Kisah-Kisah Teladan Islam

*

Author Topic: Kisah-Kisah Teladan Islam  (Read 96214 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

NurWahidaFauzi

  • *
  • Posts: 1193
  • "Dihujung Kelopak CintaNYA"
    • View Profile
24 May, 2007, 05:08:54 AM
  • Publish

  • Yang lulus ujian Tuhan

    Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bercerita bahwa dulu  dikalangan Bani Israil ada tiga orang: belang (sopak), botak, dan buta. Allah Subhaanahu wa Ta'ala hendak menguji mereka, maka Allah mengutus seorang malaikat untuk datang kepada orang yang belang (sopak), lalu bertanya kepadanya: "Apakah yang anda inginkan?"

    "Warna yang bagus dan kulit yang baik," jawab orang itu. "Sebab, kini saya telah dijauhi orang."
    Maka diusaplah badan orang itu oleh malaikat itu, sehingga dengan izin Allah hilanglah penyakitnya dan kulitnya berubah menjadi sangat bagus dengan warna yang indah.
    Lalu orang itu ditanya lagi, "Harta kekayaan apakah yang engkau inginkan?"
    "Onta," jawabnya.
    Maka diberinya onta betina yang sedang bunting sambil didoakan semoga Allah Subhaanahu wa Ta'ala memberkahinya.

    Setelah itu, malaikat tersebut mendatangi orang yang botak dan bertanya, "Apakah gerangan yang anda inginkan?"
    "Rambut yang bagus," jawabnya dengan mantap. "Dan hilangkan botakku ini, sebab orang selalu mengejekku."
    Lalu malikat itu mengusap kepalanya dan dengan izin Allah botaknya langsung hilang dan rambutnya tumbuh kembali dengan cukup bagus. Orang itu kemudian ditanya, "Kini harta kekayaan apa yang anda inginkan?"
    "Sapi," jawabnya.
    Orang itu kemudian diberi sapi betina yang sedang bunting sambil didoakan semoga Allah Subhaanahu wa Ta'ala memberkatinya.

    Dan terakhir, malaikat datang pada orang yang buta dan bertanya, "Apakah yang anda inginkan?"
    "saya ingin sekiranya Allah mengembalikan penglihatan mataku, supaya saya dapat melihat segala sesuatu," jawabnya meminta. Maka diusaplah kedua matanya oleh malaikat itu, dan dengan izin Allah seketika itu pula ia dapat melihat kembali.
    "Sekarang harta kekayaan apa yang engkau inginkan?"
    "Kambing," jawabnya.
    Ia kemudian diberi kambing betina yang sedang bunting.

    Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan, serta tahun pun berganti tahun. Seiring itu pula hewan-hewan ternak ketiga orang itu bertambah banyak. Hingga akhirnya masing-masing telah memiliki satu lembah onta, satu lembah sapi, dan satu lembah kambing.

    Malaikat itu kemudian kembali datang pada orang yang dulunya belang (sopak). Kedatangannya kali ini sengaja menyamar seperti bentuk rupa orang itu ketika masih belang dulu. Setelah sampai di tempat orang itu, ia berkata, "Saya ini orang miskin yang tengah putus perjalanan dan kehilangan kontak. Maka tiada yang dapat menyampaikan saya pada tujuan, kecuali pertolongan Allah Subhaanahu wa Ta'ala kemudian bantuanmu. saya mohon padamu, demi Allah yang memberimu warna dan kulit yang bagus serta kekayaan, agar memberiku satu onta untuk menyampaikan saya pada tujuanku bepergian ini."
    Mendengar ucapan yang demikian, orang itu kemudian menjawab: "Hak-hak orang lain masih banyak."
    "saya seperti kenal denganmu," sahut malaikat itu, "Tidakkah anda dulu belang, dibenci orang, lagi miskin, setelah itu anda diberi kekayaan oleh Allah?"
    "Sungguh saya mewarisi harta kekayaan ini dari orang tuaku," jawabnya membantah.
    "Jika anda berdusta, semoga Allah mengembalikan anda pada keadaan yang dulu," kata malaikat.

    Setelah itu, malaikat tersebut datang pada orang yang dahulunya botak dengan menyamar menyerupai bentuknya ketika masih botak. Saat tiba di tempat orang itu, malaikat berkata padanya sebagaimana yang dikatakan pada orang pertama tadi. Ternyata jawabannya sama saja dengan orang sopak tadi, sehingga malaikat mendoakan pula, "Jika engkau berdusta, semoga Allah mengembalikan engkau pada keadaanmu dahulu."

    Terakhir, malaikat itu datang pada orang yang dulunya buta. Ia berkata, "Seorang miskin yang dalam perjalanan telah putus hubungan. Maka saya takkan dapat sampai pada tujuanku kecuali dengan pertolongan Allah melalui perantaraan bantuanmu. saya mohon demi Allah, Dia-lah yang telah mengembalikan penglihatanmu dan memberimu kekayaan, oleh karena itu berilah saya seekor kambing untuk bekal yang dapat mengantar saya sampai pada tujuanku."
    "Benar," jawab orang itu, "Dahulu saya buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku, dan miskin, lalu Allah memberiku harta kekayaan. Karena itu, sekarang ambillah sesukamu. Demi Allah. saya takkan keberatan dengan sesuatu yang engkau ambil karena Allah."
    Maka malaikat pun berkata: "Tahanlah hartamu. Kamu bertiga sebenarnya sedang diuji oleh Allah. Maka Allah pun ridha padamu dan murka pada dua orang teman itu." (hari Bukhari & Muslim).

    Oleh karena itu, dapatlah dimengerti bahwa kekayaan dan kemiskinan, kesehatan dan lain sebagainya merupakan ujian dari Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Banyak orang yang berhasil melewati ujian ketika ia sakit, miskin, dan sebagainya. Namun, amatlah sedikit orang yang berhasil melewati ujian dalam keadaan sihat, kaya, dan sejahtera, tinggi jabatan dan kedudukan. Kecuali hamba-hamba Allah yang beriman dan bertakwa kepada-Nya.
     

    « Last Edit: 31 August, 2009, 09:24:44 AM by Ummi Munaliza »
    ~..Ukhwah yang dibina antara kita, Biarlah seperti seutas tasbih, Ada awal,  Tiada penghujungnya, Dicipta untuk mengingatiNYA, Dibahagi untuk cintaNYA, Diratib demi redhaNYA..~

    NurWahidaFauzi

    • *
    • Posts: 1193
    • "Dihujung Kelopak CintaNYA"
      • View Profile
    Reply #1 25 May, 2007, 12:14:25 AM
  • Publish
  •  :)
    [box title=Kisah Sebuah Penghormatan ]
    Seorang pemuda masuk ke dalam sebuah kedai makan, memesan makanan. Tidak beberapa lama kemudian, pesanannya datang. Saat pemuda itu hendak menikmati makanannya, datanglah seorang anak kecil laki laki menjajakan kuih padanya, "Bang, mahu beli kuih, bang ?" Dengan ramah pemuda yang sedang makan itu menjawab "Tidak, saya sedang makan".

    Anak kecil tersebut tidak putus asa dengan cubaan pertama. Dia menunggu sampai pemuda itu selesai makan, lalu dia tawarkan lagi kuih dagangannya, "Bang, mahu beli kuih, bang ?" Pemuda tersebut menjawab, "Tidak dik, saya sudah kenyang."

    Lalu, pemuda itu membayar di kaunter dan beranjak pergi dari kedai makan tersebut. Si anak kecil penjaja kuih itu mengikuti. Sudah hampir seharian dia menjajakan kuih buatan ibunya. Dia tidak menyerah pada usahanya. Anak itu berfikir, "Cuba aku tawarkan kuih ini lagi pada pemuda itu. Siapa tahu kuih ini dijadikan ole ole buat orang di rumahnya." Apa yang dilakukan oleh anak kecil itu adalah usaha gigih membantu ibunya menyambung kehidupan yang serba sederhana ini.

    Saat pemuda itu keluar rumah makan, anak kecil penjaja kuih itu menawarkan kuih dagangannya untuk yang ketiga kali, "Bang mahu beli kuih saya ?". Kali ini pemuda itu merasa risih untuk menolak. Kemudian, dia mengeluarkan wang RM 10 dari dompetnya dan diberikan pada anak kecil itu sebagai sedekah. Katanya, "Dik, ambil wang ini. Saya tidak beli kuih adik. Anggap saja ini sedekah dari saya buat adik."

    Anak kecil itu menerima wang pemberian pemuda lalu memberikannya kepada seorang pengemis yang sedang meminta minta. Betapa terkejutnya pemuda itu. "Bagaimana anak ini ? Diberi wang tak mahu malah diberikan pada orang lain ?". Katanya, "Kenapa kamu berikan wang itu pada pengemis ? Mengapa tidak kau ambil saja ?"

    Anak kecil penjaja kuih tersenyum lucu menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu di rumah untuk menjualkan kuih buatan ibu, bukan jadi pengemis. Dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kuih buatan ibu terjual habis. Wang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya menjadi pengemis".

