Sakaratul Maut

*

Author Topic: Sakaratul Maut  (Read 22402 times)

0 Halaqian and 2 Guests are viewing this topic.

28 May, 2007, 10:30:59 AM
  • Publish
  • Dahsyatnya Sakaratul Maut, bersediakah kita untuk menghadapinya ?              


    "Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

    "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu !" Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya". (Qs. Al- An'am : 93).

    "Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang". (H.R. Ibnu Abu Dunya).
    Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

    Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka'at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Allah Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.


    "Assalamu'alaikum, yaa Nabi Alloh". Salam Malaikat Izrail,

    "Wa'alaikum salam wa rahmatulloh". Jawab Nabi Idris a.s.

    Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.

    Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya "menghadap". Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan "tamunya" itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.
    "Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita". pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).

    "Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)" kata Nabi Idris a.s.

    "Kenapa ?" Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

    "Buah-buahan ini bukan milik kita". Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: "Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram".
    Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.

    "Siapakah engkau sebenarnya ?" tanya Nabi Idris a.s.

    Aku Malaikat Izrail". Jawab Malaikat Izrail.

    Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

    "Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?" selidik Nabi Idris a.s serius.

    "Tidak" Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
    "Atas izin Allah, aku sekedar berziarah kepadamu". Jawab Malaikat Izrail.



    "Aku punya keinginan kepadamu". Tutur Nabi Idris a.s

    "Apa itu ? katakanlah !". Jawab Malaikat Izrail.

    "Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku". Pinta Nabi Idris a.s.
    Tanpa seizin Allah, aku tak dapat melakukannya", tolak Malaikat Izrail.

    Pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Allah, Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.

    Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Allah mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.
    "Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?" Tanya Malaikat Izrail.

    "Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti". Jawab Nabi Idris a.s.

    "Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu". Kata Malaikat Izrail.

    MasyaAlloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ?

    Bersediakah kita untuk menghadapinya ?
    " Berpuluh tahun kita meninggalkan asal usul kita, demi mencari pengertian sebuah kehidupan. Namun tidak salah untuk kita kembali jatuh cinta pada dunia yang pernah membesarkan kita, dan di sinilah bermulanya kehidupan sebenar "

    Reply #1 20 June, 2007, 07:25:03 PM
  • Publish
  • Quote
    "Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang". (H.R. Ibnu Abu Dunya).
    Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

    ..fikir2kanlah..
    "Aku hanyalah insan biasa yang menyatakan sesuatu hari ini, mungkin esok ku ubah kembali, dan mungkin lusa ku ubah lagi.." -Imam Abu Hanifah.

    Reply #2 29 October, 2007, 12:19:34 AM
  • Publish
  • Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut

        Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat iaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan. Hadith Rasulullah SAW. menerangkan: Yang bermaksud: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut.”

    Rombongan 1
        Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.

    Rombongan 2
        Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.

    Rombongan 3
        Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.

    Rombongan 4
        Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya.
     
    Rombongan 5
        Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu “Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga.” Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.

    Rombongan 6
       Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: “Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu.” Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?” Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.” Berkata ulamak Iblis: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami.” Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: “Bagaimanakah Zat Allah?”
    Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena. Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu.” Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi. Berkata Iblis: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.” Berkata orang yang dalam sakaratul maut: “Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, iaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya. Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini.” Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.

    Rombongan 7
        Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat. Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut. Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.” Iblis Dengan Ahli Neraka

        DALAM sebuah hadith diterangkan bahawa apabila penghuni neraka sudah sampai di neraka, maka di situ disediakan sebuah mimbar dari api, dipakaikan pakaian dari api, bermahkota dari api dan diikat iblis itu dengan tali dari api. Kemudian dikatakan kepada Iblis laknat: “Wahai Iblis, naiklah kamu ke atas mimbar dan bersyarahlah kamu kepada penghuni neraka.” Setelah Iblis menerima arahan maka dia pun naik ke atas mimbar dan berkata: “Wahai para penghuni neraka.” Semua orang yang berada dalam neraka mendengar akan ucapannya dan memandang mereka kepada ketua mereka iaitu Iblis. Kata Iblis: “Wahai orang-orang yang kafir dan orang-orang munafiq, sesungguhnya Allah SWT telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar bahawa kamu semua itu mati dan akan dihalau dan akan dihisab dan akan menjadi dua kumpulan. Satu kumpulan ke syurga dan satu kumpulan ke neraka Sa’ir.” Berkata Iblis lagi: “Kamu semua menyangka bahawa kamu semua tidak akan meninggalkan dunia bahkan kamu semua menyangka akan tetap berada di dunia. Tidaklah ada bagiku kekuasaan di atasmu melainkan aku hanya mengganggu kamu semua. akhirnya kamu semua mengikuti aku, maka dosanya adalah untuk kamu. Oleh itu janganlah kamu mengumpat aku, mencaci aku, sebaliknya umpatlah dari kamu sendiri, kerana sesungguhnya kamu sendirilah yang lebih berhak mengumpat daripada aku yang mengumpat.” Berkata Iblis lagi: “Mengapakah kamu tidak mahu menyembah Allah SWT sedangkan dia Allah yang menciptakan segala sesuatu?” Akhirnya Iblis berkata: “Hari ini aku tidak dapat menyelamatkan kamu semua dari seksa Allah, dan kamu juga tidak akan dapat menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari aku telah terlepas dari apa yang telah aku katakan kepada kamu, sesungguhnya aku diusir dan ditolak dari keharibaan Tuhan seru sekalian Alam.”
       
