Keagungan Risalah Muhammad S.A.W.

*

Author Topic: Keagungan Risalah Muhammad S.A.W.  (Read 1957 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

21 September, 2010, 07:47:54 AM
  • Publish

  • Salam ukhuwafillah kepada semua pembaca yang budiman,

    Seperti yang kita sedia maklum, setiap Rasul yang diutus oleh Allah SWT memiliki misi yang sama, yakni mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah SWT dan menjauhkan mereka dari taghut.

    Allah SWT berfirman;
    “Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”.
    Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”. [An Nahl (16):36]

    Selain itu, Allah SWT mengutus para RasulNya untuk memberi petunjuk dan bukti-bukti yang nyata, al-Kitab, dan neraca (keadilan), agar manusia dapat menegakkan keadilan. Rujuk firman Allah SWT dalam surah Al Hadiid, 57:25.

    Diutusnya Rasul juga ditujukan agar manusia tidak memiliki alasan lagi untuk membantah Allah SWT. Ada sahaja manusia apabila melakukan penyimpangan, dia berhujah dengan menyatakan,”Sesungguhnya, belum turun kepada kami seorang Rasul yang menunjuki kami ke jalan yang lurus”.

     Allah swt berfirman;
    “(Mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu; dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.[An Nisaa':165]

    Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahawa semua Nabi dan Rasul mengajarkan prinsip keyakinan (‘aqidah) yang sama, yakni pentauhidan kepada Allah SWT. Tidak ada satu pun Nabi dan Rasul yang mengajarkan trinitas, pantheisme, politheisme, dan lain sebagainya.

    Kedudukan Nabi Muhammad SAW adalah Nabi, sekaligus Rasul terakhir yang diutus Allah kepada umat manusia. Allah tidak mengutus beliau kecuali sebagai pembawa kabar gembira, saksi, rahmat, dan pemberi peringatan yang nyata. Rujuk surah Al Ahzaab (33):45-46.



    Sifat-sifat Risalah Nabi Muhammad saw

    Allah swt telah menurunkan al-Quran kepada Rasulullah saw, sebagai risalah yang berisi kebenaran, sekaligus sebagai standard untuk membuktikan kebenaran kitab-kitab suci sebelumnya.

     Allah swt berfirman;
    “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka, putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”. [Al Maidah (5):48]

    Imam Syaukaniy di dalam Kitab Fath al-Qadiir menjelaskan sebagai berikut, “Menurut bacaan jumhur ulama tafsir, kata muhaiminan ‘alaihi” (dalam ayat di atas) maknanya adalah, al-Quran itu berfungsi sebagai penyaksi kebenaran kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, dan ia menetapkan isi kitab-kitab sebelumnya yang tidak dihapusnya, dan menghapus semua yang bertentangan dengan dirinya (Al-Quran)”. Al-Quran juga menyatakan dengan sharih ketidakaslian kitab-kitab yang diturunkan kepada Yahudi dan Nashrani. [rujuk 5:15-16]

    Berbeda dengan Nabi dan Rasul sebelumnya, Nabi Muhammad SAW juga diberi tugas untuk memberlakukan hukum-hukum Allah (syariat Islam) kepada umat manusia. Dengan kata lain, beliau juga diperintahkan untuk menjadi seorang ketua negara yang bertugas mengatur umat manusia, memutuskan sengketa diantara mereka dengan hukum-hukum Allah swt. [rujuk 5:48]

    Beberapa kekhususan risalah Nabi Mohammad saw dibandingkan dengan rasul terdahulu adalah sebagai berikut;

    Pertama, risalah Nabi Mohammad saw menjelaskan seluruh aspek kehidupan umat manusia, sedangkan risalah Rasul sebelum beliau tidak mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia.

     Allah swt berfirman;
    "..(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri".[An Nahl (16):89]

    Kedua, syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Mohammad saw ditujukan untuk mempermudah dan memperingan beban umat manusia. Dengan demikian, salah satu keistimewaan agama Islam dibandingkan dengan agama yang lain adalah kemudahan dan kesanggupan manusia untuk memikulnya. Rujuk surah Al A'raf, 7:157.

    Ketiga, syariat Nabi Mohammad saw ditujukan untuk seluruh umat manusia. Dengan kata lain, Islam adalah agama universal, dan tidak diperuntukkan bagi umat atau bangsa tertentu. Sedangkan Nabi dan Rasul sebelumnya diutus hanya untuk kaum dan bangsa tertentu saja.

     Allah swt berfirman;
    “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)”.[Al Furqan (25):1]



    Di dalam sebuah hadits shahih, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dituturkan bahwasanya Nabi Mohammad saw bersabda;

     “Ada diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumku, dan tidaklah aku mengatakannya untuk menyombongkan diri. Aku diutus kepada seluruh umat manusia, baik yang berkulit merah dan hitam. Aku ditolong (untuk dijauhkan) dari ketakutan sejauh perjalanan satu bulan. Telah dihalalkan bagiku binatang ternak yang tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku. Semua bumi dijadikan untukku sebagai masjid dan suci. Aku diberi syafa’ah, yang aku berikan kepada umatku, yakni bagi siapa saja yang tidak menyekutukan Allah dengan satu apapun”.[HR. Imam Ahmad]

    Inilah beberapa kekhususan yang terkandung di dalam risalah Nabi Muhammad saw. Tugas seorang Muslim adalah menjalankan dan melaksanakan secara sempurna dan menyeluruh ajaran Islam, tanpa membeza-membezakan lagi aspek ibadah ritual, dan aspek sosial. Selain itu, seorang Muslim juga diwajibkan mengembang dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia, sebagai bentuk pengalaman dari ajaran Islam yang bersifat universal. Itulah keagungan risalah yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat di dunia ini.
    Wallahu a’lam.

    Dapat daripada sahabat.



    Reply #1 24 September, 2010, 11:15:10 PM
  • Publish
  • terima kasih  atas kiriman anda. semoga kita dapat bertemu malam lailatul qadar.kerana sesungguhnya malam lailatul qadar ialah malam yang baik

    divider3
    halaqahforum4