Tabaruj (Berhias Diri) - Page 1

*

Author Topic: Tabaruj (Berhias Diri)  (Read 17791 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

06 August, 2008, 03:14:07 PM
  • Publish
  •  :)
    Tabarruj dan Ikhtilath
    Penulis : Ummu Fatih

    Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab). Tabarrajatil mar'ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya, lehernya, dan wajahnya. Ada yang mengatakan, maksudnya adalah wanita yang menampakkan perhiasannya, wajahnya, kecantikannya kepada laki-laki dengan maksud untuk membangkitkan nafsu syahwatnya.

    Menurut syari'ah, tabarruj adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mata orang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, dimana seorang wanita membungkus wajahnya, apabila warna-warnanya mencolok dan ditujukan agar dinikmati orang lain, ini termasuk tabarruj jahiliyah terdahulu.

    "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab : 33).

    Allah melarang para wanita untuk tabarruj setelah memerintahkan mereka menetap di rumah. Tetapi apabila ada keperluan yang mengharuskan mereka ke luar rumah, hendaknya tidak ke luar sembari mempertontonkan keindahan dan kecantikannya kepada laki-laki asing yang bukan muhrimnya. Allah juga melarang mereka melakukan tabrruj seperti tabarruj-nya orang-orang jahiliyah terdahulu.

    Apa maksud tabarruj jahiliyah terdahulu itu? Mujahid berkata, "Wanita dahulu ke luar dan berada di antara para laki-laki. Inilah maksud dari tabarruj jahiliyah terdahulu." Qatadah berkata, "Wanita dahulu kalau berjalan berlenggak-lenggok genit. Allah melarang hal ini." Muqatil bin Hayyan berkata, "Maksud tabarruj adalah wanita yang menanggalkan kerudungnya lalu nampaklah kalung dan lehernya. Inilah tabarruj terdahulu di mana Allah melarang wanita-wanita beriman untuk melakukannya."

    Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, "Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu." Dia (Mujahid) berkata, "Wanita dahulu berjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah." Ada yang mengatakan, yang dimaksud jahiliyah pertama adalah jahiliyah sebelum Islam, sedangkan jahiliyah kedua adalah umat Islam yang melakukan perbuatan jahiliyah pertama.

    Sedangkan pengertian ikhtilath secara bahasa adalah bercampurnya dua hal atau lebih. Ikhtilath dalam pengertian syar'i maksudnya bercampur-baurnya perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim di sebuah momen dan forum yang tidak dibenarkan oleh Islam.

    Al-Qur'an memberikan arahan kepada wanita bagaimana seharusnya mereka bersikap, bersuara, dan bergaul dengan lawan jenisnya. Allah berfirman, "Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab : 32).

    Sekarang ini pemandangan wanita tabarruj menjadi biasa, termasuk di negeri-negeri muslim. Dunia entertainment memiliki peran besar dalam mensosialisasikan budaya tabarruj. Ikhtilath juga tidak bisa dipisahkan dari budaya mereka. Seorang pemuda akan dipandang aneh jika tidak memiliki teman-teman wanita. Lebih jauh, pergaulan bebas semakin membudaya. Tabarruj dan Ikhtilah adalah konspirasi musuh-musuh Islam.

    Tabarruj dan ikhtilath merupakan tradisi Yahudi, ini nampak dalam Protokoler mereka, wajib bagi mereka untuk menundukkan semua bangsa dengan cara memerangi akhlak dan memporak-porandakan nilai-nilai keluarga dengan berbagai sarana yang ada. Lalu mereka menemukan bahwa sarana yang paling efektif untuk menyerang basis keluarga adalah dengan cara merangsang mereka melakukan kejahatan dan merangsang nafsu syahwat. Racun ini lalu mereka sebarkan melalui berbagai media, film, koran, majalah.