    Pemuda itu kagum dengan kata kata yang diucapkan anak kecil penjaja kuih yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etika kerja bahawa "kerja adalah sebuah kehormatan". Kehormatan anak kecil itu akan berkurang di hadapan ibunya, bila dia tidak bekerja keras dan berhasil menjajakan kuih. Dan, adalah pantangan bagi sang ibu bila anaknya menjadi pengemis. Dia ingin setiap kali pulang ke rumah dia melihat ibunya tersenyum menyambut kepulangannya dan senyuman bonda yang tulus dia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan wang.

    Akhir cerita, pemuda tadi memborong semua kuih yang dijajakan anak kecil itu. Bukan kerana kasihan, bukan kerana lapar tapi kerana prinsip yang dimiliki anak kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan". Dia akan mendapatkan wang kalau dia sudah bekerja dengan baik.
    [/box]

    [box title=MORALNYA]Semoga cerita di atas bisa menyedarkan kita tentang erti pentingnya kerja. Bukan sekadar untuk wang semata. Jangan sampai mata kita menjadi "hijau" kerana wang sehingga melupakan apa erti pentingnya kebanggaan kerjaya yang kita miliki. Sekecil apapun kerjaya itu, kalau kita kerjakan dengan sungguh sungguh, pastilah akan bererti besar. [/box]



    _tipstips_
    « Last Edit: 28 May, 2009, 08:35:51 AM by Munaliza Ismail »

    NurWahidaFauzi

    • *
    • Posts: 1193
    • "Dihujung Kelopak CintaNYA"
      • View Profile
    Reply #2 26 May, 2007, 08:12:42 PM
  • Publish
  •  :)

    BULAN
    [box title=BULAN]
    Seorang Arab Badawi tersesat jakan di  pendalaman , tiba-tiba bulan terbit ke atasnya lalu menerangi jalannya.

    Lalu lelaki itu melihat ke bulan yang bercahaya menafsirkan kegembiraannya dan menyerunya sambil mengatakan, “Wahai bulan, bagaimanakah aku mensyukuri dan menyanjungmu? Jika aku mengatakan  ALLAH mengangkatmu maka sungguh Dia telah meneranginya! Jika aku mengatakan ALLAH memperbaiki bentukmu maka sungguh Dia telah memperbaikinya!

    Maka apakah yang harus aku katakan? Tidak  ada sesuatu yang harus aku katakan melainkan aku berdoa kepada ALLAH agar Dia mengekalkan cahayamu yang akan menerangi kami dan Dia menambahkan hidayah dan kegembiraan kami denganmu”
    [/box]

     ::)
    « Last Edit: 22 May, 2009, 12:54:40 PM by Munaliza Ismail »

    ain

    • *
    • Posts: 432
    • mahu mnjadi insan biasa yg LUAR BIASA!
      • View Profile
    Reply #3 28 May, 2007, 07:41:03 AM
  • Publish
  • [box title=AMMAR DAN IBUBAPANYA]

    Ammar dan kedua-dua orang tuanya termasuk dalam golongan kaum Muslimin yang disaksikan oleh pemusuh-pemusuh Islam kerana menerima ajaran Nabi Muhammad s.a.w. Mereka telah diazabkan diatas batu-batu dan tanah yang panas membakar. Apabila Rasullullah s.a.w. lalu berdekatan mereka Nabi Muhammad s.a.w. akan menggesa mereka supaya bersabar sambil memberi khabar gembira mengenai syurga. Yasir, ayah kepada Ammar telah meninggal dunia setelah menerima penyiksaan yang berpanjangan. Ibunya yang telah tua pula ditikam mati dengan dengan lembing oleh Abu Jahal. Dia enggan meninggalkan agamanya walaupun disiksa dengan pedihnya. Dia merupakan wanita pertama yang sahid kerana mempertahankan agama.
                            Apabila Nabi Muhammad s.a.w. hendak berhijrah ke Madinah, Ammar telah menawarkan hendak membuat sebuah binaan dimana Nabi Muhammad s.a.w. boleh duduk, berehat diwaktu petang dan mengerjakan solat. Binaan ini didirikan dengan batu-batu yang dipungutkan oleh dirinya sendiri. Dia menentang musuh-musuh Islam dengan penuh keghairahan dan keberanian. Dalam suatu pertempuran dia telah berkata dengan gembiranya: "Aku akan menemui kawan-kawan aku tak lama lagi. Aku akan berjumpa dengan Nabi Muhammad s.a.w. dan sahabat-sahabatnya."
                            Kemudian ia meminta air untuk diminum tetapi dia diberi susu. Sambil mengambil susu itu dia berkata: "Aku mendengar Nabi Muhammad s.a.w.. berkata padaku:"susu inilah minuman kau yang terakhir didunia!"
                            Dia bangun lalu meneruskan perjuangannya menentang musuh sehingga ia gugur. Pada masa itu dia berusia sembilan puluh empat tahun.
    [/box]
    « Last Edit: 11 May, 2009, 12:21:02 AM by Munaliza Ismail »
    "Sesiapa yang mahukan kebaikan dan Islah,kegemilangan dan izzah tanpa jihad dan pengorbanan,dia adalah orang yang bermimpi dan berkhayal!"

    fairuzniza

    Reply #4 28 May, 2007, 11:54:30 AM
  • Publish

  • [box title=CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN ...] Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada CINTA,KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN,
    KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

    CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA. Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.

    "KEKAYAAN!KEKAYAAN! Tolong aku!" teriak CINTA.

    Lalu apa jawab KEKAYAAN,"Aduh! Maaf,CINTA!" kata KEKAYAAN.

    "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."

    Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA tenggelam. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya.

     "KEGEMBIRAAN! Tolong aku!", teriak CINTA.

    Namun apa yang terjadi,KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN.

    "KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!", teriak CINTA.

    Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan kotor.Aku tak bisa membawamu ikut.Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut KECANTIKAN.

    CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis terisak- isak. Apa kesalahanku, mengapa semua orang melupakan aku. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA memelas,

    "Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu", kata CINTA.

    Lalu apa kata KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...", kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.

    CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatlkan. Lalu ia berdoa kepadaTuhannya, “oh tuhan tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA?

    Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!" CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sedar, bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata orang itu. Lalu CINTA bertanya "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku", tanya CINTA heran. "Sebab", kata orang itu, "hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA itu......"

    CINTA KEPADA ALLAH CINTA RASUL CINTA IBU BAPA CINTA KEPADA UMMAH CINTA KEPADA KECEMERLANGAN
    MARI..KITA SEMUA... CINTA LIMA PERKARA..
    [/box]
    « Last Edit: 19 May, 2009, 10:28:35 PM by Munaliza Ismail »

    diya

    • *
    • Posts: 378
    • aku masih mencari CINTA yang HAKIKI..
      • View Profile
    Reply #5 31 May, 2007, 07:31:51 PM
  • Publish
  • [box title=HARAM]“Astaghfirullah. Hei you, it’s HARAM!”, seorang lelaki Arab tiba-tiba menengking saya.

    Terkejut saya dan isteri dibuatnya. Kami sedang mahu menyeberang jalan ke Botanic Garden.

    “Sorry, what HARAM?“, saya bertanya.

    “That! That is Haram“, kata lelaki itu sambil menunding ke arah tangan saya.

    “You mean, it’s haram to hold my wife’s hand?“, saya bertanya kepadanya kembali.

    “Astaghfirullah. You stupid!”, kata lelaki itu dan terus meninggalkan saya dan isteri yang terpinga-pinga.

    Petang itu, mood kami rosak.

    Asalnya saya berhasrat untuk membawa isteri saya ke kedai. Cadangnya mahu singgah mengambil angin di Botanic Garden terlebih dahulu. Maklum sahaja, sekarang ini musim bunga di Belfast. Kawasan Botanic Garden memang sangat indah.

    Saya benar-benar tersentak dengan teguran lelaki itu tadi. Orang baru agaknya, tidak pernah saya melihatnya sebelum ini.

    Isteri saya sedang mengandung 6 bulan, anak pertama kami. Beliau berjalan perlahan, dan saya biasa berjalan sambil memegang tangannya.

    ‘Irish’kah perbuatan memegang tangan isteri ini? Saya masih kebingungan. Bingung bercampur marah. Isteri saya juga kelihatan cemas di wajahnya diherdik lelaki tersebut.

    Sememangnya di Ireland, saya dan isteri selalu berbual bab pegang tangan ini. Kami berasa sangat kagum dengan pakcik makcik Irish yang sangat mesra hubungan mereka sebagai suami isteri. Sambil bertongkat, suami masih berjalan sambil memegang tangan isteri. Menyeberang jalan bersama-sama. So sweet!

    Lain pulalah dengan budaya kita orang Melayu. Jangan tunggu sampai ulangtahun ke-30 perkahwinan, baru 3 tahun kahwin pun suami sudah suka meninggalkan isteri di belakang. Malu nak melayan isteri sebagai isteri, barangkali!

    Memang tidak dinafikan, lain orang lain budayanya. Mungkin kerana saya dan isteri lama tinggal di Ireland, kami pun tidak pernah pula terasa janggal berjalan dalam keadaan suami memegang tangan isteri. Apatah lagi dalam keadaan isteri yang mengandung. Tetapi perbuatan lelaki itu menengking saya dan isteri, sangat mengejutkan. Apatah lagi dengan label ‘stupid‘ yang diberikannya percuma kepada saya.

    Selepas balik dari kedai, saya mengantar isteri ke rumah dan terus ke masjid untuk mengimamkan solat Maghrib.

