Kelebihan Mengamalkan Sunnah Nabi Muhammad saw

*

Author Topic: Kelebihan Mengamalkan Sunnah Nabi Muhammad saw  (Read 15416 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

Yuzie

  • *
  • Posts: 1024
  • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
    • View Profile
31 March, 2012, 12:07:12 AM
  • Publish
  • Ketahuilah! Siapa saja dari umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berupaya untuk senantiasa mengikuti dan menaati beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan ikhlas serta menjadikannya sebagai suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari, maka sungguh ia akan mendapatkan sekian banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam di antaranya adalah sebagaimana keterangan berikut ini:

    1. Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Merupakan Sebab Diterimanya Suatu Amalan
    Telah kita ketahui bersama bahwa dua prinsip dasar yang harus selalu beriringan dalam melandasi suatu amal agar diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala adalah keikhlasan dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya, apabila hilang salah satu dari keduanya, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan hendaknya kita khawatir suatu amal shalih yang kita kerjakan akan ditolak atau tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak pernah kami tuntunkan, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)
    Dari hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu keutamaan terbesar dalam Ittiba’us Sunnah (mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) adalah diterimanya suatu amalan.

    Al Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: “Dalam mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terdapat keberkahan dalam mengikuti syari’at, meraih keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala, meninggikan derajat, menentramkan hati, menenangkan badan, membuat marah syaithan, dan berjalan di atas jalan yang lurus.” (Dharuratul Ihtimam, hal. 43)

    2. Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Membuahkan Persatuan Kaum Muslimin
    Para pembaca yang mulia, setiap muslim tentu sangat merindukan terwujudnya persatuan kaum muslimin. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa persatuan merupakan perkara yang diridhoi dan diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sedangkan perpecahan merupakan perkara yang dibenci dan dilarang oleh-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Dan berpegang-teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.” (Ali Imran: 103)

    Al Imam Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah telah memerintahkan kepada mereka (umat Islam, red) untuk bersatu dan melarang mereka dari perpecahan. Di dalam banyak hadits juga terdapat larangan dari perpecahan dan perintah untuk bersatu dan berkumpul.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/367)
    Adapun asas bagi persatuan yang diridhoi dan diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bukan berasaskan kesukuan, organisasi, kelompok, daerah, partai, dan sebagainya. Akan tetapi asasnya adalah: Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan pemahaman As-Salafush Shalih (para shahabat Rasulullah, para tabi’in, dan tabi’ut tabi’in).

    Al Imam Al Qurthubi rahimahullah ketika menjelaskan ayat 103 surat Ali Imran di atas menyatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kepada kita agar berpegang teguh dengan kitab-Nya (Al Qur’an) dan sunnah nabi-Nya, serta merujuk kepada keduanya di saat terjadi perselisihan. Allah subhanahu wa ta’ala juga memerintahkan kepada kita agar bersatu di atas Al Qur’an dan As Sunnah dalam hal keyakinan dan amalan. Hal ini agar kaum muslimin bersatu dan tidak tercerai-berai, sehingga akan meraih kemaslahatan dunia dan agama, serta selamat dari perselisihan. (Lihat Tafsir Al Qurthubi, 4/105)
    Mengapa harus dengan pemahaman As Salafus Shalih (para shahabat Rasulullah, para tabi’in, dan tabi’ut tabi’in)?

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Sebagaimana tidak ada generasi yang lebih sempurna dari generasi para shahabat, maka tidak ada pula kelompok setelah mereka yang lebih sempurna dari para pengikut mereka. Maka dari itu, siapa saja yang lebih kuat dalam mengikuti hadits Rasulullah dan sunnahnya, serta jejak para shahabat, maka ia lebih sempurna. Kelompok yang seperti ini keadaannya, akan lebih utama dalam hal persatuan, petunjuk, berpegang teguh dengan tali (agama) Allah, dan lebih terjauhkan dari perpecahan, perselisihan, dan fitnah. Dan barangsiapa yang menyimpang jauh dari itu (Sunnah Rasulullah dan jejak para sahabat), maka ia akan semakin jauh dari rahmat Allah dan semakin terjerumus ke dalam fitnah.” (Minhajus Sunnah, 6/368)

    3. Pahala Besar Bagi Orang Yang Berpegang Teguh Dengan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
    Dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran, kesabaran di hari itu seperti menggenggam bara api, bagi yang beramal (dengan Sunnah Nabi) pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh.” Ada seseorang yang bertanya: “Lima puluh dari mereka, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Pahala lima puluh dari kalian.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi, lihat Silsilah Ash Shahihah, no. 494)

    4. Jaminan Istiqomah dan Hidayah Bagi Orang Yang Berpegang Teguh dengan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
    Selama seseorang berada di atas Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia akan tetap berada di atas jalan istiqomah. Sebaliknya, jika tidak demikian, berarti ia telah menyimpang dari jalan yang lurus. Sebagaimana yang dikatakan oleh shahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu:
    “Manusia akan senantiasa berada di atas jalan yang lurus selama mereka mengikuti jejak Nabi.” (HR. Al Baihaqi, Miftahul Jannah, no. 197).

