Asal-usul Surah dalam Al-Quran

*

Author Topic: Asal-usul Surah dalam Al-Quran  (Read 64260 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

Reply #20 16 July, 2007, 11:32:27 AM
  • Publish
  • Surah An Nahl

    Surah An Nahl (Lebah) سورة النحل adalah surat ke-16 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surah ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah SWT ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah". Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surah ini dinamakan pula "An Ni'am" ertinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Kepastian adanya hari kiamat; keesaan Allah; kekuasaan-Nya dan kesempurnaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya; pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

    Hukum-hukum:

    Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan; kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut seperti merjan dan mutiara; dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa; kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan; kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah; larangan membuat-buat hukum yang tak ada dasarnya; perintah membaca isti'aadzah (a'uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk); larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

    Kisah-kisah:

    Nabi Ibrahim a.s.

    Lain-lain:

    Asal kejadian manusia; madu adalah untuk kesehatan manusia; nasib pemimpin-pemimpin palsu di hari kiamat; pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan; ajaran moral di dalam Islam; pedoman da'wah dalam Islam.
    « Last Edit: 16 July, 2007, 11:37:42 AM by umsha »
    Usahlah memandang semua dgn pandangan mata semata-mata, tetapi pandanglah dghn pandangan hati....kita bukan saja dpt melihatNya dimana-mana tetapi dpt merasa rahmat kurniaanNya juga....

    Reply #21 16 July, 2007, 11:34:41 AM
  • Publish
  • Surah Al Israa'

    Surah Al Israa' (Perjalanan Malam) سورة الإسراء adalah surat ke-17 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surah ini dinamai dengan Al Israa' yang berarti "memperjalankan di malam hari", berhubung peristiwa Israa' Nabi Muhammad SAW. di Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis (Palestina) yang dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini. Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israil dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 dimana Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah SWT. Dihubungkannya kisah Israa' dengan riwayat Bani Israil pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat; Allah pasti memberi rezeki kepada manusia; Allah mempunyai nama-nama yang paling baik; Al Quran adalah wahyu dan Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman; adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

    Hukum-hukum:

    Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia; berzina, mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama; ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan dan durhaka kepada ibu bapa. Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

    Kisah-kisah:

    Kisah Israa' Nabi Muhammad SAW, beberapa kisah tentang Bani Israil.

    Dan lain-lain:

    Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya; beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat; petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat; manusia makhluk Allah SWT. yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru; dan persoalan ruh.
    « Last Edit: 16 July, 2007, 11:38:14 AM by umsha »

    Reply #22 17 July, 2007, 02:46:31 PM
  • Publish
  • Surah Al Kahfi

    Surah Al Kahfi (Gua) سورة الكهف adalah surat ke-18 dalam Al Qur'an. Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai Al-Kahfi (bahasa arab:Gua) dan Ashhabul Kahfi yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. Terdapat beberapa hadits Rasulullah SAW yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Kekuasaan Allah SWT untuk memberi kemampuan bertahan hidup pada manusia melebihi normal: dasar-dasar tauhid serta keadilan Allah tidak berubah untuk selama-lamanya; kalimat-kalimat Allah sangatlah luas, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak akan sanggup untuk menulisnya. Kepastian datangnya hari berbangkit; Al Quran adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.

    Hukum-Hukum:

    Dasar hukum wakalah (berwakil); larangan membangun tempat ibadah di atas kubur; hukum membaca "Insya Allah", perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dimaafkan; izin merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

    Kisah-Kisah:

    Cerita Ashhabul Kahfi; cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin; cerita Nabi Musa AS dengan Khidhr AS; cerita Dzulkarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

    Dan lain-lain:

    Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah SWT serta ibadah yang ikhlas kepadaNya; kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu) adab sopan-santun antara murid dengan guru; dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.
     