    Subhanallah! Lelaki yang menengking saya tadi ada di masjid. Apabila dia melihat saya, mukanya berubah menjadi merah. Masih marah dengan saya, entah di mana hujung pangkalnya.

    Selesai iqamah dibacakan, saya melangkah ke hadapan untuk mengimamkan Solat. Alangkah terkejutnya lelaki itu hingga dia beralih ke hujung saf. Mungkin dia tidak menyangka yang saya si ‘bodoh’ ini yang diherdiknya di tepi jalan tadi, adalah imam di masjid. Selesai solat, lelaki itu bingkas bangun meninggalkan jemaah dan saya hanya memandang beliau pergi menghilangkan diri.

    Saya berpesan kepada isteri saya, “apabila pulang ke Malaysia nanti, apakah benda-benda baik yang kita dapat di Ireland ini mampu dikekalkan?”

    Berjalan seiringan, dan selepas kelahiran Saiful Islam, kami sering menolak pram ke taman bunga untuk menjaga kualiti kehidupan. Walaupun kerja di masjid banyak tekanan, tetapi jalan mencari keredaan itu banyak. Boleh ambil angin di Botanic Garden, boleh Rose Garden, atau sekurang-kurangnya berjalan ke rumah sahabat-sahabat, menyusur lorong-lorong Belfast yang redup dengan pepohon hijau yang menenangkan.

    Tetapi apabila balik ke Malaysia, saya jadi khuatir. Lupakanlah soal jalan berpegangan tangan, atau membawa anak-anak ke taman bunga. Saya diancam rasa takut melihat “Krisis Umur Pertengahan”, yang melanda pakcik makcik yang pernah saya temui di dalam kursus.

    Amat banyak kes penceraian berlaku, walaupun rumah tangga sudah mencecah 15 ke 20 tahun. Dan hasil kajian, puncanya pelbagai tetapi ada di antaranya yang sungguh menyedihkan. Apabila mencecah usia pencen, wanita kita sering meninggalkan suami. Mereka suka berkawan dengan anak-anak yang sudah dewasa. Wanita kita akan bersama anak-anak pergi ke masjid untuk belajar mengaji dan mendengar kuliah. Isteri sibuk berkawan dengan anak, suami pula ditinggalkan.

    Suami pula sedang menempuh proses ‘pemudaan’ pusingan kedua.

    Malang sekali, banyak benar kes penceraian berlaku di kalangan mereka. Ia ada feedback yang diterima melalui peserta kursus kami.

    Sebab itulah saya sering mengingatkan diri, betulkan pandangan terhadap isteri. Jangan pandang isteri dengan pandangan mata yang kering, atau pandangan akal yang gersang, jauh sekali pandangan nafsu yang melulu. Pandanglah isteri dengan pandangan hati, kerana hati itulah yang memberi makna kepada pasangan hidup kita. Walaupun sudah dimamah usia, dialah separuh hidup kita. Separuh yang manis, kata pepatah Arab. Adanya isteri dan suami, sempurnalah sifat seorang insan. Bayangkan sahaja Adam di Syurga, segala-galanya sudah sempurna. Tetapi tetap terasa kurang kerana dirinya tiada pasangan…

    Hargailah kasih sayang suami dan isteri, pandanglah dengan pandangan hati, kerana ia pandangan hakiki.

    “Do I still sound stupid?” , ingin benar bertemu dengan lelaki Iraq yang mengherdik itu.

    ABU SAIF @ http://www.saifulislam.com
    [/box]
    « Last Edit: 09 May, 2009, 09:21:49 AM by Munaliza Ismail »
    "Say your prayers before prayers for you are said"
    "Blessed are they who have the gift of making friends, for it is one of God's best gifts. It involves many things, but above all, the power of going out of one's self, and appreciating whatever is noble and loving in another."
    [/center

    najah

    • *
    • Posts: 35
      • View Profile
    Reply #6 10 June, 2007, 10:33:09 PM
  • Publish
  •  :)

    mmg cirita dah familiar..tp saya terasa nak post gak.. :'( :'(
    semoga mendapat manfaat untuk semua...fikir-fikirkan..
    ada lg kah manusia sebaik ini didunia sekarang..


    Di sebuah pekan kecil bernama Jilan, tinggal seorang pemuda bernama Abu Salleh, yg berasal dari keturunan Imam Hasan r.a. Pada suatu hari ketika sedang leka bertafakur memikirkan kebesaran Allah SWT di tebing sebatang sungai, beliau ternampak gugusan buah epal yg dihanyutkan oleh arus sungai tersebut. Menyedari keadaan dirinya yg sangat lapar kerana telah beberapa hari tidak menjamah makanan, tanpa berfikir panjang beliau pun mengambil sebiji epal dari sungai itu lalu dimakan.


    Tiba-tiba timbullah rasa kesal dlm hatinya kerana menyedari bahawa beliau telah memakan epal tersebut tanpa izin tuannya. Lalu Abu Salleh berjalan menyusur sungai tersebut hinggalah beliau ternampak sebatang pohon epal yg lebat buahnya dan batangnya berjuntaian di tepi sungai tersebut. Yakinlah Abu Salleh bahawa inilah pohon yg dicari, maka beliau pun segera menemui pemilik pohon epal berkenaan.

    Tatkala melihat Abu Salleh memohon maaf hanya kerana termakan sebiji epal yg dihanyutkan oleh arus sungai, yakinlah pemilik pohon tersebut bahawa Abu Salleh adalah seorang pemuda yg wara’. Pemilik pohon itu sebenarnya adalah seorang wali yg amat disegani di kawasan itu yg berasal drp keturunan Imam Husin r.a, dikenali sbg Syeikh Abdullah. Beliau tertarik pd keikhlasan dan ketaqwaan Abu Salleh lalu berhasrat utk mengujinya dgn mengenakan syarat agar Abu Salleh bekerja di ladangnya selama 12 tahun. Tanpa banyak soal Abu Salleh pun bersetuju dgn syarat tersebut.

    Setelah tamat tempoh 12 tahun, sekali lagi Abu Salleh berjumpa dgn Syeikh Abdullah utk memohon maaf atas peristiwa lalu. Kali ini Syeikh Abdullah bersetuju tetapi beliau mengenakan syarat baru kpd Abu Salleh. Syeikh Abdullah bersedia memaafkan Abu Salleh seandainya beliau menikahi puterinya, seorang yg digambarkan sbg lumpuh, buta, tuli dan bisu. Apabila memikirkan balasan yg bakal diterima di kemudian hari seandainya tidak memperoleh kemaafan drp Syeikh Abdullah, Abu Salleh redha dan bersetuju utk menikahi puteri Syeikh Abdullah.

    Pada malam pernikahan tersebut, Abu Salleh masuk ke kamar tidur dan memberi salam kpd isterinya. Melihat seorang wanita yg cantik berada di dalam bilik itu, Abu Salleh segera beredar menuju ke tempat Syeikh Abdullah kerana menyangkakan ada wanita lain yg menceroboh masuk ke dalam kamar tidurnya. Syeikh Abdullah lantas tersenyum dan berkata:

    “Wahai Abu Salleh, mmg itulah puteriku, Ummu Khair Fatimah. Ku katakan dia lumpuh kerana dia tidak pernah menjejakkan kakinya ke tempat maksiat, buta kerana tidak pernah melihat perkara haram, tuli kerana tidak pernah mendengar perkara khurafat dan bisu kerana tidak pernah menuturkan sesuatu yg sia-sia.”

    Bersyukurlah Abu Salleh atas anugerah yg tak terhingga, hikmah drp sifat sabar dan redha terhadap ujian Allah SWT ke atas dirinya. Hasil dari perkahwinan pasangan yg soleh ini lahirlah seorang wali Allah yg amat masyhur dari keturunan Rasulullah SWT, yg bernama Syeikh Abdul Kadir Jailani. Beliau amat dikenali dgn gelaran “Mahyuddin” bermaksud “Yang Menghidupkan Agama”.

    Allahu a’lam bisshawab

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #7 22 June, 2007, 01:40:30 PM
  • Publish
  • Tersebutlah seorang ayah yang mempunyai anak. Ayah ini sangat menyayangi anaknya. Di suatu weekend, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas seat beltnya karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut.

    Benar saja, di salah satu tikungan, ada sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, namun si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah. Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Namun ia tidak dapat melihat dan mendengar apapun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih, hanya bisa memeluk erat anaknya, karena ia tahu hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.

    Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat 'hangat' tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat.

    Suatu kali anaknya kesal karena ayahnya membuang liontin kesukaannya. Si anak sangat marah, namun sang ayah hanya bisa menghela nafas. Komunikasinya terbatas. Ingin rasanya ia menjelaskan bahwa liontin yang tajam itu sudah berkarat. Namun apa daya si anak tidak dapat mendengar, hanya dapat merasakan. Ia hanya bisa berharap anaknya sepenuhnya percaya kalau papanya hanya melakukan yang terbaik untuk anaknya.

    Saat-saat paling bahagia si ayah adalah saat dia mendengar anaknya mengutarakan perasaannya, isi hatinya. Saat anaknya mendiamkan dia, dia merasa tersiksa, namun ia senantiasa berada disamping anaknya, setia menjaganya. Dia hanya bisa berdo'a dan berharap, kalau suatu saat Allah dapat memberi mujizat. Setiap hari jam 4 pagi, dia bangun untuk mendo'akan kesembuhan anaknya. Setiap hari.

