Keajaiban Sains Al Quran Mengatasi Sains Manusia

*

Author Topic: Keajaiban Sains Al Quran Mengatasi Sains Manusia  (Read 28228 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

izza

  • *
  • Keredhaan Allah lebih indah daripada permata
    • View Profile
10 November, 2008, 08:19:56 PM
  • Publish
  •  :)

    layari laman http://www.geocities.com/modal_insan/pasak.html

    http://www.geocities.com/modal_insan/graf.html

    Pelbagai ilmu boleh diperolehi daripada info ini... :ins:

    cuba baca n hayatinya ya...

    moga Keyakinan kita terhadap ALLAH semakin menebal...

    Maha suci ALLAH....Segala Puji Bagi ALLAH, ALLAH Maha Besar...

    « Last Edit: 11 November, 2008, 06:41:08 AM by izza@عزا »
    "LA ILLAHAILLALLAH MUHAMMADURRASULLULLAH"

    halawah

    • *
    • İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
      • View Profile
    Reply #1 23 November, 2008, 09:49:09 AM
  • Publish
  •  :)
    Pembentukan Hujan

    Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..

    Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

    Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,
    "Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)
     
    Gambar di atas memperlihatkan butiran-butiran air yang lepas ke udara. Ini adalah tahap pertama dalam proses pembentukan hujan. Setelah itu, butiran-butiran air dalam awan yang baru saja terbentuk akan melayang di udara untuk kemudian menebal, menjadi jenuh, dan turun sebagai hujan. Seluruh tahapan ini disebutkan dalam Al Qur'an.

    Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

    TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."
    Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

    TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."
    Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

    TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."
    Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
    Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

    Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:
    "Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)
    Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

    TAHAP - 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

    TAHAP - 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

    TAHAP - 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb.

     (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)

    Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.
    İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
    hubungan dengan ukhuwahfıllah perpaduan Ummah seutuh

    halawah

    • *
    • İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
      • View Profile
    Reply #2 23 November, 2008, 10:00:12 AM
  • Publish
  • Kadar Hujan
     
    Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;

    "Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)." (Al Qur'an, 43:11)

    Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut "ukuran atau kadar" tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.
     
    Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah "tetap": yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur'an dengan menggunakan istilah "menurunkan air dari langit menurut kadar". Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini,..

    Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.

    Rujukan;
    http://www.keajaibanalquran.com/earth_formationofrain.html

    « Last Edit: 23 November, 2008, 10:02:57 AM by halawah »

    halawah

    • *
    • İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
      • View Profile
    Reply #3 24 November, 2008, 05:42:07 AM
  • Publish
  • Allah telah menerangkan ilmu kepada kita tentang naluri dan ciptaan Alam ini,
    maka bagaimanakah kita memikirkan dan merenungkannya cara mengendalikan untuk menfaatkan
    sebaik-baik kejadian. agar ianya terpelihara dan menjadi menfaaat kepada kita dalam kehidupan.
    agar bermenfaat untuk yang lainnya,dan dengan itu juga akan menghasilkan pertolongan kehidupan yang makmur
    dan rezki yang mencurah-curah menjadi kenyataan dalam hidup serba yang diperlukan keberkatan
    lahir diatas tangan usaha sendiri dan halalan thoyyibah.

    Reply #4 02 May, 2009, 11:22:42 AM
  • Publish
  • :)

    layari laman http://www.geocities.com/modal_insan/pasak.html

    http://www.geocities.com/modal_insan/graf.html

    pelbagai ilmu boleh diperolehi daripada info ini... :ins:

    cuba baca n hayatinya ya...

    moga Keyakinan kita terhadap ALLAH semakin menebal...

    Maha suci ALLAH....Segala Puji Bagi ALLAH, ALLAH Maha Besar...



     :syukur: TERIMA KASIH

    Ummi Munaliza

    • *
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #5 28 October, 2009, 11:53:07 AM
  • Publish
  • KEWUJUDAN ALAM SEMESTA

    Asal usul alam semesta diterangkan dalam Al-Qur'an dalam ayat berikut;

    Dia adalah maha Pencipta langit dan bumi. Surat al-An'aam:101.

    Maklumat yang dinyatakan dalam Al-Qur'an ini adalah satu fakta yang sangat tepat dan selari dengan penemuan sains kontemporari. Kesimpulan yang dicapai dalam bidang astrofizik hari ini ialah bahawa alam semesta, bersama-sama dengan dimensi benda dan masa, telah terhasil melalui satu letupan yang besar yang terjadi ketika masa-sifar. Fenomena ini yang dikenali sebagai Big Bang membuktikan bahawa alam semesta telah diciptakan dari ketiadaan sebagai satu produk, dari satu letupan titik tunggal. Golongan saintifik moden percaya bahawa Big Bang adalah satu-satunya penerangan paling rasional dan fakta yang dapat dibuktikan mengenai permulaan dan asal kewujudan alam semesta.

    Sebelum fenomena Big Bang terjadi, tidak terdapat sebarang benda yang wujud. Dalam keadaan tanpa sebarang kewujudan kebendaan, tenaga atau masa, dan yang mana hanya dapat diterangkan secara metafizik, semuanya ini sebenarnya telah diciptakan. Fakta ini, yang baru diketahui melalui kajian dalam bidang fizik moden, telah dinyatakan dalam Al-Qur'an 1400 tahun lalu.

    Pengurusan, Pentadbiran Forum Halaqahnet.
    Penal Utama Baitul Muslim


    Ummi Munaliza

    • *
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #6 28 October, 2009, 11:54:22 AM
  • Publish


  • Kewujudan Alam Semesta Menurut Saintis Barat



    Oleh : Ramli Abdul Samad

    Pengkaji astronomi yakin bahawa alam semesta atau cakerawala terbentuk sekitar 13.7 bilion tahun yang lalu. Bermula dari satu titik sebesar sebiji zarah neutron dan melalui satu letupan besar yang digelar Big Bang maka terbinalah sebuah alam semesta yang amat luas seperti yang kita ketahui kini.

    Semasa letupan Big Bang salah satu aktiviti atau proses letupan itu ialah wujudnya gelombang cahaya yang terus berkembang. Semakin lama sehingga lebih dari 300,000 tahun gelombang cahaya itu bertukar menjadi gelombang radio.

    Gelombang cahaya itu dikenali sebagai radiasi latar belakang kosmik atau CMB (Cosmic Background Radiation) atau dalam bahasa yang mudah ia merupakan saki-baki gema daripada Big Bang.

    Radiasi itu terbentuk saat cakerawala mula mendingin. Saat terjadi Big Bang radiasi dan bahan lain daripada cakerawala adalah bersatu. Ketika itu suhu alam semesta amat panas.

    Manusia mengkaji alam semesta berdasarkan kaitan peninggalan gelombang cahaya ini dengan kejadian Big Bang.

    Pada tahun 1965 dua orang saintis, Arno Penzias dan Robert Wilson telah menemui bahan CMB ini. Mereka mendapat Hadiah Nobel bagi penemuan mereka dalam bidang fizik bagi tahun 1978.

    Namun penemuan CMB itu harus dibuktikan.

