Ciri-ciri Hati Yang Sihat

Author Topic: Ciri-ciri Hati Yang Sihat  (Read 12417 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

maliki

  • *
  • Posts: 608
  • LAILLAHAILLAHAH-TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
    • View Profile
Jawab #20 11 March, 2011, 08:14:33 AM
  • Publish Di FB
  • terima kasih berkongsi info yang berguna ni..jazakallahu khairan
    Nama diberi Ahmad Maliki.ukwah fillah senyum*
    Ape yang baik itu semuannya dari Allah taala,dan ape yang buruk itu datangnya dari kelemahan ana sendiri.Maaf.

    Ruji

    • *
    • Posts: 95
      • View Profile
    Jawab #21 14 March, 2011, 12:20:00 PM
  • Publish Di FB
  • Untuk mendapat kehidupan yang baik, kita mesti proaktif setiap masa. Kita kena sucikan hati, sucikan jiwa sebagaimana firman Allah dalam Surah As Syams, ayat 9 dan 10 maksudnya, "Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)  ..... dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
    "Ya Allah, Dzat yang mengendalikan hati, kendalikanlah hati kami untuk taat kepadaMu. " Kepada sahabat-sahabat, sila lawati blog saya http://memorygreen1.blogspot.com/

    Izzah0404

    • *
    • Posts: 653
    • o()xxxx[{::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::>
      • View Profile
    Jawab #22 14 March, 2011, 07:14:59 PM
  • Publish Di FB
  • :)


    Jom sama-sama check hati kita.
    [warning]I AM NOT WHO I THINK I AM. I AM NOT WHO YOU THINK I AM. I AM WHO I THINK YOU THINK I AM[/warning]

    fikir

    • *
    • Posts: 29
      • View Profile
    Jawab #23 14 March, 2011, 11:36:05 PM
  • Publish Di FB
  •  :)

    Al A'la(87)

    14- Sungguh beruntung orang yg menyucikannya
    15- Dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia solat
    16- Bahkan kamu memilih kehidupan dunia
    17- Dan akhirat lebih baik dan lebih kekal
    18- Sesungguhnya ini benar2 dlm kitab2 terdahulu
    19- Kitab2 Ibrahim dan Musa

    Ayatul Ukhuwwah

    • *
    • Posts: 388
    • sy mahu jd serikandi berjiwa pejuang..InsyaAllah
      • View Profile
    Jawab #24 15 March, 2011, 10:39:36 AM
  • Publish Di FB
  •  :)

    BAGAIMANA MEMILIKI KEINDAHAN HATI YANG BERSIH DAN TELUS?

    Setiap manusia tentu sangat menyukai dan merindukan keindahan. Ramai orang yang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala kepujian dan harga. Tidak usah hairan kalau ramai orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Ramai orang rela menghabis waktu untuk berlatih mengolah serta mengentalkan jasmani setiap saat kerana ingin benar memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit juga orang berani membelanjakan wangnya berjuta bahkan berbilion kerana sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah.

    INDAHNYA NIKMAT DUNIA, BUKAN?

    Akan tetapi, apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan hanyalah penghinaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat darjat kemuliaan malah sebaliknya, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika sesorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan sebenarnya.

    Rasulullah saw. pakaiannya tidak bertabur bintang penghargaan, tanda jasa, dan pangkat. Akan tetapi, demi Allah sampai saat ini tidak pernah berkurang kemuliaannya. Rasulullah saw. tidak menggunakan singgahsana dari emas yang gemerlap, atau pun memiliki rumah yang megah dan indah. Akan tetapi, sampai detik ini sama sekali tidak pernah luntur pujian dan penghargaan terhadapnya, bahkan hingga kelak datang akhir zaman.

    Apakah rahsianya? Ternyata semua itu disebabkan Rasulullah saw. adalah orang yang sangat menjaga mutu keindahan dan kesucian hatinya.

    Rasulullah saw. bersabda, "Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rosak, nescaya akan rosak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama kalbu." (H.R. Bukhari dan Muslim).

