Memberi Salam dan Menjawab Salam

*

Author Topic: Memberi Salam dan Menjawab Salam  (Read 35322 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

al_ahibbatu

  • *
  • Posts: 4872
    • View Profile
Reply #60 08 September, 2011, 05:38:26 AM
  • Publish
  • :)
    Assalamu'alaikum
    apa hukumnya orang yang menjawab salam orang yang berbeda agama?


    diri kita ugama apa?
    islam ke
    atau munafik
    atau kafir

    berbeza agama, beza jugalah cara hidupnya

    ikut sunnah:
    Terdapat hadis-hadis yang menunjukkan larangan memberi dan menjawab salam kepada orang bukan Islam seperti berikut: -

        Pertama: Dari Abu Hurairah (radiallahua’anh) Rasulullah (sallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda yang maksudnya; “Janganlah memulakan ucapan salam kepada Yahudi dan Nasrani dan jika kamu bertemu dengan mereka di perjalanan, tolaklah mereka ke arah sudut yang sempit”. (Hadis Muslim)

        Kedua: Dari Qatadah, dari Anas bin Malik (radiallahua’anh) bahawa sahabat Nabi (sallallahu ‘alaihi wasallam) telah bertanya kepada baginda: “Bahawa ahli kitab (Yahudi dan Kristian) memberi salam kepada kami, maka bagaimana kami membalasnya? Baginda menjawab: Jawablah dengan ucapan wa’alaikum”. (Hadis Muslim, Abu Daud, an-Nasai dan Ibn Majah)

        Hadis di atas jelas menyatakan bahawa orang Islam tidak boleh memulakan salam kepada Yahudi, Kristian dan orang-orang Musyrikin. Ucapan salam menumbuhkan perasaan kasih sayang, tetapi berkasih sayang di antara orang kafir adalah dilarang sama sekali. Al-Qur’an menyebutkan bahawa, “Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya...” (al-Mujaadilah, ayat 22). Sebagai gantinya, ucapan yang menjadi kebiasaan boleh digunakan.

        Para ulama’ bersetuju bahawa cara yang dibolehkan menjawab salam orang bukan Islam hanyalah sekadar menyebut ucapan “wa’alika” atau “wa’alaikum” dan ia hendaklah dikhususkan kepada kafir zimmi sahaja. (Tafsir al-Mazhari, 2/175)


    http://nasbunnuraini.wordpress.com/2007/04/10/respons-terhadap-pandangan-mufti-perlis-mengenai-hukum-memberi-dan-menjawab-salam-kepada-bukan-islam/

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4872
      • View Profile
    Reply #61 08 September, 2011, 05:40:00 AM
  • Publish
  • Bila ada seorang kafir yang mengucapkan salam kepada kita (orang muslim),
    misal dengan 'Assalamu'alaikum' atau 'Assalamu'alaikum wa rahmatullah' atau
    'Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh' dengan ucapan yang fasih,
    benar dan tidak bermaksud mengolok-olok, maka harus kita jawab juga dengan
    ucapan yang lebih baik atau setidaknya yang sama.
    yaitu

    'Wa'alaikum SALAM' atau 'Wa'alaikum salam wa rahmatullah' atau 'Wa'alaikum
    salam wa rahmatullah wa barakatuh'..

    Ada penjelasan yang bermanfaat dari Ustadz Abdul Hakim dalam masalah ini
    yaitu di Al Masaa il jilid 7 Masalah ke 178 "Kewajiban Menjawab Salam".
    Beliau membawakan ayat berikut :

    "Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah
    penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).
    Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu." (QS. An Nisaa' : 86).

    Kemudian berkata beliau
    "Dan dari ayat yang mulia ini pun dapat dikeluarkan hukum: Bahwa menjawab
    salam orang orang kafir yang mengucapkan salam kepada kita dengan salam
    islami dengan FASIH dan dengan maksud MENGHORMATI dan memuliakan kita, bukan
    untuk MENGEJEK atau mengolok-olok kita, maka hukumnya wajib bagi kita
    menjawab salam mereka sebagaimana perintah Allah di atas yang bersifat UMUM
    dan MUTLAK." (Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al Masaa il Jilid 7, Darus Sunnah,
    Jakarta, Cet. I, Oktober 2006, hal. 39).