    Kita sekarang hidup di zaman banyak dan beragam fitnah serta godaan, karena interaksi kita dengan dunia luar, misal melalui media masa audio maupun visual. Wanita dibiarkan berkeliaran ke mana saja tanpa batas dan bergaul dengan siapa saja serta dengan dandanan model zamannya, membuka aurat, dengan kosmetik dan parfum yang menarik perhatian. Acap kali kita menyaksikan, bahkan seorang gadis belia ke luar dari rumahnya tanpa didampingi oleh muhrimnya, bertemu dengan siapa saja tanpa pantauan kedua orangtuanya. Wanita berbicara melalui telepon hingga berjam-jam tanpa diketahui oleh walinya.

    Di waktu siang maupun malam, tidak jarang dijumpai wanita berada di luar rumah, bukan untuk suatu kepentingan belanja atau urusan keluarganya, semata-mata untuk mencari sensasi. Kemudian ia bergabung dalam kerumunan laki-laki dan perempuan. Hampir bisa dipastikan bahwa tujuan ke luar rumah adalah sengaja menyebarkan fitnah dan menggoda mata laki-laki. Sementara orangtuanya, kakak dan adiknya tenang berada di rumah.
    « Last Edit: 05 January, 2013, 08:55:21 AM by PenaHalaqah »
    “Dunia ini bagi orang beriman adalah ladang dzikir & akhirat akan menjadi panen bagi mereka.
    Mereka berjalan dengan memakai sarana syukur kepadaNya, hingga sampai pada anugerah-anugerah yg dikeluarkan dari perbendaharaan simpananNya. Sesungguhnya Dia Raja Yang Maha Mulia”

    Reply #1 06 August, 2008, 03:18:48 PM
  • Publish
  •  :)




    Bahaya Tabarruj dan Ikhtilath


    Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan bahaya tabarruj dan ikhtilah bagi, diri, keluarga, dan masyarakat :

    1. Tabarruj dan ikhtilath adalah maksiat kepada Allah dan RasulNya.
    "Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau." Mereka (sahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah yang tidak mau?" Beliau bersabda, "Barangsiapa taat kepadaku, akan masuk surga. Dan barangsiapa bermaksiat kepadaku, ia orang yang tidak mau." (HR. Bukhari).

    2. Tabarruj dan ikhtilath termasuk dosa besar.
    Karena kedua hal ini merupakan sarana paling kuat terhadap perbuatan zina. Di riwayat yang shahih dari Ahmad diceritakan bahwa Umaimah binti Raqiqah datang kepada Rasulullah SAW untuk berbai'at kepada beliau dalam membela Islam. Beliau bersabda, "Aku membai'atmu agar kamu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anakmu, tidak melakukan kebohongan dari hadapanmu (karena perbuatan lisan dan kemaluan), tidak meratapi (orang mati), dan tidak tabarruj dengan tabarruj jahiliyah pertama." (HR. Bukhari).

    3. Tabarruj dan Ikhtilath mendatangkan laknat.
    Di Mustadrak Al-Hakim dan di Musnad Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang di akhir umatku nanti laki-laki yang naik pelana (mewah) layaknya laki-laki yang turun ke pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka mengenakan pakaian namun telanjang, di kepala mereka seperti punuk unta kurus. Kutuklah wanita-wanita itu karena sesungguhnya mereka itu terkutuk. Jika setelah kalian ada kaum, tentu wanita-wanita kalian akan melayani wanita-wanita mereka sebagaimana wanita-wanita kaum terdahulu melayani kalian."

    4. Tabarruj temasuk sifat penghuni neraka.
    Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat sekarang ini. Satu kaum yang bersama mereka cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk memukul orang. Wanita-wanita mereka berpakaian namun telanjang, bergaya pundak mereka, dan berpaling dari kebenaran. Kepala mereka seperti punuk unta kurus, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal baunya tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian." (HR. Muslim).

    5. Tabarruj adalah kemunafikan yang akan mendatangkan kegelapan di hari kiamat.
    Al-Baihaqi meriwayatkan sabda Rasulullah SAW dengan sanad shahih, "Sebaik-baik wanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok (dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk wanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecuali seperti gagak putih." (HR. Baihaqi).

