Jangan Putus Asa Dengan Rahmat Allaah

*

Author Topic: Jangan Putus Asa Dengan Rahmat Allaah  (Read 2985 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

dol_bendol

  • *
  • Posts: 1661
  • http://al-merapu.blogspot.com
    • View Profile
04 May, 2010, 07:23:58 PM
  • Publish

  • On the authority of Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him)
    that the Prophet (peace and blessings of Allah be upon him),
    from among the things he reports from his Lord (mighty and sublime be He), is that he said:

        "A servant [of Allah's] committed a sin and said: 'O Allah, forgive me my sin.' And He (glorified and exalted be He) said: 'My servant has committed a sin and has known that he has a Lord who forgives sins and punishes for them.'

    Then he sinned again and said: 'O Lord, forgive me my sin.' And He (glorified and exalted be He) said: 'My servant has committed a sin and has known that he has a Lord who forgives sins and punishes for them.'

    Then he sinned again and said: 'O Lord, forgive me my sin.' And He (glorified and exalted be He) said: 'My servant has committed a sin and has known that he has a Lord who forgives sins and punishes for sins. Do what you wish, for I have forgiven you.'"


    [Muslim (also by al-Bukhari).]


    selama mana tidak berputus asa dengan Allah, boleh sahaja memohon ampunan darinya

    dol_bendol

    • *
    • Posts: 1661
    • http://al-merapu.blogspot.com
      • View Profile
    Reply #1 04 May, 2010, 07:25:23 PM
  • Publish


  • On the authority of Anas (may Allah be pleased with him),
     who said: I heard the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) say:

        "Allah the Almighty said:

        'O son of Adam, so long as you call upon Me and ask of Me, I shall forgive you for what you have done, and I shall not mind.
    O son of Adam, were your sins to reach the clouds of the sky and were you then to ask forgiveness of Me, I would forgive you.
    O son of Adam, were you to come to Me with sins nearly as great as the earth and were you then to face Me, ascribing no partner to Me, I would bring you forgiveness nearly as great as it.'"


    [At-Tirmidhi (also by Ahmad ibn Hanbal). Its chain of authorities is sound.]

    dol_bendol

    • *
    • Posts: 1661
    • http://al-merapu.blogspot.com
      • View Profile
    Reply #2 04 May, 2010, 07:43:41 PM
  • Publish
  • Dari Anas bin Malik ra., ia berkata :
     Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda :
    Allah berfirman : "Wahai anak Adam ( manusia ), sesungguhnya selama kamu berdo'a dan mengaharap kepadaKu, Aku memberi ampuman kepadamu terhadap apa (dosa ) yang ada padamu dan Aku tidak memperdulikannya.

    Wahai anak Adam seandainya dosamu sampai ke langit kemudian kamu minta ampun kepadaKu maka Aku memberi ampuna kepadamu dan Aku tidak memperdulikannya.

    Wahai anak Adaml, sesungguhnya apabila kamu datang kepadaKu dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian kamul menjumpai Aku dengan tidak mensekutukan Aku dengan sesuatu niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi". (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi).


    dol_bendol

    • *
    • Posts: 1661
    • http://al-merapu.blogspot.com
      • View Profile
    Reply #3 04 May, 2010, 08:39:11 PM
  • Publish
  • Dan dalam penjelasan tentang keluasan ampunan Allah SWT dan rahmat-Nya bagi orang-orang yang bertaubat. Allah SWT berfirman:

    "Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)

    Ayat ini membukakan pintu dengan seluas-luasnya bagi seluruh orang yang berdosa dan melakuan kesalahan. Meskipun dosa mereka telah mencapai ujung langit sekalipun

    ningonly

    • *
    • Posts: 202
    • yang sedang-sedang saja
      • View Profile
    Reply #4 04 May, 2010, 09:53:02 PM
  • Publish
  • kadang-kadang memang datang rasa putus asa tu.
    tapi cepat-cepatlah kita buang rasa putus asa tersebut dari menguasai kita.
    kerana sesungguhnya DIA itu Maha Pengasih Maha Penyayang Maha Mengetahui.
    itulah aku...padamu

    dol_bendol

    • *
    • Posts: 1661
    • http://al-merapu.blogspot.com
      • View Profile
    Reply #5 05 May, 2010, 12:49:40 AM
  • Publish
  • Istighfar

    Istighfar adalah: meminta ampunan. Atau menghapus dosa dan menghilangkan bekasnya, serta menjaga dari keburukannya.

    Ibnu Qayyim berkata: hakikat maghfirah adalah: menjaga keburukan dosa.
    Di antaranya adalah: mighfar: yaitu alat yang menjaga kepala dari kecelakaan [Madarij Salikin juz 1 / 308].
    Ampunan itu hanya diminta kepada Allah SWT saja, karena di antara nama-Nya adalah "al Ghafuur", "al Ghaffaar", serta "Ghaafir adz Dzanb".

    Dan di antara sifat-sifat Allah SWT adalah:

    "Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." [QS. az-Zumar: 53]

    Al Quran menyampaikan kepada kita bahwa Rasul-rasul Allah yang diutus kepada bangsa-bangsa diprintahkan untuk beristighfar.
     Secara sendiri atau bersamaan. Seperti disebutkan al Quran tentang Nuh dan dakwahnya kepada kaumnya:

    "Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun- ,
    niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,
     dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." [QS. Nuh: 10-12]

    Dan seperti Allah SWT menyebutkan tentang Huud dan dakwahnya kepada kaum Aad, yaitu ia berkata:

    "Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu." [QS. Huud: 52]

    Juga Nabi Shaleh yang mengajak kaum Tsamud:

    "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do'a hamba-Nya)." [QS. Huud: 61]


    Duratul_Mujahid

    • *
    • Posts: 608
      • View Profile
    Reply #6 05 May, 2010, 08:06:07 AM
  • Publish
  • Siapakah yang berhak menjadi tempat mengadu orang-orang yang dilanda kegelisahan, kesempitan, kesulitan dan kesusahan? Kepada siapakah mereka harus memohon pertolongan? Siapakah yang layak menjadi tempat bergantung, memohon, meminta dan meratap semua makhluk? Siapakah yang berhak menjadi gantungan hati dan selalu diucapkan oleh lidah manusia? Tidak lain, adalah hanya ALLAH yang tiada tuhan selain DIA.

    Bagiku juga anda, adalah suatu kewajipan untuk berdoa dan meminta kepadaNYA dalam keadaan lapang mahupun sempit, dalam keadaan mudah mahupun susah. Kita harus menumpahkan semua permasalahan ke pangkuanNYA dan kita juga harus bertawassul kepadaNYA. Kita harus duduk bersimpuh di depan pintu gerbangNYA sambil memohon, menangis, merendahkan diri dan meminta ampunanNYA. Dan kemudian tunggulah! Kerana pada saatnya nanti akan datang pertolongan, ma'unah (huluran),bantuan dan kemudahan yang bersumber dariNYA.

    Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNYA..... (AN-Naml; 62)

    Jawabannya adalah bahawa, Allahlah yang menyelamatkan orang yang tenggelam, memberi jalan keluar orang-orang yang mengalami kesulitan, menolong orang yang dizalimi, memberi petunjuk orang yang sesat, menyembuhkan orang yang sakit dan meringankan beban orang yang mendapat cubaan.


    Menterjemah Apa Yang Tersirat DI MInda
    http://durratulmujahid.blogspot.com/

    Duratul_Mujahid

    • *
    • Posts: 608
      • View Profile
    Reply #7 05 May, 2010, 08:20:01 AM
  • Publish
  • Doa anda kepada Rabb terhitung sebagai wujud lain dari ibadah dan bukti ketaatan besar yang akan mendatangkan suatu pemberian yang lebih daripada apa yang anda minta. Maka dari itu, seorang hamba yang benar-benar mengetahui hakikat berdoa kepada Allah nescaya ia tidak akan pernah resah, gundah dan berserabut fikirannya.

