* *

Ciri Manusia Taqwa

Ciri Manusia Taqwa

www.Halaqah.net
Pengirim : Al-Hikam
Editor : PenaHalaqah



Prakata

Seringkali kita mendengar dan mengucapkan kata taqwa, tetapi kita sebagai muslim belum memahami dan mengerti apalagi memaknai taqwa dalam kehidupan kita yang singkat ini. Sangat bersyukur sekali kita semua dikaruniakan hadiah terindah dalam hidup kita yakni hidayah islam dan selalu berdoa untuk setia hingga akhir dalam pelukan hidayah Islam.

Seiring dengan krisis yang datang silih berganti, ibarat kata keimanan dan ketaqwaan kita diuji dengan berbagai cobaan hidup baik itu kemiskinan, kemelaratan, sulitnya mencari pekerjaan, meningkatnya kebutuhan hidup dan banyak hal lainnya yang menuntut kesabaran dan keihlasan hati kita untuk tetap setia berdzikir mengingat kebesaran dan karunia Allah SWT. Cobaan yang datang bukan saja menguji hakikat hati dan kadar keimanan tetapi menguji ketulusan dan keridhaan kita akan menrima dan mensyukuri ni’mat yang diberikan Allah. Banyak Saudara kita yang tergelincir imannya dan menukar dengan kebutuhan pokok, kepopuleritasan dan hal lainnya yang gencar dilakukan pihak-pihak yang membenci ISLAM. Mari kita bersama memperkuat tali silaturrahim diantara kita dan memperkokoh iman kita agar terhindar dari hal-hal yang merusak dan menukar hidup kita dengan kemurkaan danazab dari Allah SWT. Semoga dengan tulisan yang sederhana ini proses penguatan iman dan taqwa kita selalu kuat dan kuat tak tergoyahkan dan tergantikan dengan keimanan lainnya yang sungguh- sunguh sesat dan menyesatkan. Amin ya Rabbal Alamien.

Islam dengan ajarannya yang indah mengajarkan bahwa perbedaan hakiki manusia tidak berada pada kedudukan, jabatan, pangkat, kekayaan dan lainnya. Manusia dibedakan dengan kadar dan bobot nilai mereka di mata Allah. Perbedaan antar manusia di dalam Islam terletak pada sejauh mana manusia mampu mengoptimalkan kadar ruhaninya untuk mendekat pada Tuhannya. Perbedaan manusia dan kemuliaan manusia ditentukan oleh nilai dan kadar taqwanya yang bergolak dalam dadanya. (QS. Al-Hujurat: 13) Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudhari disebutkan, Hendaknya kamu bertaqwa sebab ia adalah kumpulan segala kebaikan, dan hendaknya engkau berjihad karena ia sikap kependetaan seorang muslim, dan hendaknya engkau selalu berdzikir menyebut nama Allah karena dia cahaya bagimu (HR. Ibnu Dharis dari Abu Said Al-Khudhari).


Definisi Taqwa

Taqwa adalah kumpulan semua kebaikan yang hakikatnya merupakan tindakan seseorang untuk melindungi dirinya dari hukuman Allah dengan ketundukan total kepada-Nya. Asal-usul taqwa adalah menjaga dari kemusyrikan, dosa dan kejahatan dan hal-hal yang meragukan (syubhat).
Seruan Allah pada surat Ali Imran ayat 102 yang berbunyi, “Bertaqwalah kamu sekalian dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu sekali-kali mati kecuali dalam keadaan muslim”, bermakna bahwa Allah harus dipatuhi dan tidak ditentang, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri.


Taqwa adalah bentuk peribadatan kepada Allah seakan-akan kita melihat-Nya dan jika kita tidak melihat-Nya maka ketahuilah bahwa Dia melihat kita. Taqwa adalah tidak terus menerus melakukan maksiat dan tidak terpedaya dengan ketaatan. Taqwa kepada Allah adalah jika dalam pandangan Allah seseorang selalu berada dalam keadaan tidak melakukan apa yang dilarang-Nya, dan Dia melihatnya selalu melakukan kebaikan. Menurut Sayyid Quth dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri kehidupan.


Saat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”


Demikian banyak ayat Al-Qur`an yang menyerukan kita untuk bertaqwa dalam bingkai taqwa yang sebenarnya, dalam kadar taqwa yang semestinya, dalam bobot taqwa yang mampu kita lakukan. Lihat umpamanya (QS. Al-Ahzab : 70) dan (QS. At-Taubah : 119).
Dalam hadits juga sangat banyak seruan agar taqwa menjadi penghias perilaku kita dan menjadi mutiara batin kita. Seperti sabda Rasulullah, :


“Bertaqwalah kamu kepada Allah, dimanapun kamu berada, dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapus keburukan itu. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan Ad-Darimi).

Ciri Manusia Taqwa

Seseorang akan disebut bertaqwa jika memiliki beberapa ciri. Dia seorang yang melakukan rukun Iman dan Islam, menepati janji, jujur kepada Allah, dirinya dan manusia dan menjaga amanah. Dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. Manusia taqwa adalah sosok yang tidak pernah menyakiti dan tidak zhalim pada sesama, berlaku adil di waktu marah dan ridha, bertaubat dan selalu beristighfar kepada Allah. Manusia taqwa adalah manusia yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sabar dalam kesempitan dan penderitaan, beramar ma’ruf dan bernahi munkar, tidak peduli pada celaan orang-orang yang suka mencela, menjauhi syubhat, mampu meredam hawa nafsu yang menggelincirkan dari shiratal mustaqim. Itulah diantara ciri-ciri sosok manusia taqwa itu.


