Manfaat Berdoa

*

Author Topic: Manfaat Berdoa  (Read 5127 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

Ummi Munaliza

  • *
  • Posts: 14514
  • Anniversary Ke 30
    • View Profile
30 July, 2009, 11:33:08 AM
  • Publish
  • Manfaat Berdoa    
    Ditulis oleh Taufiq Munir*
     

    BERDOA -- yang secara etimologis berarti "meminta kepada Allah" -- mempunyai tujuan-tujuan yang bukan saja bersifat ukhrawi, melainkan juga bersifat duniawi. karena doa bukanlah untuk kepentingan Allah melainkan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Kalaupun kita berdoa untuk memohon segala "sesuatu yang kita perlukan", "yang kita inginkan" ataupun hanya "untuk menenangkan diri dari segala kesusahan", namun doa mempunyai beberapa faedah yang tak terhingga.

        
    Syekh Sayyid Tantawi, syaikhul Azhar di Mesir, merangkum manfaat doa itu dalam tiga :

    Manafaat Pertama: doa berfungsi untuk menunjukkan keagungan Allah swt kepada hamba-hambaNya yang lemah. Dengan doa seorang hamba menyadari bahwa hanya Allah yang memberinya nikmat, menerima taubat, yang memperkenankan doa-doanya. Allah swt. berfirman:  " …atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati-Nya" (QS. An Naml:62).

    Tak ada satupun anugerah yang boleh diberikan kecuali oleh Allah swt yang Maha Pemberi, yang membuka pintu harapan bagi hamba-hamba-Nya yang berdosa sehingga sang hamba tidak dihadapkan pada keputusasaan. Bukankah Allah swt berjanji akan selalu mengabulkan doa hamba-hambaNya? "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". (QS Ghafir: 60)

    Janji Allah untuk mengabulkan doa kita merupakan tahrid (motivasi) untuk bersegera berbuat baik, dan tarbiyah (mendidik) agar kita mengakui dan merasakan nikmat Allah sehingga jiwa kita semakin terdorong untuk selalu bersyukur. Sebab rasa syukur itu pula yang mendorongnya untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah.

    Manfaat kedua : yaitu, doa mengajari kita agar merasa malu kepada Allah. Sebab manakala ia tahu bahwa Allah akan mengabulkan doa-doanya, maka tentu saja ia malu untuk mengingkari nikmat-nikmatNya.
    Bahkan manakala manusia sudah berada dalam puncak keimanan yang kuat sekalipun, maka ia akan lebih dekat lagi (taqarrub) untuk mensyukuri nikmat-Nya. Hal ini dicontohkan oleh nabi Sulaiman as. ketika berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (QS. An Naml: 35).

    Maka Allah pun mengabulkannya. Nabi Sulaiman bertanya kepada semua makhluk siapa yang mampu memindahkan singgasana Balqis ke hadapannya. Salah satu ifrit yang tunduk atas perintah nabi Sulaiman berkata: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".
    Ternyata benar, ifrit dari golongan jin itu datang membawa singgasana Balqis dari Saba (Yaman) ke Syria tidak kurang dari kedipan mata. Menyaksikan nikmat yang ada di "hadapannya", nabi Sulaiman lantas berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".


    Manfaat  ketiga :  adalah mengalihkan hiruk-pikuk kehidupan dunia ke haribaan tafakur dan kekudusan munajat ke hadirat Allah swt, memutuskan syahwat duniawi yang fana menuju ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Wallahu a'lam.

    Pengurusan, Pentadbiran Forum Halaqahnet.
    Penal Utama Baitul Muslim


    Ummi Munaliza

    • *
    • Posts: 14514
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #1 24 August, 2009, 02:18:26 PM
  • Publish

  •  Waktu mustajab berdoa
    Bersama Mohd Zawawi Yusoh


    BERDOA adalah otak ibadat. Begitulah besarnya kedudukan doa. Lagi banyak kita minta, lagi disayangi Allah dan ia berbeza dengan manusia, lagi banyak kita minta, lagi banyak kita dimarahi, malah dimaki lagi, “tak ada kerja ke asyik minta saja.”

