Jahatnya Abu Jahal

Author Topic: Jahatnya Abu Jahal  (Read 2983 times)

0 Halaqian and 1 Guest are viewing this topic.

kasbi

  • *
  • Posts: 70
    • View Profile
09 January, 2010, 07:01:46 AM
  • Publish Di FB
  • Jahatnya Abu Jahal
    "Pada suatu hari, Abu Jahal memerintahkan pengikut-pengikutnya untuk mengorek sebuah lubang yang dalam. Didalam lubang itu diisikan dengan pelbagai jenis benda tajam seperti kaca, buluh runcing, besi tajam dan sebagainya. Kemudian lubang itu ditutup kembali untuk menyembunyikan segala barangan yang berbahaya didalamnya.....

    Kemudian dia berpura-pura sakit dan memerintahkan hambanya supaya memberitahu Rasulullah tentang “kesakitannya” dan meminta Rasulullah datang melawatnya. Maka pergilah khadamnya ke rumah Rasulullah dan memberitahu perkabaran tersebut. Tanpa berlengah, datanglah Rasulullah yang berhati mulia dan bersangka baik terhadap bapa saudaranya itu. Sampai sekerat jalan, Rasulullah mendapat ilham daripada Allah tentang pembohongan Abu Jahal dan Rasulullah pun berpatih balik ke rumahnya.

    Menyedari yang dirinya tak boleh menipu Rasulullah, maka marah benarlah Abu Jahal sambil berlari turun dari rumahnya sambil memaki hamun Nabi Muhammad..Dalam kesibukan dan kemarahannya, maka Abu Jahal lupa tentang lubang perangkap yang digalinya sendiri. Lalu dia terjatuh ke dalam lubang tersebut dan meraunglah dia kerana kesakitan akibat terpijak benda-benda tajam didalamnya.

    Mendengarkan raungannya itu, maka semua khadamnya pun datanglah untuk menolong Abu Jahal. Mereka menghulurkan tali untuk menaikkan Abu Jahal dari lubang yang berbahaya itu. Tapi Allah maha kuasa, semakin panjang tali yang dihulurkan, semakin dalam lubang tersebut dan Abu Jahal tidak dapat memegang tali yang dihulurkan. Akhirnya Abu Jahal putus asa dan berkata “ Kamu semua tak akan berjaya menaikkan aku. Hanya Muhammad yang akan berjaya menyelamatkan aku dari lubang ini. Pergi panggil Muhamad “

    Setelah Rasulullah tiba ditempat kejadian, beliau hanya menghulurkan tangan untuk menaikkan Abu Jahal dari dalam perigi tersebut. Akhirnya selamatlah Abu Jahal. Sebaik sahaja Abu Jahal dapat diselamatkan, maka terserlah sifat jahat Abu Jahal. Sebaik saja beliau selamat, Abu Jahal terus mengatakan “ Hebat sunguh syihirmu ya Muhammad”. Demikianlah degilnya dan jahatnya perangai Abu Jahal…"
     

    Adakah lagi orang yang bersifat seperti Abu Jahal?
    Adakah lagi manusia yang mempunyai keperibadian seperti Rasulullah SAW??

    Berusaha la untuk mencontohi sifat dan keperibadian Rasulullah SAW dan menghindari sifat seperti Abu Jahal..semoga kita mendapat keredhaan Allah SWT.Smoga kisah di atas dapat memberi pengajaran kepada kita semua.. :aamiin:

    badryl3

    • *
    • Posts: 299
      • View Profile
    Jawab #1 09 January, 2010, 07:09:47 AM
  • Publish Di FB
  • dalam dunia ni masih ramai lagi manusia yang bersifat seperti abu jahal. perhatikanlah.

    dol_bendol

    • *
    • Posts: 1664
    • http://al-merapu.blogspot.com
      • View Profile
    Jawab #2 09 January, 2010, 08:11:19 AM
  • Publish Di FB
  • nama abu jahal tu indah, gelaran Allah pada dia abu jahal, bapa kejahilan kerana sifat nya tak mahu menerima kebenaran yg di bawa oleh anak saudaranya.

    hari ini bukankah ramai yang menolak, walaupun secara lembut, tak mahu menerima kebenaran muhammad.

    ramai terkesan dengan lemebutan itu, lalu menerima 'puak itu' mereka rasa dalam kebenaran, tanpa sedar, mereka bersama syaitan
    (rujuk 43:36 dan 37)

    ambillah pelajaran dari al Quran, daripada Allah, jika mahukan kebaikan.
    sama sama lah berusaha menyampaikan kebenaran, kerana kebaikan itu menambah baik diri masing masing

    tanpa SEDAR, kita suka menentang 'kebenaran' kerana diri kita berada dalam 'persangkaan' sahaja.