    Reply #23 17 July, 2007, 03:04:52 PM
  • Publish
  • Surah Maryam

    Surah Maryam (Siti Maryam) سورة مريم adalah surat ke-19 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi. Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

    Surah ini dinamai Maryam, karena surah ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama kristen), ibu dari Nabi Isa AS. Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, dimana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki. Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah SWT. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah SWT, dimana ia ingin dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

    Kandungannya:-

    Keimanan:

    Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dan hukum-hukum alam; Isa AS bukan anak Allah karena mustahil Allah mempunyai anak; Jibril AS turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah; di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri, semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

    Kisah-kisah:

    Allah mengabulkan doa Zakaria AS untuk memperoleh anak; kisah kelahiran Isa AS tanpa ayah; kisah Ibrahim AS dengan bapaknya; Musa AS seorang yang dipilih oleh Allah; Ismail AS seorang yang benar dalam janjinya; Idris AS seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

    Dan lain-lain:

    Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh; keadaan di surga; membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

    Reply #24 17 July, 2007, 03:06:48 PM
  • Publish
  • Surah Taahaa

    Surah Taahaa سورة طه adalah surat ke-20 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 135 ayat, diturunkan setelah surah Maryam dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Surah ini dinamai Thaahaa, diambil ayat pertama surah ini. Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf thaahaa dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Al Quran adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang bertakwa; Musa AS langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantaraan Jibril; Allah menguasai 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar; keadaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat; syafa'at tidak bermanfaat di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

    Hukum-hukum:

    Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya; kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

    Kisah-kisah:

    Kisah Musa AS dan Harun AS dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil, kisah Nabi Adam AS dan iblis.

    Dan lain-lain:

    Perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul; Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka; jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

    Reply #25 17 July, 2007, 03:08:32 PM
  • Publish
  • Surah Al-Anbiyaa

    Surah Al Anbiyaa' (Para Nabi) سورة الأنبياء adalah surah ke-21 dalam Al Qur'an. Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyyah. Nama al anbiyaa' (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surah ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi. Permulaan surah Al Anbiyaa' menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad SAW. maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya. Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti. Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya. Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad SAW supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia; langit dan bumi akan binasa kalau ada Tuhan selain Allah; semua Rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah; tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati; cobaaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan; hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.
     
    Kisah-kisah:

    Kisah Ibrahim a.s (ajakan Ibrahim a.s kepada bapaknya untuk menyembah Allah, bantahan Ibrahim terhadap kaumnya yang menyembah berhala-berhala, bantahan lbrahim a.s. terhadap Namrudz yang menganggap dirinya Tuhan), kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s., dan Sulaiman a.s; kisah Ayyub a.s.; kisah Yunus a.s.; kisah Zakaria a.s.

    Dan lain-lain:

    Karunia Al Quran; tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad saw untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Al Quran ; kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya; Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya; soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka; timbulnya Ya'juj dan Ma'juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat; bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya; kejadian alam semesta;

    Reply #26 18 July, 2007, 02:51:02 PM
  • Publish
  • Surah Al Hajj

    Surah Al Hajj (Haji) سورة الحج adalah surat ke-22 dari Al Qur'an, terdiri dari 78 ayat. Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

    Surah ini dinamai surat ini Al Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji. Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim a.s., dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim a.s. bersama puteranya Ismail a.s.

    Menurut Al Ghaznawi, surah Al Hajj termasuk di antara surah- surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat; dari susunan alam semesta dapat diambil bukti- bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

    Hukum-hukum:

    Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyari'atkan pada masa Ibrahim a.s.; hukum berkata dusta; larangan menyembah berhala; binatang-binatang yang halal dimakan; hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil-haram; keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama; hukum-hukum yang berhubungan dengan haji.
     
    Dan lain-lain:

    Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela; tanda-tanda takwa yang sampai ke hati; tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya; pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah; sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat-ayat Al Quran; anjuran berjihad dengan sesungguhnya; celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri.

    Reply #27 18 July, 2007, 02:53:37 PM
  • Publish
  • Surah Al Mu'minuun

    Surah Al Mu'minuun (Golongan yang Beriman) سورة المؤمنون adalah surah ke-23 dari Al Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Dinamai Al Mu'minuun, karena permulaan ayat ini manerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat; Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

    Hukum-hukum:

    Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya; rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik; pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda-beda.