    Doa adalah lambang perhambaan kita dan kita dicipta supaya menjadi hamba-Nya. Berdoa, doa juga, tetapi supaya mudah diterima, kita patut meneliti dan tahu waktu yang sangat mustajab berdoa antaranya:

    Waktu sepertiga malam, iaitu waktu terakhir, ketika orang lain nyenyak tidur. Allah s.w.t berfirman, maksudnya: “Mereka (para muttaqin) sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah).” (Adz-Dzariyat: 18-19)

    Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit terendah, iaitu ketika sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku berikan kepadanya dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku, Aku ampunkan untuknya.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

    - Waktu antara azan dan iqamah, iaitu ketika menunggu solat berjemaah. Sayangnya waktu mustajab ini sering disalahgunakan sesetengah umat Islam yang kurang mengerti sunnah, sehingga diisi dengan hal tidak baik dan tidak dianjurkan Islam, membicarakan urusan dunia yang tidak bernilai ibadat.

    - Pada waktu sujud. Iaitu sujud di dalam solat atau sujud lain yang diajarkan Islam seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi.

    Dalilnya adalah hadis Abu Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Kedudukan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (Hadis riwayat Muslim)

    Hadis Ibnu Abbas r.a, dia berkata: “Rasulullah s.a.w membuka tabir (ketika baginda sakit), sementara orang ramai sedang berbaris (solat) di belakang Abu Bakar r.a, lalu Rasulullah s.a.w bersabda:

    “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada lagi daripada mubasysyirat nubuwwah (kabar gembira kenabian) kecuali mimpi baik yang dilihat oleh seorang Muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahawasanya aku dilarang untuk membaca al-Quran ketika rukuk atau ketika sujud. Adapun di dalam rukuk, agungkanlah Allah dan adapun di dalam sujud, bersungguhlah berdoa, sebab (hal itu) segera dikabulkan bagi kamu.” (Hadis riwayat Muslim)

    - Selepas solat fardu. Iaitu selepas melaksanakan solat wajib lima waktu, termasuk selepas solat Jumaat. Allah berfirman, maksudnya:

    “Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan selesai solat.” (Qaaf: 40)

    Oleh kerana itu, Imam Syafie dan pengikutnya menjelaskan, dianjurkan bagi imam dan makmumnya serta orang yang solat sendirian memperbanyakkan zikir, wirid dan doa selepas selesai solat fardu.

    Dianjurkan membaca doa dengan perlahan kecuali jika makmum belum mengerti, imam boleh menguatkan bacaan agar makmum menirunya. Apabila mereka mengerti, kembalilah secara perlahan.

    - Pada waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti batasannya, iaitu satu detik pada setiap malam dan setiap hari Jumaat.

    Ini berdasarkan hadis Jabir r.a, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

    “Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang Muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi kepadanya.” (Hadis Riwayat Muslim).

    Hadis Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w pernah menyebut hari Jumaat, baginda bersabda:

    “Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab), tidaklah seorang hamba Muslim yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan solat (atau menunggu solat) dan memohon kepada Allah sesuatu (hajat) melainkan Allah pasti mengabulkan permohonannya.”

    Nabi s.a.w mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya saat mustajab itu. (Hadis riwayat al-Bukhari)

    Di dalam hadis Muslim dan Abu Daud dijelaskan: “Iaitu waktu antara duduknya imam (khatib) sehingga selesainya solat (Jumaat).” Inilah riwayat yang paling sahih dalam hal ini.

    Sementara dalam hadis Abu Daud yang lain, Nabi s.a.w memerintahkan agar kita mencarinya di akhir waktu Asar.

    Waktu lain yang mustajab ialah sepertiga akhir malam, ketika hujan turun, waktu awal pagi ketika dengar ayam berkokok, ketika berpuasa, ketika bermusafir, bulan Ramadan dan pada 10 akhir Ramadan.


    Ummi Munaliza

    • *
    • Posts: 14514
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #2 25 August, 2009, 03:09:49 PM
  • Publish

  • Adab berdoa

    1.Ketika berdoa, hendaklah dimulakan dengan memuji Allah. Kemudian diiringi dengan selawat kepada Nabi Muhammad (saw) dan diakhiri dengan kedua-duanya juga.

