Ziarah kubur bagi wanita

*

Author Topic: Ziarah kubur bagi wanita  (Read 4307 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

assiddiq

  • *
  • Posts: 4596
  • "Dengan Kehendak dan KuasaNya"
    • View Profile
25 April, 2009, 03:00:19 PM
  • Publish
  • a'kum ustaz,

    Saya nak tahu pasal ziarah kubur bagi org perempuan.

    Ada orang kata Haram g ziarah kubur perempuan yang sedang haid@mari kotor?

    Kalu ustaz tak keberatan , apakah syarat2@requirement yg perlu dipatuhi jika lelaki@perempuan ingin ziarah kubur di kubur?

    Jawapan:
    Menziarahi kubur kerana mengingati mati itu perlu sama ada bagi lelaki atau perempuan tetapi dalam masa yang sama mestilah menjaga adab-adab antaranya:

    i. Menutup aurat.
    ii. Menjaga akhlak /adab sopan.
    iii. Tidak meratap, meraung atau merayu kepada si mati.
    iv. Mesti ditemani oleh mahram.
    v. Jika wanita tidak boleh lama duduk di perkuburan.
    vi. Tidak selalu pergi menziarahi kubur jika perempuan.
    vii. Tidak bercakap dengan perkataan yang bathil.
    "Al-haqqu bila nizom yaghlibuhul-baatil binnizom"
    Maksudnya: "Sesuatu kebenaran yang tidak sistematik akan dikalahkan oleh kebatilan yang sistematik dan terancang."
    http://Http://cahayarabbani.blogspot.com
    http://Http://islamicmoviecollection.blogspot.com
    assiddiq@ymail.com

    putri_iman

    • *
    • Posts: 104
    • ~ Cahaya Islam Penyuluh Hidupku ~
      • View Profile
    Reply #1 25 April, 2009, 03:47:41 PM
  • Publish


  • Ada orang kata Haram g ziarah kubur perempuan yang sedang haid@mari kotor?



    so apa jawapannya, haram atau tidak?
    setahu ana haram..cuma ana inginkan kepastian
    Ya Allah, ku dambakan kasihMu.. ku impikan syurgaMu.. ku mohon ampunilah dosa-dosaku..

    wArDaH iSlAm

    • *
    • Posts: 372
    • hidup penuh dengan perjuangan..
      • View Profile
    Reply #2 25 April, 2009, 04:27:42 PM
  • Publish


  • Ada orang kata Haram g ziarah kubur perempuan yang sedang haid@mari kotor?



    so apa jawapannya, haram atau tidak?
    setahu ana haram..cuma ana inginkan kepastian

    org pmpuan hok mari uzur nie x leh pijak langsung tnh kubur..tpi x thu lah kalau kalau ada..nabi ada laranglah rasanya??..not sure...
    berkawanlah selagi ada hati..bergembiralah selagi ada teman disisi..berbahagialah selagi ada ibu bapa yang sentiasa menemani..ingat ALLAH sokmo...

    assiddiq

    • *
    • Posts: 4596
    • "Dengan Kehendak dan KuasaNya"
      • View Profile
    Reply #3 25 April, 2009, 05:02:33 PM
  • Publish
  • HUKUM WANITA BERZIARAH KUBUR

    Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada 18 Januari 2007

    SOAL :

    Apa hukumnya wanita berziarah kubur? (Hartini, Yogyakarta).

     JAWAB :

    Wanita melakukan ziarah kubur hukumnya adalah makruh, bukan haram (Lihat As-Sayyid Al-Bakri, I’anah Ath-Thalibin, II/142; Zakariya Al-Anshari,  Fathul Wahhab, I/100; Syaikh Asy-Syarbaini Al-Khathib, Al-Iqna’, I/170). Jadi, wanita yang berziarah kubur tidak berdosa, tetapi sebaiknya wanita tidak melakukannya.

     

    Dalilnya adalah hadits Nabi SAW riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Anas RA bahwa Nabi SAW pernah melintasi seorang wanita yang sedang menangis di dekat kubur anaknya. Lalu Nabi SAW berkata kepada wanita itu,”Bertakwalah kamu kepada Allah, dan bersabarlah!” (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, hal. 143, As-Sayyid Al-Bakri, I’anah Ath-Thalibin, II/142).

     