    Beberapa tahun berlalu. Di suatu pagi yang cerah, sayup-sayup bunyi kicauan burung membangunkan si anak. Ternyata pendengarannya pulih! Anak itu berteriak kegirangan, sampai mengejutkan si ayah yang tertidur di sampingnya. Kemudian disusul oleh pengelihatannya. Ternyata Allah telah mengabulkan do'a sang ayah. Melihat rambut ayahnya yang telah memutih dan tangan sang ayah yang telah mengeras penuh luka, si anak memeluk erat sang ayah, sambil berkata. "Ayah, terima kasih ya, selama ini engkau telah setia menjagaku."

    Sahabatku, terkadang seperti Anak itulah tingkah kita. Terkadang kita Buta dan Tuli, tidak mau sedikit pun mendengar dan melihat sekeliling kita. Tapi Allah sebagai AYAH YANG BAIK dan SETIA pada Kita. Dia selalu dengan Sabar Menuntun dan Menolong Kita.
    Usahlah memandang semua dgn pandangan mata semata-mata, tetapi pandanglah dghn pandangan hati....kita bukan saja dpt melihatNya dimana-mana tetapi dpt merasa rahmat kurniaanNya juga....

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #8 25 June, 2007, 10:02:11 AM
  • Publish
  • [box title=Kisah lelaki tua dengan 3 anaknya]Di sebuah kampung tinggal seorang lelaki tua yang sudah bertahun-tahun kematian isteri. Dengan arwah isterinya itu dulu dia dikurniakan tiga orang anak lelaki.

    Semuanya sudah remaja. Anak pertama bernama Anis, kedua bernama Harben dan ketiga bernama Amsal. Akan ketiga-tiga ini yang paling disayangi ialah Harben. Sayangnya dengan Harben langsung tidak diberinya keluar rumah. Si polan ini sayang juga dengan Anis.

    Kadang-kadang dibawanya juga keluar rumah, ke pekan, ke penambang (jetty) dan ke sekitar kampung. Almaklum anak yang ketiga iaitu Amsal kadang-kadang langsung tak diendahnya..jadi merayau-rayau lah si anak ini ke sekitar kampung dan sampai ke pulau seberang. Kurus kering badannya kerana jarang diberi
    makan.

    Hendak dijadikan cerita, suatu hari yang mendung raja yang memerintah kampung itu dari pulau seberang telah memanggil si polan ini pergi mengadap. Susah hati lah si polan ini sebab badannya sudah tua, terpaksa pulak mengayuh selat nak ke pulau tersebut. Lagi pula musykil hatinya. Apa yang dimahukan si Raja itu.

    Maka dipanggilnya si Harben."Harben, tolong hantar ayah ke pulau seberang..Tuanku Raja memerintahkan ayah mengadap..boleh ya nak?"

    Apa yang dijawab Harben? "Minta maaf lah ayah. Masalahnya Harben tak pernah keluar rumah jadi macamana Harben nak hantar ayah ke sana sebab Harben tak tahu jalan. Kalau mahu, Harben hantar sampai depan pintu saja lah, ye ayah?"
    Mendengar jawapan si Harben sedihlah hati si polan ini kerana anak yang disayanginya tidak boleh diharap. "Baiklah kalau begitu" jawabnya sedih.

    Dipanggilnya pula si Anis."Anis, tolong hantar ayah ke pulau seberang..Tuanku Raja memerintahkan ayah mengadap..boleh ya nak?" Apa yang
    dijawab Anis? "Minta maaf lah ayah. Masalahnya Anis tak pernah keluar dari kampung ni jadi macamana Anis nak hantar ayah ke sana sebab Anis tak tahu jalan. Kalau mahu, Anis hantar sampai hujung kampung sajalah, ye ayah?"

    Mendengar jawapan si Anis itu sedihlah hati si polan ini kerana anak yang disayanginya ini pun tidak boleh diharap juga."Baiklah kalau begitu"
    jawabnya sedih. Dipanggilnya pula si Amsal. "Hei Amsal,tolong hantar ayah ke pulau seberang..

    Tuanku Raja memerintahkan ayah mengadap.." Lalu Amsal menjawab, "Baiklah ayah" tanpa sebarang alasan.Menyesallah dihatinya kerana
    tidak menyayangi anaknya Amsal akan tetapi dia sanggup melakukan apa saja untuk ayahnya.

    Lalu pergilah si polan mengadap Raja. Harben menghantar di pintu pagar rumah, Anis menghantar sampai ke penambang dan si Amsal mengikut ayahnya mengayuh kolek. Sedang mengayuh itu, tidak semena-mena ribut melanda dan hujan lebat pun turun.

    Terkial-kiallah mereka mengayuh dan disebabkan si polan yang dah tua dan si Amsal yang kurus kering karamlah mereka berdua terkubur di lautan.

    Sekian adanya.

    APA PENGAJARAN CERITA INI.

    Adapun anak-anak si polan ini ialah sebenarnya kehidupan lelaki tua ini.

    Harben ialah HARTA-BENDA,
    Anis ialah ANAK-ISTERI, dan
    Amsal ialah AMAL-SOLEH.

    Lazimnya manusia sayang kepada Harben dan Anis tapi tidak pada Amsal. Di mana bila manusia itu mati iaitu pulang kerahmatullah (mengadap Raja) yang dapat dibawanya hanyalah Amsal. Harben tinggal dipintu pagar dan Anis tinggal di penambang (di tepi kubur).Oleh itu dalam kita mengejar cita-cita di dunia ini jangan lah lupa dengan akhirat dan rukun Islam yang lima .

    Sama-samalah kita mendapat kesenangan di dunia dan di akhirat.


    [/box]
    « Last Edit: 11 May, 2009, 09:24:24 PM by Munaliza Ismail »

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #9 25 June, 2007, 11:49:12 AM
  • Publish
  • [box title=Kisah Solat Para Sahabat]Solat sahabat-sahabat Nabi saw begitu khusyuk dan nikmat sehinggakan selemah-lemah sahabat pun diriwayatkan sekurang-kurangnya mereka solat 200 rakaat setiap hari.

    Kisah 1:

    Pada suatu ketika, peha Sayyidina Ali r.a. Telah terkena panah. Apabila cuba dicabut, beliau merasa begitu sakit. Seseorang telah mencadangkan supaya panah itu dicabut ketika beliau sedang solat. Apabila selesai solat, beliau bertanya sudahkah mereka mencabut panah tersebut. Mereka menjawab ya. Apabila ditanya, apakah beliau tidak merasa sakit? Beliau menjawab, beliau sedikit pun tidak merasa sakit.

    Kisah 2:
    Pada suatu ketika di medan jihad, Nabi telah bertanya kepada para sahabatnya, siapakah yang bersedia untuk menjaga khemah beliau pada waktu malam. Dua orang sahabat telah bersetuju. Seorang bernama Ammar bin Yasir r.a dan seorang lagi bernama Abbad bin Basyir r.a. Pada malam itu mereka telah berkawal. Abbad telah mencadangkan kepada Ammar supaya mereka berkawal secara bergilir. Beliau akan menjaga pada sebahagian malam dan Ammar akan berkawal pada sebahagian malam lagi. Ammar telah bersetuju.

    Maka Abbad telah berkawal. Sementara berkawal beliau telah mendirikan solat. Dalam solatnya itu, beliau telah membaca surah Al Kahfi. Seorang peninjau musuh telah melihat beliau sedang solat lalu melepaskan panah kepadanya. Satu anak panah telah kena pada badannya. Apabila melihat beliau masih tetap solat, maka musuh telah melepaskan panah yang kedua. Bagaimanapun, Abbad tetap juga solat. Musuh tersebut melepaskan panah yang ketiga, lalu Abbad memberhentikan solatnya. Apabila melihatkan keadaan itu dan terlihat Ammar yang berada di situ, maka pihak musuh menyangkakan masih ramai lagi tentera Islam yang berkawal di situ. Lalu musuh tersebut telah melarikan diri.

    Dengan badan yang berlumuran darah, Abbad telah mengejutkan Ammar yang sedang tidur. Melihatkan badan sahabatnya yang berlumuran darah itu, Ammar begitu terkejut. Ammar bertanya mengapa beliau lambat membangunkannya. Dia menjawab, ketika itu beliau merasa sungguh nikmat dan malu dengan Allah untuk menghentikan solatnya. Tetapi apabila panah yang ketiga mengenai dirinya, beliau bimbang akan keselamatan Nabi saw, maka kerana itulah dia memberhentikan solatnya. Kalau tidak sudah pasti dia tidak akan menghentikan solatnya dan rela mati dalam keadaan demikian.

