Makna Air Mata Insan

*

Author Topic: Makna Air Mata Insan  (Read 6695 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

18 October, 2008, 03:02:33 PM
  • Publish
  •  :)


    Menghias hati dengan menangis

    Oleh : Muhammad Nuh
     

    "Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (HR. Bukhari dan Muslim)
    Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.

    Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain
    Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

    Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An'am ayat 164. "...Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan."

    Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi.

    Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.

    Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung
    Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain.

    Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan. Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt.

    Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, "Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah."

    Menyadari bahwa surga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit
    Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam surga. Pikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. "Pasti, pasti saya akan masuk surga," begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.

    Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahwa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk surga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.

    Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal sepele: nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih surga.

    Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Albaqarah ayat 214. "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."

    Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih
    Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: surga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.

    "Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya." (QS. 80: 34-37)

    Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya.

    Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw. pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan. "Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)

    Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. Imam Ghazali pernah memberi nasihat, jika seorang hamba Allah tidak lagi mudah menangis karena takut dengan kekuasaan Allah, justru menangislah karena ketidakmampuan itu.
    « Last Edit: 24 April, 2009, 09:03:01 AM by Munaliza Ismail »
    “Dunia ini bagi orang beriman adalah ladang dzikir & akhirat akan menjadi panen bagi mereka.
    Mereka berjalan dengan memakai sarana syukur kepadaNya, hingga sampai pada anugerah-anugerah yg dikeluarkan dari perbendaharaan simpananNya. Sesungguhnya Dia Raja Yang Maha Mulia”

    Reply #1 20 March, 2009, 08:10:18 AM
  • Publish
  •  :)
    BACALAH....
    HAYATILAH...
    dan...
    RENUNG2KANLAH....
     :jaz:

    <a href="http://www.youtube.com/watch?v=8G_9rBjhzwc" target="_blank" class="aeva_link bbc_link new_win">http://www.youtube.com/watch?v=8G_9rBjhzwc</a>

    Reply #2 20 March, 2009, 08:43:48 AM
  • Publish
  •  :jaz:
    tersentuh hati ini
    akan pengorbanannya,akan kesusahannya,.
    hingga hari ini dpt ku merasai nikmat iman dan islam..

    ya Allah..ampunilah diri ini kerna sering lalai mengingati kekasihmu itu..

    iman eiqyn

    • *
    • jihad ilmu...!!!!!!
      • View Profile
    Reply #3 20 March, 2009, 09:00:44 AM
  • Publish
  • allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma sallahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..oli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahumallahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim.. allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..
    JIHAD ILMU!!!!

    Reply #4 20 March, 2009, 06:27:08 PM
  • Publish
  • :jaz:
    tersentuh hati ini
    akan pengorbanannya,akan kesusahannya,.
    hingga hari ini dpt ku merasai nikmat iman dan islam..

    ya Allah..ampunilah diri ini kerna sering lalai mengingati kekasihmu itu..


     :jaz:

    Reply #5 20 March, 2009, 06:35:08 PM
  • Publish
  • allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma sallahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..oli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahumallahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim.. allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..allahuma soli'ala saidina muhammad wabaarik wasallim..

    Ya Allah....Allahuakhbar!!!
    « Last Edit: 20 March, 2009, 06:39:59 PM by wildan salsabila »
    ::[Nota Buat Da'ie]::

    ::Apabila kita sendiri sering diuji dengan apa yang kita dakwahkan, itu petanda Allah sdg mendidik kita agar melaksanakan apa yg kita perkatakan. Bersyukurlah kerana Allah masih sudi mengingati kita dlm usaha kita mengingatkan manusia

    Reply #6 23 March, 2009, 11:36:34 AM
  • Publish
  • Assalamualaikum..
    cinta yg paling agung adalah cinta kita pada Allah n Rasul..
    jadi kita kenalah ikuta perintah Allah dengan ikut perintahNya dan tinggal larangan-Nya..