    Setelah mereka (ahli neraka) mendengar kata-kata Iblis itu maka mereka melaknati Iblis itu. Setelah itu Iblis dipukul oleh Malaikat Zabaniah dengan tombak dari api dan jatuhlah dia ke tempat yang paling bawah, dia kekal selama-lamanya bersama-sama dengan orang-orang yang menjadi pengikutnya dalam neraka. Malaikat Zabaniah berkata: “Tidak ada kematian bagi kamu semua dan tidak ada pula bagimu kesenangan, kamu kekal di dalam buat selama-lamanya.” Janganlah kita menjadi orang yang bodoh apabila kita tahu bahawa Iblis itu hanya menipu kita, Iblis itu adalah musuh ketat kita. Oleh itu janganlah sekali-kali kita ikut menjadi ahli keluarganya, selagi kita bernafas cepatlah kita kembali ke pangkal jalan kalau nafas sudah berhenti maka segala-galanya tidak berguna lagi. Mereka yang takut kepada Allah SWT adalah orang yang akan mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat, oleh itu sembahlah hanya kepada Allah. Orang yang takut kepada   Allah SWT adalah mereka ini disebut orang yang amanah, orang yang bersopan santun, orang yang menganggap semua orang Islam itu sebagai saudaranya. Mereka yang mencabar kekuasaan Allah SWT dengan berketuakan Iblis dan Syaitan adalah mereka ini dikenali sebagai kaki bohong, kaki pencuri, kaki judi, kaki arak, kaki dadah dan sebagainya. bagi mereka ini setiap yang sama dengan mereka adalah ahli atau kakitangan Iblis. Kerja mereka adalah menjatuhkan maruah mereka sendiri dan menghancurkan Islam.
    قل الحق ولو كان مرا

    http://luqmankhairi.blogspot.com/

    Reply #3 28 January, 2008, 06:11:28 PM
  • Publish


  • WAHAI SAUDARA SEAKIDAHKU, SUDAHKAH KAMU BERSIAP SEDIA DARI SEKARANG UNTUK MENGHADAPI MALAM PERTAMA DI DALAM KUBUR?

    WAHAI GENERASI MUDA YANG SELALU TERPEDAYA OLEH KESENANGAN, PERMAINAN DAN HIBURAN, SUDAHKAH KAMU BERSIAP SEDIA DARI SEKARANG UNTUK MENGHADAPI MALAM PERTAMA DI DALAM KUBUR?

    PERNAHKAH KAMU MENDENGAR BAHAWA ORANG MATI MENGERJAKAN SOLAT DI DALAM KUBURNYA?

    PERNAHKAH KAMU MENDENGAR BAHAWA ORANG MATI BERPUASA DI DALAM KUBURNYA?

    PERNAHKAH KAMU MENDENGAR BAHAWA ORANG MATI BERZIKIR DI DALAM KUBURNYA?

    JADIKANLAH LAILA HAILLALLAH SEBAGAI BEKALANMU DAN BACALAH SELAU PADA SETIAP MASA . DEMI ALLAH , SELEPAS KITA MATI, KITA TIDAK LAGI DAPAT MEMBACA LAILA HAILLALLAH...

    WAHAI SEKALIAN HAMBA ALLAH, RENUNGKANLAH DAN FIKIRKANLAH LIANG LAHAD YANG SEMPIT ITU. IA ADALAH TEMPAT ULAR DAN ULAT TANAH. IA AMAT MENGGERUNKAN! ADAKAH KAMU AKAN MAMPU BERSABAR TINGGAL DI DALAMNYA?

