah najis, maka alkohol yang terdapat dalam arak itu pun adalah najis juga. Dari itu, mana-mana alkohol yang dihasilkan atau diambil daripada arak adalah najis juga hukumnya.

    Ini memberi maksud bahawa kenajisan alkohol adalah bertitik tolak dari sebab kenajisan arak. Dari itu, dapat difahami bahawa alkohol itu bukanlah semestinya najis jika ia tidak diambil daripada arak, sebagai contoh tapai yang biasa dimakanpun menurut pakar ada mengandungi alkohol, namun ia tidak haram dimakan kerana sifatnya yang tidak memabukkan.

    ( Kenapa Tapai Halal dan arak Haram, sedangkan kedua-duanya melalui proses penapaian, sila baca ini Antara Arak dengan Tapai http://halaqah.net/v10/index.php?page=258 )

    Akan tetapi, jika tapai itu sifatnya memabukkan (sampai ke peringkat boleh memabukkan), maka memakan tapai itu adalah haram. Adapun alkohol yang dihasilkan melalui sintetik atau tiruan dari campuran bahan kimia yang mana sifatnya sangat memudharatkan seperti mana racun, ia adalah suci seperti sucinya ganja, candu, morfin dan lain-lain yang memudharatkan di mana tidak ada seorang ulama pun yang menghukumkannya sebagai najis ainiyyah.

    Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan bahawa salah satu najis itu ialah setiap yang memabukkan dalam bentuk cecair:

    Ertinya: "Setiap yang memabukkan lagi cair".

    Imam Ibnu Hajar rahimahullah dalam menghuraikan kata-kata Imam an-Nawawi rahimahullah di atas berkata:

    Ertinya:" (Tiap-tiap yang memabukkan) ialah tiap-tiap yang boleh memabukkan. Maka termasuk dalam pengertian itu setitik yang memabukkan; dan yang dikehendaki dengan yang memabukkan di sini ialah apa jua yang boleh menutup atau menghilangkan upaya akal."

    Ibnu Hajar rahimahullah menghuraikan lagi:

    Ertinya: " (Cecair) itu seperti arak dengan segala jenisnya yang diambil daripada anggur; dan nira (tuak) yang diambil selain daripada anggur"

    Dengan ini, dapat disimpulkan bahawa setiap arak mengandungi alkohol, tetapi tidak semua alkohol berasal daripada arak.

    Hukum alkohol daripada arak

    Alkohol yang dihasilkan atau diambil daripada arak, meminumnya adalah jelas haram sebagaimana keterangannya di atas. Adapun menggunakan minyak wangi atau minyak rambut yang mengandungi alkohol yang diambil daripada arak adalah haram juga, kerana berlumur dengan najis tanpa ada keperluan yang syarie adalah haram hukumnya sebagaimana kata Ibnu Hajar rahimahullah:

    Ertinya:" Haram berlumur dengannya (najis) di luar sembahyang pada badan dan pakaian dengan tiada apa sesuatu hajat (yang syarei)

    Dengan itu, adalah tidak sah sembahyang seseorang yang memakai minyak wangi atau minyak rambut yang mengandungi alkohol yang diambil daripada arak kerana ia adalah najis.

    Hukum alkohol sintetik atau tiruan dari campuran bahan kimia


    Alkohol sintetik atau tiruan dari campuran bahan kimia adalah haram meminumnya kerana sifatnya yang memudharatkan seperti mana racun.

    Bagaimanapun minyak wangi atau minyak rambut yang mengandungi alkohol yang dihasilkan melalui sintetik atau tiruan dari campuran bahan kimia adalah harus menggunakannya, kerana ia bukan najis.

    Dari itu, adalah sah sembahyang seseorang yang memakai minyak wangi atau minyak rambut yang mengandungi alkohol yang dihasilkan melalui sintetik atau tiruan dari campuran bahan kimia kerana ia bukan najis.