    Lihatlah mutu solat para sahabat. Bagaimana pula dengan solat kita hari ini? Seekor nyamuk pun boleh merosakkan solat kita. Firman Allah yang bermaksud: "Dan neraka Waillah bagi orang yang lalai dalam solatnya." (Surah Al-Ma'un) Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk mengamalkan apa yang kita tahu dan dapat menyampaikannya di antara satu sama lain.
    [/box]
    « Last Edit: 07 May, 2009, 04:54:18 PM by Munaliza Ismail »

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #10 25 June, 2007, 04:35:56 PM
  • Publish
  • Pada suatu pagi di satu sekolah menengah, ada seorang pelajar bertanya pada seorang guru yang sedang mengajar. Ketika itu, guru tersebut sedang menyentuh mengenai kasih dan sayang secara am. Dialog di antara pelajar dan guru tersebut berbunyi begini :

    Pelajar : Cikgu, macam mana kita nak pilih seseorang yang terbaik sebagai orang paling kita sayang?. Macam mana juga kasih sayang itu nak berkekalan?

    Cikgu : Oh, awak nak tahu ke?.Emmm...baiklah, sekarang kamu buat apa yang saya suruh. Ikut je ye...mungkin kamu akan dapat apa jawapannya.

    Pelajar : Baiklah...apa yang saya harus buat?

    Cikgu : Kamu pergi ke padang sekolah yang berada di luar kelas sekarang juga. Kamu berjalan di atas rumput di situ dan sambil memandang rumput di depan kamu, pilih mana yang PALING cantik tanpa menoleh ke belakang lagi walaupun sekali. Dan kamu petiklah rumput yang PALING cantik yang berada di depan kamu tersebut dan selepas itu bawa balik ke kelas.

    Pelajar : Ok. Saya pergi sekarang dan buat apa yang cikgu suruh.

    Apabila pelajar tersebut balik semula ke kelas, tiada pun rumput yang berada di tangannya. Maka cikgu pun bertanya kepada pelajar tersebut.

    Cikgu : Mana rumput yang cikgu suruh petik?

    Pelajar : Oh, tadi saya berjalan di atas rumput dan sambil memandang rumput yang berada di situ, saya carilah rumput yang paling cantik. Memang ada banyak yang cantik tapi cikgu kata petik yang paling cantik maka saya pun terus berjalan ke depan sambil mencari yang paling cantik tanpa menoleh ke belakang lagi. Tapi sampai di penghujung padang, saya tak jumpa pun yang paling cantik. Mungkin ada di antara yang di belakang saya sebelum itu tapi dah cikgu cakap tak boleh menoleh ke belakang semula, jadi tiadalah rumput yang saya boleh petik.

    Cikgu : Ya, itulah jawapannya. Maknanya, apabila kita telah berjumpa dengan seseorang yang kita sayang, janganlah kita hendak mencari lagi yang lebih baik daripada itu. Kita patut hargai orang yang berada di depan kita sebaik-baiknya. Janganlah kita menoleh ke belakang lagi kerana yang berlaku tetap dah berlaku. Dan semoga yang berlalu tidak lagi berulang. Jika kita berselisih faham dengan orang yang kita sayang itu, kita boleh perbetulkan keadaan dan cuba teruskan perhubungan tersebut walaupun banyak perkara yang menggugat perhubungan tersebut. Dan ingatlah orang yang kita sayang itulah kita jumpa paling cantik dan paling baik pada MULAnya walaupun nak ikutkan banyak lagi yang cantik dan baik seperti rumput tadi. KECUALILAH jika perhubungan tersebut tak boleh diselamatkan lagi, maka barulah kita mulakan sekali lagi. Maka sayangilah orang yang berada di depan kita dengan tulus dan ikhlas.


    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #11 26 June, 2007, 10:47:13 AM
  • Publish
  • [box title=Terdidik Kerana Sebiji Tembikai ]Pada suatu hari, seorang ahli sufi yang masyhur bernama Syaqiq Al-Balkhi r.h telah membeli sebiji tembikai. Kemudian dia membawa tembikai itu pulang dan diberikan kepada isterinya. Apabila isterinya membelah tembikai itu untuk dimakan, ternyata buah tembikai itu tidak elok, maka marah-marahlah isteri Syaqiq dengan keadaan tersebut.

    Maka bertanyalah Syaqiq kepada isterinya: "Kepada siapa engkau tujukan marahmu itu, adakah kepada penjual, pembeli, penanam atau Pencipta buah tembikai itu?."

    Terdiam isterinya mendengar pertanyaan tersebut. Kemudian Syaqiq teruskan lagi kata-katanya: "Adapun si penjual, sudah tentu mahu jualannya terdiri daripada barangan yang terbaik. Adapun si pembeli juga sudah tentu mahu membeli barang yang terbaik juga. Bahkan si penanam juga sudah tentu berharap hasil tanamannya yang terbaik juga. Maka ternyatalah marahmu ini engkau tujukan kepada Pencipta buah tembikai ini. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah dan redhalah dengan segala ketentuan-Nya."

    Maka menangislah isteri Syaqiq. Lalu bertaubat dan diapun redhalah dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

    P/s: Sama2 beringat lain kali beli buah or sayur tak elok jangan marah2 kerana secara tak langsung kita sebenarnya memarahkan Pencipta tumbuhan2an tersebut...nauzubillah..
    [/box]
    « Last Edit: 19 May, 2009, 10:30:02 PM by Munaliza Ismail »

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #12 26 June, 2007, 11:34:43 AM
  • Publish
  • [box title=Nabi Sulaiman Dengan Kubah Ajaib]Berbaktilah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua kita ketika mereka masih ada .

    Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu daripada Allah supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang dinyatakan di dalam wahyu. Baginda diiringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.

    Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai-ngintai untuk mencari sesuatu seperti yang dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, baginda belum lagi menjumpai apa-apa. Kata salah seorang daripada mereka. "Mungkin tersalah tempat". Tetapi baginda menjawab "Tidak, di sinilah tempatnya".

    Nabi Sulaiman mengarahkan Jin Ifrit supaya menyelam ke dalam laut untuk meninjau apa-apa yang pelik atau ajaib. Jin Ifrit menyelam agak lama juga barulah ia kembali kepada Nabi Sulaiman dan memaklumkan bahawa dia tidak menjumpai apa-apa benda yang ajaib. Tanya Nabi Sulaiman "Apakah kamu menyelam sehingga dasar laut" Jawab Jin Ifrit "Tidak". Nabi Sulaiman pun mengarahkan Jin Ifrit yang kedua supaya menyelam sehingga ke dasar laut.

    Setelah puas menyelam dan mencari benda-benda yang dikatakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit yang kedua juga tidak menjumpai apa-apa yang ajaib dan ia melaporkan kepada Nabi Sulaiman.

    Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya telah berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan memohon kebenaran untuk menolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah yang sangat cantik.

    Kubah tersebut mempunyai empat penjuru, setiap penjuru mempunyai pintu. Pintu pertama diperbuat daripada mutiara, pintu kedua diperbuat daripada zamrud berwarna merah, pintu ketiga diperbuat daripada jauhar dan pintu keempat diperbuat daripada zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi yang peliknya air tidak masuk kedalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka luas.

    Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub di atas kebesaran Allah.

    Baginda berangkat untuk melihat kubah tersebut, setelah menjenguk ke dalam didapati ada seorang pemuda berada di dalamnya. Pemuda tersebut masih belum sedar walaupun kubahnya telah diangkat ke darat kerana asyik bermunajah kepada Allah.

    Nabi Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut menyambut salam dengan perasaan terkejutnya apabila melihat orang ramai sedang berada di situ. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahawa beliau adalah Nabi Allah Sulaiman. Pemuda itu bertanya "Dari manakah mereka ini dan bagaimana mereka datang?". Pemuda itu merasa hairan dan setelah menjenguk keluar dia mendapati bahawa kubahnya telah berada di darat.

    Nabi Sulaiman memberitahu pemuda itu bahawa mereka datang kerana diperintahkan oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya.

    Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman meninjau ke dalamnya untuk melihat benda yang ajaib yang dihiasi di dalamnya. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sungguh menakjubkan.

    Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia boleh berada di dalam kubah ini yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahawa dia telah berkhidmat kepada kedua ibu bapanya selama 70 tahun. Bapanya seorang yang lumpuh manakala ibunya pula seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia, ibunya memanggilnya dan memaklumkan bahawa ibunya telah rela di atas khidmat yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan sentiasa taat kepada Allah.

    Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapanya pula meninggal dunia. Sebelum bapanya meninggal dunia, bapanya juga telah memanggilnya dan memaklumkan bahawa dia juga telah rela di atas khidmat yang diberikan olehnya. Bapanya telah berdoa sebelum meninggal dunia supaya anaknya diletakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan.

    Doa kedua-dua orang tuanya telah dimakbulkan oleh Alllah. Pada suatu hari ketika pemuda tersebut bersiar-siar di tepi pantai ia terlihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung di tepi pantai. Ketika pemuda tadi menghampiri kubah tersebut . Ada suara menyeru supaya pemuda itu masuk ke dalam kubah tersebut. Sebaik sahaja ia masuk kubah dan meninjau di
    dalamnya tiba-tiba ia bergerak dengan pantas dan tenggelam ke dasar laut.

    Tidak lama kemudian muncul satu lembaga seraya memperkenalkan bahawa dia adalah malaikat yang diutuskan Allah. Malaikat itu memaklumkan bahawa kubah itu adalah kurniaan Allah kerana khidmatnya kepada orang tuanya dan beliau boleh tinggal di dalamnya selama mana dia suka, segala makan dan minum akan dihidangkan pada bila-bila masa ia memerlukannya.