Agar seseorang bisa mencapai taqwa diperlukan saran-sarana. Dia harus merasa selalu berada dalam pengawasan Allah, memperbanyak dzikir, memiliki rasa takut dan harap kepada Allah. Komitmen pada agama Allah. Meneladani perilaku para salafus saleh, memperdalam dan memperluas ilmu pengetahuannya sebab hanya orang berilmulah yang akan senantiasa takut kepada Allah (QS. Fathir: 28). Agar seseorang bertaqwa dia harus selalu berteman dengan orang-orang yang baik, menjauhi pergaulan yang tidak sehat dan kotor. Sahabat yang baik laksana penjual minyak wangi dimanapun kita dekat maka akan terasa wanginya dan teman jahat laksana tukang besi, jika membakar pasti kita kena kotoran abunya (HR. Bukhari).
Membaca Al-Qur`an dengan penuh perenungan dan mengambil ‘ibrah juga merupakan sarana yang tak kalah pentingnya untuk mendaki tangga-tangga menuju puncak taqwa. Instrospeksi, menghayati keagungan Allah, berdoa dengan khusyu’ adalah sarana lain yang bisa mengantarkan kita ke gerbang taqwa. Pakaian dan makanan kita yang halal dan thayyib serta membunuh angan yang jahat juga sarana yang demikian dahsyat yang akan membawa kita menuju singgasana taqwa.

Buah Taqwa

Manusia dengan ciri dan karakterisrik di atas akan memetik buah ranum dan manisnya taqwa. Bukan hanya individual sifatnya namun masyarakat juga akan menikmatinya.
Manusia taqwa akan mendapatkan mahabbah Allah (Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa, (QS. At-Taubah: 4), Allah akan selalu bersama langkah dan pikirnya (Sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan (QS. An-Nahl; 128), mendapat manfaat dari apa yang dibaca di dalam Al-Qur`an (QS. Al-Baqarah; 2), lepas dari gangguan syetan –“sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila ditimpa was-was dari syetan, mereka ingat kepada Allah maka seketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (QS. Al-A’raf: 35), diterima amal-amalnya (QS. Al-Maidah: 27), mendapatkan kemudahan setelah kesulitan dan mendapat jalan keluar setelah kesempitan (QS. Ath-Thalaq: 2 dan 4)

.
Manusia taqwa akan memiliki firasat yang tajam, mata hati yang peka dan sensitif sehingga dengan mudah mampu membedakan mana yang hak dan mana pula yang batil.
(QS. Al-Anfaal : 29). Mata hati manusia taqwa adalah mata hati yang bersih yang tidak terkotori dosa-dosa dan maksiat, karenanya akan gampang baginya untuk masuk surga yang memiliki luas seluas langit dan bumi yang Allah peruntukkan untuk orang-orang yang bertaqwa (QS. Ali Imran: 133 dan Al-Baqarah: 211).


Taqwa yang terhimpun dalam individu-individu ini akan melahirkan keamanan dalam masyarakat. Masyarakat akan merasa tenteram dengan kehadiran mereka. Sebaliknya pupusnya taqwa akan menimbulkan sisi negatif yang demikian parah dan melelahkan. Umat ini akan lemah dan selalu dilemahkan, akan menyebar penyakit moral dan penyakit hati. Kezhaliman akan merajalela, adzab akan banyak menimpa. Masyarakat akan terampas rasa aman dan kenikmatan hidupnya. Masyarakat akan terenggut keadilannya, masyarakat akan hilang hak-haknya.
Semakin taqwa seseorang -baik dalam tataran individu, sosial, politik, budaya, ekonomi- maka akan lahir pula keamanan dan ketenteraman, akan semakin marak keadilan, akan semakin menyebar kedamaian. Taqwa akan melahirkan individu dan masyarakat yang memiliki kepekaaan Ilahi yang memantulkan sifat-sifat Rabbani dan insani pada dirinya.



Wafat saat sujud di Masjidil Nabawi

Sungguh Allah SWT telah memberikan karunia terindah atas umat muslim yang beriman dan bertaqwa hanya kepada NYA.

Akankah kita seperti hamba Allah lainnya menghadap kepadaNya dengan kebanggan dan tingkat taqwa setinggi-tinggi untuk menemui Dzat Yang Maha Agung Allah SWT. Smoga kita termasuk ke dalam golongan orang beriman dan mendapat SyafaatNya di hari Pembalasan. Amin.

http://rifafreedom.wordpress.com/2008/12/

[ 22 Nov 2009 ]

Comments *

1) Re: Ciri Manusia Taqwa
Lulusterbit Oleh: Delima^Biru about 23 November, 2009, 08:02:13 PM
Syarat rukun shalat adalah niat, terus takbiratul ihram dst…tidak ada syarat harus khusyuk, sehingga kalau tidak khusyuk maka shalat Anda tidak sah. Jadi fiqh dan hukum formal itu lapisan paling dasar dari moral dan yang paling elementer dari taqwa. Saya tidak mengatakan fiqh dan hukum formal itu rendah atau tidak penting, melainkan ada yang lebih tinggi, yakni moralitas dan taqwa. Kalau shalat tidak khusyuk, atau setidaknya kurang berusaha untuk khusyuk, berarti tidak sungguh-sungguh menjalankan moral atau akhlak kepada Tuhan. Taqwanya diragukan.
2) Re: Ciri Manusia Taqwa
Lulusterbit Oleh: Tanjong about 23 November, 2009, 08:08:29 PM
Apa itu ciri orang bertaqwa?
Katakan Anda sedang berjalan-jalan, tiba-tiba menjumpai ada seorang anak terbaring di pinggir jalan karena kelaparan, dan membiarkan saja maka Anda tidak dipersalahkan oleh fiqh serta tidak ada sebarang hukuman dalam sesebuah negara manapun yang membuat Anda boleh ditangkap polis. Tapi menurut pandangan akhlaq Agama , