Forum > Ibadah

Solat Tahajjud

<< < (12/25) > >>

Nurana:
Banyak manfaatnya....cume bila belajar, bangun untuk study....
Ble balaj dah xmasuk2 baru teringat nak solat minta pada Allah....
malu sungguh padaNya...

Delima^Biru:


Solat Tahajud boleh  membebaskan seseorang dari serangan Penyakit Kanser.

Solat Tahajjud ternyata tak hanya membuat  seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs  Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia perubatan. Menurut hasil  penelitian Mohammad Soleh, seorang pensyarah IAIN Surabaya, salah satu solat tahajud boleh  membebaskan seseorang dari serangan penyakit kanser.

Tidak percaya?

"Cubalah Anda rajin-rajin solat tahajjud. "Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusyuk, dan ikhlas, niscaya  anda terbebas dari penyakit kanser". Ucap Soleh. Ayah dua anak itu bukan 'tukang ubat' jalanan. Dia memberikan pernyataanya ini dalam desertasinya  yang berjudul 'Pengaruh Solat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi"

Dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih  gelar doktor dalam bidang ilmu  kedokteran pada Program Pasca Sarjana  Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa minggu lalu. Selama ini, menurut Soleh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau  sholat sunah.

Padahal jika dilakukan secara istiqomah,  tepat  gerakannya, khusyuk dan ikhlas, secara medis solat itu menumbuhkan respons  ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A  dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat   mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang  dihadapi  .


Solat tahajjud yang dimaksudkan Soleh bukan sekedar menggugurkan status solat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas solat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan  keikhlasan.

Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah  ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis.    Namun sebetulnya  soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran.  Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui  sekresi hormon kortisol.

Parameternya, lanjut Soleh, bisa diukur  dengan kondisi tubuh. Pada kondisi  normal, jumlah hormon kortisol pada  pagi hari normalnya antara 38-690  nmol/liter. Sedang pada malam hari atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah  hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena  tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan  temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

Soleh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41  siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan solat tahajjud selama  sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan solat tahjjud  selama dua bulan. Solat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat,  masing-masing dua  rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia  dan  Klinika).

Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin  bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak  melakukan  tahajjud. Mereka yang  rajin dan ikhlas bertahajud memiliki  ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil.

"jadi solat tahajjud selain bernilai ibadah, juga  sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol  kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi  positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress," Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan solat tahajjud yang dilakukan secara rutin  dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki  respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan teknik medis menunjukan,  solat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan  tubuh yang baik.

Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugerah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk di akal kita ???????

Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam  karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat  kagum dengan penemuan tersebut  sehingga tidak dapat diterima oleh akal  fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi.  Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an"  Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan   seperti yang terdapat didalam Al-Quran.

Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahawa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan  darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud.

Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar  sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam.

Begitulah keagungan  ciptaan  Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak  dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara  normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah  dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.

Kesimpulannya :   Makhluk Allah yang  bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan  yang beragama  Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di  dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang  pertimbangan di dalam membuat keputusan  secara normal. Justru  itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan  hal-hal yang bertentangan dengan fitrah  kejadiannya walaupun akal mereka  mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan  kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih  normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial  Masyarakat saat ini.

Ummi Munaliza:

Solat Tahajud (Pengenalan)

Solat 5 waktu adalah solat bagi orang-orang mukmin dan solat Tahajud pula adalah solat untuk orang-orang soleh. menurut satu hadith;

Rasulullah SAW bersabda;

“Jika tidak kerana memberatkan umatKu, nescaya aku wajibkan Tahajud ke atas mereka”"

Kelebihan Tahajud;

Jika dilakukan solat Tahajud ini dengan cara istiqamaha maka Allah s.w.t akan memberi 3 ganjaran;

   1. 1. Dapat lidah yang hikmah
   2. 2. Diangkat kedarjat wali
   3. 3. Lepas dari kesakitan ketika sakaratul maut


Selain itu juga;

   1. * Doa-doa akan diperkenankan
   2. * 2 rakaat tahajud lebih baik dari dunia dan seisinya
   3. * Allah akan menunjukkan mahligai disyurga semasa sakaratul maut mendapat lampu atau cahaya dalam kubur
   4. * Dapat naik kuda emas bagi suami isteri yang saling membangunkan antara satu sama lain untuk tahajud
   5. * Jika kita selalu panggil orang ke masjid maka diwaktu malam Allah akan panggil kita untuk tahajud
   6. * Mendekatkan kita dengan Allah dan menjauhkan kita daripada membuat dosa

Ummi Munaliza:

Solat Tahajud (Bangun)

Cara mudah untuk bangun tahajud;

    1.Istiqamah dengan membaca 3 ayat yang akhir dari surah al Kahfi (107-110) sebelum tidur
    2.Jangan membuat dosa atau bercakap sia-sia yakni selalu rasa takut kepada Allah
    3.Hendaklah tahu kelebihan tahajud supaya rasa ghairah untuk beramal
    4.Sunat tidur sebelum zohor dengan niat untuk bangun tahajud
    5.Jangan makan terlalu kenyang
    6.Niat untuk bangun tahajud sebelum tidur.

Ummi Munaliza:

Solat Tahajud (Sejarah)

Sejarah Tahajud

    Dari segi sejarahnya, sembahyang tahajud mula disyariatkan tidak lama selepas Nabi s.a.w mendapat wahyu pertama di gua Hira’. Ia dinyatakan Allah dalam surah ai-Muzammil (yang berselimut), yang diturunkan ketika Nabi s.a.w menggeletar di dalam selimut selepas baginda s.a.w mendapat wahyu pertama itu.

   
--- Quote --- Menurut Penolong Pengarah Kajian Fatwa Jabatan Agama islam Wilayah Persekutuan (JAWI), Ustaz Abdul Aziz Che Kob, “Pada awalnya, sembahyang sunat tahajud hukumnya fardhu kepada Nabi. Bagaimanapun, apabila turun ayat ke-20 surah yang sama (kira-kira setahun selepas turunnya ayat pertama) Allah menjelaskan bahawa sembahyang Tahajud adalah sunat dan afdalnya ditunaikan pada sepertiga malam”. Walaupun hukumnya adalah sunat , namun bagi Nabi, bersembahyang tahajud tetap dianggap sebagai suatu kewajipan. “Ia menjadi rutin kepada hidup Nabi”, ujar beliau.

    Mengenai rakaat, Abdul Aziz memberitahu, Nabi akan bersembahyang malam, termasuk tahajud, sekurang-kurangnya sebelas rakaat. Namun demikian tidak ada surah-surah tertentu yang ditetapkan supaya dibaca selepas al-Fatihah. “Selain membaca surah-surah panjang dalam al-Quran, hingga dihabiskan satu juzuk dalam satu rakaat, Nabi juga membaca surah lazim yang pendek. Jadi para ulama sependapat lagi bahawa bagi memudahkan masyarakat menunaikan tahajud, kita boleh membaca surah-surah lazim”.

    Dari segi sejarah juga diceritakan bahawa Nabi kerap bersembahyang malam hingga kakinya menggigil dan bengkak akibat terlalu lama berdiri. Bagi menjelaskan lagi keberkesanan sembahyang tahajud, Abdul Aziz membawa dua kejadian sebagai iktibar. Ia dengan jelas menunjukkan betapa pentingnya sembahyang tahajud dalam mendekatkan diri dengan Allah, membina kekuatan rohani dan keyakinan diri umat islam.

    “Dalam satu peperangan, Kahalifah Umar r.a diselubungi tanda tanya kerana selepas seminggu bertempur dengan kaum musyrikin, tentera islm masih belum mendapat kemenangan. Perkara itu membinggungkannya kerana pada kebiasaannya tentera islam tidak perlu menunggu masa sebegitu lama untuk mengalahkan musuh. Malam itu, Kahalifah Umar melawat ke khemah-khemah tenteranya sedang kyusuk sembahyang tahajud, kecuali sebuah yang mana penghuninya sedang nyenyak tidur. pada keesokkan harinya kahlifah membuat keputusan yang amat mengejutkan. Beliau menyingkir semua penghuni khemah terbabit (yang tidak bersembahyang tahajud) daripada menyertai perang kerana katanya “mereka tidk mempuyai rohani yang kuat”. Akhirnya walaupun jumlah semakin berkurangan, tentera islam telah berjaya menumpaskan musuh”, kata Abdul Aziz.

    Beliau juga memberitahu, salah satu faktor panglima islam terkenal, Sallehuddin al-ayubi berjaya menawan kembali Istanbul adalah kerana cuma mengambil panglima-panglima yang bersembahyang tahajud sahaja untuk mengemudi perang.”
--- End quote ---

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version