    " WAHAI SEKALIAN MANUSIA! DEMI ALLAH KALAULAH KAMU MENGETAHUI APA YANG AKU KETAHUI SEKARANG INI, NESCAYA KAMU AKAN SEDIKIT TERTAWA DAN BANYAK MENANGIS” (HADIS RIWAYAT AL-BUKHARI DAN MUSLIM)

    (Petikan daripada buku Sakratul Maut: Bersediakah Anda Menghadapinya karya Dr Aidh Abdullah Al-Qarni)

    http://menanti-di-barzakh.blogspot.com
    « Last Edit: 21 August, 2009, 09:40:30 AM by ummi Munaliza »

    Reply #4 05 February, 2008, 10:59:13 AM
  • Publish
  • Jiwa meregang...
    Tubuh pun bergetar-getar hebat, berbaur jeritan ketakutan
    atau linangan air mata bahagia kerana ingin bertemu
    Rabb-nya.
    Ditarik, dan dicabut dari setiap urat nadi, syaraf,
    dan akar rambut. Ini sebuah titah, ia harus kembali
    kepada pemilik-Nya.
    Allahu Akbar, janji-Mu telah tiba.

    Yaa Robbi..., alangkah sakit dan pedih.
    Perih laksana tiga ratus tusukan pedang, atau ringan
    bagaikan sebuah pengait saat dimasukkan dan ditarik
    dari gumpalan bulu yang basah. Duhai jiwa, seandainya
    engkau tahu bahawa sakaratul maut itu lebih ngeri dan
    dahsyat dari semua sketsa yang ada.

    Sayup terdengar lantunan ayat suci Al Qur'an, dan
    sesegukan air mata yang tumpah. Lalu, hening berbalut
    sepi.
    Semakin hening, bening..., menggantikan hingar bingar
    dunia di kala pagi yang penat dan siang yang
    meranggas. Diam pun menyisakan kepiluan, kesedihan
    atau berjuta kenangan. Dia telah pergi, dan tak akan
    pernah kembali.

    Yaa Allah..., inikah kepastian yang telah Engkau
    tetapkan?

    Di mana tumpukan harta yang telah terkumpul sekian
    lama? Pelayan yang setia, rumah mewah, kendaraan,
    kebun rindang dan subur, pakaian yang indah, dan
    orang-orang tercinta, dimanakah kini kamu berada?
    Semua telah direnggut kematian, dicampakkan, dan
    dihempaskannya kenikmatan dunia yang dahulu terlalu
    dielu-elukan. Adakah segala amanah dapat menuai
    pahala, duhai Allah.

    Kegelapan pun menyeruak, hitam pekat laksana jelaga,
    sungguh mengerikan sebagian jiwa yang akan berteman
    dengan amalan jahat hingga tibanya hari kiamat.
    Mencekam, berbaur jeritan keras memekakkan telinga,
    "Jangan Kau datangkan kiamat yaa Allah, sungguh aku
    disini sudah sangat tersiksa!!!" saat diperlihatkan
    tempatnya di neraka.

    Bagi sebagian lainnya, alam kubur justru membuat
    bahagia. Berteman amal sholeh yang diibaratkan sebagai
    manusia dengan paras sangat menyenangkan. Lalu ia pun
    menjerit, menangis bahagia saat ditunjukkan tempatnya
    di surga, "Datangkan hari kiamat sekarang yaa Allah,
    aku ingin segera ke sana!!!"

    Kematian...
    Erat menyiratkan takut dan pilu serta lantunan
    senandung duka. Menciptakan nada-nada pedih dan gamang
    yang kadang menghujam iman, hingga hati pun bertanya,
    mengapa selalu ada perpisahan? Rasa itu menghantam dan
    menikam pada keluarga yang ditinggalkan.

    Namun kematian adalah suatu keniscayaan, karena ia
    telah dijanjikan. Kematian pun hakikatnya adalah
    sahabat akrab bagi setiap yang bernyawa. Sayang,
    kesadaran itu begitu menghentak saat orang-orang yang
    kita cintalah yang direnggutnya. Ketika itu auranya
    begitu dekat, serasa setiap helaan nafas beraroma
    kematian.

    Duhai jiwa...
    Sadarkah engkau bahwa kelak kuburan adalah tempat
    peristirahatan? Sudahkah engkau siapkan malam pertama
    di sana, seperti kau sibukkan diri menjelang malam
    pertama pernikahan? Tidakkah engkau tahu bahwa ia
    adalah malam yang sangat mengerikan, malam yang
    membuat orang-orang sholeh menangis saat
    memikirkannya.

    Kau gerakkan lidah ini untuk membaca Al Qur'an, tetapi
    tingkah lakumu tak pernah kau selaraskan. Kau kenal
    setan, tapi mereka kau jadikan teman. Kau ucapkan
    bahwa RasuluLlah SallaLlaahu Alayhi Wasallam adalah
    kecintaan, namun sunnah-Nya kau tinggalkan. Kau
    katakan ingin masuk surga, tapi tak pernah berhenti
    berbuat dosa. Tak henti-hentinya kau sibukkan dirimu
    dengan kesalahan saudaramu sendiri, padahal engkau pun
    bukan manusia suci. Saat kau kebumikan sahabat-sahabat
    yang telah mendahului, mengapa kau mengira dirimu tak
    akan pernah mati?

    AstaghfiruLlah al 'adzim...

    Duhai Allah...
    Engkau yang Maha Mendengar
    Dengarkan munajat ini yaa Robbi, berilah kesempatan
    untuk kami selalu memperbaiki diri
    Jadikan diri ini bersih, hingga saat menghadap-Mu
    nanti

    Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut
    Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut
    Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut

    Ringankan kematian kami yaa Allah, mudahkanlah duhai
    Pemilik Jiwa
    Jadikan hati ini ikhlas saat malaikat maut menyapa
    Hingga kematian menjadi sangat indah, kematian yang
    husnul khaatimah

    Wallahua'lam bi showab.

    *IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
    Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,

    Abu Aufa





    "Sesungguh Solatku,Ibadahku,Hidupku,Matiku hanya kerana Allah"

    "Dan Allah tuhan Kami
    Rasul ikutan kami
    Al-Quran Panduan kami
    Jihad jalan Kami
    Mati Syahid cita-cita tertinggi kami"
    ''Sesungguh Solatku,Ibadahku,Hidupku,Matiku hanya kerana Allah"

    "Dan Allah tuhan Kami
    Rasul ikutan kami
    Al-Quran Panduan kami
    Jihad jalan Kami
    Mati Syahid cita-cita tertinggi kami"

    Reply #5 07 August, 2009, 09:59:59 AM
  • Publish
  • naazubillahhimin zalik!!!!  semoga syaitn berada laknat Allah,rasul serta makhluk Allah sekalian.......as-syaitan laknatullahhh!!!!

    Reply #6 21 August, 2009, 09:48:40 AM
  • Publish
  •    
    ZIKRUL MAUT ( INGAT AKAN MATI )

    Mati adalah sesuatu perkataan yang paling ditakuti oleh hampir setiap manusia. Setiap orang, juga binatang takut mati, kecuali beberapa manusia yang sudah putus asa dalam kehidupan ini, yang ingin segera mati.Wajar sekali kalau manusia takut mati, sebab mati bererti berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Berpisah dengan anak dan isteri serta kekasih. Berpisah dengan bapa atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisah dengan dunia dan segala isinya.


    Semua orang takut mati, tetepi ada yang berlebihan sekali, ada pula yang takutnya itu sedikit sahaja, bahkan ada yang tak takut sama sekali, malah berani dan ingin mati. Ketakutan terhadap mati adalah kerana dua hal :-


    Kerana kurang atau tidak adanya pengetahuan kita tentang mati, keadaan mati dan keadaan selepas mati adalah gelap. Semua orang takut menempuh tempat yang gelap dan tidak diketahui.

    Kerana doa dan kesalahan yang sudah bertumpuk dan tidak bertaubat, sehingga mendengar kata mati sudah terbayang azab dan seksa yang diperolehinya akibat dosa dan kesalahan tadi.


    Bagi orang cukup pengetahuan dan keyakinan terhadap hidup sesudah mati dan merasa dirinya tak pernah melakukan dosa dan kesalahan, maka baginya tak ada ketakutan terhadap mati malah ingin mati. Tetapi agama Islam melarang orang ingin cepat mati, agar dapat hidup melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya. Dan kalau ingin hidup lama adalah dengan tujuan agar dapat semakin banyak melakukan kebaikan bukan pula untuk dapat lebih banyak menumpuk harta dan kekayaan atau keturunan.


    Ada beberapa petunjuk Rasullullah s.a.w. untuk selalu zikrul maut (ingat akan mati) ini, antara lain :-

       1. Perintah memperbanyak mengingati mati :
          "Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan dan menjadikannya segala macam kelazatan (kematian)."
       