    Malaikat itu memaklumkan bahawa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak dari itu pemuda tersebut terus bermunajah kepada Allah sehingga hari ini.

    Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu "Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini" Pemuda itu menjawab "Saya tidak menghitungnya tetapi ia mula memasukinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s lagi". Nabi Sulaiman menghitung ". Ini bermakna kamu telah berada di dalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun". Nabi Sulaiman berkata "Rupa mu
    tidak berubah malah sentiada muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya".

    Nabi Sulaiman bertanya pemuda itu sama ada dia mahu pulang bersamanya". Jawab pemuda tadi "Nikmat apa lagi yang harus aku pinta selain daripada nikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada ku ini".

    Nabi Sulaiman bertanya"Adakah kamu ingin pulang ke tempat asal mu" Jawab pemuda itu "Ya, silalah hantar aku ke tempat asalku". Nabi Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah tersebut ke tempat asalnya.

    Setelah kubah tersebut diletakkan ke tempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya "Kamu semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa seksanya orang yang menderhakai kepada kedua ibu bapanya".

    Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ke tempatnya dan bersyukur kepada Allah Taala kerana telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan perkara yang ajaib. "

    [/box]
    « Last Edit: 04 May, 2009, 09:14:21 PM by Munaliza Ismail »

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #13 26 June, 2007, 02:36:06 PM
  • Publish
  • [box title=Nilai sebuah harta.]Kisah yang insyaAllah menjadi tauladan pada diri anda dan sahabat sekalian.

    Seorang pemuda yang sedang berada di tahun akhir pengajiannya mengharapkan sebuah kereta sport daripada ayahnya...lantas, si pemuda memberitahu hajatnya kepada ayahnya, seorang hartawan yang ternama...si ayah hanya senyum...si anak bertambah yakin, andai keputusan peperiksaannya begitu cemerlang, pasti kereta itu akan menjadi miliknya.

    Beberapa bulan berlalu...ternyata si anak, dengan berkat kesungguhannya..telah beroleh kejayaan yang cukup cemerlang..hatinya berbunga keriangan...satu hari...si ayah memanggil si anak ke bilik bacaannya..si ayah memuji anaknya...sambil menyatakan betapa bangga hati seorang bapa sepertinya dgn kejayaan si anak yang cukup cemerlang...si anak tersenyum puas...di ruang matanya terbayang kilauan kereta sport merah yang selama ini menjadi idamannya itu...si ayah yang bagaikan mengerti kehendak si anak, menghulurkan sebuah kotak yang berbungkus rapi dan cantik...si anak terkesima...sungguh...bukan itu yg dihajatkan...dengan hati yang berat...kotak itu bertukar tangan...matanya terarah kepada riak wajah ayahnya...yg tidak menunjukkan sebarang perubahan; seolah2 tidak dapat membaca tanda tanya yang bersarang di hatinya....

    Dalam pada itu, si anak masih membuka pembalut yang membungkus kotak itu...penutup kotak dibuka...apa makna semua ini???..sebuah Al-Quran kecil; comel dgn cover kulit..tinta emas menghiasi tulisan khat di muka hadapan...si anak memandang ayahnya...terasa dirinya dipermainkan...amarahnya membuak...nafsu mudanya bergelojak...ayah sengaja mempermainkan saya...ayah bukannya x tahu betapa saya menyukai kereta tu...bukannya ayah x mampu utk membelikannya...sudah ayah...bukan al-Quran ni yang saya nak...katanya keras...al-Quran itu dihempaskan keatas meja bacaan...si anak terus meninggalkan si ayah..tanpa memberi walau sesaat utk si ayah bersuara...pakaiannya disumbatkan ke dalam beg..lantas, dia meninggalkan banglo mewah yahnya...memulakan kehidupan baru dengan sekeping ijazah yg dimilikinya....

    10 tahun berlalu..si anak kini merupakan seorang yang berharta...punyai syarikat sendiri...dengan isteri yg cantik dan anak-anak yang sihat..cukup membahagiakan...namun hatinya tersentuh..

    Sudah 10 tahun..sejak peristiwa itu dia tidak pernah menjenguk ayahnya...sedang dia berkira2 sendiri...telefonnya berdering...dari peguam ayahnya...ayahnya meninggal dunia semalam...dengan mewariskan semua hartanya kepada si anak...si anak diminta pulang untuk menyelesaikan segala yg berkaitan perwarisan harta...

    Dan buat pertama kalinya setelah dia bergelar bapa...si anak pulang ke banglo ayahnya...memerhatikan banglo yg menyimpan 1001 nostalgia dlm hidupnya...hatinya sebak..bertambah sebak apabila mendapati di atas meja di bilik bacaannya...al-quran yang di hempaskannya masih lagi setia berada di situ...bagaikan setianya hati ayahnya mengharapkan kepulangannya selama ini...perlahan2 langkahnya menuju ke situ...mengambil al-quran itu..membelek2-nya dengan penuh keharuan...tiba-tiba...jatuh sesuatu dari al-quran itu...segugus kunci...di muka belakang al-quran itu...sebuah sampul surat ternyata diselotepkan disitu...Kunci itu segera dipungut...hatinya tertanya-tanya...nyata sekali...di dalam sampul surat itu...terdapat resit pembelian kereta idamannya...dibeli pada hari konvokesyennya...

    Dengan bayaran yg telah dilunaskan oleh si ayah...sepucuk warkah tulisan tangan org yg amat dikenalinya selama ini..hadiah teristimewa utk putera kesayanganku....air mata si anak menitis deras...hatinya bagai ditusuk sembilu.. penyesalan mula bertandang...namun semuanya sudah terlambat...


    p/s: Hargailah pemberian seseorang walaupun ianya amat kecil di mata kita. [/box]
    « Last Edit: 11 May, 2009, 05:14:09 PM by Munaliza Ismail »

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #14 26 June, 2007, 03:17:37 PM
  • Publish
  • [box title=Kisah Ayah, Anak & Burung gagak]"Pada suatu petang seorang tua bersama anak..Simudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbual-bual di halaman sambil memerhatikan suasana disekitar mereka.

    Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. ayah lalu menuding jaring ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah bendanya itu?" "Burung gagak", jawab si anak.

    Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi soalan yang sama. Si anak menyangkakan ayahnya kurang mendengar jawapannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak ayah!"

    Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi soalan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit runsing dengan soalan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!"

    Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan soalan yang serupa hingga membuatkan si anak hilang sabar dan menjawab dengan nada yang hendak tak hendak melayan si ayah, "Gagak la ayah.......".

    Tetapi agak mengejutkan si anak, apabila si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan soalan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.

    "Ayah!!! saya tak tahu samada ayah faham atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah bertanya soalan tersebut dan saya sudah pun memberikan jawapannya.

    Apalagi yang ayah mahu saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagaklah.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.

    Si ayah terus bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terpinga-pinga. Sebentar kemudian si ayah keluar semula dengan sesuatu ditangannya. Dia menghulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan tertanya-tanya. Ianya sebuah diari lama.

    "Cuba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diari itu", pinta si ayah. Si anak akur dan membaca perenggan yang berikut..........

    Hari ini aku di halaman melayan karenah anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa tu?". Dan aku menjawab, "Burung gagak". Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya soalan yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangkannya aku terus
    menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap ianya menjadi suatu pendidikan yang berharga.

    Setelah selesai membaca perenggan tersebut si anak mengangkat muka memandang
    wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah dengan perlahan bersuara, " Hari ini ayah baru bertanya kau soalan yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah hilang sabar serta marah."

    MORAL : JAGALAH HATI KEDUA IBUBAPA. JANGAN SESEKALI MENGHAMPAKAN HARAPAN
    MEREKA

    [/box]
    « Last Edit: 05 May, 2009, 07:00:27 PM by Munaliza Ismail »

    zaitihamdan

    • *
    • Posts: 559
    • Suffering from TRUTH decay?Brush up on your Quran!
      • View Profile
    Reply #15 28 June, 2007, 03:42:07 PM
  • Publish
  • [box title=MORAL POLICE]Ada la sorang bapak ni jalan2 ngan anak dia nak pegi satu tempat. dua2 anak beranak naik lembu. jalan punya jalan, sampai satu kampung, kedengaran suara2 MORAL POLICE "apa la diorang...huh bapak kurang cerdik, anak pun sama. lembu tu dah la kurus... ish ni kes aniaya binatang ni"

    bapak pon menurut sahaja kata2 mereka. Lalu si bapa turun dan membiarkan anaknya sendirian di atas lembu. Si bapa meneruskan perjalanan sambil berjalan kaki. Mereka pun melalui sekumpulan MORAL POLICE. Sekali lagi ada yang komen, "Tak tau dek untung punya anak. Dia sedap-sedap naik lembu. Bapanya dibiarkan berjalan kaki."

    Si anak mendengar komen mereka (moral police), lalu dia turun dan menyuruh bapanya pula menunggang lembu. Si anak berjalan kaki mengiringi bapanya di atas lembu. Mereka pun melalui sekumpulan MORAL POLICE. Sekali lagi mereka mendengar rungutan "Bapa ni tak reti nak fikir ke, dia sedap naik lembu, anaknya dibiarkan berpeluh berjalan."