    Semua tali akan mencerut kecuali taliNYA, dan semua pintu akan tertutup kecuali pintuNYA. Allah Maha Dekat, Maha Mendengar dan Maha Menjawab. DIA mengabulkan doa setiap orang yang berada dalam kesulitan. DIA memerintahkan anda - kerana anda manusia yang selalu memerlukan dan lemah. Dia Maha Kaya, Maha Kuat, Maha Tunggal dan Maha Terpuji - agar sentiasa berdoa. Dia berfirman;

    ...berdoalah kamu kepadaKU, nescaya akan KUperkenankan bagimu...(Al-Mu;minun;60)

    Ketika bencana dan musibah datang silih berganti menimpa anda..berzikirlah kepadaNYA, sebutlah namaNYA dan mohonlah pertolonganNYA dan mintalah jalan keluar dariNYA. Tundukkan wajah untuk mengkuduskan namaNYA demi mendapatkan mahkota kemerdekaan dariNYA. Lekatkan hidung pada tempat anda bersujud kepadaNYA agar anda mendapat keselamatan dariNYA. Angkat kedua tangan anda, buka kedua telapak tangan anda, perbaNYAKKAN MEMOHON DARIPADANya. Jangan anda bosan meminta kepadaNYA dan jangan anda berpaling dari depan pintuNYA. Harapkanlah kelembutan kasih-sayang dariNYA, nantikan pertolonganNYA, nyaringkan suara anda tatkala menyebut namaNYA dan selalu berbaik sangka kepadaNYA. Curahkan seluruh waktu anda untukNYA dan beribadahlah kepadaNYA dengan tekun agar anda mendapat kebahagiaan dan kemenangan.

    zumar

    • *
    • Posts: 303
      • View Profile
    Reply #8 05 May, 2010, 08:20:28 AM
  • Publish
  • salam mahabbah....putus asa memang dilarang dlm islam....apabila kamu berazam maka tawakkal lah pada allah...apabila kamu beriman kemudian istiqamahlah....maksud hadis. wallahu 'alam

    ruqaiyyah

    • *
    • Posts: 25
      • View Profile
    Reply #9 05 May, 2010, 08:24:05 AM
  • Publish
  • salam..
    "manusia merancang, Allah juga merancang..namun perancangan Allah itu lagi hebat"..

    ada yang baru kena sikit dah jatuh..mula menyalahkan takdir, tapi  yang sebenarnya, setiap sesuatu itu berhikmah..itu la sunnatullah..
    putus asa tandanya ego..manusia ditambah dengan ego ..ikut nafsu aje jawabnya..

    jadi:
    kena tambah ilmu+ amal+ ikhlas
    kena lawan nafsu.
    lawan syaitan. jaga hati dari sifat tercela..
    =)

    al_ahibbatu

    • *
    • Posts: 4856
      • View Profile
    Reply #10 21 August, 2013, 12:32:54 AM
  • Publish
  •  Ibrahim al-Khawas adalah seorang wali Allah yang terkenal keramat dan dimakbulkan segala doanya oleh Tuhan. Ia pernah menceritakan suatu peristiwa yang pernah dialaminya.

    “Aku keluar menziarahi Makkah tanpa kendaraan dan kafilah. Pada suatu kali, tiba-tiba aku tersesat jalan dan kemudian aku berhadapan dengan seorang pendeta Nasrani,” tutur Ibrahim.

    Si pendeta berkata, “Wahai rahib Muslim, bolehkah aku bersahabat denganmu?”

    Ibrahim segera menjawab, “Ya, aku takkan menghalangi kehendakmu itu.”