    Perkataan Nabi SAW ”Bertakwalah kamu kepada Allah, dan bersabarlah!” menunjukkan bahwa wanita yang menangis di dekat kubur anaknya itu tidak bertakwa dan tidak bersabar. Padahal wanita itu menjadi tak bertakwa dan tak bersabar, adalah karena menziarahi kubur anaknya. Berarti, hadits itu menunjukan adanya larangan (nahi) bagi wanita untuk melakukan ziarah kubur. Hanya saja, larangan tersebut bukanlah larangan yang tegas/pasti (jazim) –yang menunjukkan hukum haram— melainkan larangan yang tidak tegas/pasti (ghayr jazim), yang menunjukkan hukum makruh. Hal ini bisa diketahui dari beberapa qarinah (indikasi) yang ada. Di antaranya, Nabi SAW –dalam hadits Anas RA tersebut– tidak memerintahkan secara tegas kepada wanita tersebut untuk segera meninggalkan kubur anaknya. Kalau sekiranya ziarah kubur hukumnya haram, niscaya Nabi SAW tidak akan mencukupkan diri hanya dengan menyuruh wanita itu bertakwa dan bersabar, tetapi juga akan memerintahkan wanita itu untuk segera meninggalkan kubur anaknya. Kenyataannya Nabi SAW tidak memerintahkan wanita itu meninggalkan kubur anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa larangan Nabi SAW kepada wanita untuk berziarah kubur, bukanlah larangan haram, melainkan larangan makruh (Lihat As-Sayyid Al-Bakri, I’anah Ath-Thalibin, II/142).

     

    Selain itu, masih ada qarinah-qarinah lain yang menunjukkan bahwa larangan ziarah kubur bagi wanita bukanlah larangan haram, melainkan larangan makruh. Imam Muslim meriwayatkan, bahwa ‘A`isyah RA bertanya kepada Nabi SAW,”Bagaimana aku mengucapkan [doa], wahai Rasulullah, jika aku berziarah kubur? Nabi SAW berkata,”Ucapkanlah ‘Assalamu ‘ala ahlid diyaari minal mu`miniin wal muslimiin wa yarhamullaahul mustaqdimiina wal musta`khiriina, wa innaa in syaa`allaahu bikum laahiquun.”[1] (Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, II/114; Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, hal. 142). Hadits ini menunjukkan, bahwa Rasulullah SAW membolehkan (men-taqrir) wanita untuk berziarah kubur. Sebab jika tidak boleh, niscaya Nabi SAW tidak akan mengajarkan doa tersebut kepada ‘A`isyah RA dan bahkan akan melarangnya untuk berziarah kubur. Dari sinilah kita dapat memahami mengapa sebagian sahabat Rasulullah SAW yang wanita melakukan ziarah kubur, sebab hukumnya memang tidak haram. ‘A`isyah RA sendiri pernah menziarahi kubur saudara laki-lakinya, yakni Abdurrahman bin Abi Bakar, yang wafat dan dimakamkan di Makkah (Subulus Salam, Juz II/114).  Fatimah RA juga diriwayatkan menziarahi kubur pamannya, yaitu Hamzah bin Abdil Muthallib, pada setiap hari Jumat, lalu Fatimah berdoa dan menangis di sisi kubur pamannya (HR Al-Hakim, dari ‘Ali bin Al-Husain RA, Subulus Salam, II/115).

     

    Jika kita gabungkan berbagai qarinah ini dengan larangan (nahi) dari hadits Nabi SAW untuk menziarahi kubur bagi wanita (hadits Anas RA), jelaslah bahwa larangan yang ada bukanlah larangan tegas (jazim), melainkan larangan yang tidak tegas (ghayr jazim). Maka, ziarah kubur bagi wanita hukumnya adalah makruh, bukan haram.

     

    Perlu kami tambahkan sedikit keterangan, bahwa ada sebagian ulama yang mengharamkan wanita melakukan ziarah kubur. Bahkan mereka menganggap perbuatan itu sebagai dosa besar. Demikianlah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (Lihat Abdur Rahman bin Abdullah Al-Ghaits, Bimbingan Lengkap Penyelenggaraan Jenazah [Al-Wijaazah fi Tajhiizil Janaazah], Solo : At-Tibyan, 2003, hal. 248).

     

    Dalil pendapat ini adalah hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW melaknat para wanita yang berziarah kubur [Arab : la’ana rasulullahi zaa`i`raat al-qubuur] (HR. At-Tirmidzi, dan dinilai sahih oleh Ibnu Hibban, Lihat Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, II/114; HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim dari Hisan bin Tsabit RA, hadits ini dinilai shahih oleh As-Suyuthi, lihat As-Suyuthi, Al-Jami’ Ash-Shaghir, hal. 124).

     

    Menurut pemahaman kami, pendapat ini lemah. Sebab, larangan ziarah kubur bagi wanita dalam hadits Abu Hurairah tersebut, telah dihapuskan (di-nasakh) oleh Nabi SAW. Hal ini bisa diketahui dari hadits riwayat Imam Muslim dari Buraidah bin Al-Hashib Al-Aslami RA, dia berkata,”Telah berkata Rasulullah SAW,’Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Maka [sekarang] berziarahlah kalian.” (Subulus Salam, II/114). Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa sebelumnya Nabi SAW memang mengharamkan ziarah kubur. Namun, kemudian Nabi SAW memerintahkan untuk ziarah kubur. Jadi, hadits Buraidah ini menghapuskan (me-nasakh) larangan Nabi SAW untuk berziarah kubur sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah di atas. Ini diperkuat lagi dengan hadits lain, dari Abdullah bin Abi Malikah RA, bahwa  ‘A`isyah pada suatu hari datang dari kuburan, maka saya (Abdullah bin Abi Malikah RA) bertanya kepadanya,”Wahai Ummul Mu`minin, dari mana Anda datang?” ‘A`isyah menjawab,”Dari kuburan saudaraku, Abdurrahman.” Saya bertanya lagi kepadanya,”Bukankah Rasulullah telah melarang ziarah kubur?” ‘A`isyah menjawab,”Memang, dahulu Rasulullah melarang ziarah kubur, tapi kemudian beliau memerintahkan menziarahi kubur.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Lihat Ibrahim Muhammad Jamal, Fiqih Wanita (Fiqh Al-Mar`ah Al-Muslimah), Alih Bahasa Anshori Umar Sitanggal, Semarang : Asy-Syifa`, 1986, hal. 177-178).