    Shahabat ‘Urwah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Mengikuti sunnah-sunnah Nabi adalah tonggak penegak agama.” (HR. Al Baihaqi, Miftahul Jannah, no. 198).
    Salah seorang tabi’in bernama Ibnu Sirin mengatakan: “Dahulu mereka mengatakan: selama seseorang berada di atas jejak Nabi, maka ia berada di atas jalan yang lurus.” (HR. Al Baihaqi, Miftahul Jannah, no. 200)

    Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Dan jika kalian menaatinya niscaya kalian akan mendapatkan hidayah.” (An Nur: 54)
    Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah berkata: “Jika kalian menaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus, baik ucapan maupun perbuatan. Dan tidak ada jalan untuk mendapatkan hidayah melainkan dengan menaatinya, dan tanpa (menaatinya) tidak mungkin (akan mendapatkan hidayah) bahkan mustahil.” (Tafsir As Sa’di, hal. 521)

    5. Mendapatkan Cinta dari Allah subhanahu wa ta’ala dan akan masuk Al Jannah (surga)
    Para pembaca yang mulia, bukankah kita semua ingin mendapatkan cinta dari Allah? Ketahuilah! Bahwa cinta dari Allah subhanahu wa ta’ala hanya akan diperoleh dengan mengikuti dan mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala (artinya):

    “Katakanlah (wahai Muhammad!): “Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku! Niscaya Allah pasti akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Ali Imran: 31)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Setiap umatku akan masuk Al Jannah (surga) kecuali orang yang enggan.” Para shahabat bertanya: “Siapakah orang yang enggan itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang menaatiku, ia akan masuk Al Jannah dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka sungguh ia telah enggan.” (HR. Al Bukhari)


    Perkongsian daripada Pembaca AnakkuSoleh.com
    Cukuplah bila kami merasa mulia karena Engkau sebagai Pencipta bagi kami dan cukuplah bila kami bangga bahawa kami menjadi hamba bagiMu. Engkau bagi kami sebagaimana yang kami cintai, maka berilah kami taufik sebagaimana yang Engkau cintai.

    hambasepi

    • *
    • Posts: 178
    • ~Allah kuasa makhluk tak kuasa..~
      • View Profile
    Reply #1 31 March, 2012, 07:39:13 AM
  • Publish
  • kejayaan hanya dalam agama, sejauh mana dapat taat perintaah Allah, ikut cara nabi saw.
    kelebihan sunnah, dapat cinta nabi . nabi saw bersabda, mafhumnya barangsiapa yang mengamalkan sunnahku, beerti dia cinta padaku, barangsiapa yang cinta padaku , maka akan bersama-samaku dalam syurga.
    wallahua'lam..
    ~ rezeki akan mencari tuannya sebagaimana maut mencari tuannya...~

    robhunhayati

    • *
    • Posts: 1068
    • anak-anakku permata hatiku... Syukran ya ALLAH..
      • View Profile
    Reply #2 31 March, 2012, 08:40:44 AM
  • Publish
  •  :jaz:

    perkongsian ilmu yang bermanfaat. Nabi pernah bersabda yang bermaksud " aku tinggalkan kepada kamu 2 perkara yg selamanya kamu tidak akan sesat selagimana kamu berpegang teguh kepadanya iaitu Kitab Allah dan sunnahku"...  justeru itu, kita yg dikurniakan akal fikiran, yg ditinggikan darjat oleh Allah sbg Khalifah di muka bumi ini, buatlah pilihan samaada nak ikut dan amalkn sunnah nabi or tidak kerana tiada lagi nabi selepas Nabi Muhammmad saw... Wallahu'alam...

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4856
      • View Profile
    Reply #3 31 March, 2012, 08:47:16 AM
  • Publish
  • Ini Zaman, ramai yang hanya ikut Sunnah secara zahir saja

    sebab itulah dalam masjid, dalam majlis terjaga adabnya

    kecualilah orang tertentu dalam tarikat tertentu, berdendang goyang goyang bila berzikir

    jadi terpulalng lah bagaimana kalian melihat
    kalian belajar

    semuga bathin kalian
    hati kalian
    rohaniah kalian
    menyertai apa sahaja yang zahir lakukan

    bersatulah zahir dan bathin, bersatulah zahir dan hati, bersatulah zahir dan rohani, semuga berjaya mendapat Iman, agar melekat dan masuk ke hati

    inshallah ya, silakan lah

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #4 31 March, 2012, 11:44:40 AM
  • Publish
  • Makan cara sihat ikut sunnah nabi

    Tabiat pemakanan yang boleh diteladani ialah mengikut sunah Rasulullah s.a.w. Jika dikaji, amalan pemakanan baginda amat bertepatan dengan al-Quran bermaksud:

    “… makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan…” (Surah al-A’raf, ayat 31).

    ‘Mencegah lebih baik daripada merawat’

    Petua menjaga kesihatan cara Rasulullah turut mengambil kira sistem tubuh manusia. Sebagai mesin, ia memerlukan bahan bakar iaitu makanan untuk membolehkannya melaksanakan kerja, tetapi kuantiti makanan yang masuk ke perut mesti dikawal. Sebenarnya, menjaga dan mengawal perut daripada makan terlalu banyak adalah kaedah pencegahan penyakit yang berkesan. Sebab itu ramai ilmuwan perubatan dan tabib zaman lampau sering bermadah ‘lapar itu ubat’.

    Mengambil makanan dalam kuantiti banyak adalah amalan buruk kerana ia memberatkan organ dan sistem pencernaan sehingga ia lemah dan tidak mampu mencerna secara teratur dan berkesan. Makanan dalam jumlah yang banyak menyebabkan pelbagai penyakit. Justeru, kaedah rawatan dan pencegahan penyakit yang terbaik sepatutnya bermula dari perut – pastikan kuantiti dan jenis makanan yang masuk ke perut terkawal.

    Nabi Muhammad ada menyebut ‘perut adalah tempat bermula pelbagai penyakit’. Selain kuantiti makanan, petua kesihatan Nabi turut mengambil kira isi padu makanan. Baginda lebih mengutamakan makanan lembut, terutama jika baru sembuh atau melalui proses pemulihan. Dalam satu hadis daripada Siti Aisyah r.a, beliau berkata:

    “Jika Rasulullah diberitahu si fulan sakit dan tidak ada nafsu makan, baginda bersabda: Berikanlah kepadanya ‘talbiinah’! Kata baginda lagi, Demi Allah, ia mencuci perut seseorang seperti kamu membersihkan mukamu daripada kotoran!”