    Maka berjalanlah Ibrahim bersama dengannya selama tiga hari tanpa meminta makanan, sehingga pendeta itu menyatakan rasa laparnya. “Tiadalah ingin aku memberitakan kepadamu bahwa aku telah menderita kelaparan. Karena itu berilah aku sesuatu makanan yang ada padamu,” kata si pendeta.

    Mendengar permintaan rahib itu, Ibrahim pun bermohon kepada Allah dengan berkata, “Wahai Tuhanku, Pemimpinku, Pemerintahku, janganlah engkau memalukan aku di hadapan seteru Engkau ini.”

    Belum pun habis Ibrahim berdoa, tiba-tiba turunlah setalam hidangan dari langit berisi dua keping roti, air minuman, daging masak dan kurma. Maka mereka pun makan dan minum bersama dengan senang sekali.

    Sesudah itu, mereka meneruskan perjalanan. Setelah tiga hari tanpa makanan dan minuman, maka di kala pagi, Ibrahim pun berkata kepada pendeta itu, “Hai pendeta Nasrani, berikanlah sesuatu makanan yang ada padamu."

    Pendeta itu pun berdoa, tiba-tiba turun setalam hidangan dari langit seperti yang diturunkan dulu.

    Melihat hal itu, Ibrahim berkata, "Demi kemuliaan dan ketinggian Allah, tiadalah aku makan sehingga engkau memberitahukan (hal ini) kepadaku!”

    Si pendeta menjawab, “Hai Ibrahim, tatkala aku bersahabat denganmu, maka jatuhlah makrifat (pengenalan) engkau kepadaku, lalu aku memeluk agamamu. Sesungguhnya, aku telah membuang-buang masa di dalam kesesatan dan sekarang aku telah mendekati Allah dan berpegang kepada-Nya. Dengan kemuliaanmu, tiadalah Dia memalukan aku. Maka terjadilah kejadian yang engkau lihat sekarang ini. Aku telah mengucapkan seperti ucapanmu (kalimah syahadah).”

    Ibrahim bersuka cita mendengar jawaban pendeta itu. Kemudian mereka pun meneruskan perjalanan sehingga sampai ke Makkah yang mulia. Setelah mengerjakan haji, mereka tinggal selama tiga hari lagi di Tanah Suci. "Suatu ketika, pendeta itu tiada kelihatan olehku, lalu aku mencarinya di Masjidil Haram. Tiba-tiba aku mendapati dia sedang shalat di sisi Ka’bah,” tutur Ibrahim.

    Setelah selesai shalat, pendeta itu berkata, “Hai Ibrahim, sesungguhnya telah hampir perjumpaanku dengan Allah, maka peliharalah persahabatan dan persaudaraanku denganmu.”

    Baru saja berkata demikian, tiba-tiba pendeta itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. “Aku merasa sangat sedih dengan kepergiannya. Aku segera menguruskan pemandian, kafan dan penguburannya. Malam harinya, aku bermimpi melihat pendeta itu dalam keadaan yang begitu gagah sekali. Tubuhnya dihiasi dengan pakaian sutera yang indah,” kata Ibrahim.

    Ia pun bertanya, “Bukankah engkau ini sahabatku, apakah yang telah dilakukan oleh Allah terhadapmu?”

    Pendeta itu menjawab, “Aku berjumpa Allah dengan dosa yang banyak, tetapi dimaafkan dan diampunkan-Nya semua itu karena aku bersangka baik (husnudz dzan) kepada-Nya. Dan Dia menjadikan aku bersahabat dengan engkau di dunia dan berdekatan denganmu di akhirat.”


    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    3 Replies
    3318 Views
    Last post 18 November, 2008, 04:28:52 PM
    by husnulkhatimah
    21 Replies
    3081 Views
    Last post 08 February, 2011, 10:26:58 PM
    by halawah
    1 Replies
    264 Views
    Last post 06 April, 2014, 02:48:18 PM
    by Zawani Kun