    2.Tekun dan berterusan berdoa serta tidak berputus asa.

    3.Berdoa dengan suara yang perlahan atau sederhana antara kuat dengan perlahan. “Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan.” (al-A’raf: 55)

    4.Mengakui diri sentiasa berdosa, lalu bertaubat daripadanya dan mengakui nikmat kurniaan Allah serta bersyukur terhadap nikmat pemberian itu.

    5.Tidak menggunakan bahasa yang berbelit-belit atau sukar difahami dalam berdoa.

    6.Mengulangi doa sebanyak tiga kali.

    7.Mengadap Kiblat.

    8.Mengangkat kedua-dua tangan ketika berdoa.

    9.Berwuduk terlebih dahulu sebelum berdoa.

    10.Jika seseorang itu berdoa untuk orang lain, hendaklah dia berdoa untuk dirinya terlebih dahulu.

    11.Berdoa dengan bertawassul menggunakan nama Allah yang mulia dan sifat-Nya yang Maha Tinggi atau dengan amal soleh yang dilakukan oleh pendoa itu.

    12.Hendaklah pendoa itu memakai pakaian yang bersih, makan makanan dan minuman yang halal.

    13.Ketika berdoa, hendaklah membaca syahadah dan meminta ampun terlebih dulu atau beristighfar.

    14.Rendah diri, tawaduk, gigih serta bertakwa.

    15.Memilih tempat juga waktu yang sesuai dan mustajab.

    16.Berdoa dengan doa yang pernah diamalkan oleh Nabi Muhammad s.aw.

    17.Berdoa dalam bahasa Arab atau menggunakan bahasa Arab (sebaik-baiknya.) Allah itu Maha Mengetahui….

    18. Bersungguh-sungguh dalam berdoa dan berasa penuh yakin akan diperkenankan.

    19. Berdoa disertai dengan kerendahan hati, khusyuk dengan jiwa yang tulus ikhlas, merendahkan suara di antara berbisik dan nyaring dan diiringi dengan perasaan takut azab Allah dan penuh harapan dengan limpah kurnia-Nya.

    20. Tidak berdoa dengan sesuatu yang tidak selayaknya seperti perkara yang tidak munasabah dan mustahil.

    Doa yang selalu dibaca Rasulullah (saw)

    Diriwayatkan daripada Anas Radhiallahu ‘anhu berkata, maksudnya: “Adalah doa Nabi s.a.w yang banyak sekali (Baginda baca ialah): “Ya Allah! Ya Tuhan kami! Kurniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharakanlah kami daripada azab api neraka.” (Hadis riwayat Bukhari)


    Antara waktu mustajab doa:
    1. Antara azan dan iqamah.
    2. Ketika sujud dalam solat dan selepasnya.
    3. Ketika mendengar kokokan ayam. (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)
    4. Ketika hujan mula turun.
    5. Ketika khatam al-Quran.

    Ummi Munaliza

    • *
    • Posts: 14514
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #3 25 August, 2009, 03:16:30 PM
  • Publish

  • Doa perlu disertai usaha

    Kita perlu faham konsep doa dan yakin dengan pertolongan Allah.

    ORANG Islam tanpa mengira peringkat usia, tua atau muda, miskin atau kaya, hina atau mulia, pasti sebati dengan amalan berdoa, malah ia dipraktikkan dalam banyak keadaan sebagai satu bentuk ibadat.

    Bermula bangun dari tidur, umat Islam diajar membaca doa. Menikmati hidangan bermula dengan doa, malah mahu memasuki tandas dan keluar pun ada doa, sehinggakan mahu mengadakan hubungan suami isteri juga dianjurkan berdoa.

    Pendek kata, dalam ruang lingkup kehidupan masyarakat Islam, tidak lari daripada doa. Cuma persoalannya, sama ada doa itu diterima atau sebaliknya. Apa yang lebih penting, orang yang berdoa itu memahami atau tidak konsep doa diajarkan Islam.

    Umat Islam perlu memahami konsep doa itu sendiri sebagai satu ibadat dan menjadi bentuk perhambaan kepada Allah.Mereka yang berdoa perlu mempunyai keyakinan kerana ada dinyatakan, Allah tidak akan mempersia-siakan mereka.