    ABU Jahal itu, tahu, anak saudaranya tu 'al-amin'  tetapi tak mahu tunduk kepada orang yg di bawahnya iaitu anak saudaranya.

    jika tahu, rasa memiliki Ilmu, semuga bolehlah Tunduk kepada Allah dan Rasul.

    rabbitah

    • *
    • Posts: 608
      • View Profile
    Jawab #3 08 January, 2011, 12:39:55 AM
  • Publish Di FB
  •  :)

    KISAH ABU LAHAB

    Kisah Abu Lahab tercantum dalam Al Qur’an surat Al Lahab (surat ke 111) ayat satu sampai dengan ayat lima yang artinya:

    Dengan menyebut nama Allah Yang maha Pemurah lagi Maha Penyayang

    Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.Dan ( begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar.Yang di lehernya ada tali dari sebut dalam surat Al-Lahab ini menceritakan Bahwa Abu Lahab dan isterinya menentang Rasulullah SAW. Keduanya akan celaka dan masuk neraka. Harta Abu Lahab tak berguna untuk keselamatannya demikian pula segala usaha-usahanya.

    Abu Lahab adalah keturunan dari suku Quraisy yang memusuhi, menentang dan menghalang-halangi perjuanagn dakwah Rasulullah SAW dalam menegakkan agama Islam di Makah. Abu Lahab selalu menghasud para pengikut Nabi Muahammad SAW supaya tidak mengikuti ajaran Nabi. Ia berusaha sedemikian rupa dalam menghalang-halangi dakwah nabi, ia berupaya merendahkan agama Islam.

    Pada suatu ketika Rasulullah SAW naik ke Bukit Shafa sambil berseru: “Mari berkumpul pada pagi hari ini!” Maka berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullah SAW bersabda: “Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beritahu bahwa musuh akan datang besuk pagi atau petang, apakah kalian percaya kepadaku?”.Kaum Quraisy menjawab: “Pasti kami percaya.” Rasulullah SAW bersabda: “Aku peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dahsyat akan datang.” Berkatalah Abu Lahab: Celakalah engkau! Apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami?”.

    Istri Abu Lahab juga mengikuti jejak Abu Lahab yaitu menghalang-halangi Islam dengan menyebarkan duri-duri di tempat yang akan dilalui Rasulullah SAW. Abu Lahab dengan perlakuannya seperi itu amatlah rugi dan sangat celaka, amalnya sa-sia, usahanya untuk menghalang-halangi Islam percuma, harta, pangkat, kedudukan yang dibanggakan Abu Lahab tidak berarti apa-apa. Abu lahab kelak akan disiksa dengan api neraka yang sangat panas.
    Hidup di dunia bukan sekadar suatu kembara yang akan berakhir tatkala nafas terakhir terhela. Jua bukan bermakna kehidupan seseorang manusia itu akan ternoktah tatkala nyawa terpisah dari jasad. Sebaliknya, tatkala jasad ditinggalkan roh, hidup baru bagi seseorang manusia itu bermula.

    rabbitah

    • *
    • Posts: 608
      • View Profile
    Jawab #4 08 January, 2011, 12:41:28 AM
  • Publish Di FB
  •  :)

    KISAH ABU JAHAL

    Abu Jahal nama lengkapnya adalah Abu Jahal bin Hisyam. Orang Quraisy biasa memanggilnya Abul Hakam. Ia termasuk orang yang terpandang di kalangan kabilah Quraisy. Dia adalah orang kafir Quraisy yang selalu menghalang-halangi dan memusuhi Nabi Muhammad SAW. Ejekan dan hinaan sering sekali dilontarkan dari mulutnya, menganggap Nabi gila “Hai Muhammad, apalagi yang hendak kau katakan hari ini?” suara Abu jahal dengan nada mengejek. “Ada berita penting yang harus kusampaikan,”Jawab Nabi, tenang.

    “Apa itu?”

    “Semalam aku telah isra’ ke Baitul Maqdis,”

    “Haa…ha…gila. Kaumku! Kemarilah kalian semua! Ada berita penting dari Muhammad!” Abu Jahal memanggil orang-orag kafir Quraisy sambil terbahak-bahak.

    Dalam waktu singkat penduduk mengelilingi Nabi.

    “Ada apa lagi ini?” Tanya orang-orang Quraisy kasak kusuk.

    “Muhammad selalu membuat ulah yang aneh-aneh, “kata kaum kafir Quraisy.

    Tidak lama kemudian Nabi Muhammad SAW bercerita tentang pertemuannya dengan para Nabi. Mereka bahkan melakukan shalat berjamaah.