    Kemudian al Ustadz membawakan beberapa hadits lengkap dalam masalah ini
    sehingga bisa dilihat sebab sebabnya. Salah satunya adalah ini:

    Berkata Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik: Saya pernah mendengar Anas bin
    Malik berkata: Seorang Yahudi pernah lewat dihadapan Rasulullah
    Shallallahu'alaihi wa sallam lalu dia mengucapkan (salam dengan ucapan): AS
    SAAMU' ALAIKA. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam menjawabnya:
    "WA'ALAIKA. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda
    (kepada para Shahabat): "Tahukah kamu apa yang dia ucapkan? Dia mengucapkan
    (salam kepadaku dengan ucapan): AS SAAMU'ALAIKA."
    Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bolehkan kami membunuhnya?
    Beliau menjawb: "Jangan! (Tetapi) apabila Ahlul Kitab memberi salam kepada
    kamu maka jawablah: "WA'ALAIKUM (saja)."
    (HR. Bukhari no. 6926).

    Perlu diketahui bahwa ucapan Yahudi tersebut adalah AS SAAMU yang artinya
    KEMATIAN. Jadi AS SAAMU' ALAIKA artinya KEMATIAN atas kamu. Jadi Yahudi
    tersebut tidak mengucapkan dengan benar ucapan salam yang kaum muslimin
    ucapkan.

    Kemudian Ustadz Abdul Hakim melanjutkan,
    "Dari beberapa riwayat shahih di atas dapatlah kita mengetahi dengan jelas
    sekali SEBAB SEBAB Nabi yang mulia Shallallahu'alaihi wa sallam telah
    memerintahkan para shahabat untuk menjawab salamnya orang orang Yahudi
    dengan ucapan: WA 'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja tanpa tambahan SALAM dan
    seterusnya. Yaitu yang menjadi penyebabnya: Apabila mereka memberi salam
    kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan para shahabat mereka
    mengucapkan AS SAAMU 'ALAIKA atau AS SAAMU 'ALAIKUM. Sedangkan arti dari AS
    SAAMU adalah MATI atau Kematian. Oleh karena itu Nabi yang mulia
    Shallallahu'alaihi wa sallam bersama para shahabat mencukupi menjawab salam
    mereka dengan ucapan yang SAMA dengan apa yang telah mereka ucapkan yaitu :
    WA'ALAIKA atau WA'ALAIKUM saja. Yakni ATASMU atau ATAS KAMU JUGA KEMATIAN."
    (Idem hal 45).

    Kemudian Ustadz Abdul Hakim melanjutkan lagi,
    "Ini. Kemudian setelah kita mengetahui sababul wuruudil hadits dapatlah kita
    mengeluarkan hukumnya -karena hukum itu beredar bersama 'illat atau
    sebabnya, maka apabila telah hilang 'illatnya dengan sendirinya hukum
    tersebut kembali kepada asalnya- yaitu: Kewajiban menjawab salam manusia
    hatta dia orang kafir atau musyrik, apabila mereka mengucapkan salam kepada
    kita dengan SALAM ISLAMI YANG FASIH dan dengan maksud menghormati kita dan
    bukan dengan lafazh AS SAAMU seperti yang pernah diucapkan orang orang
    Yahudi kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan para shahabat. Karena
    'illat atau sebab yang menyebabkan Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam
    memerintahkan para shahabat untuk menjawab salamnya orang orang Yahudi
    dengan jawaban WA'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja telah HILANG atau tidak ada.
    Yakni ketika mereka memberi salam kepada kita dengan salam islami yang fasih
    yaitu AS SALAAMU 'ALAIKUM, atau ASSALAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAH, atau
    ASSALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAH WA BARAKATUH, maka kewajiban kita menjawab
    salamnya dengan jawaban yang sama atau yang lebih baik sebagaimana perintah
    Allah Jalla Dzikruhu. Karena tidak ada alasan bagi kita untuk TETAP menjawab
    salamnya dengan ucapan WA'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja setelah 'illat yang
    ada dihadits tersebut hilang atau tidak ada." (Idem hal. 45-46).