    Mendengar komen itu, si bapa pun turun dan berjalan bersama-sama anak. lembu itu dibiarkan berjalan sendirian. Mereka pun melalui sekumpulan MORAL POLICE. Masih ada yang komen "Apalah orang tua ni. Ada lembu tapi tak mau naik. Kalau macam ni, lebih baik tak payah bawa lembu!"

    Mendengar kata-kata ini, si bapa pun memberitahu anaknya. "Beginilah keadaan MORAL POLICE.

    Mereka hanya pandai cakap. Pandai melihat kesalahan orang. Ada saja yang tak betul. Kalau kita ikut saja kata-kata mereka, rosak kita. Kita tidak boleh terima pandangan mereka secara melulu. Kita kena fikirkan kesemuanya dan kita buat apa yang baik pada kita. Jangan pedulikan kata-kata mereka.."

    - sekian cerita -

    ni adalah cerita yg aku sadur dari website mana tah. aku tukar keldai--> lembu, orang
    kampung/masyarakat--> moral police. apa yang aku mahu point out di sini ialah, berfikirlah secara bijak. bukan ikut 'apa kata orang'.

    contoh, ko nak sedekah terang-terangan atau sembunyi-sembunyian. dua2 baik sebenarnya.
    - kalau terang2, ko boleh bagi galakan kat orang lain utk sedekah bersama2.
    - kalau sembunyi, boleh jaga niat ikhlas (kalau takut tak ikhlas bila terang2 an).

    contoh lain, bila ko ada makanan banyak sangat dalam pinggan ko. tiba satu point, ko dah tak larat nak makan, sedangkan makanan masih banyak lagi. nak buang membazir plak. Biasa mesti ada yang akan kata:
    "ish, ko nak jadi sedara setan ke buang2 makanan ni, tak baik tau. habiskan makanan tu" excuse me? sapa yg sedara setan? ko atau orang yg ko tegur tuh? mana kitab ko belajar? :senyum: ha...

    menurut satu ustaz yg aku jumpa secara langsung (bukan ustaz celup yg suka guna internet sbg sumber rujukan UTAMA/ baca apa2 kitab, terus buleh elaborate. wah wah wah..meriahnya hidup..):-

    kita kena buang mudarat yg lebih besar. antara kenyang sangat dengan membazir, mudarat yg lebih BESAR ialah kenyang. jadi, alternatif yg terbaik ialah sedekah kat member/fakir miskin yang tengah lapar. tapi, prinsip asas orang biasa pegang ialah, tak larat habis: buang terus.
    (utk pengetahuan, nama ustaz tu ialah Haji Bujang Sulaiman@Ahmad, Bekas Imam Besar Masjid Bahagian Bintulu)

    contoh lain, orang bawa cerita tah apa2, takde soal selidik, takde basic dalam perkara yg disampaikan, terus je ko caya dan ko sebar2 kan kat orang lain. pastu kata, kita kena hormat pendapat orang lain. hehehehe..... takde keja aku nak ikut pendapat orang celupan.

    bagi aku, contoh kata, kalau ko ada problem dalam subjek yg ko tengah ambik, ko mestilah jumpa instructor ko. bukan tanya member2 ko yg selalu cakap: "weih, aku rasa camni camni la..." pastu orang lain pon cakap, "tak tak, bukan camni, tapi camtu camtu". Katakanlah instructor ko tu merupakan professor mathematics yg telah berPULUH-PULUH tahun belajar/ kaji ttg math [bukan setakat baca buku terus pandai (prof celup) pastu preach kat orang lain pasal math theory yg ntah paham ke tak]; maka prof tu jadi sumber yg boleh ko percayai.

    begitu juga kalau bab2 agama, silalah ber consult dengan ahli2 nya. dan.... aku prefer yg berpuluh2 tahun belajar kat pondok/madrasah. even ustaz yg belajar kat al-azhar, ukm, um atau lebih2 lagi university2 omputih yg offer islamic studies.....mintak mahap le.. semua tu aku TAK pakai. apatah lagi, 'ustaz' yg takat baca buku, tengok internet, bla bla bla bla.... mmg aku campak dalam tong sampah (jgn risau, aku campak dalam tong yg bersih je).

    sekian untuk hari ini..
    [/box]
    « Last Edit: 11 May, 2009, 03:43:03 PM by Munaliza Ismail »
    I believe in Islam like the sun rising, not because I can see it, but because by it I see everything else.

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #16 29 June, 2007, 11:42:30 AM
  • Publish
  • Alkisah di sebuah pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda 'abstrak' : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

    Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat bingung sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

    Tak lama kemudian, Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh! Maaf Cinta!" kata Kekayaan "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.

    Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lalu dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!" teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira kerana ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.

    Tak lama kemudian, lalulah pulak Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!" teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak boleh membawamu ikut bersamaku. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya.

    Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lalulah pulak Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu." kata Cinta. "Maaf Cinta, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

    Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengan suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.

    Pada saat itu, barulah Cinta sadar bahawa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakan kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang itu. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu" kata orang itu. "Tapi mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku." tanya Cinta heran. "Sebab," kata orang itu, "Hanya Waktu lah yang tau berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu..."

    Hubungan sesama manusia boleh diibaratkan seperti pasir dalam genggaman. Jika berada pada telapak tangan yang terbuka, maka pasir itu akan tetap berada pada tempat nya. Cuba kita kepalkan tangan erat-erat untuk mempertahankannya, pasir itu akan menyembur melalui sela-sela jari-jemari. Mungkin ada juga sisa-sisa kat tangan kita, tapi besar akan jatuh dan menghilang lalu ditiup angin.

    Macam tuh lah jugak rasanya bila bercinta. Kalau dipertahanan dengan longgar, menghormati dan membebaskan pasangan, hubungan cinta akan tetap utuh. Tapi jika di genggam dengan erat, terlalu memiliki, maka hubungan cinta itu akan terlepas lalu menghilang bagai pasir yang tertiup angin.

    Perlu kita sedari bunga tidak akan mekar dalam waktu semalaman, kota Roma tidak dibangunkan dalam masa sehari, Kehidupan bermula dari dalam rahim selama sembilan bulan, cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Dalam banyak hal yang indah dalam hidup ini memerlukan waktu yang lama, kekadang kita tidak akan sabar menanti dan kekadang juga penantian kita bukanlah sia-sia.

    Walaupun menunggu dan menanti memerlukan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorang pun bayangkan. Pada akhirnya Tuhan dalam segala hikmat dan nikmatnya, meminta kita terus menunggu. Kalau kita tak nak menunggu samalah kita tak percaya pada Tuhan!!

    God gives to us the gift of time to use as best we can to live each moment in his will according to his plan 'he has made everything beautiful in its time'.

    Mungkin Tuhan mahukan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus belajar untuk berterimakasih atas kurniaan itu.

    Hakikatnya awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan dalam dirinya.

    Tak perlulah tertarik kepada seseorang kerana paras rupanya, sebab paras rupa boleh menyesatkan. Jangan pulak tertarik kepada kekayaannya sebab kekayaan boleh memusnahkan. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuat kita tersenyum, sebab hanya senyuman yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga aku, engkau dan dia menemui orang seperti itu.

    Kata pepatah jugak bermimpilah tentang apa yang ingin kita impikan, pergilah ke tempat-tempat kita nak pergi. Jadilah seperti yang kita nak jadi, sebab kita hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan.

    Kita selalu terlupa kekadang Tuhan mengetahui apa yang terbaik untuk kita, Tuhan memberi kesusahan untuk menguji kita. Sampai peringkat kita tak tahan diuji dan kita memohon agar Tuhan mengambil nyawa kita.

    Kita selalu merasakan kita kehilangan cinta. Sedangkan itu semua ilusi kita ajer. Tapi kalau betul kita kehilangan cinta, sure ada alasan disebaliknya. Alasan yang sukar untuk dimengertikan, Tapi kita kena Percaya bahawa ketika Tuhan mengambil sesuatu dari kita, makanya Tuhan juga telah bersedia untuk menganugerahkan sesuatu yang lebih baik untuk kita.

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #17 03 July, 2007, 10:51:16 AM
  • Publish
  • [box title=Kisah 5 sen]Ustaz Halim (bukan nama sebenar), telah diganggu dengan suatu mimpi yang dia sendiri tidak memahaminya. Berbulan bulan dia tidak lelap tidur kerana mimpi tersebut. Dia bermimpi datang seorang lelaki yang dalam keadaan yang amat terseksa dan melambai-lambaikan tangan kepadanya dengan berkata " tolong bebas kan aku". Setelah bersolat hajat, bertanya dengan orang-orang 'alim akhirnya dia telah bertanya dengan ibunya dimanakah kubur bapanya.

    Ibunya bercerita, ketika berlaku serangan Jepun di Tanah Melayu, dia telah terpisah dengan suaminya. Hampir 40 tahun berlalu dia tidak pernah dengar langsung khabar berita. Maklumat yang diketahui ayahnya telah terbunuh ketika perang Jepun dahulu. Setelah berlalu beberapa bulan, Ustaz Halim tidak jemu-jemu bermunajat dan berdoa agar Allah memberikan petunjuk supaya dia dapat menyelesaikan mimpinya.

    Mengikut orang-orang 'alim, orang yang memanggilnya didalam mimpi tersebut ialah roh ayahnya. Ustaz Halim sentiasa berdoa kepada Allah supaya mengampuni dosa ayahnya dan melepaskan siksaan yang diderita oleh ayahnya. Namun setelah dua tahun berlalu dia masih diganggu oleh mimpi tersebut lagi.