    “Kalau kau memang bertemu para Nabi, bagaimana penampilan mereka itu? tanya Abu Jahal dengan berlagak menyelidik.

    “Nabi Isa bertubuh sedang, tidak jangkung dan tidak pendek, warna kulitnya kemerahan. Kalau Nabi Musa bertubuh kekar dan jangkung. Kulitnya agak kehitaman. Sedangkan Nabi Ibrahim lebih mirip diriku, “kata Rasullullah SAW.

    “Ah cerita seperti itu bisa dikarang! Siapa yang bisa meyakinkan kebenaran omongannya?”orang-orang Quraisy tetap tidak puas. Mereka lupa bahwa sejak kecil sampai dewasa (berusia 40 tahun) Rasulullah tidak sekalipun pernah berbohong.“Bagaimana kami bisa percaya pada kata-katamu? Perjalanan yang begitu jauh engkau tempuh dalam waktu semalam saja?” Tanya seorang pemuka Quraisy.

    Akhirnya Nabi bercerita lagi mengenai pertemuannya dengan beberapa kafilah yang sedang menuju Makah. Mereka baru akan tiba sore itu. Nabi menggambarkan ciri-ciri kafilah tadi dengan menjelaskan warna unta yang paling depan beserta bawaannya dan Nabi memberikan petunjuk arah pada kafilah yang tersesat.

    Orang-orang kafir Quraisy segera pergi dan mencari kafilah yang diceritakan Nabi tadi ternyata keterangan Nabi benar. Meskipun demikian, kaum kafir yang sesat itu masih tidak mempercayai mukjizat yang diterima Rasulullah. Mereka tetap tidak mau beriman.

    rabbitah

    • *
    • Posts: 608
      • View Profile
    Jawab #5 08 January, 2011, 12:42:41 AM
  • Publish Di FB
  •  :)

    Abu Jahal Ingin membunuh Rasulullah SAW

    Para petinggi Quraisy ingin berunding dengan Rasulullah SAW. Tatkala Rasulullah SAW berlalu, Abu Jahal dengan sombongnya berkata kepada kaum Quraisy, Wahai kaum Quraisy! Sesungguhnya Muhammad sebagaimana yang telah kalian saksikan, hanya ingin mencela agama nenek moyang kita, menuduh kita menyimpang dari kebenaran serta mencaci tuhan-tuhan kita. Sungguh aku berjanjiatas nama Allah untuk duduk di dekatnya dengan membawa batu besar yang mampu aku angkat dan aku hempaskan ke atas kepalanya saat dia sedang sujud dalam shalatnya. Maka setelah itu, kalian hanya memiliki dua pilihan; menyerahkanku atau melindungiku. Dan setelah itu, Silakan Bani ‘Abdi Manaf berbuat apa saja yang mereka mau.”

    Mereka menjawab, Demi Allah, “Demi Allah! Sekali-kali Kami tidak akan menyerahkanmu. Lakukan apa yang engkau inginkan.”

    Pagi harinya, Abu Jahal benar-benar mengambil batu besar sebagamana yang ia katakan, kemudian duduk sambil menunggu Rasulullah SAW, tak berapa lama, Rasulullah dating sebagaimana biasa. Lalu beliau melakukan shalat sedangkan kaum Quraisy juga sudah datang dan duduk ditempat mereka berkumpul sambil menunggu yang akan dilakukan oleh Abu Jahal. Rasul saat sujud, Abu jahal mengangkat batu besar kemudian berjalan menuju kearah nabi hingga jaraknya dekat. Akan tetapi anehnya ia berbalik mundur, wajahnya pucat pasi ketakutan. Tangannya sudah tidak bisa menahan beratnya batu hingga dia melemparkannya. Menyaksikan hal seperti itu, para pemuka Quraisy bergegas menyongsong dan bertanya”Ada apa denganmu, wahai Abu Jahal.”

    “Aku telah berdiri menuju kearahnya untuk melakukan yang telah ku katakan semalam, namun ketika aku mendekatinya seakan ada onta jantan yang menghalangiku. Aku belum pernah melihat onta jantan yang lebih menakutkan darinya, baik rupanya, lehernya ataupun taringnya. Binatang itu ingin memangsaku”, Kata Abu Jahal.

    Walaupun demikian Abu Jahal tidak ada sadarnya pada saat parlemen “Darun Nadwah” mengadakan sidang istimewa, Abu Jahal mewakili kabilah Bani Makhzum.

