 10.04.08 194
Syukron
Beri: 0
Terima: 16
|
 |
« pada: 17 July, 2008, 02:18:16 PM » |
|
 Bersama Cinta Kita Berubah Cinta dan kasih sayang adalah ruh kehidupan dan pilar keselamatan bagi umat manusia. Apabila kekuatan gravitasi dapat menahan bumi dan bintang-bintang dari pertumbuhan satu sama lain, sehingga terselamatkan dari kehancuran, terbakar atau berguguran maka perasaan cinta dan kasih sayang menjadi tali perekat antara sesama manusia, sehingga tidak terjadi pertumbukan antara sesamanya yang dapat menghantarkan pada kehancuran. Sehingga dikatakan “Seandainya cinta dan kasih sayang telah mempengaruhi dalam relung kehidupan, niscaya manusia tiada lagi membutuhkan keadilan dan undang-undang.” Mengapa ?
Jika kita simak hamparan alam semesta, sesungguhnya Allah menciptakan semuanya dalam naungan keseimbangan cinta dan kasih sayangnya. Sehingga tiada satupun ciptaan Allah yang sia-sia. “Tidakkah engkau lihat dalam ciptaan Tuhan yang pemurah itu serba teratur.”(Al Mulk : 3). Bila kita perhatikan dan renungkan dengan seksama, terciptanya manusiapun adalah hasil pertautan cinta dan kasih sayang dua insan yang memadu cinta (An-Nisa’: 1)
Cinta adalah satu-satunya mutiara yang dapat memberikan keamanan, ketentraman dan kedamaian. Kita mencintai segala sesuatu dan segenap insan, bahkan mencintai kesulitan, rintangan dan tribulasi kehidupan yang menghadang di sekitar kita sebagaimana kita mencintai nikmat dan kesenangan. Karena rintangan dapat membangunkan semangat dan melahirkan kekuatan untuk menghadapi tantangan, menggerakkan dan membangkitkan jiwa untuk berbuat dan bertindak. Maka dengan cintalah seharusnya manusia bertindak, cinta dalam arti yang hakiki. Kenikmatan dan penderitaan muncul akibat mendapatkan yang cocok dan yang meleset.
Cinta, kata Syaikh Jasim Badr al Muthawwi’ adalah jalan pintas menuju perubahan. Betapa banyak jiwa yang berubah menjadi baik disebabkan oleh cinta. Berapa banyak akal yang terbenahi dikarenakan oleh cinta? Akan tetapi betapa tidak sedikit jiwa yang linglung, limbung dan hilang keseimbangan juga ‘gara-gara’ cinta? Dan betapa banyak lagi akal yang gila karena terserang virus cinta ?
Al Ash bin Rabi’, suami Zainab binti Muhammad saw, lari dari kota Mekkah karena lari dari Islam. Akhirnya Zainab menulis surat padanya karena dorongan rasa cinta, dan kembalilah Al Ash memenuhi panggilan cinta dan masuk Islam.
Thufail bin Umar Ad-Dausi, ketika telah memeluk Islam, istrinya pun datang menghampiri. Namun ia melarangnya seraya berkata, “Engkau telah menjadi haram bagiku!” “Mengapa” Tanya istrinya heran. “Aku telah memeluk islam”, jawabnya. Maka sang istri pun berkata, “Aku telah menjadi bagian dari dirimu dan engkau telah menjadi bagian dari diriku. Agamamu adalah agamaku, maka akupun memeluk Islam.” Itulah pernyataan keisalaman secara sadar dan murni karena dorongan cinta.
Itulah tanda bukti cinta bahwa ia tunduk kepada orang yang dicinta dan mendahulukannya daripada kepentingan sendiri. Namun menurut Ibnu Qoyyim cinta seseorang terhadap orang lain sejatinya untuk dirinya sendiri. Yakni meraup nikmat cinta untuk dirinya.
Bila kita cinta Allah, maka Allah pun akan mencintai kita dan melimpahkan rahmat serta ridha-Nya. Bila kita cinta Rosulullah saw tentu kita berharap mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Maka bila Anda cinta diri anda, selamatkan diri Anda dan berubahlah sejak sekarang. Allahu A’lam.
(Ns)/Sumber : Tarbiyah Dzatiyah )
|
“Dunia ini bagi orang beriman adalah ladang dzikir & akhirat akan menjadi panen bagi mereka. Mereka berjalan dengan memakai sarana syukur kepadaNya, hingga sampai pada anugerah-anugerah yg dikeluarkan dari perbendaharaan simpananNya. Sesungguhnya Dia Raja Yang Maha Mulia”
|
|
|
 31.03.08 11
Syukron
Beri: 0
Terima: 0
|
 |
« Jawab #1 pada: 18 July, 2008, 06:06:02 PM » |
|
Salam.. Saya nak membincangkan tentang isu duduk tahyat akhir.saya pelik kenapa ramai yang solat sampai tahyat akhir duduknya nak senget kan kepala dan badan ke arah kanan.Padahal kita dalam solat disuruh tegak mengadap kiblat.Kekadang rimas dibuatnya bila solat jemaah dengan orang sebegini.Dalam kajian,..cara sebegini boleh menyebabkan tulang bengkok.kurang elok...ada sesapa yang leh utarakan persoalan saya ni? http://ukhwah2u.blogspot.com
|
|
|
|
 06.12.09 5
Syukron
Beri: 0
Terima: 0
|
 |
« Jawab #2 pada: 06 December, 2009, 11:44:41 PM » |
|
Assalamualaikum Cinta.. sesungguhnya perkataan ini amat indah adn digemarai oleh golongan remaja dan muda. Hal ini kerana ia memberi kesan kpd pencinta dan yang dicintai tetapi ingatlah bahawasanya ia boleh menjadi madu kepada orang yang menggunakan dengan betul dan boleh menjadi racun kepada yang menyalahgunakan. Ingatlah bahawasanya CINTA YANG HAKIKI IALAH CINTA KEPADA ALLAH SWT........... sekian.......
|
|
|
|
|
 22.01.09 881
Syukron
Beri: 422
Terima: 204
|
 |
« Jawab #3 pada: 07 December, 2009, 12:18:29 AM » |
|
"Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu ( wahai kaum lelaki ), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya dan dijadikanNya di antara kamu ( suami isteri ) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan ( yang menimbulkan kesedaran ) bagi orang-orang yang berfikir. ” Q.S Ar-Ruum : Ayat 21
Ayat di atas merupakan jaminan bahawa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu kerana Allah ( setelah menikah ). Jadi tak perlu menunggu "jatuh cinta dahulu" baru berani menikah, atau pacaran dahulu baru menikah sehingga yang menyatukan adalah si syaitan durjana ( na’udzubillahi min zalik ). Jadi Islam jelas memberikan batasan-batasan, sehingga nantinya tidak timbul fenomena kerosakan pergaulan dalam masyarakat.
Wa'Allahualam..
|
|
|
|
|
|
|
|