    Perkara yang meragukan hendaklah ditinggalkan tetapi yang menjadi persoalan ialah kita tidak dapat mempastikan bahawa alkohol yang terkandung di dalam sesuatu minyak wangi atau minyak rambut itu, adakah ia diambil dari sumber yang suci atau najis?

    Apabila timbul keraguan seumpama ini, menurut ajaran Islam, perkara tersebut hendaklah ditinggalkan. Hasan bin Ali radhiallahu anhuma meriwayatkan bahawa dia telah menghafal daripada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang bersabda:

    Maksudnya: "Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu."
    (Hadis riwayat at-Tirmidzi, an-Nasaâi, Ahmad dan ad-Darimi)


    Dalam hadis yang lain pula dijelaskan bahawa meninggalkan perkara yang diragui kehalalan dan keharaman sesuatu perkara adalah menandakan kesungguhan seseorang itu dalam memelihara agama dan kehormatannya. Manakala membuat perkara yang masih di dalam kesamaran akan membawa kepada melakukan perkara yang haram sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ˜alaihi wasallam yang diriwayatkan daripada an-Nu'man bin Basyir radhiallahu anhu:

    Maksudnya:" Maka barang siapa yang menjauhi perkara-perkara yang syubhat, (maka) dia telah melepaskan bagi agamanya dan kehormatannya (dari kecaman); dan barangsiapa yang terjatuh di dalam perkara-perkara yang syubhat (maka) jatuhlah dia ke dalam perkara haram."(Hadis Riwayat Muslim)

    Oleh itu jelaslah menggunakan minyak wangi atau minyak rambut yang mengandungi alkohol yang bersumber daripada arak adalah haram, kerana ia adalah najis dan tidak sah dibawa sembahyang. Manakala minyak wangi atau minyak rambut yang mengandungi alkohol yang dihasilkan melalui sintetik atau tiruan dari campuran bahan kimia adalah diharuskan, kerana ia bukan najis dan sah dibawa sembahyang.

    Walau bagaimanapun apabila timbul keraguan terhadap kedudukan alkohol yang terdapat dalam minyak wangi atau minyak rambut, sama ada ia diambil daripada sumber yang najis atau sumber yang suci, menurut ajaran Islam adalah lebih selamat perkara tersebut ditinggalkan dari menggunakannya. Tambahan pula di pasaran banyak terdapat minyak wangi atau minyak rambut yang sama sekali tidak mengandungi alkohol yang boleh menjadi pilihan kita

    Sumber : Mufti Brunei

    « Last Edit: 28 August, 2010, 02:54:47 PM by Ummi Munaliza »

    ikwanRasullah

    • *
    • Posts: 76
    • PEACE LOVE HARMONY UNITE
      • View Profile
    Reply #7 09 October, 2009, 10:07:11 AM
  • Publish
  • salam

    jgn pening mumy pun bagi haram pakai kuar...jadi hadith2( reject) KE......(jgn haram apa yg Allah x haram kan-AN'AM 150)...nak type panjang ada byk masalah akan tinbul bila sy cite bab hadithni..so pompuan mlm x digalakan kuar pun....ni tambah pakai wangi2 nak gi mana tu.......(kuar wajib dtemani muhrim-al quran)  so biar warta di bawah jelas dgn nyata so soaalan ni jgn timbul lagi...YE....peace love harmony unite

    [box title=Perhatian dan tindakan]
    Sila beri perhatian dan tindakan
    Mohon saudara membetulkan ejaan  yang digunakan di kiriman ini. Harap menggunakan bahasa yang mudah difahami.

    teguran dari Penyelia Ejaan dan Bahasa Halaqahnet[/box]


    istitute pegurusan & peyelifikan fatwa sedunia..( ni semua geng SHEIK2 setuju)

    Dimaafkan cecair yang najis seperti alkohol yang dicampurkan ke dalam ubat-ubatan atau benda-benda pewangi seperti air wangi atau minyak wangi bagi tujuan memelihara dari kerosakan atau untuk menahankan bauannya di atas kadar yang diperlukan bagi tujuan itu. Maka dengan itu, benda-benda pewangian atau ubat-ubatan yang dicampur ke dalamnya cecair najis seperti alkohol bagi tujuan tersebut dan di atas kadar yang diperlukan bagi tujuan itu harus dipakai dan digunakan sekalipun di dalam sembahyang.