       ( Riwayat At-Turmudzi )

       2. Mengingati kematian dapat melebur dosa dan zuhud :
          "Perbanyaklah mengingati kematian, sebab yang demikian itu akan menghapus dosa dan menyebabkan timbulnya
            kezuhudan di dunia." ( Riwayat Ibnu Abiddunya )

       3. Kematian sebagai penasihat pada diri sendiri :
          "Cukuplah kematian itu sebagai penasihat." ( Riwayat Ath-Thabrani dan Baihaqy )

       4. Orang cerdik ialah orang yang banyak mengingati mati :
          "Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya uantuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat." ( Riwayat Ibnu Majah dan Abiddunya )

    Agar selalu ingat kepada kematian perlu dilakukan perkara-perkara berikut :

       1. Menyaksikan orang yang sedang sakaratul maut. Betapa dasyatnya dan menakutkan lebih-lebih kalau berdosa. Keadaan sakaratul maut ini digambarkan oleh Rasullullah dalam hadisnya yang bermaksud :
          "Sakitnya sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan pedang." ( Riwayat Abiddunya ).Sesungguhnya Nabi s.a.w. mempunyai segelas air ketika hendak meninggal dunia. Baginda memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian menghusap wajahnya dengan air itu dan berkata : "Ya Allah, semoga Tuhan mempermudah kepada saya terhadap sakaratul maut ini."
    ( Riwayat Bukhari dan Muslim )

       2. Mengunjungi orang sakit, sebab hujung dari penyakit ini tidak lain adalah kematian. Dari itu kita selalu waspada dan berhati-hati.

       3. Melakukan ziarah kubur, sebagaimana sabda Rasullullah :
          "Lakukanlah ziarah kubur kerana ia mengingatkan mati." ( Riwayat Muslim )

       4. Merasakan diri selalu diawasi Allah s.w.t. dimana saja kita berada. Oleh dengan demikian sentiasalah beramal yang baik.
           Rasullullah s.a.w. bersabda :
          "Seutama-utama iman seseorang itu ialah bahawa ia mengetahui dengan sungguh bahawa Allah s.w.t. itu ada bersama dengannya di manapun ia berada." ( Riwayat 'Ubadah bin Shamit )

       5. Sedarilah bahawa perasaan kita sering disaksikan oleh anggota badan kita sendiri, yakni oleh lidah, tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan hati. Hal ini difahamkan Allah dalam Al-Qur'an yang bermaksud :
          "Pada hari (ketika) lidah tangan dan kaki mereka menyaksikan atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."
           ( An-Nur: 24 )

       6. Begitu pula agar disedari bahawa perasaan kita selalu disaksikan. Dilihat dan diikuti oleh siang dan malam bumi tempat kita berpijak, langit serta malaikat Raqib dan Atib dan malaikat-malaikat lainnya. Allah s.w.t. berfirman :
          "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat nadi lehernya sendiri. Ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri, tiada sesuatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."
    ( Qaf: 16-18 )
          "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah." ( Ar-Ra'd: 11). (Malaikat ini disebut malaikat Hafazhad)

    Sebagaimana disebutkan di atas bahawa mati adalah satu kejadian yang paling berat, paling menakutkan dan paling mengerikan. Satu kejadian yang pasti akan dihadapi dan dialami oleh setiap manusia, atau kejadian yang tak dapat dihindari dengan cara bagaimanapun juga. Para Nabi dan Rasul, jin dan malaikat sekalipun tidak dapat menghindari diri dari kematian ini.

    Dalam Al-Qur'an Allah s.w.t. menjelaskan :

       1. Kepastian tentang mati :
       2. Kematian itu datang sesuai dengan ajal yang telah ditetapkan ke atas mereka (manusia).
       3. Kemana saja manusia pergi/berlari kematian tetap akan mengejarnya.
       4. Kematian datang tanpa pilih umur, tanpa pilih waktu dan tempat.
       5. Cara mati : Rasullullah s.a.w. bersabda :
          Apabila telah tiba hukum Allah kepada seorang hamba untuk mati dan dikuburkan pada suatu tanah, Allah mengadakan suatu keperluan baginya untuk pergi ke tempat itu (sehingga mati dan dikuburkan pada tanah di situ)." ( Riwayat At-Turmudzi )
    Pengurusan, Pentadbiran Forum Halaqahnet.
    Penal Utama Baitul Muslim