    Maka satu pemantauan harus dijalankan. Dua orang saintis Amerika Syarikat (AS) John C. Mather dan George F. Smoot telah melakukan pemantaun akan CMB ini melalui sebuah satelit bernama COBE (Cosmic Background Explorer), ciptaan Agensi Aeronautik dan Angkasa Lepas (NASA).

    Mather (60) ialah seorang astrofizik kanan di Pusat Penerbangan Angkasa Goddard, Maryland milik NASA sementara Smoot (61) ialah seorang Profesor Fizik di Lawrence Berkeley National Laboratory, University of California. COBE dilancarkan ke langit pada tahun 1989.

    Satelit COBE diguna untuk mencatat suhu CMB.

    Didapati suhu CMB adala sekitar 2.725 Celsius sedikit tinggi daripada titik suhu mutlak iaitu -273 derajat Celsius. Mather mendapati bahawa profil suhu CMB mengikut satu arah aliran tenaga yang disebut sebagai lengkungan benda hitam dan hakikat itu digunakan untuk meramal teori Big Bang.

    Smoot pula mendapati adanya fenomena naik turun pada suhu CMB. Penyimpangan atau naik turun CMB adalah kerana terbentuknya bibit-bibit galaksi yang juga merupakan struktur awal cakerawala. Galaksi terbentuk daripada gumpalan gas yang amat panas.

    Penyimpangan suhu CMB diguna untuk menganalisis gejala jisim hitam dan tenaga hitam, dua komponen terbesar yang mengisi cakerawala.

    Profil CMB dapat digunakan bagi menjelas proses Big Bang dan pemahaman akan alam semesta. Alam semesta bukannya suatu susunan bahan atau tenaga yang merata sebaliknya ia adalah terdiri daripada bahan-bahan yang bergumpal-gumpal.

    Kewujudan CMB membolehkan para ilmuwan memperhitungkan perkembangan alam semesta. Alam semesta kini dipercayai terus berkembang dan melebar pada kadar yang cepat.

    Mather dan Smoot ialah pemimpin bagi lebih daripada 1,000 saintis, jurutera dan juruteknik yang membina CBM sehingga satelit itu dilancarkan pada tahun 1989. Smoot dan Mather telah dipilih untuk meraih Hadiah Nobel bernilai 10 juta kronor Sweden atau RM5 juta.

    Dalam ucapan penghargaan Akademi Sains Diraja Sweden kepada kedua-dua saintis itu menyatakan bahawa “Hasil kajian COBE meningkatkan dukungan penjelasan saintifik terhadap senario Big Bang yang memerihalkan asal usul cakerawala. Senario itu saja yang meramalkan radiasi latar belakang kosmik. COBE telah mengukur gelombang radiasi itu.”

    Seorang ilmuwan astronomi, Michael Turner, dari University Chicago, mengatakan bahawa pengukuran-pengukuran yang dibuat oleh COBE akan mengiringi dunia kosmologi ke era ketetapan kosmologi. Pemberian Hadiah Nobel kepada Mather dam Smoot dalam bidang fizik/astronomi merupakan yang pertama dan banyak lagi akan digondol kerana penemuan-penemuan baru dalam bidang kosmologi.

    Ummi Munaliza

    • *
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Reply #7 08 November, 2009, 08:18:57 AM
  • Publish

  • Ulul Albab: Mukjizat al-Quran boleh dirasai semua

    Oleh Abdurrahman Haqqi



    Banyak kajian serta cubaan mengelirukan kebenaran kitab suci tetapi temui kegagalan

    JIKA kita ingin mengetahui dan rasai kehebatan satu-satu mukjizat seperti yang pernah berlaku ke atas umat sebelum kita, kemudian kita mengisytiharkan keimanan serta-merta dan memeliharanya, sila perhatikan al-Quran al-Karim.

    Al-Quran ialah mukjizat kekal sebagai bukti kebenaran bahawa Muhammad adalah Rasulullah SAW. Pengekalan mukjizat al-Quran akan tetap dirasai oleh seluruh manusia hingga ke akhir zaman. Ini berbeza dengan mukjizat seketika yang hanya dirasai oleh umat sebelum kita, bahkan mukjizat yang dirasai oleh sahabat nabi, selain al-Quran.

    Sebagai contoh, Nabi Nuh AS dengan mukjizat taufan dan air bah yang hanya berlaku untuk dirasai umatnya saja. Nabi Saleh AS dengan mukjizat unta hanya berlaku untuk dirasai umatnya saja. Nabi Musa AS dengan mukjizat membelah air laut dan hanya berlaku untuk dirasai umatnya saja. Nabi Isa AS dengan mukjizat boleh menghidupkan yang mati atas izin Allah dan hanya berlaku untuk dirasai umatnya saja.

    Tetapi Nabi Muhammad SAW dengan mukjizat al-Quran berlaku untuk dan dirasai seluruh umat manusia ketika dan sesudah Baginda tidak kira masa dan tempat sampai hari kiamat dan ia akan kekal dipelihara seperti ditetapkan al-Quran yang bermaksud: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya" (Surah al-Hijr: 9), Dengan jaminan Allah ini, terpeliharalah kitab suci al-Quran daripada sebarang perubahan, dan bersinarlah cahayanya ke seluruh dunia.

    Al-Quran itu sendiri boleh menjadi sebab kepada seseorang untuk memeluk agama Islam sama ada menerusi isi, bahasa, bacaan, lagu, suara, hiasan, nilai ekonomi bahkan tulisan atau kaligrafinya. Begitu pula ia menakutkan dan menggerunkan musuhnya menerusi isi, bahasa, bacaan, lagu, suara, hiasan, nilai ekonomi bahkan tulisan atau kaligrafinya. Ramai orang memeluk al-Quran dengan karakter al-Quran dan tidak sedikit pula yang memusuhinya bahkan menyeru untuk berperang melawannya seperti disebutkan al-Quran sendiri dengan ayatnya yang bermaksud: "Dan orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar al-Quran ini dan tentanglah ia (dengan nyanyian dan jeritan riuh rendah serta tepuk sorak), supaya kamu berjaya (mengganggu bacaan atau menenggelamkan suara pembacanya)" (Surah Fussilat: 26)

    Antara orang yang pernah menentang al-Quran ialah seorang profesor Matematik dan logik di Universiti Toronto, Kanada bernama Gary Miller. Pada 1977, beliau membuat keputusan untuk mengkaji al-Quran dengan tujuan mencari kesilapan dan kesalahan ilmiah dan sejarah yang ada di dalamnya.

    Dia berharap dengan kajian itu boleh membantu rakannya, pendakwah Kristian untuk mengelirukan umat Islam dan mengajak mereka keluar daripada agama Islam dan memeluk Kristian. Pihak gereja dan yang berkepentingan menyokong tujuan 'mulia' ini dan memberikan apa jua keperluan kewangan dan moral bagi menjayakannya.