    Mampu sahaja kita memakai segala apa pun yang indah-indah. Namun, kalau tidak memiliki hati yang indah, demi Allah, tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya. Kerananya jangan terpedaya oleh keindahan dunia. Lihatlah, begitu banyak manusia malang yang tidak mengenal moral dan harga diri. Mereka pun tidak kalah indah dan molek wajah, tubuh, atau pun penampilannya. Kendatipun demikian, mereka tetap diberi oleh Allah dunia yang indah dan melimpah.

    Ternyata dunia dan kemewahan bukanlah tanda kemuliaan yang sesungguhnya kerana orang-orang yang rosak dan durjana sekalipun diberi aneka kemewahan yang melimpah ruah oleh Allah. Kunci bagi orang-orang yang ingin berjaya, yang ingin benar-benar merasakan lazat dan mulianya hidup, adalah orang-orang yang sangat memelihara serta merawat keindahan dan kesucian kalbunya.

    Imam Al Ghazali menggolongkan hati ke dalam tiga golongan, yakni yang sihat (qolbun shahih), hati yang sakit (qolbun maridh), dan hati yang mati (qolbun mayyit). Seseorang yang memiliki hati yang sihat tak ubahnya memiliki tubuh yang sihat. Ia akan berfungsi optimal dan semaksimum yang boleh. Ia akan mampu memilih dan mengolah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap yang akan diperbuatnya benar-benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih.

    Orang yang paling beruntung memiliki hati yang sihat adalah orang yang dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin cemerlang hatinya, maka akan semakin mengenal dia akan kekuasaan Allah. Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu peribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang tersungkur bersujud. Semakin tinggi pangkatnya, akan membuatnya semakin rendah hati. Kian melimpah hartanya, ia akan kian dermawan. Semua itu disebabkan ia menyedari, bahawa semua yang ada adalah titipan Allah semata. Tidak dinafkahkan di jalan Allah, pasti Allah akan mengambilnya jika Dia kehendaki.

    Semakin bersih hati, hidupnya akan selalu diselimuti rasa syukur. Dikurniakan apa saja, kendati sedikit, ia tidak akan habis-habisnya menyakini bahawa semua ini adalah titipan Allah semata, sehingga amat jauh dari sikap ujub dan takabur.

    Persis seperti ucapan yang terlontar dari lisan Nabi Sulaiman a.s., tatkala dirinya dianugerahi Allah berbagai kelebihan, "Haadzaa min fadhli Rabbii, liyabluwani a-asykuru am afkuru." (Q.S. An-Naml [27]:40). Ini termasuk kurnia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku mampu bersyukur atau malah kufur atas nikmat-Nya.

    Suatu saat, Allah akan menimpakan ujian dan bala. Bagi orang yang hatinya bersih, semua itu tidak kalah terasa nikmatnya. Ujian dan persoalan yang menimpa justeru benar-benar akan membuatnya kian merasakan indahnya hidup ini. Kerana, orang yang mengenal Allah dengan baik berkat hati yang bersih, akan merasa yakin bahwa ujian adalah salah satu peringkat kasih sayang Allah, yang membuat seseorang semakin bermutu.

    Dengan persoalan akan menjadikannya semakin bertambah ilmu. Dengan persoalan akan bertambahlah ganjaran. Dengan persoalan pula darjat kemuliaan seorang hamba Allah akan bertambah baik, sehingga ia tidak pernah resah, kecewa, dan berkeluh kesah kerana menyedari bahwa persoalan merupakan bahagian yang harus dinikmati dalam hidup ini.

    Lantaran itu, tidak usah hairan orang yang hatinya bersih, ditimpa apa pun dalam hidup ini, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak pernah akan bergoncang walaupun ombak badai saling menerjang. Ibarat karang yang tegak tegar, dihentam ombak sedahsyat apa pun tidak akan pernah roboh. Tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berpanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati.

    Ia amat yakin dengan janji Allah, "Laa yukalifullahu nafasan illa wus'ahaa." (Q.S. Al-Baqarah [2]:286). Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Pasti semua yang menimpa sudah diukur oleh-Nya.

    Mahasuci Allah dari perbuatan zalim kepada hamba-hamba-Nya. Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti. Badai pasti berlalu. Malam pasti berganti menjadi siang. Tidak ada satu pun ujian yang menimpa, kecuali pasti akan ada titik akhirnya. Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap kemilau walaupun dihantam dengan apa pun jua.

    Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya. Semua itu disebabkan ia mampu menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah.

    Subhanallah, sungguh teramat beruntung siapa pun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah kalbunya.

    Iffah Muhsin

    • *
    • Posts: 820
      • View Profile
    Jawab #25 21 March, 2011, 07:09:14 AM
  • Publish Di FB
  • Hati dan lidah @ lidah dan hati?
    Lidah itu mencerminkan hati.Bila hati bersih, lidah akan menuturkan perkara yang baik. Sebaliknya bila hati kotor, lidah akan mudah mengucapkan kata-kata yang tidak baik.

    Diriwayatkan bahawa Lukman al-Hakim, pernah disuruh majikannya membeli daging yang baik untuk menjamu para tamunya. Lukman membeli hati dan lidah. Majikannya merasa marah dengan tindakan Lukman dan bertanya kepadanya kenapa dia membeli hati dan lidah.

    "Tidakkah ini daging yang baik seperti tuan pesan. Hati merupakan sumber amal perbuatan yang baik, sedang lidah dapat menjalin persaudaraan. Dari keduanya orang dapat membangun kebaikan," jawab Lukman.

    Pada satu hari majikannya kembali menyuruh Lukman membeli daging yang busuk. Tujuan majikannya ialah untuk mengetahui jenis daging apa yang akan dibeli oleh Lukman.

    Ternyata, Lukman sekali lagi membeli hati dan lidah. Tindakan ini mengejutkan majikannya dan bertanya kenapa dia berbuat demikian sedangkan yang disuruh dibeli ialah daging yang busuk.

    "Benar tuan, ini daging terbusuk. Hati adalah daging yang paling baik dan sekaligus juga paling busuk. Ia sumber kedengkian dan rasa bongkak. Lidah merupakan alat untuk melaknat, mencerca dan mencaci orang lain."

    sumber : Blog Ummi >> Field of Dream
    « Last Edit: 21 March, 2011, 07:39:45 AM by Iffah Muhsin »
    Thabit bin Qurrah berkata: "Kerehatan badan bergantung kepada kurangnya makan. Kerehatan jiwa bergantung kepada kurangnya melakukan dosa. Kerehatan lidah bergantung kepada kurangnya bercakap. Dosa bagi hati umpama racun bagi badan."

    hanan_annisa

    • *
    • Posts: 33
      • View Profile
    Jawab #26 21 March, 2011, 03:50:44 PM
  • Publish Di FB
  •  :)
    DI DALAM BADAN  KITA ADA SEKETUL DAGING.....IAITU HATI KITA....
    JIKALAU ROSAK SEKETUL DAGING ITU MAKA....
    ROSAKLAH SELURUH ANGGOTA BADAN KITA....
    JAUHILAH NODA-NODA HITAM PADA HATI KITA....

    isma natasha

    • *
    • Posts: 2
      • View Profile
    Jawab #27 26 April, 2011, 10:51:37 PM
  • Publish Di FB
  •  :)
    A reminder for me n u..

     

    Masinnya air laut tidak mampu menyerap ke dalam isi ikan,

    tetapi bila ikan itu mati, secubit garam pun sudah cukup utk memasinkannya.

     

    Begitulah hati, hati yang hidup sangat sukar dinodai,

    tetapi bila hati itu telah mati, dengan mudahnya dapat dipengaruhi,

    itulah perumpamaan jiwa-jiwa insan, mudah leka, lupa dan alpa.

    Sedarlah dan sama-sama kita saling ingat mengingatkan, Semoga hati kita dipelihara dan terpelihara. Amin..insyaAllah

    Yuzie

    • *
    • Posts: 1023
    • Demi Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang
      • View Profile
    Jawab #28 15 December, 2011, 04:44:04 PM
  • Publish Di FB
  • Hati cepat sangat berubah ke arah negatif jika leka dengan keasyikan dunia walaupun hanya 5 minit...
    Hati kau kena berhati-hatilah supaya tidak mudah goyah ape yang telah kau bina selama ini...
    Hati oh hati jika kau baik aku akan baik, jika kau tak baik aku pun akan turut serta...
    Sama-samalah kita sayang menyayangi...
    Untuk kebaikan kita juga...
    Aku sayang kamu...;D
    Cukuplah bila kami merasa mulia karena Engkau sebagai Pencipta bagi kami dan cukuplah bila kami bangga bahawa kami menjadi hamba bagiMu. Engkau bagi kami sebagaimana yang kami cintai, maka berilah kami taufik sebagaimana yang Engkau cintai.