    Demikian semoga bermanfaat.

    siti aida a.r

    • *
    • Posts: 1
      • View Profile
    Reply #62 10 October, 2011, 08:40:47 PM
  • Publish
  • assalammualaikum w.b.t.....saya disini baru,sila beri bimbingan dan tunjuk ajar.salam ukhwah semua

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4872
      • View Profile
    Reply #63 10 October, 2011, 08:45:10 PM
  • Publish
  •  :ws:

    inshallah ya siti
    silakan isi salam taaruf dulu, di sana inshallah perkenalkan diri naaa

    selepas tu gunakan medium Carian, untuk dapatkan cerita, just key in ayat tertentu ya

    atau tanya saja di chat box

    tapi jangan gunakan ejaan pendek ya, semuga guna ejaan penuh bagi memudahkan pembaca memahami dan membalasnya

    inshallah ya

    Reply #64 26 October, 2011, 01:56:04 AM
  • Publish
  • salam... nak tanya ni apakah hukum apabila seseorang memberi salam tetapi dia  tidak menjawabnya.adakah boleh sekadar ia menjawab di dalam hati.

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4872
      • View Profile
    Reply #65 26 October, 2011, 06:55:35 AM
  • Publish
  • orang beri salam kepada Majlis yang ramai, memadai lah sekiranya ada seorang yang menjawab salamnya.

    bila salam di beri berhadapan diri sendiri, jawablah salam yang lebih baik

    bila diri kamu wanita/perempuan diberi salam oleh lelaki BOLEH saja menjawab dalam hati
    tetapi, situasi dan kondisi hari ini, kebiasaaan sudah lelaki wanita belajar bersama, kerja bersama, makan bersama, maka situasi tersebut menjadikan, kebiasaaan memberi dan menjawab salam

    begitulah, yang di katakan, akan tiba masa, orang memberi salam, kepada yang mereka kenali sahaja

    alangkah baik jika kita hidupkan hati, melihat ummat islam, mukmin, mampu kita mengucapkan salam kepada mereka

    salam ialah ucapan kesejahteraan, bila orang yang baik membalas salam tentu bertambah baik kehidupan

    inshallah ya

    N.Laila

    • *
    • Posts: 2
      • View Profile
    Reply #66 13 January, 2012, 02:07:05 PM
  • Publish
  • Salam.. pernah terbaca perempuan  haram mejawab salam dari lelaki sekira sekira kedua-dua seorang. Let say  semasa berselisih jalan. Anyone can explain on that.

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4872
      • View Profile
    Reply #67 13 January, 2012, 02:46:52 PM
  • Publish
  • Memberi Salam dan Menjawab Salam

    jawapannya di mukasurat satu ya PUAN, inshallaah

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #68 05 June, 2012, 01:42:12 PM
  • Publish
  • Beri "salam" cara Islam yang sebenar …

    Ajaran islam mengajar kita menjaga hubungan antara manusia dengan manusia. Dua perkara yang paling dipandang tinggi dalam agama kita iaitu menjaga ketaatan terhadap Allah dan menjaga hubungan sesama manusia.


    Beri salam atau bagi salam adalah satu cara kita menjaga hubungan antara satu sama lain antara umat Islam. Salam yang diucapkan melambangkan doa selamat kita kepada orang lain. Menakjubkan bukan?

    Perasan atau tidak, ramai antara kita kini telah jauh dari ajaran sebenar Islam, meminggirkan Sunnah Rasulullah saw. Walaupun perkara seperti memberi salam ini nampak mudah tapi ia sebenarnya memberi impak yang besar dalam komuniti Islam.

    Ustaz Zawawi, penceramah dan pemberi motivasi terkenal di Ikim FM telah berkongsi ilmu yang berguna tentang cara memberi salam yang diterima Islam.

    Kita lihat apa maksud "salam" di zaman Nabi SAW, "Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah:"Salam (selamat tinggal)".Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk). (QS. 43:89)

    Menurut Ustaz Zawawi,

    Baginda SAW memberi salam dengan lafaz “Assalamualaikum” dan menjawab salam dari para sahabat baginda dengan salam yang lengkap iaitu “Waalaikumussalam warahmatulallahhi wabarakatuh”

    Kita hendaklah memberi salam dengan perkataan yang penuh dan mempunyai maksud yang jelas serta berniat. Bukan sekadar melepaskan dimulut sahaja. Bukankah kita sedia maklum memberi salam mempunyai ganjarannya yang tersendiri dan jika tidak menjawabnya pula, berdosa.