    Reply #7 21 August, 2009, 09:53:31 AM
  • Publish

  • MENGHADAPI SAKARATUL MAUT


    1. Mati datang tiba-tiba

    2. Mati itu terlalu sakit

    3. Melihat wajah malaikat maut

    4. Mendengar kutukan atau pujian malaikat

    5. Melihat bakal tempat tinggal di akhirat

    6. Menghadapi godaan syaitan
    Tak mahu kenal sapa-sapa

    Reply #8 21 August, 2009, 09:58:37 AM
  • Publish
  •     Mati datang tiba-tiba

    Ya, betul!!! Mati itu datang dengan tiba-tiba. Atau anda kurang setuju dengan pernyataan tersebut? Atau anda tahu bila anda akan mati? Aku memang da tau yang ko tak tau kan??? :senyum:... Walaupun mati itu datang-nya dengan tiba-tiba, tapi aku tak paham kenapa anda, anda, anda dan anda (dan aku juga) masih lagi tak insaf-insaf. Bawak-bawak la bertaubat cepat-cepat. Yang aku paling tak tahan-nye ada antara kita ni bajet hidup lama, siap boleh cakap; " Ha, aku nanti umur sekian-sekian aku bertaubat la. Sekarang ni muda lagi. Mati lambat lagi. " Macam mana kalau anda mati esok? Atau sejam lagi? Atau seminit lagi? FIKIRKAN sendiri. Contoh yang paling jelas dan semua orang tau: sifulanah (sekadar menyebut contoh). Ada ke pakai tudung berperingkat-peringkat? Tutup sikit-sikit? Aish...

    Siapa orang terkenal meninggal yang tiba-tiba baru ini?  Ingat penyanyi kumpulan nasyid Rabbabini, Asri?  Ingat bagaimana Yasmin Ahmad meninggal?

    Reply #9 21 August, 2009, 10:01:39 AM
  • Publish
  •  Mati itu terlalu sakit

    Ada riwayat mengatakan Rasulullah s.a.w. ada menyifatkan bahawa sakit mati itu seperti ditetak 300 bilah pedang. Macam mana tu? Aku tak tau. Sebab tak pernah rasa lagi. Kalau sapa yang pernah rasa, boleh la kongsi-kan pengalaman anda di sini.

    Rasulullah s.a.w. sendiri mengalami demam panas dua minggu menjelang detik kewafatan baginda. Pada saat-saat akhir itu, rasulullah memasukkan tangan ke dalam bejana lalu dianbil air dan disapukan ke mukanya serta dilurutkan sampai ke rambutnya lalu berdoa: " Ya Allah, bantulah aku dalam menghadapi ujian kematian ini, lunakkanlah aku di atas kematian ini wahai Tuhan. "

    Doa rasulullah itu didengari oleh anaknya Fatimah. Fatimah menangis lalu berkata, " Wahai ayahanda-ku Rasulullah, masakan ayahanda seorang rasul merasakan kesakitan mati. " Nabi memegang tangan Fatimah lalu bersabda: " Wahai Fatimah, ini sahaja kesakitan buat ayah, selepas ini ayah tidak akan merasakan kesakitan lagi... "

    Kesakitan mati itu berlainan bagi setiap orang. Kematian orang yang taat lain rasa-nya. Kematian orang yang derhaka juga lain rasa-nya. Rasulullah s.a.w. berkata kepada Barra' bin Azib yang bermaksud, " Wahai Barra', orang yang baik itu, waktu malaikat maut mencabut nyawa-nya, malaikat akan mencabut-nya dengan lunak sekali seperti air yang jatuh dari atas mengalir ke bawah. "

    Walaubagaimanapun, sakit-nya mati itu tetap terasa. Proses mencabut nyawa bermula apabila malaikat maut beada di bahagian kepala dan akan mencabut nyawa dari bahagian ubun-ubun, di-rentap lalu bergegar tubuh. Pada waktu itu dari bahagian tumit ke bawah sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian di-tarik lagi dan ketika itu bahagian lutut ke bawah pula sudah tidak bernyawa. Dan begitulah seterus-nya. sampai nyawa di kerongkong dan ketika itulah pintu taubat ditutup (mengikut sesetengah pandangan ulama).

    Nabi Muhammad s.a.w. membayangkan malaikat mencabut nyawa orang yang derhaka umpama satu guni yang penuh dengan gandum dan diletakkan satu cangkuk yang besar lalu direntap cangkuk itu sampai ke bawah lalu terburailah isi-nya. Sungguh kasar dan keras kerja malaikat maut terhadap orang yang menderhakai Allah.

    Reply #10 21 August, 2009, 10:03:42 AM
  • Publish
  •      Melihat wajah malaikat maut

    Malaikat maut akan datang dengan wajah yang berbeza. Jika orang soleh, malaikat datang dengan wajah yang lembut dan indah. Dengan bau yang harum. Ketika itu orang yang hampir mati itu akan mendapat ketenangan untuk melafazkan kalimah syahadah.

    Namun, bagi orang fasik, malaikat maut akan datang dengan wajah yang mengerikan. Keadaan ini akan menambah derita selain derita sakatul maut yang sedia dihadapi. Waktu itu bila ditalkinkan menyebut -LA-ILAHA-ILLALLAH- dia sibuk dengan kesakitan dan kengeriannya hingga tidak sempat memberi respons.