    Seringkali, timbul persoalan bilakah doa itu dikabulkan. Namun, itu bukan kemampuan kita. Nabi Muhammad (saw) juga sentiasa berdoa dan memakan masa untuk dikabulkan. Apabila berdoa dan belum dimakbulkan, di situ wujud hubungan kita dengan Allah dan sentiasa terjalin, sehingga lahir cinta suci.

    Konsep sebenar dalam berdoa ialah, doa perlu diiringi dengan usaha jitu, bukan sekadar berdiam diri dan mengharapkan doa saja.Kita perlu berusaha, kena cari sebab untuk mengabulkan doa itu. Nabi juga berdoa dan baginda ada sebab untuk menyampaikan doa itu.

    Dalam kekalutan masyarakat hari ini, untuk meneguhkan hati menghadapi dugaan hidup kenalah selalu berdoa. Berdoalah pada setiap masa, cuma yang disebut doa waktu mustajab ialah supaya kita tambah lagi doa pada waktu itu.Rajin-rajinlah berdoa pada waktu senang, mudah-mudahan Allah memberikan bantuan pada waktu susah.

    Orang yang berdoa mempunyai banyak kelebihan seperti disabdakan Rasulullah (saw) yang diriwayatkan daripada Salman Al-Farisi:
    “Sesungguhnya Allah itu Hidup dan Maha Pemberi, Dia malu jika seseorang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikan kedua tangannya (membalas doa orang itu) dalam keadaan kosong serta rugi.” (Hadis riwayat Tirmidzi)

    Beliau yang juga penceramah agama mengingatkan umat Islam supaya tidak menjadi orang yang tidak berdoa.

    Ini kerana mereka yang tidak pernah berdoa tergolong orang sombong, walaupun hidup senang lenang. Sebenarnya masih banyak lagi yang mereka belum dapat seperti syurga di akhirat.

    Perintah berdoa ialah perintah umum, jadi ulama berijtihad ada waktu utama untuk berdoa, tetapi tidak ada nas yang jelas mengenainya perintah supaya manusia berdoa.

    “Dan Tuhan kamu berfirman; berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu.”
    (Maksud dari surah Ghafir :60)

    Umat Islam dianjurkan berdoa untuk perkara baik saja dan dilarang mendoakan keburukan sesama Muslim.Ini sebagaimana dapat diteliti melalui kisah dihadapi Rasulullah (saw) yang pernah berdoa (keburukan) pada dua kaum yang mengkhianati Islam, tetapi Allah melarang.

    Kesedaran masyarakat Islam mengenai doa sangat baik, kerana ramai mengamalkannya dalam kehidupan. Cuma, sesetengahnya tidak memahami doa yang dibaca mereka, lebih-lebih lagi mereka yang jahil bahasa Arab.

    Jika tidak faham bahasa Arab, kita boleh berdoa dalam bahasa Melayu.Ia lebih mudah kerana kita faham apa yang mahu dikatakan daripada tidak memahami apa-apa langsung.Tidak guna berdoa dalam bahasa Arab tetapi tidak memahami malah dibimbangi tersilap bacaan, sekali gus mengubah maksud doa terbabit.

    Persoalan sama ada cepat atau lambat dimakbulkan doa seseorang itu bergantung kepada tahap keimanan dan hati orang yang berdoa.Doa tidak diterima dari hati yang hilang tumpuan dan tidak khusyuk.

    Muhammad Lukman turut menerangkan konsep doa yang mampu mengubah qada dan qadar seseorang.Qada ini terbahagi dua mumbram (tidak boleh ubah) dan muallaq (tergantung). Qada muallaq boleh berubah insya-Allah jika rajin berdoa.

    Memetik kata-kata Imam al-Ghazali:
    “Jika ada orang bertanya, apa manfaat doa itu padahal qada (ketentuan Allah) tidak dapat dihindarkan. Ketahuilah bahawa qada juga boleh menghindarkan suatu bala dengan berdoa. Maka doa menjadi sebab bagi tertolaknya suatu bala bencana dan adanya rahmat Allah sebagaimana juga halnya, perisai menjadi sebab bagi terhindarnya seseorang daripada senjata dan air menjadi sebab bagi tumbuhnya tumbuh-tumbuhan di muka bumi.”