    Jelas ustaz mengenai jawab salam,

    Lagi satu, perlu diingatkan juga semasa menjawab salam, saya dengar ramai orang jawab salam dengan ucapan yang tidak tepat.
    Jawab salam yang betul ialah,"WAALAI- KUMUS- SALAM" dan bukannya yang selalu saya dengar iaitu,"WAALAI KUM SALAM"Satu lagi kenyataan yang berlaku pada hari ini, menjawab salam bukan seperti disarankan dalam islam. Satu bunyi huruf tidak disebut maka berbezalah maksudnya.

    Hidup dizaman moden tidak semestinya kita lupa atau mempermudahkan perkara yang telah disarankan. Lihat sahajalah kini, orang islam apabila menggunakan teknologi canggih seperti bersosial di Facebook, Twitter dan telefon bimbit.

    Mesej secara bertulis dipendekkan dan diringkaskan untuk mengelak dari menulis teks yang panjang. Tapi apa yang terjadi sehingga beri "salam" pun dipendekkan dan tidak punyai maksud yang baik.
    Kata ustaz,

    Sesama lah kita memberitahu member-member yang selalu sangat guna shortform "A'kum" dalam sms ataupun email. Perkataan 'AKUM' adalah gelaran untuk orang-orang Yahudi untuk orang-orang bukan yahudi yang bermaksud 'BINATANG' dalam Bahasa Ibrani.

    Ia singkatan daripada perkataan 'Avde Kokhavim U Mazzalot' yang bermaksud 'HAMBA-HAMBA BINATANG DAN ORANG-ORANG SESAT'

     

    Jadi, mulai sekarang jika ada orang hantar shortform "A'kum", kita ingatkan dia guna "As Salam" kerana salam ialah dari perkataan "Assalamualaikum".

    Subhanallah! Mari kita sama-sama renungkan. Bukan tak boleh dipendekkan cara beri salam tapi biar jelas dan punyai maksud yang baik. As salam, perkataan yang disarankan untuk memberi salam. Was salam perkataan yang diwarankan menjawab salam.

    Kita renungkan kembali apa yang kita telah lakukan pada perkara yang kita anggap mudah. Kita renungkan juga perkataan yang kita telah guna sebelum ini dan apa maksudnya,
    Jangan guna "Bye" kerana"Bye" adalah jarum sulit Kristian yang bermaksud "Di Bawah Naungan Pope."

    Jangan guna "A'kum" kerana "A'kum" bermaksud "Binatang" dalam bahasa Yahudi.

    Jangan guna "Semekom" kerana "Semekom" bermaksud "Celaka Kamu".

    Jadi sama-samalah kita menjaga keharmonian Islam dan memartabatkan lagi kedudukan kita disisi Allah SWT. Insya allah bermula dari perkara kecil ini yang membawa maksud kesejahteraan ini bakal perhebatkan lagi umat kita.

    Sama-samalah kita berkongsi dan sebarkan perkara baik ini untuk sama-sama berjuang kerana Allah SWT dan Islam.
    Cukuplah bila kami merasa mulia karena Engkau sebagai Pencipta bagi kami dan cukuplah bila kami bangga bahawa kami menjadi hamba bagiMu. Engkau bagi kami sebagaimana yang kami cintai, maka berilah kami taufik sebagaimana yang Engkau cintai.

    robhunhayati

    • *
    • Posts: 1068
    • anak-anakku permata hatiku... Syukran ya ALLAH..
      • View Profile
    Reply #69 05 June, 2012, 01:44:17 PM
  • Publish
  •  :jaz: semua untuk perkongsian tentang memberi dan menjawab salam... baguss

    sekasihsayang

    • *
    • Posts: 372
      • View Profile
    Reply #70 05 June, 2012, 02:02:47 PM
  • Publish
  • :jaz: semua untuk perkongsian tentang memberi dan menjawab salam... baguss

    Same2  :jaz: Kak Hani. Nak tanya Beri jawab salam untuk bukan muslim,tapi dah ada kot,nanti cek kemudianlah.

    robhunhayati

    • *
    • Posts: 1068
    • anak-anakku permata hatiku... Syukran ya ALLAH..
      • View Profile
    Reply #71 05 June, 2012, 02:08:13 PM
  • Publish
  • Hukum Memberi Salam dan Menjawab Salam Orang Bukan Islam
    Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah saw bersabda:
    لا تبدأوا اليهود ولا النصارى بالسلام فإذا لقيتم أحدهم في طريق فاضطروه إلى أضيقه

    Maksudnya: “Janganlah kamu mulakan orang-orang Yahudi dan juga orang Nasrani dengan salam. Justeru itu, sekiranya kamu menemui seseorang mereka di jalan tolaklah mereka ke jalan yang paling sempit.
    Ulama berbeza pendapat dalam menyelusuri fiqh (kefahaman) hadis ini. Kebanyakan mereka memutuskan bahawa haram memulakan ucapan salam kepada mereka. Sebahagian pula berkata ianya tidak haram tetapi makruh.