    Negara asal : Malaysia
    Negeri : Kedah Darul Aman
    Badan yang mengisu fatwa : Jabatan Mufti Negeri Kedah Darul Aman
    Penulis/Ulama : Dato Paduka Sheikh Abdul Majid Bin Mohd Nor


    JANGAN KITA PANDAI2 IKUt ORG ini ITU KATA HARAM......BUKAN HAQ KITA...YG HARAM NYATA DLM QURAN

    « Last Edit: 09 October, 2009, 03:58:06 PM by Penyelia Ejaan dan Bahasa Halaqahnet »

    gurutajwid

    • *
    • Posts: 167
      • View Profile
    Reply #8 15 October, 2009, 01:06:35 PM
  • Publish
  • Assalamualaikum,
    Saya keliru tentang hukum memakai minyak wangi beralkohol didalam sembahyang. Setengah pendapat berkata alkohol itu najis jadi tidak sah sembahyang kita. Tolong jelaskan..

    Jawapan.
    Alkohol yang terdapat di dalam minyak wangi boleh dipakai dan dibawa sembahyang..



    Minyak wangi (perfume) yang dicampurkan dengan bahan alkohol bukanlah najis menurut pandangan yang rajih dari beberapa fuqaha', dimana ia rajih selain dari satu bahagian fuqaha' yang mengharamkan najis arak mengatakan bahawa tidak terdapat dalil keatasnya dalil bahawa ia adalah najis, dan pengharaman tidak semestinya najis, pandangan rajih ini adalah menurut fuqaha' kontemporar seperti Dr Yusuf Al-Qardhawi, Shiekh Al-Albani. Sheikh Faisal Molawi berpandangan bahawa alkohol tidak boleh diqiaskan dengan arak dari sudut najisnya, dan jika mengambil hukumnya dari sudut haram meminum kerana ciri-ciri memabukkan, dan keatas itu tidak boleh menpengaruhi alkohol ketas taharah atau solat. Adalah lebih afdal seorang Islam menggunakan minyak wangi bebas dari alkohol sebelum solat, dan jika ia mengunakannya (yg ada alkohol) maka tiada ada kesalahan keatasnya.

    Berkata Pakar Rujuk, Faisal Molawi, Naib Pengerusi Majlis Fatwa dan Penyelidikan Eropah :-

    Minyak wangi yang bercampur dengan alkohol akan membatalkan solat kepada sesiapa yang berpandangan bahawa Arak Najis, iaitu najis 'Ainnya (secara fizikal), dan sesungguhnya alkohol yang berada didalam minyak wangi mengambil hukum dari najis 'ain ini, dan bukan dari sebahagian kecil yang dimaafkannya, dan seterusnya ia akan membatalkan solat kerana wujud najis diatas jasad seseorang.

    Akan tetapi saya (Molawi) berkata :

    1. Najis arak sebagai najis 'ain (fizikal) merupakan sesuatu yang diperselisihkan, dan jika 4 sekolah Mazhab mempercayainya, akan tetapi ramai dikalangan ulama' yang diiktiraf menganggap bahawa yang dimaksudkan najis adalah najis ma'nawiah (moral). Dan ini adalah pandangan yang dijumpai dalilnya didalam isu tidak terdapat dalil yang putus keatas arak sebagai najis A'iniyah (najis material).