    Talbiinah ialah sejenis makanan masyarakat Arab menyerupai bubur atau susu. Ia lembut dan tidak membebankan perut. Bagi kita di sini, mungkin oat dicampur susu sesuai sebagai makanan yang lembut dan tidak membebankan perut serta fungsi pencernaan. Makanan ini juga kaya serat dan banyak membantu proses penghadaman.

    Disiplin pemakanan yang diamalkan Rasulullah biasanya mengelak makanan itu mendatangkan penyakit kepada individu yang sihat, manakala bagi mereka yang mengalami masalah kesihatan, ia mengelak penyakit menjadi semakin serius. Contoh peristiwa Nabi Muhammad s.a.w mengajar pemilihan makanan ketika sakit ialah sebagaimana hadis riwayat Ibnu Maajah dari Ummul Mundzir Qois al Anshoriyah, katanya:

    “Suatu hari Rasulullah berkunjung ke rumah kami bersama Ali k.a yang ketika itu baru sembuh daripada sakit. Kami mempunyai buah daliah (sejenis buah-buahan di tanah suci), lalu Rasulullah mengambil dan memakannya dan Ali juga memakannya.
    “Baginda berkata kepada Ali: Engkau baru saja sembuh daripada sakit.
    “Lalu Ali berhenti memakannya. Kemudian saya buatkan masakan dari gandum dan saya berikan kepada mereka berdua, maka Rasulullah s.a.w bersabda: Ali, nah, ini lebih sesuai bagimu!”


    Larangan Rasulullah kepada Ali yang baharu sembuh daripada sakit agar tidak memakan daliah sebagaimana dalam hadis di atas adalah kaedah pencegahan atau berpantang. Buah-buahan yang sifatnya mudah terurai mungkin memberi mudarat bagi mereka yang baru sembuh. Ketika baru pulih daripada sakit, perut belum cukup kuat kerana ia sibuk bekerja menghakis sisa penyakit dari dalam perut dan badan. Sebaliknya, Rasulullah menggalakkan Ali mengambil masakan daripada gandum kerana air daripada gandum itu dapat menguatkan tubuh. Namun, baginda membenarkan pengambilan makanan yang tidak sesuai, tetapi dalam kuantiti sedikit sekadar menghilangkan keinginan.

    Perkara menarik mengenai kaedah makanan seimbang yang diajarkan Rasulullah ialah baginda tidak membataskan pada satu jenis makanan saja. Contohnya, baginda menyeimbangkan makanan bersifat panas dengan sejuk.

    Dari segi komposisi makanan, baginda tidak pernah mengambil susu dan ikan atau susu dan telur atau daging dan susu atau antara makanan yang kedua-duanya mempunyai sifat panas atau sifat dingin serentak.
    Baginda juga tidak mengambil dua jenis makanan yang mempunyai sifat cepat dicernakan dan lambat dicernakan, serentak.

    Rasulullah tidak mengambil makanan yang masih dalam keadaan panas atau makanan yang disimpan semalaman, makanan awet atau diasinkan seperti acar kerana semua itu memudaratkan kesihatan. Kita juga patut mengelak mengambil makanan segera dan minuman berkarbonat, walaupun sedap, tetapi memudaratkan apatah lagi mengandungi perasa tiruan dan sintetik.

    Rasulullah gemar makanan yang mengandungi unsur manis semula jadi dan madu malah baginda suka mengambil buah-buahan sebagai makanan tambahan. Mengenai madu, Nabi mempunyai disiplin pengambilan madu yang baik untuk dicontohi, iaitu mengambilnya pada waktu pagi sebelum sarapan. Madu dicampurkan dengan air dingin sebelum diminum. Ini bertujuan mencairkan lendir dan membersihkan sistem pencernaan.

    Selain jenis dan kuantiti makanan, satu aspek lain penjagaan kesihatan Rasulullah s.a.w ialah cara baginda duduk ketika makan, iaitu dalam posisi ‘mutawarikan’, iaitu meletakkan pinggul pada kedua-dua tumit dan menempatkan telapak kaki kiri di atas punggung kaki kanan.

    Postur badan penting dalam menentukan kebaikan ketika pengambilan makanan. Contohnya, baginda melarang makan sambil bersandar sebagaimana sabdanya bermaksud: “Saya tidak makan sambil bersandar.”Baginda juga melarang minum sambil berdiri, kecuali jika dalam keadaan terpaksa. Baginda mempunyai disiplin khusus dari segi minuman.

    Berdasarkan petunjuk Nabi s.a.w, makruh minum selepas melakukan olahraga atau sebaik selesai melakukan sesuatu kerja berat atau sebaik habis makan atau sebelum makan. Semua itu tidak baik untuk kesihatan. Sebaliknya, biarkan beberapa detik berlalu apabila selesai aktiviti berat atau makan, kemudian minum.
    Rasulullah s.a.w mempunyai petua unik ketika minum. Dalam satu hadis dari Anas bin Malik bermaksud:

    “Rasulullah minum dengan tiga kali nafas. Baginda berkata: Hal itu lebih melegakan dan lebih menyihatkan.”

    Maksud bernafas tiga kali ketika minum ialah dengan menjauhkan bekas atau cawan dari mulut, lalu bernafas atau seolah-olah menghisap air yang sedang diminum. Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum ditemui dalam hadis bermaksud:

    “Jika seseorang di antara kalian minum maka janganlah bernafas di dalam gelas minuman, tetapi hendaklah direnggangkannya dari bibir.”

    Dan, pasti yang paling penting dan mungkin dilupakan kita apabila makan atau minum ialah membaca ‘basmalah’ (membaca Bismillah) dan mengucapkan ‘hamdalah’ (Alhamdulillah) apabila selesai. Ia banyak keberkatan dari segi kesihatan.

    Rahsia besar Rasulullah s.a.w yang patut menjadi teladan ialah baginda tidak pernah mencela makanan yang tidak disukainya atau kurang enak. Ini terkandung di dalam hadis bermaksud:

    “Anas berkata: Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Jika berselera dimakannya, dan jika tidak maka ditinggalkannya.”

    Justeru, semua orang tidak wajar menunggu hari tua atau berusia lewat 40-an untuk memulakan amalan pemakanan sihat. Mulakanlah sekarang!

    Kepentingan menjaga pemakanan dapat difahami daripada hadis Nabi saw yang diriwayatkan at-Turmudzi dari Abdullah al-Ashory, Rasulullah saw bersabda bermaksud:

    “Sesiapa dalam keadaan badan sihat, aman dalam penghidupan dan ia memiliki makanan sehari-hari yang cukup, maka seolah-olah dunia ini miliknya.”

    ISLAMITUINDAH.MY

    deuteromalay

    • *
    • Posts: 282
      • View Profile
    Reply #5 31 March, 2012, 12:04:16 PM
  • Publish
  • Salaam.....
    jangan makan banyak....jangan cakap banyak...jangan tidur banyak...Tulis banyak???!!!tak taula pulak...wasSalaam

    Fakir Billah

    • *
    • Posts: 917
      • View Profile
    Reply #6 31 March, 2012, 02:10:52 PM
  • Publish
  • Sunnah itu perbuatan.
    Nabi itu penyampai, apa yang diberitakan.

    Perbuatan dalam bahasa yang mudah ialah hubungkait dengan kelakuan diri.
    Faham Ahli Sunnah Wal Jamaah ialah tidak bersekutu dan tidak bercerai.


    Nur^ Iman

    • *
    • Posts: 689
    • I am proud to be a MUSLIM
      • View Profile
    Reply #7 31 March, 2012, 03:54:54 PM
  • Publish
  • Tujuh Sunnah Rasulullah yang perlu diamalkan ialah :
    Solat Tahajjud

    Solat Tahajjud ialah solat apabila terjaga daripada tidur malam. Sebaik-baiknya 1/3 malam yang terakhir iaitu dalam lingkungan jam 3 atau 4 pagi. Jumlah rakaat sekurang-kurangnya 2 rakaat. Di antara fadhilatnya :
    Mendapat pengawasan Allah dan menampakkan kesan ketaatan di wajahnya.
    Dikasihi oleh para ahli ibadah dan org mukmin.
    Percakapannya menjadi hikmah dan bijaksana.
    Dimudahkan hisab ke atasnya.
    Mendapat catatan amal dari tangan kanan.
    Firman Allah SWT yang bermaksud :
    “Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah "sembahyang tahajjud" padanya, sebagai sembahyang tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat Yang Terpuji. (Al-Isra : 79)
    Membaca Al-Qur'an Sebelum Terbit Matahari

    Membaca Al-Quran merupakan salah satu sunnah Rasulullah terutamanya membaca Al-Quran pada waktu sebelum terbitnya matahari. Besar pahala bagi orang yang mebaca Al-Quran dan mentadabbur isinya. Jadikan Al-Quran sebagai panduan hidup dan jangan dijadikan Al-Quran sebagai bacaan bacaan sahaja. Jadikan Al-Quran sebagai bacaan, panduan dan membudayakan Al-Quran dalam setiap perkara dalam kehidupan kita. Firman Allah yang bermaksud :
    “Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke jalan Yang amat betul (ugama Islam), dan memberikan berita Yang mengembirakan orang-orang Yang beriman Yang mengerjakan amal-amal soleh, Bahawa mereka beroleh pahala Yang besar.” (Al-Isra : 9)
    Jangan Tinggalkan Masjid

    Solat yang lebih baik adalah solat berjamaah di masjid, kerana pahala orang yang solat berjamaah di masjid sangat besar dan pahalanya dikira pada setiap langkahnya ke masjid dan ia juga akan memperolehi pahala berjamaah sebanyak 27 pahala. Hadis Nabi Muhammad SAW yang bermaksud :
    "Sungguh, alangkah ingin aku menyuruh (para sahabat) melakukan solat, dan aku suruh seseorang untuk mengimaminya, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa beberapa ikat kayu api menuju (rumah) orang-orang yang tidak ikut solat berjemaah, untuk membakar rumah mereka dengan api."

    Jaga Solat Dhuha

    Solat Sunat Dhuha adalah solat yang yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah kepada umatnya, kerana solat sunat Dhuha ini banyak kelebihannya. Di antara kelebihannya ialah pintu rezeki dibuka dan dimurahkan rezeki. Waktu solat sunat Dhuha ialah dari naik matahari sampai se-penggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir. Rasullullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :
    “Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha .” (Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
    Jaga Sedekah

    Sedekah ialah seseorang itu mengorbankan sedikit hartanya untuk diberikan kepada orang yang memerlukan dengan hati dan perasaan yang ikhlas kerana Allah. Bagi orang yang rajin bersedekah, Allah akan gandakan setiap sedekahnya dengan rezeki yang melimpah. Firman Allah yang bermaksud :
    “Dan jangan sekali-kali orang-orang Yang bakhil Dengan harta benda Yang telah dikurniakan Allah kepada mereka dari kemurahanNya - menyangka Bahawa keadaan bakhilnya itu baik bagi mereka. bahkan ia adalah buruk bagi mereka. mereka akan dikalongkan (diseksa) Dengan apa Yang mereka bakhilkan itu pada hari kiamat kelak. dan bagi Allah jualah hak milik Segala warisan (isi) langit dan bumi. dan (ingatlah), Allah Maha mengetahui Dengan mendalam akan Segala Yang kamu kerjakan. (mukjizat) Yang nyata dan Dengan (korban) Yang katakan, maka membunuh mereka, jika kamu orang-orang Yang benar (dalam apa Yang kamu dakwakan itu)?" (Al-Imran : 180)
    Jaga Wudhuk Terus Menerus

    wudhu adalah salah satu cara untuk menyucikan diri dari hadas kecil. Orang yang menjaga wuduknya akan disayangi oleh Allah. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib :
    "Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah".
    Istighfar Setiap Masa