    Perkara ini diperkuatkan lagi dengan firman Allah dalam surah Ar-Ra’d ayat 39 yang bermaksud:
    “Allah menghapuskan apa juga yang dikehendaki-Nya dan Dia juga menetapkan apa juga yang dikehendaki-Nya. Dan (ingatlah) pada sisi-Nya ada ibu segala suratan.”

    Salman Radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah (saw) bersabda: “Tidak tertolak qada itu melainkan oleh doa dan tidak bertambah di dalam umur itu melainkan oleh kebajikan.” (Hadis riwayat Tirmidzi)

    Pengarang kitab Bahr Al-Madzi membawakan masalah qada mubram dan qada muallaq mengenai makna kedua-dua jenis qada itu dan hubungannya dengan doa:
    “(Kata ulama) qada mubram itu ialah suatu yang ditentukan Allah di dalam ilmunya, tidak boleh diubah dan tidak boleh ditukarnya dan qada muallaq itu seperti suatu perkara yang berta’liq sekiranya engkau berdoa nescaya diperkenankan apa-apa doamu dan sekiranya engkau berbuat bakti dan silaturrahim nescaya dipanjangkan umurmu dan sekiranya tiada diperbuatkan bakti dan tiada berdoa, tiadalah diperkenankan dan ditambah umur dan bertentang dengan barang yang di dalam ilmu-Nya. Maka qada muallaq itulah yang ditolak oleh doa.” (Lihat Bahr Al-Madzi 13-14/196)

    Ruji

    • *
    • Posts: 95
      • View Profile
    Reply #4 01 May, 2011, 12:13:46 PM
  • Publish
  • Rasulullah saw bersabda, maksudnya " Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah Azza Wajalla daripada doa ketika dalam keadaan lapang. "  (Hadith Riwayat al Hakim).
    Dan dalam hadith yang lain : maksudnya " Sesiapa yang menginginkan doanya dikabulkan Allah ketika dalam kesempitan, maka hendaklah dia memperbanyakkan doa di waktu lapangnya" (Riwayat Turmuzi dan al Hakim).
    "Ya Allah, Dzat yang mengendalikan hati, kendalikanlah hati kami untuk taat kepadaMu. " Kepada sahabat-sahabat, sila lawati blog saya http://memorygreen1.blogspot.com/

    SeliparBuruk

    • *
    • Posts: 19
      • View Profile
    Reply #5 24 January, 2014, 12:33:14 AM
  • Publish
  • BismillahirRahmanirRahim...
    Laahaulawalaquwwatailabillahil'aliyyil'azim.

    Alkisahnya....
    || Hamba atau Makhluk || Semasa kami menziarahi Al Arifbillah Syeikh Paksu Hamid(Paksu Mid), Paksu ada bagitahu yang ramai orang minta paksu untuk BERDOA minta dengan ALLAH supaya HAJAT mereka itu DIPERKENANKAN... Macam-macam yang mereka minta hingga ada yang tak patut diminta, Paksu marah dengan orang macam ni... Lalu Paksu suruh kami membuka tafsir Al Quran surah Al Baqarah ayat 186 yang bermaksud: "Dan apabila HAMBA-HAMBA-KU bertanya kepadamu tentang AKU, maka(jawablah), bahawasanya AKU adalah DEKAT. AKU MENGABULKAN PERMOHONAN orang yang BERDOA apabila ia memohon kepada-KU, maka hendaklah mereka itu MEMENUHI(segala perintah)KU dan hendaklah mereka BERIMAN kepada-KU, agar mereka selalu berada dalam KEBENARAN." Paksu bagi penerangan sikit tentang ayat ni: 1. Allah itu dekat dengan HAMBA-NYA, Allah tak bagitahu Allah dekat dengan makhluk-NYA. Paksu bertanya kepada kami: "Adakah kita benar-benar telah menjadi hamba Allah?". Kerana syarat DEKAT itu ialah hamba-NYA. 2. Allah kata, Allah mengabulkan permohonan orang yang berdoa tapi dengan syarat(dan siapa ada syarat ini, dialah hamba Allah): » Memenuhi(segala perintahku), yakni semua hukum hakam Allah perlu dilaksanakan. » Yakin dan kene beriman pada Allah. » Dan sentiasa berada dalam kebenaran. Allah dekat dengan hambaNYA. Allah perkenankan doa hambaNYA. patuh, yakin, dan berada dalam kebenaran itulah hamba. Kalau hamba, mesti kerja dengan Allah baru dekat. Kita baru jadi makhluk Allah, belum jadi hamba Allah, macam mana Allah nak perkenankan permohonan kita?