    Seorang fuqaha iaitu Abu Sa`ad berpendapat, sekiranya seorang muslim ingin memberi ucapan hormat kepada bukan Islam dia boleh melakukannya dengan lafaz yang lain daripada lafaz salam. Contohnya dengan menyebut: (هداك الله ) maksudnya moga Allah memberi hidayah kepada kamu atau (أنعم الله صباحك) maksudnya moga Allah memberi anugerah di waktu pagimu ini. Imam Nawawi menyetujui pendapat ini tetapi dengan tambahan: sekiranya ianya diperlu. Antara contoh ucapannya bagi Imam Nawawi ialah ucapan selamat pagi, pagi yang bahagia, pagi yang baik, moga Allah kurniakan kamu dengan kebahagian di waktu pagi, atau nikmat di waktu pagi dan seumpamanya. Sekiranya tidak perlu maka pilihannya ialah jangan mengucapkan apa-apa. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)

    Pandangan ini bagi saya sesuai diamalkan oleh umat Islam di Malaysia pada hari ini. Mereka boleh menyatakan selamat pagi kepada bukan Islam tanda penghormatan, atau berdoa moga Allah bagi hidayah atau seumpamanya. Ucapan-ucapan ini boleh mendekatkan mereka dengan bukan Islam sebagai satu pendekatan dakwah.

    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis daripada Anas bin Malik katanya, Rasulullah saw bersabda:

    إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا وعليكم

    Maksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh ahli Kitab, jawablah “wa`alaikum”.
     
    Imam Bukhari pula meriwayatkan daripada Ibn `Umar –radiyallahu `anhuma- katanya; Rasulullah saw bersabda:

    إذا سلم عليكم اليهود فإنما يقول أحدهم السام عليك فقل وعليك

    Maksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh Yahudi, mereka hanya menyatakan Assaamu `alaikum (mampuslah kamu), maka jawablah: wa `alaik (dank e atas kamu juga).

    Daripada kedua-dua hadis diatas para fuqaha mengambil hokum apabila seorang muslim diberi salam oleh bukan Islam, jawapan yang diberi ialah wa `alaik atau wa `alaikum (dan ke atas kamu juga).

    Imam Mawardi menghikayatkan satu wajah di kalangan ashab Syafie iaitu harus memulakan salam kepada bukan Islam dengan menyebut Assalamu `Alaik sahaja bukannya Assalamu `Alaikum. Begitu juga boleh menjawab salam mereka dengan Wa `Alaikum Salam, tapi tidak menyebut warahmatullah. Imam Nawawi menegaskan bahawa kedua-dua pendapat ini adalah janggal dan ditolak. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)

    Kesimpulan perbahasan di atas ialah ucapan salam adalah ucapan khusus untuk umat islam. Justeru, untuk bukan Islam tidak perlu digunakan lafaz salam tetapi boleh digunakan lafaz-lafaz penghormatan yang lain.

    (dipetik dari laman web DARUL FUQAHA)

    sekasihsayang

    • *
    • Posts: 372
      • View Profile
    Reply #72 05 June, 2012, 06:04:26 PM
  • Publish
  • Hukum Memberi Salam dan Menjawab Salam Orang Bukan Islam
    Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah saw bersabda:
    لا تبدأوا اليهود ولا النصارى بالسلام فإذا لقيتم أحدهم في طريق فاضطروه إلى أضيقه

    Maksudnya: “Janganlah kamu mulakan orang-orang Yahudi dan juga orang Nasrani dengan salam. Justeru itu, sekiranya kamu menemui seseorang mereka di jalan tolaklah mereka ke jalan yang paling sempit.
    Ulama berbeza pendapat dalam menyelusuri fiqh (kefahaman) hadis ini. Kebanyakan mereka memutuskan bahawa haram memulakan ucapan salam kepada mereka. Sebahagian pula berkata ianya tidak haram tetapi makruh.