    Reply #7 14 April, 2009, 03:43:16 PM
  • Publish
  • sayu sungguh dan tersentuh jiwa ini, menginsafi apa yang dilihat, saat2 matipun NABI masih sempat mengingati UMATNYA, itulah pengorbanan NABI. KITA sebagai umatnya hendaklah muhasabah diri, menginsafi dan menyedari mati itu akan datang pada kita.

    nur zulaikha

    • *
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Reply #8 24 April, 2009, 08:49:50 AM
  • Publish
  • nabi masih menginati umatnya walaupun dlm menahan kesakitan sakaratulmaut...tidakkan kita mencintainya...sejauh manakah cinta kita kepada nabi kita?
    cintai saudaramu mendekati sunah dan suruhan
    rasulmu dan ALLAH
    cintai rasulmu mendekati mu kepada ALLAH...
    cintai ALLAH mendekati kamu dengan keredhaanNYA...

    fear Allah

    • *
    • Beramal kerana Allah
      • View Profile
    Reply #9 24 April, 2009, 09:32:32 AM
  • Publish
  • Rasulullah setiap pagi akan mendoakan umatnya..
    begitulah sanyangnya rasulullah dgn umatnye
    bagaimn pula kecintaan kt kata terhadap rasulullah?
    setakat mn kita mencontohinya..

    nur zulaikha

    • *
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Reply #10 24 April, 2009, 11:42:55 AM
  • Publish
  • setakat mana kita mencontohinya
    lihat dan kenali diri kita layakkah kita digelar sbgi umat Muhammad saw?

    nur zulaikha

    • *
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Reply #11 24 April, 2009, 11:44:25 AM
  • Publish
  • setakat mana kita mencontohi nabi kita?
    lihatlah dan kembali kepada diri sendiri.

    nur zulaikha

    • *
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Reply #12 24 April, 2009, 11:45:18 AM
  • Publish
  • cintailah rasulullah kerana mencintainya bermakna mencintai ALLAH

    nni

    • *
    • ingin kan kedamaian jiwa..
      • View Profile
    Reply #13 24 April, 2009, 03:30:03 PM
  • Publish


  • Akan masuk syurga seseorang tanpa dihisab kerana menangis mengingat dosa yang telah diperbuatnya

    ...........doakan sy sekali... waaaa...
    byk nye dosa x terkira.... klu bleh evrytime solat tu nak nangis2 mintak ampun pd Tuhan kan.
    Help me transforming into a good muslimah, please...

    http://hidupinas.blogspot.com/

    nur zulaikha

    • *
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Reply #14 24 April, 2009, 04:23:16 PM
  • Publish
  • hati yang menangis kerana menyesal akan dosa nescaya hidayah telah sampai kpdnya,...

    nur zulaikha

    • *
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Reply #15 24 April, 2009, 04:32:56 PM
  • Publish
  • hati yang sampai hidayah mudah untuk gentar dengan nama ALLAH SWT

    nur zulaikha

    • *
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Reply #16 24 April, 2009, 04:33:49 PM
  • Publish
  • mereka yg menangis krn ALLAH adalah manusia yang diberi hidayah dan manusia pilihan ALLAH untuk menerima hidayah...maka jagalah hidayah itu...

    nur zulaikha

    • *
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Reply #17 24 April, 2009, 04:41:46 PM
  • Publish
  • takutlah hati yang tidak menerima hidayah..

    takutlah sekiranya hidayah itu tak diterima bila kematian menghampiri kita

    acit

    • *
    • Ilahi anta maksudi wa redho ka matluubi
      • View Profile
    Reply #18 24 April, 2009, 07:16:55 PM
  • Publish
  • Hati yg sentiasa zikir itu akan kerap menanggis kerana melihat akan kebesaran,keagongan,jamal dan jalal Allah.
    "Berpanjangan lah ubudiyah zahir dan batin serta berkekalan lah
    hadir hati serta Allah".Wallahu a'lam bishowab

    ahmad_siddiqui

    • *
    • "Aku menyembuhkan jiwaku kerana perbuatannya."
      • View Profile
    Reply #19 29 April, 2009, 10:25:39 PM
  • Publish
  • seandainya hati ketemui hakikat pencariannya, nescaya ia hanyut di dalam lautan kerinduannya kepada Rab..
    "Aku hanyalah insan biasa yang menyatakan sesuatu hari ini, mungkin esok ku ubah kembali, dan mungkin lusa ku ubah lagi.." -Imam Abu Hanifah.

    divider3
    halaqahforum4