Ciri Hamba-Hamba Allah yang Mencintai Allah SWT

Author Topic: Ciri Hamba-Hamba Allah yang Mencintai Allah SWT  (Read 15455 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

ria_firdaus

  • *
  • Posts: 194
    • View Profile
02 July, 2008, 04:02:31 PM
  • Publish Di FB
  •  :)


    Ciri Hamba-Hamba Allah yang Mencintai Allah SWT


    Ustadz Muhammad Arifin Ilham



    Saudara-saudariku yang kucintai karena Allah. Kali ini kita membahas tentang ciri hamba-hamba Allah yang mencintai Allah SWT.

    Yang pertama, Allah tujuan hidupnya, Allah ghayatuna.

    Yang kedua, sangat taat kepada Allah SWT, istiqomah, berpegang teguh pada syariat Allah SWT.

    Yang ketiga, mencintai mereka yang dicintai oleh Allah, (yaitu) para Rasul, para Anbiyya, para aulia, hamba-hamba Allah yang jujur, para syuhada, hamba-hamba Allah yang shaleh.

    Yang keempat, dengan sangat senang hati melakukan apa yang Allah perintahkan untuk dirinya, dan apa yang Allah larang untuk dirinya. Karena ia tahu perintah-larangan Allah untuk kemaslahatan dirinya.

    Yang kelima, selalu ingat kepada Allah, selalu berdzikir kepada Allah SWT. Selama berdzikir berarti selama itu ia bersama Allah.

    Yang keenam, mengunjungi rumah Allah, Ka'bah Baitullah, Haji bagi mereka yang mampu. Umroh demi umroh, mengunjungi rumah Allah, masjid, musholla, ia jaga shalat berjamaah.

    Kemudian mengunjungi nabi Muhammad SAW ke Madinah, ziarah, bershalawat kepada beliau, dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam hidupnya. Mencintai Allah berarti mencintai nabi Allah.

    Kemudian sangat senang membaca kalamullah, Al Qur'anul karim.

    Yang kesembilan, sangat senang menyampaikan ajaran Allah, mendakwahkan ajaran Allah, pada diri sendiri, keluarga, handai taulan, kepada siapa pun.

    Kemudian percaya yakin, benar-benar beriman kepada semua janji-janji Allah. Janji Allah di dunia, janji Allah di akhirat. Keyakinan kepada janji Allah melahirkan akhlaq yang mulia.

    Kemudian percaya yakin beriman ditolong oleh Allah. Inilah Allah janjikan dalam surat Yunus ayat 62.

        "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (QS. Yunus: 62-64)



    Sesungguhnya kekasih-kekasih Allah tidak takut apa yang akan terjadi, tidak bersedih apa yang sudah terjadi. Karena mereka benar-benar cinta, beriman kepada Allah, dan mereka hidup dalam ketaqwaan kepada Allah. Bagi mereka kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, dan itu pasti bagi mereka. Itulah kemenangan besar untuk mereka.

    Kemudian, selalu melakukan yang terbaik untuk Allah, jihad fii sabilillah. Kemudian merindukan perjumpaan dengan-Nya. Subhanallah. Dan sangat senang menikmati ibadah, khusyuk dalam beribadah, merupakan bukti cinta kepada Allah, kekasih menghadap kekasih. Bukankah kekasih senang bermesraan dengan kekasihnya. Waktu bermesraan dengan kekasih adalah waktu-waktu beribadah kepada-Nya.

    Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahailla anta astaghfiruka wa atubuilaik.

    « Last Edit: 02 July, 2008, 04:05:17 PM by ria_firdaus »
    “Dunia ini bagi orang beriman adalah ladang dzikir & akhirat akan menjadi panen bagi mereka.
    Mereka berjalan dengan memakai sarana syukur kepadaNya, hingga sampai pada anugerah-anugerah yg dikeluarkan dari perbendaharaan simpananNya. Sesungguhnya Dia Raja Yang Maha Mulia”

    halawah

    • *
    • Posts: 2590
    • İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
      • View Profile
    Jawab #1 03 July, 2008, 11:14:23 AM
  • Publish Di FB
  •  Semoga kita semua tercatat kedlm golongan ini.Amin
    Tahmid 33x  serta Takbir 3x
    İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
    hubungan dengan ukhuwahfıllah perpaduan Ummah seutuh

