Tabaruj (Berhias Diri)

*

Author Topic: Tabaruj (Berhias Diri)  (Read 17985 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

Reply #60 28 September, 2012, 11:02:18 AM
  • Publish
  • :)
    Tabarruj dan Ikhtilath
    Penulis : Ummu Fatih

    Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab). Tabarrajatil mar'ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya, lehernya, dan wajahnya. Ada yang mengatakan, maksudnya adalah wanita yang menampakkan perhiasannya, wajahnya, kecantikannya kepada laki-laki dengan maksud untuk membangkitkan nafsu syahwatnya.

    Menurut syari'ah, tabarruj adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mata orang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, dimana seorang wanita membungkus wajahnya, apabila warna-warnanya mencolok dan ditujukan agar dinikmati orang lain, ini termasuk tabarruj jahiliyah terdahulu.

    "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab : 33).

    Allah melarang para wanita untuk tabarruj setelah memerintahkan mereka menetap di rumah. Tetapi apabila ada keperluan yang mengharuskan mereka ke luar rumah, hendaknya tidak ke luar sembari mempertontonkan keindahan dan kecantikannya kepada laki-laki asing yang bukan muhrimnya. Allah juga melarang mereka melakukan tabrruj seperti tabarruj-nya orang-orang jahiliyah terdahulu.

    Apa maksud tabarruj jahiliyah terdahulu itu? Mujahid berkata, "Wanita dahulu ke luar dan berada di antara para laki-laki. Inilah maksud dari tabarruj jahiliyah terdahulu." Qatadah berkata, "Wanita dahulu kalau berjalan berlenggak-lenggok genit. Allah melarang hal ini." Muqatil bin Hayyan berkata, "Maksud tabarruj adalah wanita yang menanggalkan kerudungnya lalu nampaklah kalung dan lehernya. Inilah tabarruj terdahulu di mana Allah melarang wanita-wanita beriman untuk melakukannya."

    Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, "Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu." Dia (Mujahid) berkata, "Wanita dahulu berjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah." Ada yang mengatakan, yang dimaksud jahiliyah pertama adalah jahiliyah sebelum Islam, sedangkan jahiliyah kedua adalah umat Islam yang melakukan perbuatan jahiliyah pertama.

    Sedangkan pengertian ikhtilath secara bahasa adalah bercampurnya dua hal atau lebih. Ikhtilath dalam pengertian syar'i maksudnya bercampur-baurnya perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim di sebuah momen dan forum yang tidak dibenarkan oleh Islam.

    Al-Qur'an memberikan arahan kepada wanita bagaimana seharusnya mereka bersikap, bersuara, dan bergaul dengan lawan jenisnya. Allah berfirman, "Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab : 32).

    Sekarang ini pemandangan wanita tabarruj menjadi biasa, termasuk di negeri-negeri muslim. Dunia entertainment memiliki peran besar dalam mensosialisasikan budaya tabarruj. Ikhtilath juga tidak bisa dipisahkan dari budaya mereka. Seorang pemuda akan dipandang aneh jika tidak memiliki teman-teman wanita. Lebih jauh, pergaulan bebas semakin membudaya. Tabarruj dan Ikhtilah adalah konspirasi musuh-musuh Islam.

    Tabarruj dan ikhtilath merupakan tradisi Yahudi, ini nampak dalam Protokoler mereka, wajib bagi mereka untuk menundukkan semua bangsa dengan cara memerangi akhlak dan memporak-porandakan nilai-nilai keluarga dengan berbagai sarana yang ada. Lalu mereka menemukan bahwa sarana yang paling efektif untuk menyerang basis keluarga adalah dengan cara merangsang mereka melakukan kejahatan dan merangsang nafsu syahwat. Racun ini lalu mereka sebarkan melalui berbagai media, film, koran, majalah.