    Reply #11 21 August, 2009, 10:05:41 AM
  • Publish
  •    Mendengar pujian atau kutukan malaikat

    Orang yang hendak mati akan dapat mendengar pujian atau kutukan daripada malaikat di-sisi-nya. Selama ini malaikat yang duduk di sebelah kiri dan kanan itulah yang mencatat amalan abik dan jahat. Jika amalan yang dilakukan seseorang itu baik, dia akan dipuji dengan kata-kata yang sangat menghiburkan menjelang kematian-nya.

    Sebalik-nya, jika amalan-nya uruk, orang yang fasik itu akan dikutuk dengan kata-kata yang menyakitkan. bayangkan, betapa seksanya menghadapi kematian yang sangat sakit, malah ditambah pula dengan kutukan daripada malaikat.

    Reply #12 21 August, 2009, 10:06:58 AM
  • Publish
  •    Dapat melihat tempat tinggal di akhirat

    Firman Allah: " Akan di-angkat hijab yang menutup dan kamu akan melihat dengan pandangan yang tajam. " (Surah Qaf, 50:22)

    Imam Ghazali telah memuatkan satu hadis berhubung ayat di atas dalam IHYA ULUMUDDIN: " Setiap seseorang daripada kamu tidak akan meninggal dunia, sebelum dia tahu ke manakah yang bakal diduduki-nya di syurga atau di neraka! "

    Reply #13 21 August, 2009, 10:10:44 AM
  • Publish
  •     Menghadapi godaan syaitan

    Godaan syaitan mempunyai tahap-tahap tertentu. Lebih kuat iman seseorang, lebih hebat dan tinggi pangkat syaitan yang datang menggoda. Waktu ini syaitan tidak lagi datang untuk menyuruh melakukan maksiat tetapi untuk menukar akidah seseorang itu. Syaitan datang dengan membawa gambaran harta, tanah, rumah, dan lain-lain lagi milik kita yang amat disayangi. Hingga dengan itu menyebabkan kita berat sungguh rasanya untuk berpisah. Juga digambarkan orang yang paling dicintai dan orang yang paling dibenci untuk menambahkan lagi derita diwaktu itu.

    Orang yang hampir mati itu berasa sangat dahaga. Syaitan akan memanipulasi keadaan itu dengan menyamar sebagai sesiapa sahaja yang kita sayangi. Syaitan datang dengan membawa air tetapi jika ingin meminumnya, kita akan dipujuk untuk menukar akidah terlebih dahulu.

    Ibnu Arabi, seorang ulama tasawuf dan ahli tafsir, waktu sedang sakaratul maut, orang yang datang menziarahinya semua-nya bertaraf ulama. Bila anaknya mentalkinkan -LA-ILAHA-ILLALLAH- beliau sebaliknya menjawab, " Tidak!!! Tidak!!! Tidak!!! " Kejadian itu sangatlah mengejutkan. Setelah agak lega sedikit, dia meminta air, lalu dihulurkan oleh anaknya. Anaknya bertanya, " Mengapa bapa menafikan kalimah syahadah? " Imam besar itu menjawab, " Oh, tidak anakku, aku tidak mendengarnya melainkan suara syaitan yang mengajak aku mengikut agama Nasrani dan Yahudi! "

    Begitulah 6 keadaan sakaratul maut yang akan menentukan satu antara dua jenis kematian, mati dalam husnul khatimah (kematian yang baik), atau mati dalam suul khatimah (kematian yang buruk).

    Semoga anda, anda, anda, dan anda semua mendapat apa yang cuba disampaikan di sini. Sekadar satu peringatan untuk kita semua. 

    Reply #14 26 November, 2009, 11:54:19 AM
  • Publish
  • Betapa dekatnya mati itu dengan kita..
    Yang hampir dengan kita..Mati..
    Mati adalah penyakit yang tiada ubatnya..
    Tanpa kita sedar jgk, setiap hembusan nafas kita diperhati oleh Malaikat Maut,iaitu malaikat Izrail..
    Malaikat yang mencabut nyawa apabila diperintahkn oleh Allah..
    betapa kerapnya malaikat maut melihat dan merenung wajah seseorang, iaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali...
    Kalaulah manusia sedar hakikat tersebut dan ada disebelah kita sekarang ni, nescaya dia tidak akan lalai mengingati MATI.
    Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyedari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.
    ajal tidak mengenal orang yang sihat, ataupun orang-orang mewah yang sedang hidup rehat dibuai kesenangan.
    Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan.
    Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau sesaat.