    6. Tabarruj dan ikhtilath menodai kehormatan keluarga dan masyarakat.
    Diriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda, "Ada tiga orang yang kamu jangan bertanya kepada mereka; seseorang yang ke luar dari jama'ah dan durhaka kepada imamnya lalu mati dalam keadaan bermaksiat, seorang budak perempuan dan laki-laki yang berlari (dari tuannya) kemudian ia mati, dan seorang wanita ditinggal ke luar oleh suaminya dan telah dicukupi kebutuhan dunianya lalu ia bertabarruj setelah itu. Maka jangan bertanya kepada mereka." (HR. Ahmad).

    7. Tabarruj adalah sunnah Iblis.
    Jika menutup aurat dan berhijab serta menjaga diri dan kehormatan adalah sunnah Nabi SAW. Maka tabarruj dan ikhtilath adalah sunnah Iblis, dimana sasaran godaan pertama terhadap manusia adalah agar auratnya terbuka. Allah mewanti-wanti hal ini kepada kita agar kita tidak terfitnah oleh tipu daya Iblis. Allah berfirman, "Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al-A'raf : 27).

    8. Tabarruj dan ikhtilath adalah permulaan zina.
    Setiap kali penyimpangan terjadi, akan melahirkan penyimpangan lain yang lebih besar. Ketika wanita tidak menutup auratnya dan tidak menjaga kehormatannya dengan bercampur bersama laki-laki yang bukan muhrimnya, terlebih dengan dandanan yang menyebar fitnah, rasa malu sudah sirna dan ghirah laki-laki mulai tiada, maka hal-hal haram menjadi mudah dilakukan, bahkan dosa-dosa besar menjadi hal yang biasa dan wajar.

    9. Tabarruj dan ikhtilath mengundang siksaan Allah SWT.
    Di hadits riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah nampak kebejatan di antara kaum Luth sampai mereka terang-terangan (melakukannya) kecuali setelah itu tersebarlah penyakit kolera dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada pendahulu mereka." (Ibnu Majah).

    Secara umum, kemaksiatan kerap kali menjadi penyebab terjadinya berbagai musibah. Seperti yang Allah sinyalir dalam Al-Qur'an, "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." (QS. Al-Isra' : 16).

    Tentu saja yang akan terkena dampaknya tidak hanya pelaku kemaksiatan, tapi juga kaum mutabarrijat dan mereka yang tidak ada hijab dalam hubungan antar lawan jenis. Semua orang yang ada di sebuah komunitas akan terkena dampaknya. Maka kewajiban bagi semuanya adalah mencegah terjadinya berbagai kemaksiatan dan kemungkaran sebisa mungkin. Para ulama dan pemimpin menjadi penanggung jawab utama sebelum yang lain dalam menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar.

    Abu Bakar As-Shidiq meriwayatkan bahwa ia mendengar sabda Rasulullah SAW, "Jika manusia melihat kemungkaran lalu tidak merubahnya, hampir Allah meratakan siksanya kepada mereka semua." (Diriwayatkan Empat Imam dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

    Reply #2 03 December, 2008, 03:35:11 PM
  • Publish
  • dalam hadith sohih nabi berkata "kalau tidak ada malu maka buat lah apa saja"
    justeru malu la yg membataskan kita dalam bab ikhtilat ni...walau bagaimana pon ada juga hal2 or keadaan yg kita perlu buang perasaan malu (malu yg dicela-salah satu ketegeri malu) eg: malu untuk menyampaikan kebenaran...

    wallhua'lam...

    Reply #3 03 December, 2008, 08:42:49 PM
  • Publish
  •  :)

    ada setengah orang menggunakan perasaan malu nih d tempat yg slh....
    contohnya....malulah nk berdakwah.....
    malulah klu tutp aurat...x ikut fesyen semasa.....
     :msya:
    moga2 kita x tergolong dlm golongan nih.....
    dan moga2 ALLAH beri hidayah kpd mereka.....
    YA ALLAH..........jadikanlah aku seorang muslimah...mukminah...mujahidah..dan seorang anak,isteri & ibu yg solehah....jadikanlah aku salah satu bidadari di syurga nanti......