    Kita sekarang hidup di zaman banyak dan beragam fitnah serta godaan, karena interaksi kita dengan dunia luar, misal melalui media masa audio maupun visual. Wanita dibiarkan berkeliaran ke mana saja tanpa batas dan bergaul dengan siapa saja serta dengan dandanan model zamannya, membuka aurat, dengan kosmetik dan parfum yang menarik perhatian. Acap kali kita menyaksikan, bahkan seorang gadis belia ke luar dari rumahnya tanpa didampingi oleh muhrimnya, bertemu dengan siapa saja tanpa pantauan kedua orangtuanya. Wanita berbicara melalui telepon hingga berjam-jam tanpa diketahui oleh walinya.

    Di waktu siang maupun malam, tidak jarang dijumpai wanita berada di luar rumah, bukan untuk suatu kepentingan belanja atau urusan keluarganya, semata-mata untuk mencari sensasi. Kemudian ia bergabung dalam kerumunan laki-laki dan perempuan. Hampir bisa dipastikan bahwa tujuan ke luar rumah adalah sengaja menyebarkan fitnah dan menggoda mata laki-laki. Sementara orangtuanya, kakak dan adiknya tenang berada di rumah.




     :)
    saya seorg wanita.. jadi, normal jika wanita sukakan sesuatu yang kemas dan cantik.. betul kan? pada pendapat saya tidak salah untuk kita berpakaian kemas khususnya bagi kaum wanita, kerana penampilan menggambarkan peribadi seseorang itu.. terdapat perbezaan antara berpakaian cantik atau berpakaian kemas.. kita tidak semestinya perlu berpakaian cantik untuk nampak kemas..

    sejujurnya, saya kurang gemar melihat wanita-wanita yang berpakaian tidak kemas atau selekeh...  maaf ye...

    bagi saya, saya sangat2 sukakan sesuatu yang kemas, teratur, bersih...
    ingatlah kebersihan itu adalah separuh dari iman.. Allah s.w.t juga sukakan sesuatu yang indah-indah...

    jagalah penampilan, wahai muslimah sekalian dengan berpakaian kemas~

    heran..bukankah penampilan cantik itu jugak bererti kemas...manada penampilan jelek tapi kemas.:senyum:...maaf ya.pandangan saya je..;p


    tak semesti yang cantik tu kemas. Cantik adalah sesuatu yang bila kita memandang kita ter"wow". Contoh, baju yang cantik  mungkin dibuat dari renda dan rambu ramba yang berjela-jela.

    Sedangkan kemas, kita boleh expect "no frills" dan setakat mata selesa memandang tanpa perlu scutinize setiap inci.

    Tapi, sebagai wanita muslim kita kenalah balance kan. Dalam suasana all-girls pakailah baju lip-lap ke, french lace keliling badan ke..... Tapi bila berada dalam suasana bukan mahram, eloklah berpakaian setakat orang hanya akan lihat muka kita. Tak perlu lah lelaki-lelaki itu mula dapat idea balik nanti nak suruh bini pakai renda2, kadang2 terbayang pulak kenapa pompuan itu pakai lebih cantik dari bini.

    Wallahualam.

    wardah8990

    • *
    • “DI MANA ALLAH DALAM HATI kita?”
      • View Profile
    Reply #61 12 December, 2012, 04:42:48 PM
  • Publish
  • :)

    ada setengah orang menggunakan perasaan malu nih d tempat yg slh....
    contohnya....malulah nk berdakwah.....
    malulah klu tutp aurat...x ikut fesyen semasa.....
     :msya:
    moga2 kita x tergolong dlm golongan nih.....
    dan moga2 ALLAH beri hidayah kpd mereka.....

    itu dikenali sabagai MALU YANG DIKEJI ..hihi
    Kehidupan dunia ini HINA,dan masa untuk hidup itu singkat..dan tidak ada org yang RAKUS kepada DUNIA melainkan orang yg BUTA HATINYA..

    afiQoh

    • *
    • bakal jenazah
      • View Profile
    Reply #62 16 June, 2013, 07:01:05 PM
  • Publish



  • sebaik2 pakaian taQwa...sekalipun tak buat perkara diatas..masih lagi kena menjaga.. :syukur: .. bebas hidup ikutNya..
    ~kurangkan bicara soal hati,pasti jiwa mu mati tapi banyakkan bicara dalam soal mati pasti hatimu sentiasa hidup~

    divider3
    halaqahforum4