    Istighfar ialah memohon keampunan dari Allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan dan berjanji kepada Allah tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Firman Allah yang bermaksud :
    “Dan Allah tidak sekali-kali akan menyeksa mereka, sedang Engkau (Wahai Muhammad) ada di antara mereka; dan Allah tidak akan menyeksa mereka sedang mereka beristighfar (meminta ampun).” (Al-Anfal : 33)
    I am proud to be a MUSLIM

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #8 31 March, 2012, 04:20:35 PM
  • Publish
  • Disarankan minum/makan sambil duduk kerana terelak daripada penyakit.
    Kecuali Air zamzam perlu minum berdiri

    Subhanallah, kelebihan mengikuti sunnahnya
    Sains telah membuktikan Mengapa Rosulullah Melarang Minum Sambil Berdiri – Dalam hadits disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang boleh membuka (sehingga air kemih-air kencing boleh disalurkan) dan kemudian menutup.

    Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada tempat-tempat penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang tersisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

    Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

    Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri”. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk.”

    Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

    Adapun Rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, disebabkan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan.

    Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga boleh berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan saraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak boleh mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini hanya boleh dihasilkan pada saat duduk, di mana saraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

    Makanan dan minuman yang dimakan pada saat berdiri, boleh berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, boleh menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

    Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalan makanan ke usus secara mudah, dan  menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang boleh kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

    Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan di atas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata:

     “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.”  

    Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya,

    “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhari).


    Mei

    • *
    • Posts: 1068
      • View Profile
    Reply #9 31 March, 2012, 05:40:27 PM
  • Publish
  • Salaam.....
    jangan makan banyak....jangan cakap banyak...jangan tidur banyak...Tulis banyak???!!!tak taula pulak...wasSalaam

    tulis banyak..kalau tujuannya untuk perkongsian ilmu...tak mengapalah....

    harap ada yang sudi membaca....menambah ilmu pengetahuan..dan menyampaikan pula pada yang lain....

    pandanglah setiap sesuatu itu dengan sangkaan yang baik....mungkin kita tidak memerlukan isi2 kandungan penulisan tersebut..tetapi bagi yang lain..sangat berguna..dan bermanfaat..

    maka tulislah..selagi niat kita benar2 jujur untuk menyampaikan....

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #10 03 April, 2012, 08:10:47 AM
  • Publish
  • Sains Akui Kelebihan Solat Berjemaah.

    FIRMAN Allah SWT yang bermaksud: Dan apabila engkau berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu), lalu engkau hendak mendirikan solat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan daripada mereka berdiri (solat) bersamamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang solat beserta denganmu) sujud maka hendaklah mereka berpindah dari belakangmu (untuk menghadap musuh).(an-Nisa’: 102)

    SOLAT berjemaah sangat dituntut dalam Islam sehinggakan ia diperintahkan walaupun berada di medan pertempuran untuk berperang. Ini sebagaimana firman Allah SWT menerusi ayat di atas yang turunkan kepada Rasulullah semasa baginda ingin menghadapi peperangan dengan orang kafir.


    Mungkin ramai yang masih meragui mengapa perlunya melaksanakan solat berjemaah sedangkan ia boleh dilakukan secara bersendiri di rumah atau di lokasi kita berada tanpa bersusah payah ke masjid ataupun surau.

    Namun salah faham terhadap kemestian solat jemaah di surau dan masjid ini juga sebenarnya telah merumitkan untuk melaksanakan tuntutan tersebut sedangkan ia boleh dilakukan di mana-mana sahaja walaupun hanya dua orang.


    Mengerjakan solat secara berjemaah seminggu sekali pada solat Jumaat atau solat sunat raya dianggap telah mencukupi oleh sesetengah umat Islam asakan tidak meninggalkan kewajipan dalam rukun Islam kelima itu sendiri di rumah.

    Malah kelebihan serta manfaat solat berjemaah terbukti dari segi saintifik dan diakui oleh pakar sains fizik di sebuah universiti di Amerika Syarikat, Prof. John Herbert selepas membuat kajian mengenai tujuan dan kelebihan solat berjemaah.

    Pengarah Bahagian Keluarga, Sosial dan Komuniti, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), Dr. Abdul Ghaffar Surip berkata, hasil kajian John Herbert mendapati sentuhan antara bahu jemaah ketika solat mampu menyeimbangkan cas elektrik positif dan negatif yang terdapat dalam tubuh manusia menjadikan tubuh lebih segar dan bertenaga.

    “Tubuh manusia terdiri daripada dua cas elektrik iaitu cas positif dan negatif. Setiap aktiviti harian kita tidak kira bekerja, beribadat atau berehat banyak menggunakan tenaga yang menyebabkan berlakunya pertukaran cas positif dan negatif yang menyebabkan ketidakseimbangan cas tersebut di dalam tubuh.

    “Ini menyebabkan tubuh berasa letih dan tidak bermaya. Oleh itu, cas ini perlu diseimbangkan semula untuk memulihkan tubuh badan kita iaitu dengan cara menunaikan solat berjemaah yang merangsang proses pertukaran cas elektrik dalam tubuh kita tersebut,” katanya.

    Beliau berkata demikian kepada Mega pada majlis penyampaian Sijil Tinggi Pengajian Sains Dakwah di Institut Latihan Islam Malaysia, Bangi, Selangor, baru-baru ini.


    Seramai 27 peserta terdiri daripada Saudara Muslim mengikuti kursus tersebut yang dijalankan dua minggu sekali selama tiga bulan.

    Majlis penutup disempurnakan oleh Timbalan Ketua Pengarah (Pembangunan Insan) Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), Razali Shahabudin yang turut menyampaikan sijil penyertaan kepada para peserta.