    Seorang fuqaha iaitu Abu Sa`ad berpendapat, sekiranya seorang muslim ingin memberi ucapan hormat kepada bukan Islam dia boleh melakukannya dengan lafaz yang lain daripada lafaz salam. Contohnya dengan menyebut: (هداك الله ) maksudnya moga Allah memberi hidayah kepada kamu atau (أنعم الله صباحك) maksudnya moga Allah memberi anugerah di waktu pagimu ini. Imam Nawawi menyetujui pendapat ini tetapi dengan tambahan: sekiranya ianya diperlu. Antara contoh ucapannya bagi Imam Nawawi ialah ucapan selamat pagi, pagi yang bahagia, pagi yang baik, moga Allah kurniakan kamu dengan kebahagian di waktu pagi, atau nikmat di waktu pagi dan seumpamanya. Sekiranya tidak perlu maka pilihannya ialah jangan mengucapkan apa-apa. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)

    Pandangan ini bagi saya sesuai diamalkan oleh umat Islam di Malaysia pada hari ini. Mereka boleh menyatakan selamat pagi kepada bukan Islam tanda penghormatan, atau berdoa moga Allah bagi hidayah atau seumpamanya. Ucapan-ucapan ini boleh mendekatkan mereka dengan bukan Islam sebagai satu pendekatan dakwah.

    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis daripada Anas bin Malik katanya, Rasulullah saw bersabda:

    إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا وعليكم

    Maksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh ahli Kitab, jawablah “wa`alaikum”.
     
    Imam Bukhari pula meriwayatkan daripada Ibn `Umar –radiyallahu `anhuma- katanya; Rasulullah saw bersabda:

    إذا سلم عليكم اليهود فإنما يقول أحدهم السام عليك فقل وعليك

    Maksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh Yahudi, mereka hanya menyatakan Assaamu `alaikum (mampuslah kamu), maka jawablah: wa `alaik (dank e atas kamu juga).

    Daripada kedua-dua hadis diatas para fuqaha mengambil hokum apabila seorang muslim diberi salam oleh bukan Islam, jawapan yang diberi ialah wa `alaik atau wa `alaikum (dan ke atas kamu juga).

    Imam Mawardi menghikayatkan satu wajah di kalangan ashab Syafie iaitu harus memulakan salam kepada bukan Islam dengan menyebut Assalamu `Alaik sahaja bukannya Assalamu `Alaikum. Begitu juga boleh menjawab salam mereka dengan Wa `Alaikum Salam, tapi tidak menyebut warahmatullah. Imam Nawawi menegaskan bahawa kedua-dua pendapat ini adalah janggal dan ditolak. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)

    Kesimpulan perbahasan di atas ialah ucapan salam adalah ucapan khusus untuk umat islam. Justeru, untuk bukan Islam tidak perlu digunakan lafaz salam tetapi boleh digunakan lafaz-lafaz penghormatan yang lain.

    (dipetik dari laman web DARUL FUQAHA)

    Eh kak hani.Dah terus letak sini yek.Malam kan baca betul-betul dan cari lagi. :ins: :syukur: :jaz:

    robhunhayati

    • *
    • Posts: 1068
    • anak-anakku permata hatiku... Syukran ya ALLAH..
      • View Profile
    Reply #73 05 June, 2012, 06:09:13 PM
  • Publish
  •  senyum* setakat yang akak mampu kongsikan. nak explain panjang-panjang akak x pandai dik...

    Nadym

    • *
    • Posts: 14
      • View Profile
    Reply #74 05 September, 2012, 09:20:46 PM
  • Publish
  •  :)

    Soalan...

    macamana lafaz salam apabila kita...

    1) masuk rumah yang kosong...

    2)bila kita masuk perkarangan kubur...

    stk.
    KTBFFH

    robhunhayati

    • *
    • Posts: 1068
    • anak-anakku permata hatiku... Syukran ya ALLAH..
      • View Profile
    Reply #75 06 September, 2012, 12:00:56 PM
  • Publish
  • :)

    Soalan...

    macamana lafaz salam apabila kita...

    1) masuk rumah yang kosong...

    2)bila kita masuk perkarangan kubur...

    stk.