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4918
      • View Profile
    Jawab #29 26 August, 2012, 08:03:56 PM
  • Publish Di FB
  • inshallah ya
    sesiapa mahukan hatinya elok, suci, bersih boleh saja baca di sini  http://al-merapu.blogspot.com/2012/06/ilmu-merawat-diri.html

    kaedah Petua ilmu IMD ialah zikir qalbi
    bagi sesiapa sekadar mengetahui tiadalah dapat fazilatnya
    dan sesiapa yang memiliki Ilmunya dapatlah fazilatnya

    inshallah, silakan baca, telitikan, bertanya kepada mereka yang telah mendapat nikmatnya, inshallah

    belum cuba belum tahu
    apa pun ilmu jika tidak di amalakan manakan berjaya memberikan kebaikan, subhanallah

    inshallah ya, yakini Allah, subhanallah

    SNF

    • *
    • Posts: 906
    • "Kau ibarat permata berharga"
      • View Profile
    Jawab #30 27 August, 2012, 02:20:05 AM
  • Publish Di FB
  • Hati cepat sangat berubah ke arah negatif jika leka dengan keasyikan dunia walaupun hanya 5 minit...
    Hati kau kena berhati-hatilah supaya tidak mudah goyah ape yang telah kau bina selama ini...
    Hati oh hati jika kau baik aku akan baik, jika kau tak baik aku pun akan turut serta...
    Sama-samalah kita sayang menyayangi...
    Untuk kebaikan kita juga...
    Aku sayang kamu...;D


    Bagi hati yang suci dan hidup (qalbun sahih) maka ia akan membawa tuannya ke jalan selamat di mana kemurniaan ubudiyahnya meletakkan seluruh aktiviti kehidupan hanya untuk Allah SWT. Bagi hati yang keji dan mati (qalbun Mayyit) pula akan membawa tuannya ke arah kebinasaan dengan menjerumuskannya ke dalam tuntutan nafsu syahwat yang penuh kejahilan sehingga lupa menyembah Allah SWT selaku khaliqnya.

    Di antara kedua-dua jenis hati itu, ada pula hati Qalbun Maridh (hati yang sakit) yang masih lagi memiliki nur keimanan tetapi berada dalam keadaan yang samar kerana tidak berupaya berhadapan dengan desakan hawa nafsu. baguss

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4918
      • View Profile
    Jawab #31 27 August, 2012, 08:12:50 AM
  • Publish Di FB
  • Paling buruk ialah, bila menyangka diri dalam kebenaran
    sikap dan sifat yang buruk itu di perlihatkan pertama kalinya, semasa Allah perentahkan segala makhluk tunduk sujud kepada Adam
    IBLIS enggan kerana menyangka dialah yang lebih mulia, dialah dalam kebenaran,
    sedangkan, menyerah diri bulat bulat kepada Allah adalah Islam,
    subhanallah

    silakan telitikan maksud ayat di surah az zukhruf ayat 36 dan 37, silakan lihat Tafsir perkata, dan lain lain Tafsir, semuga dapat ingat

    wahai, jika beriman, Jagalah dirimu
    dan ahli keluargamu
    daripada siksa api neraka, yang bahan bakarnya batu dan manusia

    semuga kita menjadi orang yang dapat menerima hidayahNya, hiduplah hati, meng ingat Allahu, subhanllah

    Ummi Munaliza

    • *
    • Posts: 14510
    • Anniversary Ke 30
      • View Profile
    Jawab #32 06 December, 2012, 09:51:55 AM
  • Publish Di FB
  • Zaharuddin.net ~ Pernah atau tidak, selepas menyakiti hati orang lain dengan bahasa sindiran serta kritikan atau makian, kita merasa best, lega, happy dan PUAS! apatah lagi jika ia gagal dibalas. Jika PERNAH, itulah tanda hati kita dikuasai kekotoran dan rendah akhlak walau manusia melihat kita sebagai baik dan 'hero'. Ia adalah 'buah rosak' hasil dari amalan diri yang tidak betul atau mungkin betul tetapi tiada ikhlas.