    Apa yang diinginkan manusia lain dengan apa yang diinginkan oleh Allah dan yang pasti akan berlaku ialah apa yang diinginkan Allah, maka takdir yang baik menyebelahi Prof Miller dan kemudian membawanya untuk memeluk Islam setahun kemudian iaitu pada 1978 selepas menamatkan kajiannya. Kajiannya ini kemudian dibukukan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan tajuk al-Quran al-Muzhil (al-Quran Yang Mempesona) atau tajuk asalnya The Amazing al-Quran. Beliau menukar namanya menjadi Abdul Ahad Omar kemudian bekerja sebagai pensyarah di University of Petroleum and Mines, Dhahran, Saudi Arabia hingga ke hari ini masih menjadi pendakwah antarabangsa dan banyak menulis mengenai Islam.

    Perkara pertama yang menarik perhatian Prof Miller ialah cabaran al-Quran yang mendakwa bahawa di dalamnya tidak ada kesalahan atau kesilapan apa pun juga. Beliau berkata: "Tidak ada seorang penulis pun di dunia ini yang memiliki keberanian kemudian dia menulis buku dan mendakwa bahawa bukunya itu tidak ada sebarang kesalahan mahupun kesilapan kecuali al-Quran, bahkan ia mencabar seandainya anda mencari-cari kesalahan itu anda pasti tidak akan menemukannya."

    Beliau juga mengungkapkan kepesonaannya terhadap al-Quran dengan mengambil contoh bahawa dalam al-Quran ada satu surah yang diberi nama Surah Mariam yang mana di dalamnya ada diberitakan mengenai kemuliaan beliau yang tidak dijumpai di mana-mana kitab suci lainnya. Kita tidak menemukan surah yang dijoloki nama orang kesayangan Nabi SAW seperti Aisyah dan Fatimah. Malah nama baginda pun tidak banyak disebut al-Quran iaitu hanya lima kali jika dibandingkan dengan nama Nabi Isa as yang disebut sebanyak 25 kali.

    Penentang kebenaran al-Quran mendakwa bahawa syaitanlah yang mengajarkan al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW tetapi bagaimana di dalam al-Quran ada ayat yang maksudnya: "Oleh itu, apabila engkau membaca al-Quran, maka hendaklah engkau (terlebih dulu) memohon perlindungan kepada Allah daripada hasutan syaitan yang kena rejam." (Surah al-Nahl: 98)

    Dr Miller berkata: "Seandainya aku berada dalam keadaan Rasulullah bersama Abu Bakar di gua di mana seandainya seorang daripada pengepungnya melihat ke bawah pasti mereka akan ternampak, maka jawapan ketakutan Abu Bakar akan dijawab secara semula jadi dengan ucapan 'mari kita cari jalan belakang' atau 'diam, jangan berkata-kata'. Akan tetapi Rasulullah SAW menjawab dengan tenang: "Janganlah engkau risau sesungguhnya Allah bersama kita." Adakah jawapan ini boleh dikeluarkan oleh seorang penipu atau jawapan seorang nabi yang percaya seratus peratus kepada pertolongan Allah?

    Surah al-Masad (Tali Yang Dipintal) iaitu surah nombor urut 111 dalam al-Quran diturunkan 10 tahun sebelum matinya Abu Lahab. Ini bermakna bahawa di hadapan Abu Lahab ada sebanyak 365 x 10 = 3,650 peluang untuk membuktikan bahawa al-Quran adalah satu khayalan dan pembohongan. Selama itulah ada cabaran tetapi Abu Lahab tetap dalam kekufuran dan kekafirannya dan tidak tergerak hatinya untuk masuk Islam walaupun secara pura-pura. Surah ini sampai hari ini masih dibaca, bagaimana Rasulullah SAW yakin atas kebenaran yang dibawanya selama 10 tahun dan Abu Lahab sememangnya tidak akan memeluk Islam. Keyakinan ini membuktikan bahawa al-Quran memang wahyu Allah yang mengetahui segala sesuatu dan ia diturunkan kepada nabi terakhir yang diutus untuk umat manusia, Muhammad SAW.

    Prof Abdul Ahad juga merujuk kepada New Catholic Encyclopaedia dalam topik 'al-Quran' dikatakan bahawa walaupun banyak kajian dan percubaan untuk mengelirukan kebenaran al-Quran tetapi pada akhirnya: "Selama berabad-abad muncul banyak teori mengenai sumber al-Quran tetapi tidak satu pun daripada teori itu boleh diguna pakai oleh seorang yang berakal." Beliau menambah ada gereja yang pada mulanya teruja untuk mengadaptasi teori berkenaan tetapi pada akhirnya mereka semua menolaknya dan malangnya mereka tidak berani untuk mengakui kebenaran teori umat Islam. Apa pendapat anda? Adakah anda masih meragui kebenaran al-Quran yang mempesonakan? Terima kasih Profesor Abdul Ahad.

    Sum79

    • *
    • THE TRUTH IS OUT THERE!!
      • View Profile
    Reply #8 04 March, 2010, 01:51:57 AM
  • Publish
  • [bDalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

    "Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)

    Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

    Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".

    Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

    Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

    Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

    ---------------------------------
    sumber "The Miracles of The Quran" Karya Harun Yahya [/b]
    "It's better to be hated for what you are, than to be loved for what you're not..." - Kurt Cobain

    Nur^ Iman

    • *
    • I am proud to be a MUSLIM
      • View Profile
    Reply #9 09 November, 2010, 02:48:56 PM
  • Publish
  • 14 abad lalu, Tuhan telah menurunkan kitab suci Al-Qur'an kepada umat manusia sebagai satu kitab panduan. Dia menyeru manusia agar berpegang kepada kitab ini sebagai jalan untuk mendapatkan kebenaran. Bermula saat ianya diwahyukan sehingga ke saat pengadilan kelak, kitab suci ini akan kekal sebagai satu-satunya panduan bagi umat manusia.

    Gaya uslub dan ketinggian hikmah yang tiada tandingan yang terdapat di dalam kitab ini adalah bukti yang amat jelas bahawa ianya adalah kalam suci Tuhan. Sebagai tambahan, kitab ini mengandungi ciri-ciri keajaiban yang membuktikan bahawa ianya adalah wahyu kudus dari Tuhan. Satu dari ciri-ciri ini ialah kenyataan bahawa sejumlah kebenaran saintifik yang hanya mampu disingkap melalui kemajuan teknologi di abad ke 20 ini sebenarnya telah pun diungkapkan di dalam Al-Qur'an 1400 tahun dahulu.

    Sudah tentu Al-Qur'an bukanlah sebuah kitab sains. Tetapi, banyak fakta-fakta saintifik yang dinyatakan secara jelas dan dengan cara yang amat mendasar dalam surahnya hanya mampu disingkap melalu kecanggihan teknologi abad ke 20. semua fakta ini tidak diketahui ketika masa penurunan wahyu dan ini juga adalah bukti bahwa Al-Qur'an adalah kalam Tuhan.

    Untuk memahami keajaiban saintifik Al-Qur'an, pertamanya kita akan melihat tahap kemajuan sains ketika mana kitab suci ini diturunkan.

    Pada abad ke 7, ketika Al-Qur'an diwahyukan. Masyarakat arab telah pun memiliki kepercayaan khurafat dan yang tidak berasas yang berkaitan dengan isu-isu saintifik. Kedaifan peralatan teknologi untuk menyelidiki alam semesta dan bumi menyebabkan masyarakat ini mempercayai kepada legenda-legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi, mereka mendakwa sebagai contoh, bahawa gunung-ganang menongkat langit, mereka percaya bahawa bumi adalah datar dan bahawa di sana terdapat gunung-gunung yang tinggi terletak di setiap penghujungnya. Mereka menyangkakan bahawa gunung-gunung ini adalah tiang yang menyebabkan kubah langit di atas.