    zalwaualif

    • *
    • Posts: 35
    • JAUH TIDAK BERJARAK,DEKAT TIDAK BERSENTUH
      • View Profile
    Jawab #2 17 January, 2009, 06:18:14 PM
  • Publish Di FB
  • layakkah seorng yang berstatus hamba mencintai dan dicintai,kalau kekasih barula,

    halawah

    • *
    • Posts: 2590
    • İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
      • View Profile
    Jawab #3 17 January, 2009, 06:48:37 PM
  • Publish Di FB
  • Mmg ciri2 cinta Agung itu hanya Beriman kpd rukun yg 6 saja,

    jk lbh dr tu  = maknanya=ciri dr insan berhati mulia eee sukenyeee

    nur zulaikha

    • *
    • Posts: 516
    • cinta ALLAH ku dmbakn krn merindui rahmatNYA
      • View Profile
    Jawab #4 20 April, 2009, 12:47:48 PM
  • Publish Di FB
  • insyaallah kita tergolong dalam golongan orang yang dicintai ALLAH...amiin....

    tiada semanis cinta hanya cinta kepada ALLAH shj

    kerana ciri-ciri hamba Allah yang mencintai ALLAH cukup memadai dirinya mengenali ALLAH...

    dan dia tahu untuk meninggalkan apa yang dibenci ALLAH

    dan dia tahu apa yang amat disukai ALLAH
    cintai saudaramu mendekati sunah dan suruhan
    rasulmu dan ALLAH
    cintai rasulmu mendekati mu kepada ALLAH...
    cintai ALLAH mendekati kamu dengan keredhaanNYA...

    luqmannafi

    • *
    • Posts: 18
    • akhukum fillah
      • View Profile
    Jawab #5 20 April, 2009, 12:52:09 PM
  • Publish Di FB
  • Semoga Allah memudahkan kita untuk lebih bertakwa.......

    ya muqallibal qulub thabit qulubana 'ala deenik wa tho'ati wa 'ala thoriq dakwatik

    mardhiyyah

    • *
    • Posts: 220
    • iNNi AkhOfuLLah
      • View Profile
    Jawab #6 20 April, 2009, 02:04:09 PM
  • Publish Di FB
  • salam...
    kalau kita cinta dengan seseorang, mesti tak putus ingatan kita terhadapnya...
    kita kata kita cinta Allah..tapi, cara kita kadang-kadang tak sama macam kita cintakanNya..
    ya Allah, Engkau pautkanlah hati-hati kami dengan cinta kepadaMu..
    berikanlah kami peluang agar dapat menikmati cintaMu..amin..

    Tujuh Berulang

    • *
    • Posts: 24
      • View Profile
    Jawab #7 12 February, 2011, 10:44:51 AM
  • Publish Di FB
  •  :)

    Si hamba yang bertambah rasa kekerdilan diri dan kehambaannya kepada Tuhan bermunajat kepada Tuhan dengan penuh tawaduk:
    “Sesungguhnya Engkau jualah Tuhan Yang Maha Esa. Tiada sesuatu bersekutu dengan-Mu. Daku hanyalah hamba-Mu yang lemah, hina dan jahil. Di hadapan Wajah-Mu Yang Maha Mulia dan Maha Suci daku menyaksikan betapa lemah, hina dan jahilnya diriku.
    Engkau perlihatkan pakaian keindahan-Mu. Bukan Engkau memerlukan pakaian dan bukan juga Engkau menghijab Diri-Mu, tetapi jika tidak kerana pakaian keindahan-Mu nescaya hancur leburlah segala kewujudan yang menghadap kepada keagungan-Mu. Pakaian keindahan itu bukan menutupi Diri-Mu, kerana Engkau Maha Esa, mana mungkin ditutupi oleh sesuatu. Wujud kami jua yang Engkau selimuti dengan kelembutan pakaian keindahan-Mu, agar kami dapat bertetangga dengan kebesaran, kemuliaan, keperkasaan dan keagungan-Mu. Engkau berbuat demikian demi rahmat dan kasihan belas-Mu kepada kami.
    Engkau memiliki satu pakaian yang Engkau pakai bila menyamar. Di dalam penyamaran-Mu berdatanganlah penyanggahan, kerana Engkau tidak dikenal dalam penyamaran-Mu. Kekasih akan menunjukkan kebencian. Sahabat akan menunjukkan permusuhan. Seteru akan mempergiatkan fitnah. Besarlah huru-hara terjadi apabila Engkau menyamar. Ilahi! Daku bermohon kepada-Mu. Selamatkanlah daku daripada pengingkaran tatkala menerima kedatangan-Mu dalam penyamaran. Jadikan daku sentiasa mengenali-Mu ketika menyamar dan ketika menyata.
    Engkau Maha Cinta. Engkau mencintai agar Diri-Mu dikenali. Lalu Engkau perkenalkan Diri-Mu melalui nama-nama-Mu. Nama dan zat nama sendiri tidak berupaya mendatangkan kesan. Hanya Engkau, Zat yang memiliki segala kekuasaan dan kekuatan. Semuanya menumpang kekuasaan dan kekuatan Zat Diri-Mu Yang Maha Esa, Maha Tinggi. Sekaliannya menyaksikan bahawa: "Inna allah huala kuli sain khadir"
    ‘Sesungguhnya Allah jualah yang menguasai segala sesuatu’ ”.