    1) yang saya pernah baca dan dengar dan saya buat
    - saya baca doa bismillahi walajna wa bismillahi khorajna wa'ala robbina tawakkalna (sebelum @ masa buka pintu)
    - saya beri salam Assalamualaikum ya halul bait... assalamualaikum ya ahlul ghaib...

    2) assalamualaina ya ahlal kubur...
    -baca Al fatihah dan niat hadiahkan kepada semua ahli kubur yang ada di situ...

    Wallahu'alam...

    p/s ; moga ada yang lebih arif untuk menjawab persoalan yang diajukan... :ins:

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4872
      • View Profile
    Reply #76 06 September, 2012, 12:33:21 PM
  • Publish
  • :)

    Soalan...

    macamana lafaz salam apabila kita...

    1) masuk rumah yang kosong...

    2)bila kita masuk perkarangan kubur...

    stk.

    1. Assalamualaina wa ala ibadihissolihin .................

    2. assalamualaikum ya ahlil kubur, semoga dalam keamanan, inshallah kami akan menyusul kalian pula selepas ini,
    boleh cek hadis ya, sebab ada hadis hal doa kepada ahli kubur
    inshallaah

    maktabah zein

    • *
    • Posts: 13
    • sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat
      • View Profile
    Reply #77 27 December, 2012, 10:00:59 PM
  • Publish
  •  :)
    saya nak coba bantu tentang cara menjawab salam dengan benar.
    Terdapat perbedaan cara ucap jawaban salam menurut jenis kelamin  orang yang berucap salam pada kita dan yang menitip salam,
    Karena grammar arabic nya pun berbeda.
    Untuk lebih jelasnya visit my blog, http://maktabahzein.blogspot.com/search/label/Menjawab%20Kirim%20Salam
    smoga ada manfaat

    shahrulnizam

    • *
    • Posts: 2
      • View Profile
    Reply #78 13 January, 2013, 10:01:55 AM
  • Publish
  • soalan

    1.Jika Ada Seorang lelaki memberi Salam Kepada Seorang perempuan Dalam laman Sosial Contoh (Facebook,twitter) Perlu kah Perempuan itu menjawab..

    Ana Tholibah

    • *
    • Posts: 1352
      • View Profile
    Reply #79 13 January, 2013, 06:30:22 PM
  • Publish
  • soalan

    1.Jika Ada Seorang lelaki memberi Salam Kepada Seorang perempuan Dalam laman Sosial Contoh (Facebook,twitter) Perlu kah Perempuan itu menjawab..

    -salam-
    erm...
    jikalau saya...saya tak jawab...sebab..selalu yang dok bagi salam kat saya..nie nak bagi contoh la..kebanyakkan nya adalah lelaki yang tidak dikenali...ya la...mula2 bagi salam....pastu mai la....satu2 penyambung selepas salam tu....tujuan apa dia dok bagi salam tu? aha..Wallahu alam...
    alaa..kalo betul2 la dia tu ada hal penting sangat nak pie chat ngan kita...pasal apa tak direct tu the point saja...nie tah apa2..nak berkenalan la...apa la..macam takdak keja lain nak buat....mmmm...mula bukan main baik dah dengan salam nya tu...tapi sayang...last jadi tah apa2....simpulan saya...tak payah la kot dok layan jika kita tak pasti who is...tetiba ja mai dok sapa kan...ehh,nak layan jugak? yala...kalo tak layan satgie dia kata pa pulak...rasa seronok pon adakan..ahaa...ya la..sket2 lama2 jadi gunung....sebenarnya...depa nie bagi ja salam...tapi kalo kita tak jawab....depa pon tak kata pa aih...abaikan macam tu ja la...okey....al-fikrah.fm...
    sekian....yang baik itu datang dari Allah...yang tak baik itu...kesilapan dari diri ana sendiri..... :ins:
    -jawabsalam-
    "The spirit of knowledge is action"..

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    Cara Memberi Salam

    Started by ain « 1 2 3 4 5 » Hebahan

    99 Replies
    24464 Views
    Last post 20 March, 2011, 04:47:11 PM
    by IbnuNafis
    26 Replies
    8183 Views
    Last post 16 September, 2011, 09:09:11 AM
    by sonidoter89
    0 Replies
    1892 Views
    Last post 06 January, 2013, 10:32:06 PM
    by maktabah zein