    Sidang parlemen ini menyepakati terhadap keputusan keji untuk membunuh Nabi Muhammad SAW . Usulan keji itu berasal dari penjahat kelas kakap Makah yaitu bernama Abu Jahal dengan usulan bahwa setiap kabilah harus memilih seorang pemuda yang gagah dan bernasab baik sebagai perantara, kemudian masing-masing diberikannya pedang yang tajam, lalu mereka arahkan untuk menebas secara serentak seakan tebasan satu orang untuk kemudian membunuhnya. Dengan begitu akan terbebas dari ancamannya. Berarti darahnya telah ditumpahkan oleh semua kabilah.

    Tatkala keputusan keji itu akan dilaksanakan turunlah Malaikat Jibril untuk memberitahukan perihal persekongkolan Kaum Quraisy. Atas izin Allah SWT Nabi Muhammad SAW berhijrah meninggalkan Makah.

    Abu Jahal dengan penuh keangkuhan dan kesombongan yakin betul akan berhasil membunuh Nabi seraya berkata pada rekannya Jika kalian tidak melakukannya , maka dia akan menyembelih kalian. Sekalipun persiapan yang dilakukan orang Quraisy untuk melaksanakan rencana keji sedemikian rapinya namun mereka mengalami kegagalan.

    Abu Jahal gagal menangkap nabi lantas melabrak menyatroni Rumah Abu Bakar dan keluarlah Asma binti Abu Bakar. Abu Jahal yang terkenal dengan perangainya yang buruk menampar pipi Ama dengan sebuah tamparan yang menyebabkan anting-antingnya jatuh.

    Singkat cerita dengan sisa-sisa kecongkakan dan keangkuhannya dia berusaha untuk tegar dan semangat. Abu Jahal yang suka mencaci maki Rasulullah SAW itu diserang oleh dua pemuda secara serentak pada saat perang Badar dengan pedangnya hingga dapat membunuhnya. Dua pemuda tersebut bernama Muadz bin Amr Al-Jamuh dan Mu’awwid bin Afra.

    rabbitah

    • *
    • Posts: 608
      • View Profile
    Jawab #6 08 January, 2011, 02:00:59 AM
  • Publish Di FB
  •  :)

    Abu Lahab dan Abu jahal adalah seorang yang mempunyai perilaku buruk yaitu berupa sifat dengki. Dengki atau iri hati adalah sifat dan sikap tidak senang dengan kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkan kenikmatan itu dari orang lain yang memilikinya.

    Menurut kamus besar bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka dengki adalah menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain.

    Dengki seperti yang telah dilakukan oleh Abu Lahab dan Abu Jahal adalah sangat terlarang dalam agama Islam, karena dengki itu akan mengakibatkan malapetaka dan kehancuran bagi yang dengki itu sendiri maupun kepada orang lain.

    Orang yang dengki seperti Abu Lahab dan Abu Jahal ini akan selalu membuat rencana yang tidak baik terhadap orang yang didengkinya, perasaannya akan selalu resah dan gelisah yang mendalam karena keberhasilan orang lain, sehingga ia berusaha sekuat tenaga, daya dan upaya untuk merebutnya.

    Perilaku dengki Abu Lahab dan Abu Jahal dalam sejarah yaitu seperti menghasud, memfitnah, menghalang-halangi perjuangan, menolak dan menyanggah kebenaran, menghina, merendahkan, membanggakan harta, pangkat dan ketenaran, menjerumuskan, memusuhi, menjebak dan bahkan ingin membunuhnya.

    Sifat dengki, bukanlah sifatnya orang yang beriman, tetapi sifat ini adalah sifat Iblis. Orang yang dengki akan mendapat dosa yang besar dari Allah SWT. Islam mengajarkan untuk saling tolong-menolong. Kita harus menjaga persaudaraan, saling membantu dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan menetapi kesabaran.

    Firman Allah SWT

    Artinya:…Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Q.S Al Maidah (5): 2)

    Artinya: …Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran Q.S Al Ashr (103):3)

    Oleh karena itu kita harus bisa menghindari perilaku dengki seperti yang telah dilakukan oleh Abu Lahab dan Abu Jahal karena kedua orang tersebut adalah orang yang paling jahat dan jelek sekali moralnya, seakan-akan tidak ada lagi kebaikannya, hatinya tidak terbuka sedikitpun untuk menerima kebenaran. Makanya kita sebagai muslim jangan sampai mengikuti perilakunya. Kita harus berdaya upaya untuk menghindari perilaku dengki agar dapat selamat di dunia dan di akherat kelak.

    divider3
    halaqahforum4

     

    Related Topics

      Subject / Started by Replies Last post
    0 Replies
    869 Views
    Last post 08 January, 2011, 02:12:15 AM
    by rabbitah
    8 Replies
    4364 Views
    Last post 04 March, 2012, 02:26:04 PM
    by al_ahibbatu
    4 Replies
    1073 Views
    Last post 26 May, 2012, 04:05:32 PM
    by qalamm