    Tetapi, semua kepercayaan khurafat masyarakat arab ini ditolak oleh Al-Qur'an. Dalam surah Ar-Ra'd ayat ke 2 dinyatakan: Tuhanlah Dia yang meninggikan langit-langit tanpa tiang Ayat ini telah membatalkan kepercayaan bahawa langit yang berada di atas kerana sokongan gunung-ganang. Dalam banyak subjek lain, fakta-fakta penting telah dinyatakan ketika mana tiada seorang pun yang dapat mengetahuinya.

    Al-Qur'an diturunkan ketika umat manusia hanya mengetahui sedikit mengenai astronomi, fizik atau biologi yang mengandungi fakta mengenai pelbagai subjek seperti penciptaan alam semesta, manusia, struktur atmosfera dan keseimbangan yang membenarkan kehidupan di atas muka bumi. Sekarang, mari kita lihat beberapa keajaiban saintifik yang dinyatakan di dalam kitab suci Al-Qur'an bersama-sama.

    Asal usul alam semesta diterangkan dalam Al-Qur'an dalam ayat berikut;

    Dia adalah maha Pencipta langit dan bumi. Surat al-An'aam:101.

    Maklumat yang dinyatakan dalam Al-Qur'an ini adalah satu fakta yang sangat tepat dan selari dengan penemuan sains kontemporari. Kesimpulan yang dicapai dalam bidang astrofizik hari ini ialah bahawa alam semesta, bersama-sama dengan dimensi benda dan masa, telah terhasil melalui satu letupan yang besar yang terjadi ketika masa-sifar. Fenomena ini yang dikenali sebagai Big Bang membuktikan bahawa alam semesta telah diciptakan dari ketiadaan sebagai satu produk, dari satu letupan titik tunggal. Golongan saintifik moden percaya bahawa Big Bang adalah satu-satunya penerangan paling rasional dan fakta yang dapat dibuktikan mengenai permulaan dan asal kewujudan alam semesta.

    Sebelum fenomena Big Bang terjadi, tidak terdapat sebarang benda yang wujud. Dalam keadaan tanpa sebarang kewujudan kebendaan, tenaga atau masa, dan yang mana hanya dapat diterangkan secara metafizik, semuanya ini sebenarnya telah diciptakan. Fakta ini, yang baru diketahui melalui kajian dalam bidang fizik moden, telah dinyatakan dalam Al-Qur'an 1400 tahun lalu.

    Dalam Al-Qur'an yang diwahyukan 1400 tahun lalu, ketika pengetahuan tentang astronomi masih sedikit, fakta mengenai pengembangan alam semesta telah diterangkan seperti berikut;

    Dan langit itu Kami bina dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (Surah az-Dzariyat;47)

    Perkataan 'langit' yang dinyatakan dalam ayat di atas digunakan dalam banyak tempat dalam Al-Qur'an yang bermaksud ruang angkasa dan cakerawala. Di sini sekali lagi, perkataan ini digunakan untuk maksud ini. Dalam perkataan lain, Al-Qur'an mendedahkan hakikat mengenai proses pengembangan alam semesta. Dan ini merupakan puncak kesimpulan yang diputuskan oleh dunia sains hari ini.

    Sehingga penghujung abad ke 20, pandangan yang paling masyhur dalam dunia sains ialah bahawa 'alam semesta mempunyai sifat konstan (statik) dan telah wujud tanpa keterbatasan masa'. Kajian, pemerhatian dan pengiraan yang dijalankan melalui seluruh insfranstruktur teknologi moden, sebenarnya telah menunjukkan bahawa alam semesta telah wujud dalam masa yang terbatas dan berkembang secara konstan.

    Pada permulaan abad ke 20, seorang ahli fizik Russia Alexander Friedmann dan ahli kosmologi Belgium George Le'maitre telah membuat pengiraan secara teori bahawa alam semesta adalah dalam keadaan pergerakan yang berterusan dan ia sebenarnya berkembang.

    Fakta ini juga telah dibuktikan melalui data dari pemerhatian yang dijalankan pada tahun 1929. Edwin Hubble seorang ahli astronomi Amerika yang membuat pemerhatian di langit dengan menggunakan teleskop, mengisytiharkan bahawa bintang-bintang dan galaksi-galaksi bergerak menjauhi antara satu sama lain secara berterusan. Sebuah alam semesta di mana semua benda di dalamnya secara konstan bergerak menjauhi sesama mereka, jelas menggambarkan pengembangan alam semesta itu. Pemerhatian yang dijalankan dalam tahun berikutnya mengesahkan bahawa alam semesta adalah berkembang secara berterusan. Fakta ini telah di jelaskan dalam Al-Qur'an ketika mana hal ini masih belum lagi pernah diketahui oleh manusia. Ini adalah kerana Al-Qur'an adalah kalam Tuhan, maha Pencipta dan Pemerintah bagi seluruh alam semesta.
     
    Sepotong ayat mengenai penciptaan langit dinyatakan sebagai berikut.ayat.

    "dan apakah orang-orang kafir itu tidak melihat bahawasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu (satu unit penciptaan), kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakan mereka tiada juga beriman?". (Surah Al-Anbia: 30)

    Kalimah 'ratq' diertikan sebagai dijahit yang bermaksud 'dikumpul bersama, dicampur' dalam kamus bahasa arab. Ianya digunakan untuk merujuk dua intipati yang berbeza yang membina suatu yang menyeluruh. Frasa 'Kami membuka jahitan; adalah perkataan fataq dalam bahasa arab dan menggambarkan bahawa sesuatu yang diwujudkan dengan membelah bahagian atau memusnahkan struktur ratq. Biji benih yang tumbuh bertunas dari tanah adalah satu contoh frasa ini.

    Sekarang mari kita perhatikan sejenak ayat ini sekali lagi dengan menyimpan pemahaman ini di dalam minda. Di dalam ayat tersebut, langit dan bumi pada status pertamanya adalah berbentuk ratq. Kedua-duanya di pisahkan (fataqa) dengan kemunculan satu dari yang satu lagi. Apa yang menarik, apabila kita mengingati saat pertama fenomena Big Bang kita melihat bahawa satu titik tunggal mengandungi semua material alam semesta.

    Dalam perkataan lain, setiap benda termasuk langit dan bumi yang masih belum diciptakan lagi, juga termasuk di dalam titik tunggal ini dalam keadaan ratq. Titik ini kemudiannya meletup dalam satu letupan yang besar, menyebabkan materialnya menjadi fataq dan proses ini membentuk keseluruhan struktur alam semesta. Apabila kita membandingkan pernyataan di dalam ayat Al-Qur'an di atas dengan penemuan saintifik, kita mendapati bahawa kedua-duanya berada dalam keserasian yang sempurna di antara satu sama lain. Apa yang cukup menarik perhatian ialah penemuan ini tidak diketahui sehingga abad ke 20.