    Kisah-kisah:

    Kisah Nuh a.s.; kisah Hud a.s. kisah Musa a.s. dan Harun a.s.; kisah Isa a.s.

    Dan lain-lain:

    Tujuh perkara yang harus dipenuhi, oleh seorang mukmin yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat; proses kejadian manusia; tanda-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan; nikmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

    Reply #28 18 July, 2007, 02:55:27 PM
  • Publish
  • Surah An-Nuur

    Surah An Nuur (Cahaya)سورة النّور adalah surah ke-24 dari Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah. Dinamai An Nuur yang bererti Cahaya yang diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah s.w.t. menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Al Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta. Surah ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Kesaksian lidah dan anggota-anggota atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat; hanya Allah yang menguasai langit dan bumi; kewajiban rasul, hanyalah menyampaikan agama Allah; iman merupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

    Hukum-hukum:

    Hukum-hukum sekitar masalah Zina, li'an dan adab-adab pergaulan di luar dan di dalam rumah tangga.

    Kisah-kisah:

    Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu'minin 'Aisyah r.a. (Qishshatul Ifki).

    Dan lain-lain:

    Janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

    Reply #29 20 July, 2007, 02:16:13 PM
  • Publish
  • Surah Al-Furqaan

    Surah Al Furqaan (Pembeza Kebenaran dan Kebatilan) سورة الفرقاadalah surat ke-25 dari Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al Furqaan yang artinya pembeda, diambil dari kata Al Furqaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Quran (lihat nama lain Al Qur'an). Al Quran dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil. Maka pada surah ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t. dengan kebatilan kepercayaan syirik.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya; hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi; Allah tidak punya anak dan sekutu; Al Quran benar-benar diturunkan dari Allah; ilmu Allah meliputi segala sesuatu; Allah bersemayam di atas Arsy; Nabi Muhammad s.a.w. adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam; rasul- rasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah; pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malaikat ke bumi, orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.

    Hukum-hukum:

    Tidak boleh mengabaikan Al Quran; larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir; larangan membunuh atau berzina; kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Quran; larangan memberikan saksi palsu.

    Kisah-kisah:

    Kisah-kisah Musa a.s., Nuh a.s., kaum Tsamud dan kaum Syu'aib.

    Dan lain-lain:

    Celaan-celaan orang-orang kafir terhadap Al Quran; kejadian- kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah; hikmah Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur; sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu; tidak mempergunakan akal; sifat-sifat hamba Allah yang sebenarnya.

    Reply #30 20 July, 2007, 02:18:13 PM
  • Publish
  • Surah Asy Syu'araa'

    Surah Asy Syu'araa' (Para Penyair) سورة الشعراء adalah surah ke-26 dari Al Qur'an. Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan para penyair Arab di jaman jahiliyah. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul- rasul-Nya dan keselamatan mereka. Al Quran benar- benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril a.s. (Ruuhul amiin); hanya Allah yang wajib disembah.

    Hukum-hukum:

    Keharusan memenuhi takaran dan timbangan; larangan mengubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafat- khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

    Kisah-kisah:

    Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun; kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya (Tsamud); kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya (Ad), kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan penduduk Aikah.

    Dan lain-lain:

    Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama; tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-perobahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa; petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya; turunnya kitab Al Quran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab- kitab suci dahulu.

    Reply #31 20 July, 2007, 02:20:13 PM
  • Publish
  • Surah An Naml

    Surah An Naml (Semut) سورة النّمل adalah surah ke-27 dalam Al Qur'an.Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah dan diturunkan sesudah surah Asy Syu'araa'. Dinamai dengan An Naml yang bererti semut, kerana pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman a.s. dan tentaranya yang akan melewati tempat itu. Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan takjub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maba Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya. Nabi Sulaiman a.s. yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

    Kandunganya:

    Keimanan:

    Al Quran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin; ke Esaan dan kekuasaan Allah s.w.t. dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini; hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang gaib; adanya hari berrbangkit bukanlah sebuah dongeng.

    Kisah-kisah:

    Kisah Nabi Sulaiman a.s dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis; kisah Nabi Shaleh a.s dengan kaumnya; kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya.

    Dan lain-lain:

    Ciri-ciri orang mukmin; Al Quran menjelaskan apa yang diperselisihkan Bani Israil; hanya orang-orang mukminlah yang menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu, Allah menyuruh Nabi Muhammad s.a.w. dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Quran, Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

    Reply #32 23 July, 2007, 11:16:29 AM
  • Publish
  • Surah Al-Qasas

    Surah Al-Qasas (Cerita-Cerita)سورة القصص - surah yang diturunkan di Makkah selepas Surah An-Naml. Surah ini mengandungi 88 ayat dan diletakkan dalam susunan surah sebagai surah yang ke 28. Surah ini diberi nama surah Al-Qasas kerana mengambil perkataan dari ayat 25 yang bermaksud:

    Ayat 25 Surah Al-Qasas yang mengandungi perkataan القصص"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya bapaku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami. Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

    Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah iaitu ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat. Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa a.s. dengan kekejaman Firaun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberika janji akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w. kelak.

    Kandungannya"

    Sebahagian utama surah ini menceritakan tentang riwayat hidup Nabi Musa a.s dari peristiwa yang berlaku ketika kelahiran baginda serta menunjukkan kekejaman Firaun dan pertolongan Allah kepada Bani Israil apabila Nabi Musa a.s. mula menerima wahyu.

    Sebahagian yang lain menceritakan:

    * Kisah nabi-nabi yang terdahulu sebagai bukti kenabian Nabi Muhammad s.a.w.

    * Kelebihan ahli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad s.a.w.

    * Pemberian taufik kepada hamba-Nya yang beriman

    * Allah menghancurkan penduduk suatu negeri kerana kezaliman mereka sendiri.

    * Tidak diazab suatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka.

    * Keadaan orang kafir di Hari Kiamat.

    * Perselisihan siang dan malam sebagai rahmat kepada manusia.

    * Kebaikan akan dibalas Allah berlipat ganda manaka kejahatan dibalas sama seimbang.

    * Janji akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w.

    * Kisah Qarun dengan kemewahannya.




    Reply #33 23 July, 2007, 11:19:32 AM
  • Publish
  • Surah Al-'Ankabuut

    Surah Al 'Ankabuut (Labah-labah) سورة العنكبوت adalah surah ke-29 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al 'Ankabuut berhubung terdapatnya perkataan Al 'Ankabuut yang bererti labah-labah pada ayat 41 surat ini, dimana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan labah-labah yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

    Kandungannya"

    Keimanan:

    Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya, tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali; Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

    Hukum-hukum:

    Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapak; kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar; kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datangnya dari ibu bapa.
     
    Kisah-kisah:

    Kisah-kisah cubaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syu'aib a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

    Dan lain-lain: Cubaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang, usaha manusia itu manfaatnya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah. Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

    Reply #34 23 July, 2007, 11:21:31 AM
  • Publish
  • Surah Ar Ruum

    Surah Ar Ruum (bahasa arab: الرّوم ) (Masyarakat Rom) سورة الرّوم
    adalah surah ke-30 dalam Al Qur'an, kitab suci agama Islam. Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan sesudah surah Al Insyiqaq. Dinamakan Ar Ruum yang bererti bangsa Romawi (bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (Templat:Quran-usc-Templat:Quran-usc) terdapat ramalan Al Qur'an tentang bangsa Romawi tentang kekalahan dan kemudian kemenangannya atas bangsa Persia.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad dengan memberitahukan kepadanya hal yang gaib seperti ramalan menangnya kembali bangsa Romawi atas kerajaan Persia; bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri; bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit; contoh-contoh dan perumpamaan yang menjelaskan bahwa berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfaat kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.
    Hukum-hukum: Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia; kewajiban berdakwah; kewajiban memberi nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, musafir dan sebagainya; larangan mengikuti orang musyrik; hukum riba.