    2. Arak yang dimaksudkan dengan najis ini adalah merupakan extrak dari jus anggur, atau dari ekstrak yang lain, atau pun ia merupakan percampuran bahan kimia. Hukum arak diambil dari sudut memabukkan dan bukan dari aspek najis, kerana Nabi saw bersabda : "Segala yang memabukkan adalah Haram", dan bukan segala yang memabukkan adalah najis.

    3. Manusia kebiasaannya menggunakan minyak wangi didalam jumlah yang sedikit, dan apa didalamnya adalah kandungan alkohol didalam jumlah yg sangat sedikit, dan ia termasuk didalam hukum perkara kecil yang dimaafkan keatasnya.

    4. Tambahan kepada itu bahawa alkohol yang terdapat pada minyak wangi akan evaporate dengan cepat, dan apa-apa kesan keatas badan tidak ditinggalkan, dan dengan itu pembentukan najis dengan andaian ia wujud telah hilang dan badan kembali kepada bentuk bersihnya.

    Maka dengan itu, saya lebih cenderung kepada sahnya solat walaupun orang yang bersolat itu menggunakan minyak wangi yang bercampur alkohol, dan adalah lebih afdal dijauhi dari khilaf (perselisihan) dengan tidak menggunakan minyak wangi sebaik sahaja sebelum menunaikan solat atau menggunakan minyak wangi yang isinya bebas dari alkohol... maka ini adalah lebih berjaga-jaga, Insyaallah.

    Sumber : http://fatwaulama.blogspot.com/2006/06/minyak-wangi-mengandungi-alkohol-dalam.html
    « Last Edit: 15 October, 2009, 01:09:06 PM by Ummi Munaliza »
    RAHSIA MENGUASAI ILMU TAJWID!!!
    http://abdullahidris.com

    che may

    • *
    • Posts: 200
      • View Profile
    Reply #9 15 October, 2009, 01:49:38 PM
  • Publish
  • :)


    Apa hukumnya wanita memakai wangian, tapi bukan dengan niat nak menggoda lelaki, tapi memand sebab dia rasa selesa berwangi-wangian. Kiranya untuk keselesaan diri sendiri la. Sekarang ni pun losyen pun dah ada pewangi...

    pertamanya ingin ditanya kenapa kita memakai wangi-wangian?

    sekiranya jawapan adalah kerana untuk menghilangkan bau tubuh maka jawapannya boleh, tetapi dengan bersyarat selagimana wangian yang dipakai itu tidak menggangu ketenteraman orang lain...atau dengan kata lain boleh dipakai dengat syarat wangian yang dipakai tidak menarik perhatian orang lelaki dan mengganggu orang disekelilingnya..

    adapun sekiranya jawapan yang diberi adalah supaya wangian yang dipakai itu turut sama dihidu orang lain maka jawapannya haram... kerana wangian yang dipakai itu boleh menimbulkan fitna...

    wallahu a'lam
    kenalilah dan cintailah islam kerana kebahagiannya ada padanya..

    Nur Islamiah

    • *
    • Posts: 7
      • View Profile
    Reply #10 15 October, 2009, 02:29:52 PM
  • Publish
  • sbg muslimah lbh tak yah pakai wangian keculi di hdpn sumi sendiri

    itachi

    • *
    • Posts: 68
      • View Profile
    Reply #11 25 April, 2010, 02:16:34 AM
  • Publish
  • Boleh saya tanya...sejauh mana islam membenarkan wangian pada perempuan ?

    Ixora_skru

    • *
    • Posts: 922
    • Kehidupan Pertama Penentu Kehidupan Kedua
      • View Profile
    Reply #12 25 April, 2010, 11:09:34 AM
  • Publish
  • Boleh saya tanya...sejauh mana islam membenarkan wangian pada perempuan ?