    I am proud to be a MUSLIM

    Nur^ Iman

    • *
    • I am proud to be a MUSLIM
      • View Profile
    Reply #10 09 November, 2010, 02:49:08 PM
  • Publish
  • ORBIT

    Ketika menerangkan mengenai bulan dan matahari dalam Al-Qur'an, ianya ditekankan bersama bahawa setiap satunya mempunyai laluan orbit tertentu;

    Dia yang menjadikan malam dan siang, matahari dan bulan, setiap mereka berenang di falak (tempat peredarannya). (Surah al-Anbiya; 33)

    Dalam ayat lain dinyatakan juga bahawa matahari sebenarnya bukan objek yang statik tetapi juga mempunyai orbitnya tertentu;

    Dan matahari beredar di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang maha Perkasa dan maha Mengetahui. (Surah Yaasin;38)

    Fakta yang dikemukakan dalam Al-Qur'an ini telah ditemui melalui pemerhatian astronomi hari ini. Berdasarkan kepada kiraan pakar-pakar astronomi, matahari bergerak dalam kelajuan yang besar selaju 720, 000 km sejam mengarah ke bintang Vega dalam satu orbit tertentu dalam sistem Solar Apex. Ini bererti matahari bergerak sejauh 17,280,000 km sejam secara anggaran. Bersama-sama dengan matahari, dan semua planet dan satelit yang berada dalam lingkungan sistem graviti matahari (sistem solar) juga turut bergerak pada jarak yang sama. Sebagai tambahan, semua bintang dalam alam semesta adalah berada dalam satu persamaan pergerakan yang telah ditentukan.

    Lanjutan hal ini, iaitu alam semesta dipenuhi dengan lintasan dan orbit telah dimaktubkan di dalam Al-Qur'an;

    Demi langit yang mempunyai jalan-jalan. (Surah az-Dzariyat;7)

    Terdapat lebih kurang 200 bilion galaksi dalam alam semesta, yang mengandungi hampir 200 billion bintang setiap satu. Kebanyakan dari bintang-bintang ini mempunyai planet-planet dan kebanyakan dari planet ini mempunyai satelit. Semua objek-objek langit ini bergerak menepati orbit-orbit yang telah dicongak. Untuk berapa juta tahun, semuanya 'berenang' melintasi orbit masing-masing dalam keseimbangan dan susunan yang sempurna bersama-sama dengan yang lain. Selanjutnya, bilangan komet yang banyak juga bergerak bersama dalam orbit-orbit yang telah ditentukan untuk mereka.

    Orbit-orbit dalam alam semesta bukan sahaja dimiliki oleh jasad-jasad langit ini, tetapi juga dimiliki oleh galaksi-galaksi yang bergerak pada kelajuan yang besar dalam orbit-orbit yang telah ditetapkan. Sewaktu dalam pergerakan, tidak ada satupun objek langit ini yang memotong orbit atau bertembung dengan objek lain.

    Suatu yang pasti, ketika Al-Qur'an di turunkan manusia tidak mempunyai sebarang teleskop seperti hari ini atau teknologi pemerhatian yang maju untuk memerhati jutaan kilometer ruang angkasa, dan juga tanpa pengetahuan fizik atau astronomi yang moden. Dengan hal ini, ianya suatu yang mustahil ketika itu untuk menentukan secara saintifik bahawa ruang langit 'dipenuhi dengan lintasan dan orbit' seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur'an. Bagaimanapun, hal ini secara jelas diterangkan kepada manusia dalam Al-Qur'an yang diwahyukan ketika itu -kerana Al-Qur'an sebenarnya adalah kalam Tuhan.

    BENTUK SFERA BUMI

    "Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Dia membungkuskan malam atas siang dan membungkuskan siang atas malam... (Surah Az-Zumar:5)

    Dalam Al-Qur'an, perkataan yang digunakan untuk menerangkan alam semesta adalah sangat penting. Kalimah arab yang diertikan sebagai 'membalut' dalam ayat di atas adalah 'takwir', dan dalam bahasa inggeris, ia bermakud 'menjadikan sesuatu membalut sesuatu yang lain, dililit sebagai satu pakaian yang terhampar. Sebagai contoh, dalam kamus arab perkataan ini digunakan untuk perbuatan membalut sesuatu mengelilingi suatu yang lain seperti mana orang yang memakai serban.

    Maklumat yang diertikan di dalam ayat mengenai siang dan malam yang membalut antara satu sama lain menyatakan maklumat yang tepat mengenai bentuk dunia. Fenomena ini hanya akan menjadi benar sekiranya bumi adalah berbentuk bulat. Ini bererti bahawa di dalam Al-Qur'an, yang diturunkan di abad ke 7, bentuk sfera bumi telah di disebutkan secara kiasan di dalamnya.

    Ianya harus diingat, bagaimanapun, bahawa pemahaman mengenai astronomi ketika itu melihat dunia secara berbeza. Ketika itu difikirkan bahawa bumi berbentuk dataran rata dan semua pengiraan saintifk dan penjelasan berdasarkan kepada kepercayaan ini. Ayat Al-Qur'an bagaimanapun telah memuatkan maklumat yang baru diketahui beberapa abad sebelum ini, oleh kerana Al-Qur'an adalah kalam Tuhan, perkataan yang paling tepat digunakan di dalamnya ketika menerangkan mengenai alam smesta.

    BUMBUNG PROTEKTIF.

    Dalam Al-Qur'an, Tuhan menarik perhatian kita kepada ciri-ciri yang sangat mengagumkan di atas langit;

    Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap terpelihara sedang mereka berpaling dari segala tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (Surah al-Anbiya; 32)

    Sifat istimewa langit ini telah dibuktikan melalui kajian saintifik yang dijalankan pada abad ke 20 ini.

    Ruang atmosefera yang mengelilingi bumi sebenarnya menjalankan fungsi yang sangat penting untuk mengekalkan kehidupan untuk wujud. Ketika memusnahkan meteor-meteor besar dan kecil ketika mendekati bumi, ia menghalangnya dari jatuh ke dalam bumi dan dari membahayakan makhluk hidupan.

    Sebagai tambahan, atmosfera menapis sinaran yang datang dari luar angkasa yang sangat membahayakan kepada hidupan. Apa yang menariknya, atmosfera menelap sinaran yang berguna dan berfaedah- cahaya nampak, tak nampak dan gelombang radio - untuk menembusinya. Semua jenis radiasi ini adalah sangat penting kepada kehidupan. Cahaya nampak, yang sebahagiannya dibenarkan menembusi dalam atmosfera adalah sangat diperlukan untuk menjalankan proses fotosintesis dalam tumbuhan yang membantu mengekalkan makhluk hidupan. Kebanyakan sinaran ultra violet dengan keamatan tinggi yang dipancarkan oleh matahari di telap keluar oleh lapisan ozon dalam atmosfera dan hanya membataskan -dan yang paling penting- bahagian kecil dalam spektrom ultra violet untuk mencecah permukaan bumi.

    Fungsi protefktif atmosfera tidak berakhir di sini. Atmosfera juga melindungi bumi dari kesan pembekuan dari luar angkasa, dengan suhu lebih kurang -270 darjah centigrade.