    Kisah-kisah:

    Pemberitaan tentang bangsa Romawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

    Dan lain-lain:

    Manusia pada umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan berputus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang- orang yang beriman; kewajiban rasul hanya menyampaikan dakwah; kejadian-kejadian yang dialami oleh umat-umat yang terdahulu patut menjadi i'tibar dan pelajaran bagi ummat yang kemudian.

    Reply #35 23 July, 2007, 11:27:33 AM
  • Publish
  • Surah Luqman

    Surah Luqman (bahasa arab: لقمان) Luqman) سورة لقمان adalah surah ke-31 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Surah ini diturunkan sesudah surat Ash Shaffaat.

    Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surat ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Al Qur'an merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang yang beriman; keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas keesaan dan kekuasaan Allah; manusia tidak akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Allah dan berbuat amal-amal yang saleh; lima hal yang gaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri; ilmu Allah meliputi segalanya baik yang lahir maupun yang batin.

    Hukum-hukum:

    Kewajiban patuh dan berbakti kepada kedua orangtua selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah; perintah supaya memperhatikan alam dan keajaibannya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan; perintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat di tolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

    Kisah-kisah:

    Kisah Luqman, ilmu dan hikmah yang didapatnya.

    Lain-lain:

    Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat-ayat Allah; celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya; menghibur hati Rasulullah s.a.w. terhadap keingkaran orang-orang musyrik, karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya; nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung.

    Reply #36 26 July, 2007, 05:33:46 PM
  • Publish
  • Surah As Sajdah

    Surah As Sajdah (Sujud) سورة السجدة (bahasa arab : السّجدة ) adalah surah ke-32 dalam Al Qur'an, kitab suci agama Islam. Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al Mu'minuun. Dinamakan As Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

    Kandungannya:

    Keimanan:

    Menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrik Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun sebelumnya; menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lah yang menguasai alam semesta dan Dia-lah yang mengaturnya dengan aturan yang paling sempurna; menyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

    Hukum:

    Anjuran melakukan sembahyang malam (tahajjud dan witir).

    Dan lain-lain:

    Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fasa-fasa yang dilaluinya sampai ia menjadi manusia; penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mukmin di dunia dan nikmat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat; kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat kebaikan, tetapi keinginan ini ditolak; keingkaran kaum musyrik terhadap hari berbangkit dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

    Reply #37 26 July, 2007, 05:35:32 PM
  • Publish
  • Surah Al Ahzab

    Surah Al Ahzab (Golongan yang Bersekutu) سورة الأحزاب adalah surah ke-33 dalam Al Qur'an (kitab suci agama Islam). Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran. Dinamai Al Ahzab yang bererti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Medinah.

    Kandungannya:
     
    Dua ayat terakhir surat Al-Ahzab pada naskah kuno yang diperkirakan berasal dari Tunisia abad ke-16Keimanan: Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung; takdir Allah tidak dapat ditolak; Nabi Muhammad SAW adalah contoh dan teladan yang baik; Nabi Muhammad SAW adalah rasul dan nabi yang terakhir; hanya Allah saja yang mengetahui kapan terjadinya kiamat.

    Hukum-hukum:

    Hukum zhihar; kedudukan anak angkat; dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah); tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri; hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya; larangan menyakiti hati Nabi.

    Kisah-kisah:

    Perang Ahzab (Khandaq); kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid; memerangi Bani Quraizhah.

    Dan lain-lain:

    Penyesalan orang-orang kafir di akhirat kerana mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya; sifat-sifat orang munafik

    Reply #38 26 July, 2007, 05:37:28 PM
  • Publish
  • Kepada sesape yg ade info mengenai Surah Az-Zumar...sila sumbangkan di sini.

    Reply #39 26 July, 2007, 10:02:23 PM
  • Publish
  • boleh sertakan sumbernya? terima kasih :) (nak carik gak)
    We Punish to Preach, not Preach to Punish

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    12 Replies
    9148 Views
    Last post 31 August, 2010, 12:12:21 PM
    by rosham
    32 Replies
    16563 Views
    Last post 29 November, 2009, 07:11:05 PM
    by uranicade
    7 Replies
    6035 Views
    Last post 02 November, 2012, 02:10:47 PM
    by faa zahra