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4917
      • View Profile
    Jawab #8 12 February, 2011, 12:48:11 PM
  • Publish Di FB
  • Jika benar cinta mu: should not complaint

    patut lebih bersyukur - diam diam lebih baik, jangan sampai tangan kiri tahu apa tangan kanan buat.....................

    patut minta maaf, minta ampun, minta kasih sayang limpahan rahmatNya
    sebab macamana mahu sembunyikan amal kebaikan pun, DIA tetap tahu

    jadi tentu saja lebih layak bersyukur

    maka Redha lah dia, qanaahlah dia,

    Inshallah

    .............. cu....kup .........lah                                                             ALLLAH                                 bagiku

    halawah

    • *
    • Posts: 2590
    • İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
      • View Profile
    Jawab #9 06 August, 2011, 04:01:52 PM
  • Publish Di FB
  •  :)

    Kita juga telah mengetahui, secara bahawa rezeki itu semuanya datang dari Allah dan dia berpegang kuat pada janji Allah,
    dinyatakan/disebutkan dalam Surah At-Talaq ayat 2-3:
    وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
    Yang bermakna: Barangsiapa yang bertaqwa pada Allah nescaya Dia (Allah swt) akan memberinya jalan keluar(segala masaalah) dan Allah swt jua memberinya rezeki dari arah yang tidak disagka-sangka.

    Seorang suami yang bertaqwa akan memimpin keluarganya ke arah kesejahteraan tanpa mengharapkan balasan dari mereka kerana dia sedar bahawa dia akan disoal tentang tanggungjawabnya di hadapan Allah nanti.

    Seorang isteri yang bertaqwa akan menjaga maruah diri dan rumahtangga bukan kerana manusia tetapi kerana Allah yang mengetahui segala sesuatu.

     Seorang anak tidak akan menyalah gunakan kebebasan yang diberikan oleh ibu bapanya kerana dia tahu bahawa Allah ada bersamanya.
    Perasaan taqwa juga akan membentuk satu masyarakat yang penyayang dan saling mengasihi antara satu sama lain.

    Bagaimana ini boleh berlaku?
    Hal ini boleh sahaja berlaku jika setiap Hamba Allah swt sedar dirinya ada tercantum dalam bab Ihsan..

    Dalam sebuah hadis, apabila Rasulullah saw ditanya tentang Ihsan,
     Baginda menjawab: “Ihsan itu ialah hendaklah kamu menyembah Allah seperti kamu melihat Nya, dan jika sekiranya kamu tidak dapat melihat Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

    Sekiranya kita memahami ibadah dalam erti katanya yang luas, ia mencakupi segala aspek kehidupan kita termasuklah hubungan kita sesama manusia.

     Jadi, seseorang yang bertaqwa akan menterjemahkan sifat ihsan dalam hubungannya dengan Allah dan juga dalam hubungannya sesama manusia.

     Sabda Baginda Rasulullah dalam satu lagi hadis:
    لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
    Maksudnya: Tidak sempurna iman seorang di antara kamu sehingga dia menyukai bagi saudaranya apa yang disukai buat dirinya.

    Hadis ini dengan terang menjelaskan bahawa salah satu syarat kesempurnaan iman ialah dengan kita mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita.

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    14 Replies
    5111 Views
    Last post 12 January, 2013, 01:39:25 AM
    by halawah
    10 Replies
    6703 Views
    Last post 12 January, 2013, 10:58:56 AM
    by halawah
    1 Replies
    2223 Views
    Last post 20 June, 2013, 02:25:49 PM
    by Ana Tholibah