    Masa berlalu, akhirnya dia dapat maklumat bahawa sebenarnya ayahnya baharu meninggal lebih kurang dua tahun yang lalu. Maklumat yang diterima, ayahnya adalah seorang yang berjaya dalam perniagaan dan telah banyak melakukan amal kebajikan untuk kabaikan Islam. Setelah terpisah ketika perang Jepun, aruah ayahnya telah berikthiar mencari isterinya namun tidak berjumpa. Ayahnya mendapat tahu isterinya telah meninggal dunia kemudian telah mendirikan rumahtangga dengan isteri kedua dan dikurniakan dengan lima orang anak perempuan.

    Ustaz Halim telah pergi ke rumah ibu tirinya untuk mengetahui jika ayahnya dahulu ada meninggalkan apa-apa hutang yang belum selesai. Ibu tirinya dan adik-adik tirinya tidak memberikan kerjasama yang baik setelah mengetahui bahawa Ustaz Halim adalah juga waris kepada simati. Dia takut Ustaz Halim akan menuntut haknya daripada harta simati. Bagimanapun daripada peguam keluarga ayahnya memberitahu bahawa semua hutang simati telah dijelaskan dan tidak ada satu pun yang tinggal.

    Ustaz Halim terus menyiasat, kepada semua kenalan aruah bapanya dan memohon semua kenalan bapanya jika ada salah dan silap ketika dia hidup harap diampunkan.

    Masa berlalu, mimpi masih terus menganggu.

    Suatu hari Ustaz Halim pergi semula kerumah ibu tirinya, menceritakan kepada ibu tirinya tentang mimpi yang dialaminya. Mimpi tersebut bermula setelah kematian ayahnya. Ibu tirinya merasakan tidak mungkin sebab aruah ayanya adalah seorang yang taat beribadah dan rajin bersedekah. Suka menolong orang susah. Tidak pernah lambat menjelaskan zakat perniagaannya. Bagaimana dia boleh terseksa. Ibu tirinya berpendapat itu mungkin bukan aruah suaminya. Mungkin orang lain.

    Setelah panjang lebar berbincang dengan ibu tirinya, dia pun mengambil keputusan untuk balik. Ketika keluar daripada rumah tersebut, dia bertemu dengan seorang lelaki. Lelaki tua tersebut bertanya ini kah rumah Datuk Azlan bin Affendi (bukan nama sebenar). Ustaz Halim menjawab betul. Dia ada dirumahkah? Tanya lelaki tua tersebut.

    Kemudian tanpa banyak soal, ustaz Halim membawa orang tua tersebut ke kubur aruah ayahnya. Di dalam perjalanan, Ustaz Halim menceritakan segala-galanya dan orang tua tersebut menceritakan pula dia adalah sahabat karib kepada kawannya Azlan. Beberapa minggu yang lepas dia terbaca satu buku dan dibelakang buku tersebut ada biodata kawannya itu. Lalu dia terus datang ke KL untuk berjumpa dengannya.

    Sebelum sampai ke kubur, mereka singgah sebentar minum di warung kopi. Ustaz Halim bertanya dengan orang tua tersebut. Pernahkan pakcik berselisih paham dengan ayah saya? Jawap orang tua tersebut, tidak pernah dan kalau adapun dia telah mengampunkan segala dosanya. Ustaz Halim terus bertanya berkenaan dengan hutang. Orang tua itu kata tidak pernah Azlan berhutang dengannya.

    Mereka terus ke kubur dan berdoa. Selesai berdoa orang tua terebut teringat peristiwa sebelum mereka berpisah ketika perang Jepun. Ketika itu kami sedang minum kopi di warung. Azlan telah tergesa-gesa pulang dan meminta dia membayarkan duit minum kopi yang berharga 5 sen dahulu. Dia berjanji akan membayar balik. Kemudian Jepun menyerang kampung kami dan kami terus berpisah. Orang tua tersebut terus berdoa Ya Allah aku halalkan hutang lima sen yang kawan ku Azlan berhutang kepada ku.

    Setelah hari itu, Ustaz Halim tidak lagi diganggu dengan mimpi tersebut lagi.

    Moral cerita:- Renungilah hadith nabi berikut:

    Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bermaksud:

    "Roh seorang mukmin yang berhutang jika hutangnya tidak dijelaskannya maka tergantung-gantunglah ia di antara langit dan bumi, yang bererti terseksalah roh itu hingga dibiarkan hutangnya itu".

    Dari kisah ini, Datuk Azlan masih beruntung kerana dia mendapat anak yang soleh (Ustaz Halim). Dan dengan berkat anak yang soleh ini dia dapat mengadu kepada anaknya didalam mimpi kemudian terbebas ia dari hutang yang sangat kecil iaitu 5 sen dan telah dapat terbebas dari seksaan yang dahshat iaitu Roh teawang-awang diantara langit dan bumi.

    Oleh itu, walaupun banyak amal ibadat kita, banyak sedekah kita, jika ada hutang yang tidak selesai walaupun satu sen pasti roh kita akan terseksa setelah kita mati.

    Oleh itu, jika berhutang hendaklah ditulis dan beritahu kepada waris kita sebelum kita mati supaya waris kita dapat menyelesaikannya.

    Seperti firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 282:

    "Wahai orang mukmin, apabila kamu menjalankan sesuatu urusan dengan cara berhutang (yang bertempoh) hingga ke ssuatu masa yang tertentu maka hendaklah kamu menulisnya (kadarnya dan tempohnya) dan hendaklah ada jurutulis yang menulisnya dengan adil dan benar, dan janganlah seorang penulis itu enggan menulis/mencatit sebagaimana Allah telah ajarkan. Oleh itu hendaklah penulis itu mengikut yang merencanakan oleh pihak yang terlibat dengan penuh rasa taqwa kepada Allah Tuhannya dan janganlah dia mengurangkan sesuatupun dari jumlah atau kadar dan tempoh masa berhutang itu dimulakan hingga selesai dibayarkan balik dengan sempurna."
    [/box]
    « Last Edit: 20 May, 2009, 09:45:03 AM by Munaliza Ismail »

    umsha

    • *
    • Posts: 695
    • Be yourself & always remember ALLAH
      • View Profile
    Reply #18 03 July, 2007, 11:48:11 AM
  • Publish
  • [box title=Sebuku roti penebus dosa]Abu Burdah bin Musa Al-Asy’ari meriwayatkan, bahawa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: “Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sebuku roti.”

    Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam pujuk rayunya dan bergelumang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri.

    Setelah ia sedar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud.

    Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, kerana sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu.

    Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendita yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa buku roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sebuku roti. Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bahagian, kerana disangka sebagai orang miskin.

    Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bahagian dari orang yang membahagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membahagikan roti itu ia berkata: “Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku.”

    Orang yang membagikan roti itu menjawab: “Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu buku roti.”

    Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bahagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia.

    Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam.

    Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuku roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sebuku roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: “Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sebuku roti itu!”

    Note: Berbuat amal walau sedikit....pasti menerima ganjaran
    [/box]
    « Last Edit: 20 May, 2009, 09:50:22 AM by Munaliza Ismail »

    NurWahidaFauzi

    • *
    • Posts: 1193
    • "Dihujung Kelopak CintaNYA"
      • View Profile
    Reply #19 05 July, 2007, 07:41:21 PM
  • Publish
  • [box title=Kisah Emas Dan Mangkuk]
    Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berjumpa dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini:

    Apa yang engkau inginkan dari dariku?

    Si pengemis itu tersenyum dan berkata: Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.

    Sang raja terkejut, ia merasa pelik: Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!

    Maka menjawablah sang pengemis: Berfikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa. Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak merasakan hal itu.Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, kerana mendapat nasihat dari seorang pengemis.

    Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya.

    Dengan penuh kejujuran dan kesederhanaan si pengemis itu menghulurkan mangkuk penadah sedekah:

    Tuanku isilah apa yang tuanku hendak bagi kepada hamba di dalam mangkuk ini,

    Bukan main! Raja menjadi geram mendengar kata-kata pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas! Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah.

    Tidak mahu malu di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, ratna mutumanikam telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.

    Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis bukan pengemis biasa, lalu ia bertanya :

    Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini?

    Pengemis itu menjawab sambil tersenyum:

    Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya. Ada kegembiraan, keinginan memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu. Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi ertinya bagimu. Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, keinginan, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan. Begitu saja seterusnya, selalu kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan. Anak cucumu kelak mengatakan: “kekuasaan cenderung untuk jadi tamak”.

    Raja itu bertanya lagi :

    Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?

    Tentu ada, yaitu rasa syukur kepada Allah SWT. Jika engkau pandai bersyukur, Allah akan menambah nikmat padamu kata sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang dari mata khalayak
    [/box]
    « Last Edit: 09 May, 2009, 09:19:51 AM by Munaliza Ismail »

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    4 Replies
    681 Views
    Last post 04 April, 2012, 05:07:46 PM
    by robhunhayati
    3 Replies
    872 Views
    Last post 21 May, 2013, 06:17:17 PM
    by afiQoh
    0 Replies
    656 Views
    Last post 12 January, 2013, 12:15:20 PM
    by abuzahid