    Merujuk apa yang ummi kata ... ikut saya faham.. seperti yang nur islamiah cakap...
    perempuan dibenarkan pakai minyak wangi... kat rumah jer... untuk suami...
    kalau pakai kat luar nanti kan terhidu oleh lelaki ajnabi... nanti kan dosa...
    pernah baca hadis pasal ni... tapi dah lupa... maaf tak boleh nak masukkan...
    sesiapa yang ada boleh kongsi....

    p/s: tak tahu betul ker tak apa yang saya faham... kalau salah tolong tunjukkan...
    Catatan Warna-Warni Kehidupan | Di Laman Halaqah ku Mencari IlmuNya
      http://www.cwwk.blogspot.com  |  http://ilmuhalaqah.blogspot.com

    Ummi Munaliza

    • *
    • Posts: 14486
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #13 25 April, 2010, 11:24:13 AM
  • Publish
  • Boleh saya tanya...sejauh mana islam membenarkan wangian pada perempuan ?

    بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته



    Dari Abu Musa al Asy’ari رضي الله عه berkata, Rasulullah    صلى الله عليه وسلم    bersabda:

    “Tiap-tiap wanita yang menggunakan harum-haruman kemudian keluar melewati sekelompok kaum supaya dicium baunya oleh kaum itu, maka dia adalah seorang wanita penzina (pelacur) dan setiap mata yang memandangnya juga telah (ikut) melakukan zina (berzina).” (An-Nasai)



    بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته




    KE ENAM : LARANGAN TABARRUJ (MEMPERLIHATKAN KECANTIKAN) DAN MEMAKAI HARUMAN /WANGI-WANGIAN


    Apabila seorang wanita keluar dari rumahnya wajiblah dia menjaga dirinya daripada memperlihatkan kecantikannya kepada lelaki ajnabi.  Ini perintah Allah:



    وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَـهِلِيَّةِ الاٍّولَى

    “Dan janganlah kamu tabarruj (mendedahkan perhiasan diri)seperti yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliah zaman dahulu”  [An-Noor (33) : 33]



    Larangan memperlihatkan perhiasan membawa maksud kepada tiga bahagi :

    1.)   Perhiasan tubuh badan yang asal iaitu kecantikan yang asli.
    2.)   Perhiasan tambahan seperti hiasan pada pakaian,  anting2, rantai leher,  solekan pada pipi, gincu, wangi2an  dsb
    3.)   Pergerakan tubuh yang lemah gemalai dan menggoda


    Dari Tafsir Ibnu Kathir :

    “Dan jangan bertabarruj seperti tabarruj zaman jahilyyah”    Mujahid berkata : “Wanita gemar berjalan dihadapan lelaki dan ini dinamakan tabarruj seperi zaman jahiliyyah”

    Qatadah mengatakan :  Apabila mereka keluar dari rumah,  mereka berjalan tanpa perasaan malu dan didalam keadaan menggoda orang lain. Dan Allah Ta’ala melarang demikian.”

    Muqatil bin Hayyan menyebut:
    Tabarruj ialah apabila seorang wanita memakai “Khimar”  menutup kepalanya tetapi dia tidak menutupnya dengan sempurna, ini menyebabkan rantainya, subang dan leher – semua ini boleh dilihat oleh orang.”
    (tamat petikan tafsir)



    Semu jenis perhiasan samada kecantikan asli pada tubuh atau kecantikan disebabkan perhiasan tambahan seperti alat solek, haruman dan wangian , maka semua ini di tegah diperlihatkan kepada bukan muhrimnya.


    Dari Abu Musa al Asy’ari رضي الله عه berkata, Rasulullah    صلى الله عليه وسلم    bersabda:

    “Tiap-tiap wanita yang menggunakan harum-haruman kemudian keluar melewati sekelompok kaum supaya dicium baunya oleh kaum itu, maka dia adalah seorang wanita penzina (pelacur) dan setiap mata yang memandangnya juga telah (ikut) melakukan zina (berzina).” (An-Nasai)



    Hadits yang lain, diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عه  Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

    “Siapa saja wanita yang terkena asap wangi-wangian, maka jangan ikut bersama kami untuk melakukan shalat Isya’ pada akhir malam.” (Muslim)