    Reply #4 04 December, 2008, 02:56:24 AM
  • Publish
  • salam..
    malu "biarlah bertmpat kata orang"...
    sentiasa ayat ni di katakn...tp sering di salah ertikan...
    malu bila ingin melakukan pbuatan yg baik,sbab tkut digelar org alim la..ustazah le..macam2..
    tp bila buat bnda tak baik tak malu pula..tak malu pada ALLAH,tp lebih mlu kpda makhluk cptaanNYA,,
    pelik kan??
    I lOVE ISLAM

    Reply #5 07 December, 2008, 09:58:07 AM
  • Publish
  •  :)
    ramai org ddsekarang melihat zina yg besar2 shj...tp zina2 kecil nih yg bwk kehancuran

    Reply #6 07 December, 2008, 11:38:23 PM
  • Publish
  •  :)
    kpd daie2 sekalian...jgnlah kita malu utk berdakwah....malulah apabila kemungkaran d depan kita tapi kita x menegurnya....
     :msya:

    Reply #7 25 February, 2009, 10:03:19 AM
  • Publish
  • TABARRUJ DAN IKHTILAT (PERCAMPURAN/PERGAULAN)
    TABARRUJ
    - Tabarruj bererti wanita menunjukkan dan merperagakan perhiasan dan
    kecantikannya untuk menarik perhatian kaum lelaki dan meransang keinginan
    mereka. Dalil: surah al-Ahzab ayat 33.
    - Tabarruj jahiliyyah bererti wanita membuka niqabnya hingga mendedahkan
    muka, kecantikan dan perhiasannya.
    - Tabarruj hari ini tidak sesuai diistilahkan dengan tabarruj jahiliyyah kerana
    wanita sekarang bukan setakat membuka tutupan muka dan memperagakan
    kecantikannya tetapi lebih dari itu. Tabarruj hari ini dengan memdedahkan
    separuh tubuh, malah lebih dari itu.
    - Istilah yang lebih sesuai ialah istilah yang pernah digunakan oleh Rasulullah
    s.a.w dalam sabdanya yang bermaksud ‘separuh telanjang’ (al-kaasiaat al-
    ‘aariyaat).
    - Tabarruj yang diharamkan ialah:
    - Tabarruj di luar rumah denga berhias bukan untuk suami.
    - Mendedahkan muka dengan tujuan meransang keinginan dan syahwat lelaki.
    - Bersolek dan berhias belebihan.
    - Menggunakan alat-alat solek / make-up.
    - Mempercantikkan bibir, alis dan pipi (mempercantikkan raut muka).
    - Dan lain-lain.
    - Termasuk dalam istilah tabarruj ialah fesyen-fesyen pakaian. Ini kerana pada
    dasarnya pakaian wanita sama dengan pakaian lelaki iaitu menutup aurat.
    - Ciri pakaian syar’ie wanita ialah:
    - pakaian mestilah meliputi seluruh tubuh wanita
    - pakaian itu mestilah longgar
    - tidak nipis
    - bukan pakaian yang mempunyai nilai untuk bermegah-megah dengannya
    - tidak menyamai pakaian lelaki
    - Pakaian yang tidak memenuhi ciri ini dikira sebagai pakaian yang tabarruj.
    - Berpakaian kemas, smart dan ceria bukan dikira tabarruj.
    - Termasuk dalam istilah tabarruj memakai barang perhiasan diri.
    - Perhiasan ialah semua yang dijadikan perhiasan oleh wanita samada pakaian
    atau sesuatu yang dijadikan perhiasan diri.
    - Antara perhiasan yang dibenarkan ialah membersihkan diri dari segala aspek,
    termasuk membersih sesuatu yang fitrah.
    - Jenis perhiasan antaranya:
    - Barangan perhiasan yang terdiri dari emas, perak dan permata.
    - Pakaian luar dan dalam
    - Hukum berhias harus, malah ada kalanya sunat kecuali perhiasan yang telah
    dinaskan haram. Ia sunat kepada isteri yang suaminya bersamanya, bukan
    isteri yang suaminya tiada di sampingnya.
    - Semua jenis perhiasan ini harus selagi ia tidak termasuk ke dalam istilah
    tabarruj.
    Termasuk ke dalam istilah tabarruj ialah bersolek dengan merubah sifat
    semulajadi:
    - Mencabut atau dengan apa jua cara untuk menghilangkan bulu muka. Boleh
    bagi yang berkahwin untuk suami.
    - Mencabut dan membentuk alis. Boleh sekiranya alis yang asal hodoh
    dipandang.
    - Memerahkan muka. Boleh bagi yang berkahwin, untuk suami.
    - Lain-lain seperti rambut palsu, wangian berlebihan, celak berlebihan, …..
    - Secara umum, berhias untuk suami dibolehkan dan tidak dikira sebagai
    tabarruj.
    - Berhias keluar rumah bukan untuk suami adalah tabarruj.
    - Bersolek dan berhias wanita hari ini telah melebihi dari maksud tabarruj.