    Pernah atau tidak, selepas melakukan yang tersebut diatas, beberapa minit atau jam selepasnya, kita merasa menyesal lalu bertindak sama ada meminda semula, memadam (jika boleh) atau meminta maaf. Jika PERNAH, itulah tanda hati kita masih ada sinar iman, ihsan dan akhlaq, benih menumbuhkan buah taqwa jika terus dijaga.
    Pengurusan, Pentadbiran Forum Halaqahnet.
    Penal Utama Baitul Muslim


    halawah

    • *
    • Posts: 2590
    • İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
      • View Profile
    Jawab #33 22 December, 2012, 07:42:41 AM
  • Publish Di FB
  •  :)

    صحيح البخاري ومسلم

    عن أبي هريرة قال صلى الله عليه وسلم سبق المُـفرِّدون : قالوا : وما المـفردون يا رسول الله قال الذاكرون الله كثيراً والذاكرات
     رواه مسلم
    Daripada Abi Hurairah bersabda nabi Saw,mendahului orang-orang yang suka bersendirian;mereka bertanya pada nabi saw;"siapakah mufriduun ya rasulullah ,maka Rasulullah saw bersakata mereka itu adalah orang yang ahli zikir(suka berzikir) banyak-banyak"Riwayat dari Muslim

    Kalimah yang paling Allah suka ialah;
    سبحان الله وبحمده وسبحان الله العظيم
    Maha suci dengan segala kepujian dan maha suci Allah yang Maha Besar.

    Semoga ketauhidan kita mantap maka zikirkanlah kalimah ini yang tertingggi..semoga mantop Iman
    لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير

    Setelah memuji-muja Allah dengan ingatan yang ikhlas maka berdoa dengan kesungguhan hati...
    semoga hati bersih dari segala yang tak elok cemar/kuman tak sepatutnya dalam hati kita walaupun hanya sebiji sawi...
    Nauzubillahimin zalik...

    اللهم اغفر لنا ذنوبنا واسرافنا في امرنا يا كريم

    "Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan melebihi-lebihi yang kami lakukan dalan urusan kami Ya zat Maha Pemurah".

    اللهم انك عفو كريم تحب العفو فعفو عنا
    "ya Allah sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pemurah/mulia hanya Engkau jua yang suka berikan keampunan maka Ampunkalah kami"

     :aamiin: :aamiin: :aamiin:
     :ins:
     :syukur:
    Wabitatufiq Walhidayah Wassalam.

    İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
    hubungan dengan ukhuwahfıllah perpaduan Ummah seutuh

    halawah

    • *
    • Posts: 2590
    • İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh
      • View Profile
    Jawab #34 24 December, 2012, 06:53:01 PM
  • Publish Di FB
  • Mari kita perhatikan video ini walaupun tak faham bahasa namun rasanya dapat faham dari tingkah laku pelaku tsb

    ثلاث دقائق بين أب وابنه أبكت العالم


    Secara kesimpulan cerita ini hubungan baik seorang bapak terhadap anaknya dengan berdiolog,tapi dasar hati yang berpenyakit anak menjadi bosan dan sifat kejinya menjadi anak yang biadap,namun bapaknya tiadalah berkecil hati,lalu ditinggalkan untuk sementara supaya berikan pengajaran pada anaknya,dengan mengambil diary hidup...maka dibaca anaknya hal ehwal penulisan catatan bapaknya,hinbgga anaknya rasa insaf dan berfikiran yang waras lantas ia pelok dengan elokan kasih sayang... :msya:

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    5 Replies
    3601 Views
    Last post 04 May, 2009, 10:06:50 PM
    by ibnuwalidaini
    33 Replies
    8980 Views
    Last post 19 June, 2012, 07:18:53 PM
    by 5zul
    10 Replies
    8167 Views
    Last post 24 June, 2012, 01:21:43 PM
    by rabbitah