    Rujukan ini diceritakan oleh seorang sahabat yg menziarahi Tuan Guru PakSu Mid....moga bermanfaat.. :ins:

     :syukur: :aamiin:


    amru

    • *
    • Posts: 382
      • View Profile
    Reply #6 24 January, 2014, 07:48:02 AM
  • Publish
  • manfaat datang apabila diri Ikhlas

    Ingatlah kisah HADIS QUDSI - pembunuh nyawa ingin bertaubat
    Antara pengajaran yang boleh diambil dari hadith di atas ialah:

        Jangan lekas marah kerana lekas marah akan menatijahkan banyak perkara yang boleh membawa penyesalan.

        Apabila timbul keinsafan, segeralah mencari jawapan dan sokongan.

        Bertanyalah kepada orang yang betul-betul `alim.  Dan mintalah pendapat dari beberapa orang `alim untuk mengesahkan jawapan.

        Orang `alim dan orang `abid mempunyai perbezaan.  Pendeta/rahib mungkin seorang yang rajin beribadah tetapi mereka mungkin tidak `alim dan tidak mampu memberikan jawapan yang tepat.

        Berusahalah menjadi orang `alim, tidak sekadar menjadi `abid.

        Berilah harapan dan sokongan kepada ahli masyarakat yang mahu bertaubat.  Jangan menutup jalan kepada mereka untuk bertaubat.

        Antara cara yang berkesan untuk seseorang berubah menjadi baik ialah dengan cara berhijrah dan memilih persekitaran yang baru dan baik.  Kerana persekitaran yang lama mungkin boleh membantut usaha untuk berubah disebabkan faktor-faktor seperti persepsi masyarakat, pengaruh dan sebagainya.

        Walau telah membunuh 100 orang pintu taubat sentiasa terbuka.  Hatta jika dosa penuh satu dunia pun ALLAH sudi memberikan pengampunan. Ini kan pula kita yang mungkin tidak pernah melakukan dosa-dosa besar.  Lagilah besar peluang untuk kita bertaubat.  Baik sangkalah dengan ALLAH.

        Taubat sentiasa terbuka luas dan harapan sentiasa ada untuk berubah menjadi baik.

        ALLAH Maha Pengampun dan Maha Menerima Taubat.  Malah ALLAH sangat suka memberikan pengampunan dan menerima taubat hambaNYA.

    Semoga kisah di atas memberikan dorongan dan contoh buat kita semua bahawa taubat itu sentiasa terbuka luas selagi nyawa belum ditarik oleh ALLAH `Azza wa Jalla.


    Antara Taubat Palsu  dan Taubat Nasuha

    setaramana diri beringat dan memohon kepada Allah
    semasa berdepan dengan kehidupan ini
    itulah akan membantu diri mendapat nikmat dan manfaat

    sekiranya bertaubat, ikutilah dengan berbuat kebaikan, begitulah, manfaat bila ada pengetahuan, adalah kemudahan jika berserah Allah, tidaklah berlagak mengaku kemampuan sendiri

    atas Izin Allah, Allah suka kepada orang yang bertaubat

    dirikan solah (doa) dengan sabar dan tekun

    inshaAllaah



    ZakiaAliaMedina

    • *
    • Posts: 112
      • View Profile
    Reply #8 30 January, 2014, 04:19:28 PM
  • Publish
  •  :) semoga bermanfaat  :ins:, di share dari fb ust. Uthman Daud.

    Nak forward cerita ini, moga ada iktibarnya:

    HADIAHKAN ALFATIHAH

    Bukan mudah mendidik anak-anak. Kita hanya ada peluang untuk melentur mereka sekali sahaja. Bila sudah menjadi buluh, tersilap cara, bimbang kian 'patah riuk' jadinya. Bila melihat ramai muda-mudi sekarang yang rosak akhlaknya, kita yang ada anak kecil2 ini pun cemas juga.. Andai sudah tersalah didik, masa bukannya boleh berpatah balik.. Allahu Akbar!