    Sebenarnya atmosfera tidak bersendirian dalam menjalankan fungsi perlindungan kepada bumi. Sebagai tambahan kepada atmosfera, Jalur Allan Velt, lapisan yang dihasilkan oleh medan magnet bumi, juga berfungsi sebagai perlindungan menentang radiasi yang merbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi merbahaya ini, yang secara berterusan dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lain berpotensi membawa maut kepada makhluk hidupan. Sekiranya Jalur Van Allan tidak wujud, letupan besar-besaran oleh tenaga yang dipanggil nyalaan solar (solar flares) yang kerap terjadi di matahari akan menghancurkan semua kehidupan dalam dunia.

    Dr Hugh Ross menyatakan hal ini mengenai kepentingan jalur Van Allen kepada kehidupan;

    Sebenarnya, bumi mempunyai kepadatan paling tinggi berbanding sebarang planet dalam sistem solar kita. Teras besar nikal-besi ini bertanggungjawab untuk medan magnet gergasi kita. Medan magnet ini menghasilkan perisai radiasi Van Allen yang melindungi bumi dari pengeboman radiasi. Sekiranya perisai ini tidak wujud, kehidupan tidak mungkin berada di bumi. Satu-satunya planet berbatu yang mempunyai medan magnet ialah Utarid- tetapi kekuatan medannya 100 kali lebih kecil berbanding medan magnet bumi, bahkan Zuhrah, saudara planet kita, tidak mempunyai sebarang medan magnet. Perisai radiasi Van Allen adalah satu rekaan yang unik kepada bumi.

    Tenaga yang dipancarkan dari salah satu pembakaran yang dikesan baru-baru ini telah dikira dan dipastikan adalah bersamaan dengan 100 juta kali ganda bom atom yang digugurkan di Hiroshima!!. 58 jam selepas letupan ini, jarum kompas magnetik diperhatikan menunjukkan pergerakan yang luar biasa dan 250 kilometer di atas atmosfera bumi, suhu jatuh mendadak kepada 2500 darjah selsius.

    Ringkasnya, sebuah sistem yang sempurna sedang bekerja di luar permukaan bumi. Ia mengelilingi dunia kita dan melindunginya dari ancaman luar. Saintis hanya menyedari hal ini beberapa tahun lalu. Tetapi Tuhan telah menerangkan kepada kita dalam Al-Qur'an mengenai atmosfera bumi yang berfungsi sebagai perisai pelindung 14 abad lalu.

    PENGITARAN DI ATAS LANGIT.

    Ayat ke 11 dalam surah at-Tariq, merujuk kepada fungsi 'pembalikan' langit;

    Demi langit yang mempunyai (sistem) pengitaran. Surat at-Tariq;11.

    Perkataan yang ditafsirkan sebagai 'kitaran' dalam penerjemahan Al-Qur'an juga bermaksud 'menghantar balik' atau 'pengembalian'.

    Seperti yang diketahui, atmosfera yang mengelilingi bumi mengandungi beberapa lapisan. Setiap lapisan memberikan tujuan penting bagi faedah kehidupan. Kajian telah menunjukkan bahawa semua lapisan ini menjalankan fungsi pemantulan material atau sinaran yang bergerak ke arahnya keluar semula ke luar angkasa atau turun kembali ke bumi. Sekarang kita akan meneliiti beberapa contoh fungsi 'pengitaran' yang dimainkan oleh lapisan-lapisan yang mengelilingi ruang langit bumi.

    Troposfera, setinggi 13 hingga 15 kilometer di atas permukaan bumi membantu mengkondensasikan wap air yang naik ke udara dari permukaan bumi sebagai titisan hujan.

    Lapisan ozon, pada ketinggian 25 kilometer, memancarkan semula sinaran merbahaya dan cahaya ultra violet yang datang dari luar angkasa kembali ke luar.

    Lapisan ionosfera memancarkan liputan gelombang radio dari bumi kembali ke bahagian lain dalam bumi, sama seperti komunikasi satelit pasif, yang menyebabkan komunikasi tanpa wayar, radio dan siaran liputan televisyen dapat dilakukan untuk jarak yang lebih jauh.

    Lapisan magnetosfera pula berfungsi mengembalikan zarah radioaktif merbahaya yang dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lain kembali semula ke angkasa lepas sebelum sampai ke bumi.

    Fakta mengenai sifat-sifat lapisan-lapisan atmosfera, yang baru diketahui baru-baru ini telah diumumkan berabad lamanya dalam Al-Qur'an, sekali lagi menunjukan bahawa Al-Qur'an sebenarnya adalah kata-kata Maha Suci Allah.

    LAPISAN ATMOSFERA

    Satu kenyataan telah disebut di dalam Al-Qur'an bahawa alam semesta ini mempunyai 7 lapisan;

    Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak terhadap langit, lalu di jadikanNya 7 lapisan langit. Dan Dia maha Mengetahui segala sesuatu. (Surah al-Baqarah; 29)

    Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Surah Fusilat; 12)

    Perkatan 'langit-langit', yang mana banyak di sebut di dalam ayat Al-Qur'an merujuk kepada langit di atas bumi dan merangkumi juga seluruh alam semesta. Makna perkataan tersebut bermaksud langit di bumi ataupun atmosfera yang terdiri daripada 7 lapisan.

    Kajian kontemporari mendapati bahawa atmosfera dunia terdiri daripada pelbagai lapisan yang saling tindih menindih di antara satu sama lain, tambahan lagi lapisan ini telah digambarkan di dalam Al-Qur'an secara tepat.

    Berdasarkan kajian saintifik yang telah dijalankan, subjek ini digambarkan seperti berikut;

    Para saintis telah menemui bahawa atmosfera terdiri daripada beberapa lapisan, lapisan tersebut berbeza dari sudut fizikal berdasarkan tekanan atmosefera dan kandungan gas. Lapisan atmosefera yang paling hampir kepada permukaan bumi di panggil troposfera, yang mengandungi lebih kurang 90% jumlah jisim atmosfera, manakala lapisan di atas troposfera dipanggil stratosfera, kemudian diikuti dengan ozonosfera di mana penyerapan sinaran ultra ungu berlaku, kemudian diikuti dengan mesosfera, dan termosfera yang terdiri dari sebahagian gas ionyang dipanggil ionosfera. Bahagian yang paling luar dipanggil eksosfera yang merentang sejauh 480 km sejauh 960 km.

    Jika kita perhatikan bilangan lapisan yang tersebut, kita akan mendapati atmosfera sebenarnya mempunyai 7 lapisan persis seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

    Keajaiban yang penting sekali yang disebut dalam ayat ini 'Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya' di dalam surah Fusilat ayat ke 12. Di dalam perkataan lain, Tuhan telah menyatakan bahawa Dia telah menetapkan setiap tingkat langit itu dengan tugas dan fungsi tertentu. Kebenaran ini telah dilihat di bahagian pertama tadi, setiap lapisan mempunyai peranan penting untuk kebaikan hidupan semua manusia dan hidupan di muka bumi ini. Setiap lapisan mempunyai fungsi yang khusus, bermula dari fungsi pembentukan hujan sehingga kepada perlindungan daripada ancaman radiasi berbahaya, dan dari memancarkan gelombang radio sehingga menghalang ancaman meteor yang memusnahkan.