    Dari Abu Hurairah, bahwa ia suatu saat bertemu dengan seorang wanita yang tercium olehnya bau wangi-wangian, dan di bagian belakang pakaiannya terdapat kain yang menyapu tanah. Abu Hurairah berkata, “Wahai amah (hamba) al-Jabbar, apakah engkau datang dari masjid?” Wanita itu menjawab, “Ya”. Abu Hurairah berkata lagi, “Apakah untuk-Nya engkau memakai wangi-wangian?” Wanita itu menjawab, “Ya”. Kemudian Abu Hurairah menjelaskan, “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah  صلى الله عليه وسلم bersabda:

    “Tidak akan diterima shalat seorang wanita yang memakai wangi-wangian dalam masjid ini, sehingga ia kembali dan mandi seperti ia mandi janabah (junub).” (Abu Dawud)



    Demikian beratnya perbuatan dan dosa wanita yang berhias memakain wangian2 ketika dia keluar dari rumahnya.  Mengapa Nabi  صلى الله عليه وسلم begitu tegas memberi amaran terhadap perkara ini sehingga dikaitkan sebagai wanita pezina dan pelacur?    Ini kerana perbuatan memakai wangian, solekan dsb ketika keluar rumahnya adalah perbuatan pezina2 dan pelacur pada zaman jahilyyah. Mereka berbuat bagitu untuk menarik perhatian lelaki.   Maka wanita2 yang meniru perbuatan mereka adalah tergolong kepada wanita2 pezina dan pelacur. 

    Tidak dinafikan wangi2an dan haruman yang dipakai oleh wanita memberikan kesan yang sangat kuat pada hati lelaki yang mencium baunya sehingga mendorong kepada perbuatan zina, sekurang2 nya dia telah berbuat zina mata dan zina hati. 


    Wallahu A'lam


    Ixora_skru

    • *
    • Posts: 922
    • Kehidupan Pertama Penentu Kehidupan Kedua
      • View Profile
    Reply #14 25 April, 2010, 11:28:30 AM
  • Publish
  • terima kasih ummi sebab tolong sertakan hadis yang saya maksudkan tu...^_^

    hurulain01

    • *
    • Posts: 83
    • Allahu Rabbuna, ArRasul Zaimuna
      • View Profile
    Reply #15 25 April, 2010, 12:29:46 PM
  • Publish

  • Minyak wangi (perfume) yang dicampurkan dengan bahan alkohol bukanlah najis menurut pandangan yang rajih dari beberapa fuqaha', dimana ia rajih selain dari satu bahagian fuqaha' yang mengharamkan najis arak mengatakan bahawa tidak terdapat dalil keatasnya dalil bahawa ia adalah najis, dan pengharaman tidak semestinya najis, pandangan rajih ini adalah menurut fuqaha' kontemporar seperti Dr Yusuf Al-Qardhawi, Shiekh Al-Albani. Sheikh Faisal Molawi berpandangan bahawa alkohol tidak boleh diqiaskan dengan arak dari sudut najisnya, dan jika mengambil hukumnya dari sudut haram meminum kerana ciri-ciri memabukkan, dan keatas itu tidak boleh menpengaruhi alkohol ketas taharah atau solat. Adalah lebih afdal seorang Islam menggunakan minyak wangi bebas dari alkohol sebelum solat, dan jika ia mengunakannya (yg ada alkohol) maka tiada ada kesalahan keatasnya.