    Sebab itu, setiap kali bertemu dengan ibubapa yang saya anggap sudah berjaya mendidik anak mereka dengan baik, saya akan cuba menadah rahsianya. Memang, lain orang, lain pula pendekatan mereka. Hari ini saya ingin kongsikan rahsia seorang bapa yang sangat saya hormati ilmu dan keperibadiannya. Oleh kerana saya sedang berusaha untuk 'tidak terlupa' mengamalkan nasihatnya, maka saya cuba kongsikan. Kata orang, makin kita rajin menyampaikan, makin lekat sesuatu perkara itu di dalam ingatan. Jadi, seperti biasa, sama-samalah kita pesan memesan dan menyebar kebaikan.

    Kata si bapa, ada satu amalan yang dilakukannya secara istiqamah. Setiap kali lepas solat, dia akan hadiahkan al-fatihah buat anak-anaknya. Amalan tu bermula sejak Allah 'mengetuk hatinya' ketika mendengar satu kuliah di masjid. Kata penceramah, ramai yang malas hadiahkan al-Fatihah kepada Baginda Rasulullah. Dia yang tak pernah melakukannya serta merta diterpa rasa sebak lalu menangis teresak-esak.

    Sejak itu, amalan menghadiahkan bacaan al-Fatihah mula menjadi tabiatnya. Usai solat, itulah ikhtiarnya. Disedekahkan .-Fatihah untuk Rasulullah, kedua arwah ibubapanya, isteri kesayangannya dan juga anak-anak permata hatinya juga. Barangkali berkat amalan mudah itu, dia hidup tenang dan berjaya. Saya juga tumpang seronok melihat keluarga bahagianya.
    Sahabat-sahabatku yang baik,
    Cuma hadiahkan al-Fatihah! Mudah sahaja, kan? Berapa minit sangat masa yang diperlukan? Tapi perkara yang mudah, tidak akan mampu kita buat tanpa hidayah. Perkara yang semudah ini pun kadang-kadang kita gagal buat dengan istiqamah.

    Kita mungkin biasa membaca al-Fatihah sebagai wirid selepas solat. Namun selepas ini, jangan lupa niatkannya sebagai hadiah. Sebut satu persatu nama penerimanya. Secara automatik, dengan hanya satu amalan, pahala kita akan jadi berganda-ganda. Sudah dapat pahala membacanya, dapat pula pahala bersedekah dan mendoakan kebaikan untuk mereka.

    Mulai sekarang, ketika ini, jom kita cuba buat perkara2 mudah yang disukai Allah. Jgn lupa, setiap kebaikan yang kita kirimkan untuk orang lain, pasti akan kembali pula kepada kita.. Subhanallah..

    ‪#‎share‬
    Jom same2 kita beramal secara istiqomah hadiahkn al-fatihah untuk Rasulullah, dan kedua ibubapa kita, untuk suami/isteri kesayangan serta anak2 permata hati kita.
    X lupa hadiahkan utk diri sdiri juga.. Aminn

    Nak share sesame teman..

    Via Ustaz Fikri

     :syukur: :aamiin:

    sahabatpena28

    • *
    • Posts: 8
      • View Profile
    Reply #9 31 January, 2014, 08:17:33 PM
  • Publish
  • salam...
    bak kata dr.mohd asri...mantan mufti perlis...
    doa itu sgt ajaib...
    doa mampu mngubah takdir ssorg....

    dgn doa,ssorg itu akn rs lbh dekat dgn Allah dan
    doa adalah cara kita utk bkomunikasi dgn Allah..mngadu dan mmohon.. mmuji dan mngagungkan Allah....

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    35 Replies
    6956 Views
    Last post 29 June, 2011, 01:49:02 AM
    by imanmampu
    0 Replies
    2482 Views
    Last post 04 October, 2010, 11:07:10 AM
    by bidadari_syurga
    0 Replies
    1059 Views
    Last post 01 November, 2011, 12:06:04 PM
    by elhakim