    Salah satu dari pelbagai fungsi ini, sebagai contoh, telah dinyatakan dalam sebuah sumber saintifik sebagai berikut;

    Atmosfera bumi mempunyai 7 lapisan. Lapisan yang paling rendah dipanggil troposfera. Hujan, salji dan angin hanya terjadi di troposfera.

    Ini adalah satu penemuan fenomena yang menakjubkan, yang tidak dapat diperolehi tanpa kemajuan teknologi abad ke 20 sebagaimana yang telah nyata disebut dalam Al-Qur'an 1400 tahun dahulu.

    harun yahya, an invatation of the truth

    2ming

    • *
    • Mencari keredhaan Allah S.W.T
      • View Profile
    Reply #11 09 November, 2010, 02:56:42 PM
  • Publish
  • Bismillahirrahmanirrahim.

    Assalamualaikum wbh.

    Logik dari kewujudan laman web ini adalah kewujudan kitab suci Al-Quran al karim itu sendiri.

    Kita mempelajarinya semasa kecil, bagaimana membacanya dengan tajwid yang betul, tetapi hanya segelintir daripada kita mengetahui makna ayat-ayat suci Al-Quran. Saya terpanggil untuk mendokumenkan Al-Quran terjemahan bahasa Melayu supaya pencarian Al-Quran terjemahan bahasa Melayu di laman web lebih banyak dan mudah dicapai.Sekarang ini laman web ini adalah yang ketiga menawarkan Al-Quran terjemahan bahasa Melayu, dan yang pertama menggunakan engine blog dengan domain .com supaya carian di search engine lebih mudah dicapai. Umum tahu engine blog wordpress memudahkan capaian robot search engine yang mencari data. Jadi kita berpendapat dengan wujudnya web ini akan lebih memudahkan carian maklumat mengenai ayat alQuran bahasa Melayu seluruh dunia.

    Ramai orang bukan Islam bila membaca Al-Quran dengan memahami maksudnya mereka terbuka hati dan kembali ke pangkuan Islam. Mereka ini lebih bertakwa dengan memahami Al-Quran. Kita yang lahir dalam masyarakat Islam seharusnya rasa rendah diri dan malu kerana masyarakat kita kebanyakkannya tidak memahami Al-Quran dan ini menyebabkan banyak gejala sosial berlaku di akhir zaman ini.

    Al-Quran & Terjemahan – Bezanya
    Terjemahan adalah pemilihan kata-kata oleh manusia berdasarkan ayat-ayat Al-Quran yang dibaca. Kitab Al-Quran yang sebenarnya adalah ayat-ayat dalam bahasa Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dalam bentuk wahyu sekitar Mekah dan Madinah dan dilindungi Allah swt sehingga ke akhir zaman. Al-Quran tidak mempunyai versi kerana ia hanyalah satu, sebuah kitab sahaja. Al-Quran adalah kata-kata dari Allah swt . Adalah diingatkan sekali lagi bahawa laman ini hanya terjemahan bukan kitab Al-Quran yang sebenar.

    Marilah kita bersama-sama membaca dan metelaah Al-Quran di masa lapang, sambil membaca Al-Quran di dalam bahasa Arab, marilah kita sama-sama memahami maksud Al-Quran dalam bahasa Arab itu. Tetapi dalam pada itu adalah diingatkan untuk memahami ayat yang tersirat maksudnya adalah perlu kita rujuk kepada ustad-ustad, lihat ayat tersebut dalam konteks. Kenapa ia diturunkan. Supaya kita tidak salah tafsir. Laman web ini menerangkan konteks bila dan kenapa surah diturunkan.

    Dari surah Al-i-Imran, ayat 7 :

        Dia lah yang menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci Al-Quran. Sebahagian besar dari Al-Quran itu ialah ayat-ayat “Muhkamaat” (yang tetap, tegas dan nyata maknanya serta jelas maksudnya); ayat-ayat Muhkamaat itu ialah ibu (atau pokok) isi Al-Quran. Dan yang lain lagi ialah ayat-ayat “Mutasyaabihaat” (yang samar-samar, tidak terang maksudnya). Oleh sebab itu (timbulah faham yang berlainan menurut kandungan hati masing-masing) – adapun orang-orang yang ada dalam hatinya kecenderungan ke arah kesesatan, maka mereka selalu menurut apa yang samar-samar dari Al-Quran untuk mencari fitnah dan mencari-cari Takwilnya (memutarkan maksudnya menurut yang disukainya). Padahal tidak ada yang mengetahui Takwilnya (tafsir maksudnya yang sebenar) melainkan Allah. Dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu ugama, berkata:” Kami beriman kepadanya, semuanya itu datangnya dari sisi Tuhan kami” Dan tiadalah yang mengambil pelajaran dan peringatan melainkan orang-orang yang berfikiran.

    Marilah kita mula membaca terjemahan dengan surah pembuka, ibu segala surah, –> Al- Fatihah

    Sekian, Wassalam.

    Reply #12 14 January, 2011, 09:09:30 AM
  • Publish
  • Al- Quran, selain fungsinya sebagai petunjuk dan hidayah dalam soal akidah, syariah, akhlak, dan muamalah, ia juga menjadi petunjuk terhadap seisi alam semesta ini. Dengan kata lain, al Quran dapat di jadikan sebagai sumber panduan utama kebenaran agama dan ilmu pengetahuan sains. Namun sesetengah pihak meragui kewujudan sains dalam al Quran.

    Jadi di sini, Iffah ingin berkongsi sedikit ilmu tentang sains dalam al Quran melalui pembacaan buku Cahaya di atas Cahaya (Nur fauqa Nur), iaitu hasil kajian Dr. Zaghul Raghib Muhammad Najjar, seorang proffesor dan pakar imu bumi (Geologi).

    Penciptaan langit dan bumi yg dibicarakan dalam al Quran

    "Maka aku bersumpah dgn tempat beredarnya bintang-bintang . Sesungguhnya sumpah itu sumpah yg besar kalau kamu mengetahui." (al Waaqiah 75-76)
    Maksudnya: Bintang-bintang merupakan salah satu ciptaan Allah yg maha indah dalam alam semesta ini. Keindahannya tergambarkan laksana gumpalan gas yg terbakar, bersinar dan menyala dgn zatnya sendiri. Bintang selalu menyalakan sinarnya selama berjuta juta tahun tanpa mati sekalipun di sebabkan oleh proses reaksi oleh nuklear yg terkenal dgn sebutan proses sublimasi nuklear.
    Kenapa Allah bersumpah dgn tempat-tempat beredarnya bintang (orbit) tetapi bukan bersumpah dgn bintang itu sendiri? sebab org2 arab jahiliah pada zaman Nabi Muhammad mengenal sumpah dgn tempat beredarnya bintang-bintang ,mereka mengatakan tempat beredarnya bintang2 itu adalah suatu yg maha agung,maka layak baginya untuk bersumpah dgnnya, kerana jauhnya tempat beredarnya bintang tersebut dari kita. Sekarang kita menemui kedalaman yg lebih dari maksud sumpah tersebut. Sesungguhnya memang benar tempat beredarnya bintang-bintang iaitu orbit adalah suatu ciptaan Tuhan yg sgt mengkagumkan bagi manusia, jarak yg terbentang antara manusia dgn matahari sekitar 150 juta km.
    (Dalam al Quran telah menceritakan tntg orbit, di mana tmpat bintang2 beredar! MasyaAllah... )

    "Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika ke dua2nya akan lenyap tidak ada seorangpun yg dapat menahan keduanya kecuali Allah. Sesungguhnya Dia adalah maha penyantun lagi maha pengampun." (Q.S. Faathir: 41).
    Apa yg di maksudkan di sini ialah kekuatan graviti bumi, graviti berkait erat dgn segenap sisi-sisi alam semesta.