    Dr. Abdul Ghaffar berkata, tubuh manusia mengeluarkan cas yang berlebihan dan cas itu akan ditarik oleh cas yang berlawanan dalam tubuh badan jemaah di sebelah kanan dan kiri.

    Begitu juga proses yang sama berlaku kepada setiap jemaah. Semakin lama pergeseran ini berlaku, semakin seimbang dan semakin segar tubuh badan kita.

    Mengikut hasil kajian tersebut, proses pertukaran cas ini sangat diperlukan dalam kehidupan harian sebagaimana keperluan tidur pada setiap hari dengan sama.

    Menurutnya, bilangan rakaat yang berlainan dalam setiap waktu solat adalah bertepatan dengan keperluan pertukaran cas elektrik positif dan negatif tersebut.

    Solat subuh hanya dua rakaat kerana ia hanya memerlukan sedikit pertukaran cas dalam tubuh. Berlainan pula dengan solat Zuhur dan Asar yang memerlukan pertukaran cas yang banyak untuk menyeimbangkan cas dan mengembalikan tenaga dan kecergasan tubuh.

    “Selepas waktu Asar pula, pada kebiasaannya kita hanya beriadah atau melakukan aktiviti ringan yang tidak terlalu banyak menggunakan tenaga di samping perbezaan masa yang diperuntukan tidak terlalu ketara.

    “Oleh itu, solat berjemaah waktu Maghrib hanya sebanyak tiga rakaat mencukupi untuk menyeimbangkan cas dalam tubuh,” katanya.

    Walaubagaimanapun, mungkin sesetengah daripada kita keliru mengenai bilangan solat Isyak yang banyak sedangkan ia tidak jauh berbeza dengan waktu solat Maghrib.

    Dr. Ghaffar berkata, menurut kajian itu, pertukaran cas yang banyak perlu bagi menyediakan cas elektrik dalam tubuh yang benar-benar seimbang dan pengumpulan tenaga yang secukupnya untuk bangun pada sepertiga malam bagi menunaikan solat sunat seperti yang dituntut dalam Islam.

    “Hasil kajian saintifik tersebut menunjukkan kepada kita betapa indah dan sempurnanya amalan agama Islam sehingga setiap kewajipan yang diperintahkan kepada kita mempunyai kelebihan dan manfaat tersendiri,” katanya.

    Hasil kajian John Herbert itu membuka pintu hatinya dan mendapat hidayah Allah untuk memeluk agama Islam kerana tiada amalan agama lain yang selengkap dan sempurna sebagaimana ajaran Islam.



    Rea



    Read more: http://faktafaktamenarik.com/kelebihan-solat-berjemaah.html#ixzz1qvocSgJI

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #11 04 April, 2012, 04:53:59 PM
  • Publish
  • Kurma merupakan salah satu pemakanan mengikut Sunnah Muhammad SAW

    Ia banyak disebut dalam al-Quran, malah menjadi salah satu makanan kegemaran junjungan besar kita iaitu Nabi Muhammad S.A.W . Berikut adalah fakta dari pelbagai sudut tentang khasiat buah kurma ini.
    Kurma memiliki pelbagai khasiat dari sudut kesihatan.

    Mencegah Penyakit Kronik Seperti Jantung & Kencing Manis
    Berdasarkan kajian Profesor Madya Aisyah Mohd Zain, pensyarah Sains Makanan, Fakulti Sains Makanan dan Bioteknologi, Universiti Putra Malaysia (UPM) menyatakan "Dari segi perubatan, amalan memakan kurma setiap hari boleh mengurangkan risiko seseorang itu diserang penyakit kronik seperti jantung dan kencing manis kerana mengandungi zat galian seperti potasium, kalsium dan zat besi yang boleh menyihatkan sel darah merah". (Berita Harian, Selasa, 20 Februari, 2001)

    Merangsang Dan Memudahkan Kehamilan
    Profesor Madya Aisyah Mohd Zain juga berkata, buah kurma mampu memanaskan badan dan merangsang kesihatan wanita hamil dan anak yang dikandung, memudahkan wanita bersalin dan memberi tenaga tambahan.

    Membunuh Kuman Dalam Badan
    Saidina Ali r.a. meriwayatkan "Barang siapa yang memakan 7 butir tamar setiap hari, ia akan membunuh semua kuman di dalam badannya".

    Kurma juga mengandungi kandungan zat besi dan potasium yang tinggi selain pelbagai vitamin lain. Ia amat sesuai diambil pesakit anemia, masalah penghadaman seperti sembelit dan kelesuan badan. Sebagai buah yang kaya dengan karbohidrat, kurma memberikan sumber tenaga, membantu meningkatkan tenaga dan sesuai dijadikan sebagai snek harian.

    Malah Rasulullah s.a.w ada bersabda: "Sesiapa yang memakan tujuh biji tamar Ajwah, dia akan terkawal daripada kejutan syaitan dan sihir pada hari itu." (Riwayat Imam Bukhari).

    Menjadikan pemakanan kurma sebagai amalan sejak dulu lagi, Pengerusi dan pemilik Yusuf Taiyoob Sdn Bhd, Datuk Yusuf Taiyoob, berkata amalan memakan kurma memang baik untuk kesihatan. Beliau berkata, kurma mampu membekalkan tenaga walaupun diambil dalam jumlah yang sedikit, malah mampu menahan kelaparan untuk seharian. Bagi yang ingin menjaga kesihatan, kurma mengurangkan berat badan.

    Kecerdasan & Kecergasan
    Kecerdasan Minda Dan Membantu Proses Tumbersaran
    Menurut Profesor Madya Aisyah Mohd Zain lagi, kanak-kanak digalakkan memakan lebih banyak buah kurma kerana ia memberi khasiat membantu memperkuat daya tahan tubuh, meningkatkan stamina, menggalakkan pertumbuhan tulang pada kanak-kanak, sekaligus membentuk minda kanak-kanak yang sihat.