    Mengikut pengalaman saya yang sedikit dalam bidang penyelidikan, di sini terdapat sedikit perkongsian.

    asal minyak wangi adalah essential oil ataupun extract daripada bunga-bungaan namun peratusan e.oil tersebut adalah sedikit berbanding bahan campuran lain seperti alkohol yang digunakan sebagai solvent, fixative dan aroma compounds (from plants or animals). Perlu diketahui bahawa alkohol bukan hanya terdiri daripada satu jenis sahaja tetapi terdapat pelbagai jenis alkohol yang dihasilkan secara sintetik. walaupun kebanyakan alkohol tidak najis, namun harus diperhatikan bahan aroma, penstabil dan segala macam bahan campuran yang digunakan untuk megekalkan bau minyak wangi. Perlu diingat, bahan untuk mengekalkan aroma boleh dihasilkan daripada tumbuhan atau haiwan yang mana tidak diketahui sumbernya.

    Sebagai seorang muslim, menjadi tanggungjawab kita untuk menjauhi perkara syubhah samada dalam makanan atau keperluan lain terutamanya kosmetik (perfume, losyen et. al.,). Minyak wangi yang halal harus bebas daripada bahan tidak halal. Alkohol bukanlah menjadi topik utama kerana penghasilannya daripada bahan kimia sintetik dan tidak najis. Tapi bagaimana pula dengan bahan lain? Contohnya penggunaan collagen dalam cream wajah/losyen badan harus dijauhkan sekiranya collagen tersebut tidak diketahui sumbernya. Sebahagian besar collagen dihasilkan daripada hydrolyzed animal protein from pigs. Selain itu, hanya sebilangan hidupan laut boleh menjadi sumber collagen.

    Persoalannya, kebanyakkan dari minyak wangi yang berjenama sekarang ini diperbuat oleh orang yang bukan Islam yang memang tidak memikirkan soal halal dan haram dalam penghasilan produk. Mudahan-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menjauhi perkara-perkara syubhah dalam kehidupan. Wallahua'lam

    « Last Edit: 25 April, 2010, 12:32:32 PM by hurulain01 »
    Allahu Rabbuna, ArRasul Zaimuna, Al-Quranu Dusturuna
    http://hurulain01.blogspot.com

    nursa

    • *
    • Posts: 105
      • View Profile
    Reply #16 28 August, 2010, 02:42:56 PM
  • Publish
  •  :)

    nak tanya ni..
    yang ana tahu sunat kalau berwangi-wangian sewaktu mengerjakan ibadah ..
    tapi kalau minyak wangi yang berakohol kita gunakan sewaktu solat,.
    sah ke tidak solat kita tu.??
    huhuhuhu.......

    Ummi Munaliza

    • *
    • Posts: 14486
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #17 28 August, 2010, 02:53:43 PM
  • Publish
  • :)

    nak tanya ni..
    yang ana tahu sunat kalau berwangi-wangian sewaktu mengerjakan ibadah ..
    tapi kalau minyak wangi yang berakohol kita gunakan sewaktu solat,.
    sah ke tidak solat kita tu.??



    Sila baca di sini jawapannya.  Re: Hukum memakai wangian beralkohol ketika solat.

    nursa

    • *
    • Posts: 105
      • View Profile
    Reply #18 28 August, 2010, 02:57:28 PM
  • Publish
  • okey
    dah tahu dah hukum nye.

    annur nafisah

    • *
    • Posts: 161
      • View Profile
    Reply #19 25 April, 2011, 11:50:22 PM
  • Publish
  • pakai je la deodorant...deodorant skang pun da wangi...tapi wangi pun sekadar tutup bau badan...untuk sendiri yang hidu..kalau berdiri sebelah pun tak bau sangat..tu pun sekadar tutup bau badan..tak terhidu laki-laki...wallahua'lam
    ya Allah..jadikanlah hambamu ini seorang yang soleha dan sentiasa berpegang teguh pada tali agama Mu ya Allah...

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    42 Replies
    32341 Views
    Last post 20 June, 2014, 01:44:45 AM
    by Nadym
    25 Replies
    12371 Views
    Last post 10 May, 2011, 07:46:06 AM
    by msa
    13 Replies
    12979 Views
    Last post 25 April, 2011, 11:46:45 PM
    by annur nafisah