    "Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap."(Q.S Fushhilat: 11)

    Sebenarnya alam kita telah mulai ada sejak terjadinya proses pemecahan materi kecil ke dalam partikel2 yg membentuk asap. Ini telah di jelaskan dalam al Quran surah al Fushilat ayat 11. Eksperimen membuktikan bahawa partikel tersebut apabila terpecah, maka ia akan membentuk gumpalan asapsesuai dgn firman Allah di atas. Pengertian asap sendiri secara ilmiah adalah material2  yg sebahagian besar dari material tersebut adalah gas. Unsur2 benda padat, di samping asap juga mempunyai unsur panas dan unsur berwarna hitam.
    Thabit bin Qurrah berkata: "Kerehatan badan bergantung kepada kurangnya makan. Kerehatan jiwa bergantung kepada kurangnya melakukan dosa. Kerehatan lidah bergantung kepada kurangnya bercakap. Dosa bagi hati umpama racun bagi badan."

    Reply #13 03 February, 2011, 01:18:29 AM
  • Publish
  • Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap,lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:"Datanglah kamu keduanya menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa".
    keduanya menjawab:"Kami datang dengan suka hati". (Fusshilat : 11)


    Daripada gambaran di atas, timbullah pertanyaan: Apakah langit dan bumi boleh berbicara? atau hal ini hanya sebagai kiasan? Ilmuwan Falak menyatakan,bahawa benda yang disebut sebagai benda langit (dengan iradah Allah SWT) adalah gumpalan material dan tenaga yang terkumpul di dalamnya. Gumpalan material ini membuatkan bumi menjadi planet yang dingin dan mempunyai lapisan ozon,lapisan air dan sesuai untuk segala kehidupan manusia,haiwan dan tumbuhan. Material ini juga menjadikan bulan berputaran dan tidak mempunyai lapisan gas,air dan tidak sesuai untuk kehidupan sebagaimana kehidupan yang terjadi di muka bumi.

    Reply #14 03 February, 2011, 01:19:12 AM
  • Publish
  • "Dan tidak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya,tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. "(Israa : 44)
    Langit dan bumi memang benar-benar bertasbih kepada Allah dengan sebenar-benar tasbih,tetapi kita tidak memahami. Al Quran mengisahkan letupan yang besar pada proses pertama penciptaan alam,menyebabkan proses perubahan material kecil (gram)menjadi gumpalan asap. Then Allah menjadikan daripada asap tersebut benda-benda langit. Sedangkan asap yang tersisa daripada proses tersebut memenuhi ruang di antara lapisan2 benda langit itu. hal ini digambarkan di dalam bahagian spektrum alam yang telah ditemui dalam kehidupan kita.

    Reply #15 03 February, 2011, 01:19:45 AM
  • Publish
  • Graviti Bumi

    "Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika ke dua2nya akan lenyap tidak ada seorangpun yg dapat menahan keduanya kecuali Allah. Sesungguhnya Dia adalah maha penyantun lagi maha pengampun." (Q.S. Faathir: 41).
    Apa yg di maksudkan di sini ialah kekuatan graviti bumi, graviti berkait erat dgn segenap sisi-sisi alam semesta.
    « Last Edit: 24 July, 2011, 03:27:05 PM by Iffah Muhsin »

    Reply #16 03 February, 2011, 01:21:54 AM
  • Publish
  • "(Iaitu) pada hari kami gulung langit seperti menggulung lembaran2 kertas.Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya,itulah suatu janji yang pasti akan kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan menepatinya.kemudian partikel ini meletus menjadi gumpalan asap dan daripada asap inilah diciptakan bumi untuk menggantikan bumi  dan langit unutk menggantikan langit."  (Anbiyaa: 104)

    Alam raya ini pada masa akan datang akan kembali ke material pertama kali ia diciptakan,iaitu ke dalam sebuah partikel kecil yang sangat padat,dan tidak ada yang mengetahui hal ini kecuali Allah SWT.
    « Last Edit: 03 February, 2011, 01:25:28 AM by Iffah Muhsin »

    Reply #17 03 February, 2011, 01:29:07 AM
  • Publish
  • "(Iaitu) pada hari kami gulung langit seperti menggulung lembaran2 kertas.Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya,itulah suatu janji yang pasti akan kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan menepatinya.kemudian partikel ini meletus menjadi gumpalan asap dan daripada asap inilah diciptakan bumi untuk menggantikan bumi  dan langit unutk menggantikan langit."  (Anbiyaa: 104)

    Alam raya ini pada masa akan datang akan kembali ke material pertama kali ia diciptakan,iaitu ke dalam sebuah partikel kecil yang sangat padat,dan tidak ada yang mengetahui hal ini kecuali Allah SWT.

    Al Quran mengisahkan hal ini dengan firmanNya:
    "Iaitu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan( demikian pula) langit." (Ibrahim: 48)

    Kisah penciptaan alam semesta yang dikisahkan dalam al-Quran sangat terperinci ,tersurat dalam enam ayat yang merangkum proses penciptaan, pemusnahan, dan proses penciptaan kembali dengan cara yang sangat indah,dan mengandungi mukjizat yang mengkagumkan. Manusia tidak dapat menggambarkan proses sebagaimana al Quran menggambarkannya.

    Reply #18 03 February, 2011, 01:34:14 AM
  • Publish
  • "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,lalu Dia bersemayam di atas arsy, Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat."(Al-a'raf: 54)
    Ini ialah ayat yang mengisahkan tentang proses penutupan malam pada siang dan siang pada malam merupakan sebuah simbolik yang indah. hal tersebut mengandungi kisah proses putaran bumi pada paksinya dihadapanmatahari. Ini adalah kerana apabila bumi tidak berputar pada paksinya dihadapan matahari, maka tidak akan ada proses penggantian siang dan malam sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan kita sampai waktu ini.

    Reply #19 03 February, 2011, 01:47:24 AM
  • Publish
  • Allah berfirman: "Maka langit telah berbelah dan menjadi merah mawar seperti kilapan minyak ."(Ar Rahman: 37)
    Ilmuwan moden telah menggambarkan pemancaran sejumlah bintang di langit dalam bentuk pancaran2 cahaya merah yang berkilau seperti firman di atas.Gambaran2 ini merupakan gambaran sifat2 akhirat. Yang anehnya sebahagian dari orang Islam meminggirkan gambaran dalam firman Allah dengan merujuk kepada pandangan2 orang2 Barat.

    « Last Edit: 24 July, 2011, 03:29:11 PM by Iffah Muhsin »

    divider3
    halaqahforum4