    « Last Edit: 10 April, 2009, 01:45:11 PM by Munaliza Ismail »

    Reply #8 19 April, 2009, 09:01:52 PM
  • Publish
  • salam..

    ana memang dok cari-cari topik nie..alhamdulilh baru jmpe..
    terima kasih...coz give the info..

    wassalam
    berkawanlah selagi ada hati..bergembiralah selagi ada teman disisi..berbahagialah selagi ada ibu bapa yang sentiasa menemani..ingat ALLAH sokmo...

    Reply #9 26 April, 2009, 11:43:26 AM
  • Publish
  • Soalan

    Apakah hukum memakai gelang tangan atau kaki yang berloceng tanpa niat untuk menunjukkan-nunjuk?

    Jawapan:

    Hukumnya harus, dengan syarat ia ditutupi dengan pakaian apabila berhadapan dengan bukan mahram. Namun lebih baik jika tiada loceng kerana dibimbangi bunyi loceng tersebut tanpa disedari akan menarik perhatian lelaki ketika berlaku pergerakan.
    -hOLla-

    ...seorng hamba ALLAH...tnpa pinjaman dariNYA siapalah aku...
    [img width=610 height=70]http://i87.servimg.com/u/f87/12/77/43/73/selang10.jpg[/img]

    Reply #10 29 April, 2009, 12:40:42 AM
  • Publish
  • Assalamualaikum...
    saya tertarik dengan topik yang dibincangkan mengenai tabaruj.....  saya ada satu soalan..... Apakah dibolehkan jika seorang muslimah yang berjubah..niat nya utk mengelak daripada fitnah ..dan menjaga daripada pandagan-pandagan nafsu, tapi jubah yang dipakainya dihiasi dengan bunga-bunga, sulaman, dan manik-manik yang menarik.......

    Reply #11 29 April, 2009, 03:20:02 AM
  • Publish
  • Assalamualaikum...
    saya tertarik dengan topik yang dibincangkan mengenai tabaruj.....  saya ada satu soalan..... Apakah dibolehkan jika seorang muslimah yang berjubah..niat nya utk mengelak daripada fitnah ..dan menjaga daripada pandagan-pandagan nafsu, tapi jubah yang dipakainya dihiasi dengan bunga-bunga, sulaman, dan manik-manik yang menarik.......

    ya ya saya pun ada soalan yang agak sama ... tabaruj tu = tudung2 yang gerek dengan manik2, design, warna2 yg cantik dan brooch-brooch yang bermata dan berkilauan ke? pasal kalau kita wanita terpandang seseorang wanita yg berpakaian sempurna tutpan auratnya tetapi pakaian dia hebat dengan fesyen terkini dengan perhisasan di baju dan tudungnya, kita pun rasa ghairah (kadang-kadang sehingga boleh tertimbul sifat hasad dengki dalam beberapa wanita yg tak boleh lihat wanita lain cantik daripadanya).