    Tenaga Segera
    Maksud Firman Allah swt dalam surah Maryam: Ayat 25-26.
    "Dan goyanglah pangkal pohon kurma tu ke arahmu, nescaya pohon itu akan menggugurkan buah yang masak kepadamu, maka makan serta minumlah dan bersenang hatilah kamu."

    Mengikut hasil kajian ahli sains Mesir, khasiat kurma terbukti dalam membantu memanaskan badan, mencergaskan otak dan tubuh badan, mencergaskan minda serta membantu tumbesaran kanak-kanak. Ia juga membantu melicinkan perjalanan darah, merawat buah pinggang dan mencuci hati serta membantu mengurangkan pengaliran darah ketika melahirkan anak.

    Kurma mampu membekal tenaga dengan pantas ke dalam tubuh mereka yang memakannya. Maka dengan itu Allah swt menyuruh Saidatina Maryam memakan buah kurma agar beliau mendapat bekalan tenaga untuk melahirkan Nabi Isa a.s. dan sentiasa bertenaga setelah melahirkan Nabi Isa a.s., kerana kehilangan tenaga dan darah yang banyak.

    Keperibadian
    Membentuk Sifat Penyabar, Bersopan Santun Dan Cerdas Pemikiran
    Maksud hadis Rasulullah s.a.w. : "Berilah makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu, menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas pemikirannya."

    "Melentur buluh biar dari rebungnya." Islam mengajar kita mendidik anak sejak dari dalam kandungan ibu agar anak yang bakal dilahirkan itu dibentuk mengikut rohaniah yang suci serta memiliki tubuh badan yang sihat dan minda yang cerdas. Buah kurma merupakan makanan yang mampu membentuk insan yang berperibadi luhur. Seorang pelatih dari Universiti Sains Malaysia (USM) menulis tentang hadis ini dalam majalah Mingguan Wanita.

    Keberkatan

    Mengambil Keberkatan Sewaktu Kelahiran
    Diriwayatkan daripada Abu Musa r.a. katanya: "Anakku lahir, lalu aku membawanya kepada Nabi s.a.w. lalu baginda menamakannya dengan nama Ibrahim dan meletakkan pada lelangitnya dengan buah kurma."

    Makanan Yang Paling Sempurna
    Maksud Sabda Rasulullah s.a.w. : "Rumah yang tiada kurma nescaya penghuninya kelaparan."

    Dengan sebab itulah Profesor Madya Aisyah Mohd Zain menyatakan lagi " pengambilan buah kurma itu tidaklah sekadar penting pada bulan puasa atau ketika seseorang itu sedang berpuasa, sebaliknya memakan kurma wajar dijadikan amalan harian."

    Kecerdasan Otak

    Khasiat buah kurma bukan sahaja diakui dalam Islam dan diakui juadah penting berbuka puasa, malah di kalangan ahli perubatan menganggapnya buah berkhasiat yang mampu mencerdaskan otak dan menyihatkan tubuh badan.

    Profesor Madya Aisyah Mohd Zain berkata, "Pengambilan buah kurma tidaklah sekadar penting pada bulan puasa atau ketika seseorang itu sedang berpuasa, sebaliknya memakan kurma wajar dijadikan amalan harian."

    "Dari segi perubatan, amalan memakan kurma setiap hari boleh mengurangkan risiko seseorang itu diserang penyakit kronik seperti jantung dan kencing manis."

    "Kurma boleh dijadikan makanan yang membantu mencegah penyakit kerana mengandungi zat galian seperti potasium, kalsium dan zat besi yang boleh menyihatkan sel darah merah," katanya ketika dihubungi hari ini.

    Beliau berkata, walaupun buah padang pasir itu sukar dibeli dinegara ini selain Ramadhan, orang ramai khususnya umat Islam boleh menjadikan jus buah kurma yang dipasarkan sebagai pilihan alternatif.

    Katanya, buah kurma mengandungi vitamin dan E serta komposisi gula yang banyak dikenali sebagai glukosa iaitu sejenis unsur gula dalam darah yang menjadi sumber tenaga serta membantu seseorang berpuasa dalam tempoh yang lama.

    Prof Asiah berkata, buah kurma mampu memanaskan badan dan merangsangkan kesihatan wanita hamil dan anak yang dikandung, memudahkan wanita bersalin dan memberi tenaga tambahan.

    Katanya, kanak-kanak digalakkan memakan banyak buah kurma kerana ia memberi khasiat dari segi proses pembesaran, sekaligus membentuk minda kanak-kanak yang sihat.

    "Selain berbuka puasa, kurma juga harus menjadi makanan pilihan umat Islam ketika bersahur seterusnya menjana tubuh sehingga waktu berbuka", katanya.

    Rujukan laman sesawang, tapi tak ingat sape punya...(izinkan ye)

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #12 24 July, 2012, 02:14:04 PM
  • Publish
  • Garam salah satu Sunnah Muhammad saw.


    Nabi pernah menyarankan supaya memakan secubit garam pada awal dan akhir setiap kali makan.
    Baginda berkata Sesiapa yang memulakan makan dengan memakan secubit garam ALLAH akan hindarkan 330 jenis penyakit , yang paling kurang ialah gila kusta, sakit perut dan sakit gigi. Yang bakinya diketahui oleh ALLAH sahaja.

    Jadi kepada yang belum ketahui hal ini, jadi mulai hari ini kita bolehlah megamalkannya demi CINTAKU KEPADA MU YA RASULULLAH...

    robhunhayati

    • *
    • Posts: 1068
    • anak-anakku permata hatiku... Syukran ya ALLAH..
      • View Profile
    Reply #13 25 July, 2012, 01:32:38 PM
  • Publish
  •  :jaz: yuzie dan semua...
    perkongsian yang bermanfaat...


    Garam salah satu Sunnah Muhammad saw.