     

    Dengan demikian, berdasarkan hadits terakhir ini, jelaslah bahwa larangan ziarah kubur (termasuk ziarah kubur bagi wanita) hukumnya telah dinasakh dan tidak berlaku lagi (Al-Amidi, Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam, III/99). Maka dari itu, ziarah kubur sekarang hukumnya tidaklah haram, namun diperintahkan Nabi SAW.

     

    Adapun perintah Nabi SAW untuk ziarah kubur,”…maka berziarahlah kalian, fa-zuuruuha),” pada asalnya menunjukkan hukum boleh (ibahah) (Taqiyuddin An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah, III/40). Sebab adanya perintah sesudah larangan, menunjukkan boleh (ibahah). Demikian kaidah mayoritas fuqaha (Al-Amidi, Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam, II/315). Namun hukum boleh ini ternyata disertai pujian (al-madh) bagi yang melakukannya, sebagai qarinah yang menunjukkan hukum mandub (sunnah). Dalam riwayat At-Tirmidzi, hadits Nabi SAW ”…maka berziarahlah kalian!” ada tambahannya, yaitu sabda Nabi SAW,”Karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akhirat.” (Arab : fa-innahaa tudzakkir al-akhirah). Jadi, hadits ini lengkapnya,”Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Maka [sekarang] berziarahlah kalian. Karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akhirat.”  (HR. At-Tirmidzi, Subulus Salam, II/114). Adanya hikmah ziarah kubur sebagai pengingat akhirat, menunjukkan adanya pujian (al-madh) terhadap aktivitas ziarah kubur. Dengan demikian, pada hadits ini terdapat suatu qarinah yang lebih merajihkan (menguatkan/mengunggulkan) dilakukannya ziarah kubur daripada tidak dilakukannya ziarah kubur.

     

    Maka dari itu, ziarah kubur hukumnya adalah mandub (sunnah) menurut syara’. Hukum ini adalah bagi para laki-laki. Adapun bagi para wanita, hukumnya adalah makruh, seperti telah diterangkan sebelumnya. Hukum makruh itu artinya lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan, meskipun jika dikerjakan tidak berdosa. Jadi, lebih baik wanita tidak melakukan ziarah kubur. Itulah yang  lebih baik baginya. Wallahu a’lam [  ]

    UMMIHANI

    • *
    • Posts: 70
      • View Profile
    Reply #4 30 April, 2009, 04:52:29 PM
  • Publish
  • Assalammualaikum w.b.t
    Rasanya tak salah kot orang pompuan gi ziarah kubur sebagai mengingati mati.  Apa yang penting, jada adab-adab dan menutup aurat.  Wassalam.

    zulaikha

    • *
    • Posts: 95
      • View Profile
    Reply #5 30 April, 2009, 05:01:47 PM
  • Publish
  • Assalammualaikum w.b.t
    Rasanya tak salah kot orang pompuan gi ziarah kubur sebagai mengingati mati.  Apa yang penting, jada adab-adab dan menutup aurat.  Wassalam.


    betul..rasanya tak salahkan...

    UMMIHANI

    • *
    • Posts: 70
      • View Profile
    Reply #6 30 April, 2009, 06:00:29 PM
  • Publish
  • Assalammualaikum w.b.t
    Kalau nak ziarah kubur rasa-rasanya jika wanita ajaklah teman, jangan pergi sorang-sorang.  Tak manis dipandang orang.  Rasa-rasanya itu lebih baik dan terhindar dari fitnah.  Wassalam.

    Ummi Munaliza

    • *
    • Posts: 14487
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #7 25 December, 2009, 10:22:59 AM
  • Publish


  • Kesimpulan : Menziarahi perkuburan bagi seorang  wanita hukumnya adalah makruh, bukan haram. Hukum makruh itu artinya lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan, meskipun jika dikerjakan tidak berdosa. Jadi, lebih baik wanita tidak melakukan ziarah kubur. Itulah yang  lebih baik baginya. Wallahu a’lam .
    Pengurusan, Pentadbiran Forum Halaqahnet.
    Penal Utama Baitul Muslim


    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    5 Replies
    2182 Views
    Last post 20 April, 2011, 11:13:02 PM
    by hani muslim
    43 Replies
    18561 Views
    Last post 23 November, 2011, 12:18:47 PM
    by IbnuNafis
    2 Replies
    1490 Views
    Last post 20 June, 2012, 06:38:48 PM
    by 5zul