    Reply #15 26 November, 2009, 12:34:28 PM
  • Publish
  • DEKATNYE MATI

    ketika kite dilahirkan disambut azan dan qamat
    semasa mati sambut dgn solat

    perasankan wahai diri ku bahawa azan qamat dan waktunnye solat berapa lama......tidak lebih dari 15minit...begitulah nyawa kite kalo diperhatikan setelah ditolak dgn tido,makan,minum,mandi,tonton tv,menunggu jalan yg sesak menunggu trafik light,menunggu utk bayar tol,menunggu dan terus menunggu tetapi amalan...berapa byk yg aku lakukan kalo dikira terlalu sedikit sangat...jadi adakah aku bersedia untuk mati....
    tiade nyata hanye Allah, aku umat rasulullah

    Reply #16 01 December, 2009, 11:40:30 PM
  • Publish
  • ada seorang ulamak dulu..
    ana lupa lak nma dya..
    cara dye ingat kat mati..
    dye buat satu lubang seperti kubur kat belakan rumah...
    setiap hari masuk ke dalam tu, dan bercakap cakap sperti peristiwa dalam kubur...
    "sebentar lagi, dua orang malaikat datang menyoal ku, akan bertanya itu ini..."
    kemudian bile tiada apa2 terjadi, dya naik atas dan bersyukur kpd Allah kerana masih hidup lagi...

    Reply #17 02 December, 2009, 01:01:57 AM
  • Publish
  • Ya Allah....jadikan kami dari golongan hamba-hamba Mu yang beriman
    Ya Allah....jadikan kami dari golongan hamba-hamba Mu yang bersyukur
    Ya Allah....jadikan kami dari golongan hamba-hamba Mu yang sentiasa redha dengan qada' dan qadar Mu
    Ya Allah....matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah
    Ameen Ya Robb.....
     :jaz:
    terima kasih atas peringatan yang diberikan.kematian sesuatu yang pasti,tiada siapa yang akan terlepas daripadanya.satu penyakit umat akhir zaman ialah 'WAHAN' yakni cintakan dunia takutkan mati.apa yang perlu kita lakukan bukanlah takutkan mati tetapi bersedia untuk menghadapi mati.mari kita sama-sama berusaha tingkatkan keiman di dada, moga-moga tergolong dalam golongan orang yang berjaya dunia dan akhirat. :aamiin:
    sekadar perkongsian,moga bermanfaat untuk semua.

    Reply #18 02 December, 2009, 08:46:22 AM
  • Publish
  • Ya Allah....jadikan kami dari golongan hamba-hamba Mu yang beriman
    Ya Allah....jadikan kami dari golongan hamba-hamba Mu yang bersyukur
    Ya Allah....jadikan kami dari golongan hamba-hamba Mu yang sentiasa redha dengan qada' dan qadar Mu
    Ya Allah....matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah
    Ameen Ya Robb.....
     :jaz:
    terima kasih atas peringatan yang diberikan.kematian sesuatu yang pasti,tiada siapa yang akan terlepas daripadanya.satu penyakit umat akhir zaman ialah 'WAHAN' yakni cintakan dunia takutkan mati.apa yang perlu kita lakukan bukanlah takutkan mati tetapi bersedia untuk menghadapi mati.mari kita sama-sama berusaha tingkatkan keiman di dada, moga-moga tergolong dalam golongan orang yang berjaya dunia dan akhirat. :aamiin:
    sekadar perkongsian,moga bermanfaat untuk semua.
    setiap yg hidup wajib sekali merasai kematian yg datang menjemput tak kira masa bila pun...kita seharusnya sentiasa bersiap sedia menghadapi kematian yg semakin hari mendekati diri kita...moga kematian kita didalam keadaan husnul khatimah... :aamiin:

    Reply #19 02 December, 2009, 11:59:17 AM
  • Publish
  • Salam...
    Sekadar ingin berkongsi...
    Mati tu setiap kita sedia maklum...
    Tapi yang menimbulkan kemusykilannya cara kita hidup seolah-olah mati itu hanya mimpi...
    Moga kita semua tidak tertipu dengan amalan diri, moga kita semua terhindar dari riak hati, moga kita semua sentiasa muhasabah diri agar kita sama-sama dalam redhaNYA...

    Ramai Muslim berdiri mengerjakan sembahyang, tetapi adakah seramai itu juga yang khusyuk dalam solatnya?
    Maaf kalau tersilap bagi pandangan, saya budak baru belajar...
    :: berkata2 itu lebih senang dari melaksana ::

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    8 Replies
    2332 Views
    Last post 28 October, 2014, 09:17:21 AM
    by Fakir Billah
    4 Replies
    2721 Views
    Last post 20 June, 2011, 08:24:49 PM
    by nurul hana
    4 Replies
    728 Views
    Last post 10 November, 2010, 02:14:15 PM
    by cahayalurus