    Nabi pernah menyarankan supaya memakan secubit garam pada awal dan akhir setiap kali makan.
    Baginda berkata Sesiapa yang memulakan makan dengan memakan secubit garam ALLAH akan hindarkan 330 jenis penyakit , yang paling kurang ialah gila kusta, sakit perut dan sakit gigi. Yang bakinya diketahui oleh ALLAH sahaja.

    Jadi kepada yang belum ketahui hal ini, jadi mulai hari ini kita bolehlah megamalkannya demi CINTAKU KEPADA MU YA RASULULLAH...


    p/s ; memang selalu masak masin n suka makan masin... ceria*

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #14 15 August, 2012, 10:06:11 AM
  • Publish
  • Dari Anas bin Malik ra. katanya, Rasulullah SAW telah berkata kepadaku: 'Hai anakku! Jika engkau mampu tidak menyimpan DENDAM kepada orang lain sejak dari pagi sampai ke petangmu, hendaklah engkau kekalkan kelakuan itu! Kemudian beliau menyambung pula: Hai anakku! Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku, dia akan berada denganku di dalam syurga! ' (Riwayat Tarmidzi)

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #15 15 August, 2012, 10:14:35 AM
  • Publish
  • Sunah Rasulullah S.A.W ketika bangun dari tidur

    Menyapu kesan-kesan tidur pada muka dengan tangan.

    Imam Nawawi dan Imam Ibn Hajar merekodkan, sunat menyapu kesan-kesan tidur yang terlekat pada muka dengan menggunakan tangan apabila bangun daripada tidur berdasarkan hadis Rasulullah S.A.W:

    فاستيفظَ رسولُ الله (ص) فَجَلسَ يسمَحُ النومَ عن وجْهِه بِيدِه

    “Rasulullah S.A.W bangun daripada tidur lalu baginda duduk sambil menyapu kesan-kesan tidur pada wayahnya.”(diriwayatkan oleh Imam Muslim

    Arozi

    • *
    • Posts: 684
      • View Profile
    Reply #16 15 August, 2012, 10:18:14 AM
  • Publish
  • AMAL lah sunnah Nabi s.a.w. dengan YAKIN bahawa DALAM SUNNAH ADA KEJAYAAN...

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1024
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Reply #17 15 August, 2012, 10:26:56 AM
  • Publish
  • Kebaikan Memanah
    Melatih emosi dan fizikal untuk meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitik beratkan body balancing. Maka jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung, sukan ini melatih manusia bertenang dan menstabilkan emosi.
    Individu yang tidak tenang, gopoh, pemarah, kurang sabar atau kurang sihat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik.
    Perbuatan melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya perlu satu kekuatan fizikal, sukan ini juga satu latihan holistik kepada diri seseorang dari segi fizikal dan mental.


    Kebaikan Berkuda
    Berkuda amat baik untuk kesihatan manusia. Seluruh anggota tubuh badan dari kepala hingga ke kaki, dari fizikal hingga mental akan mendapat manfaatnya.
    Bentuk lekuk badan belakang kuda – tempat di tunggang- baik untuk merawat segala masalah tulang belakang manusia.
    Semasa pergerakan galloping iaitu cara rentak kuda melompat dan berlari, menyebabkan vetebra tulang belakang manusia bergesel antara satu sama lain dalam keadaan harmoni, dan meransang saraf-saraf tulang belakang, seolah-olah diurut, sedangkan pakar chiropraktik  pun tidak mampu berbuat seperti gerakan natural tulang-tulang veterbra semasa orang menunggang kuda.
    Seluruh anggota : tulang rangka, otot-otot, organ-organ viseral – termasuklah sistem penghadaman, sistem  saraf, sistem voluntary mahupun involuntary, organ perkumuhan, malah geseran kepada organ-organ seksual akan teransang secara optimum untuk menjadi semakin sihat. Penunggang kuda yang hebat selalunya bebas dari mengalami sakit belakang atau ’ter’gelumang dengan tabiat-tabiat seks yang di luar tabie.  Selain itu menunggang kuda turut mencerahkan mata sebab terdapat ransangan terhadap saraf kranial semasa gerakan ‘galloping’ kuda.


    Kebaiakan Berenang
    Semasa berenang, mental, fizikal, segala otot dan tulang rangka digerakkan untuk membuat satu gerakan yang berkoordinasi antara dua anggota kaki dan dua anggota tangan, selain meransang stamina ( sistem kardiovaskular).
    Berenang juga memberi peluang manusia untuk menguasai air serta menjadi berani.

    robhunhayati

    • *
    • Posts: 1068
    • anak-anakku permata hatiku... Syukran ya ALLAH..
      • View Profile
    Reply #18 16 August, 2012, 01:13:18 PM
  • Publish
  • [qu bagussote author=Arozi link=topic=17580.msg270994#msg270994 date=1344997094]
    AMAL lah sunnah Nabi s.a.w. dengan YAKIN bahawa DALAM SUNNAH ADA KEJAYAAN...
    [/quote]

     baguss...
    dan tak rugi kita amalkan sunnah Nabi....

    robhunhayati

    • *
    • Posts: 1068
    • anak-anakku permata hatiku... Syukran ya ALLAH..
      • View Profile
    Reply #19 16 August, 2012, 01:15:46 PM
  • Publish
  • yuzie,

    pernah mencuba ketiga2 aktiviti yang dinyatakan tapi semuanya separuh jalan. hasilnya, memanah pun tak reti, berkuda pun tak berani dah n berenang tenggelam jadinya.... :'(

     :ins: ada rezeki ada kesempatan nanti belajar semula...


    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    8 Replies
    10304 Views
    Last post 13 March, 2012, 01:59:24 AM
    by Ace Abbas
    14 Replies
    3145 Views
    Last post 06 June, 2009, 10:52:41 AM
    by assiddiq
    19 Replies
    4565 Views
    Last post 02 July, 2012, 02:05:58 PM
    by Syafiq19