    Reply #12 29 April, 2009, 04:23:52 PM
  • Publish
  • salam... ye.... ramai wanita sekarang yang pakai pakaian yang ingin tutup aurat.... tapi.. masih mnjadi bahan ftnah .... , dengan baju yang bermanik2, berkilat2, kadang kita rasa bukan nak menunjuk2... tapi hati manusia cepat tersasar..... apatah lagi wanita, yang kadang2 hati akan berbunga2 apabila mndapat  perhatian......  dan dsini ana nak tanya pendapat ..... , bagaimana jika wanita muslimah memakai jubah yang berbunga, atau bersulam....

    Reply #13 29 April, 2009, 04:25:30 PM
  • Publish
  • Bagus artikel ni. Suruh orang yang suka & degil jugak nak bercouple & berangkat2 (adik abang kakak angkat antara bukan mahram) baca & faham betul2 topik ni.

    :senyum:..maha sempurna ALLAH..
    tiada DIA larang sesuatu perkara itu sia2..
    DIA lebih tahu dari apa kita tahu..
    MAHA LUAS ILMU ALLAH..
    "Al-haqqu bila nizom yaghlibuhul-baatil binnizom"
    Maksudnya: "Sesuatu kebenaran yang tidak sistematik akan dikalahkan oleh kebatilan yang sistematik dan terancang."
    http://Http://cahayarabbani.blogspot.com
    http://Http://islamicmoviecollection.blogspot.com
    assiddiq@ymail.com

    Reply #14 29 April, 2009, 04:28:59 PM
  • Publish
  • bgntung kepada niat lah...
    kalau niat nk tarik perhatian, anda pasti tau jawapannya...
    :)

    Reply #15 29 April, 2009, 04:32:58 PM
  • Publish
  • bgntung kepada niat lah...
    kalau niat nk tarik perhatian, anda pasti tau jawapannya...
    :)

    saya tak tahu jawapan nya..boleh budokjuruh jeleskan skit?
    kata juruh..budok juruh dengor cakap kang?:senyum:..speaking ganu sikit~

    Reply #16 29 April, 2009, 04:38:43 PM
  • Publish
  • aiseh...
    akhi siddiq ni nak menguji sy pula..
    sudah tahu jwpn ttp masih nk tnya..
    kl pemakaian tu untuk menarik [erhatian orang tgk, tentu sekali tidak boleh. bukah begitu?:)

    Reply #17 29 April, 2009, 04:41:25 PM
  • Publish
  • aiseh...
    akhi siddiq ni nak menguji sy pula..
    sudah tahu jwpn ttp masih nk tnya..
    kl pemakaian tu untuk menarik [erhatian orang tgk, tentu sekali tidak boleh. bukah begitu?:)

    macam mana pulak kalau pandangan mata melihat menda macam ni?
    depan mata pulak kan?
    kita lihat sekali automatik pandangan akan memandang kali ke 2..
    kalau iman lemah.. akan pandang kali ke 3 dan seterusnya..
    :senyum:..subhanallah..kami berlindung dari zina mata hati dan perbuatan..
    amin~

    Reply #18 29 April, 2009, 04:46:59 PM
  • Publish
  • itulah masalahnya....
    pandangan mata turut terpalit sama

    Reply #19 29 April, 2009, 04:48:03 PM
  • Publish
  • itulah masalahnya....
    pandangan mata turut terpalit sama

    lumrah manusia ni..susah..hari2 buat dosa..
    maka amalkan taubat setiap masa..
    mohon ampun dosa yang sengaja atau tak sengaja..
    moga2 kita mati dalam keadaan bertaubat~
    amin~

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    2 Replies
    2386 Views
    Last post 13 January, 2012, 07:07:08 PM
    by Izzah0404
    7 Replies
    3097 Views
    Last post 18 May, 2009, 06:35:19 PM
    by wArDaH iSlAm
    1 Replies
    1043 Views
    Last post 21 June, 2012, 05:21:08 PM
    by imanhunter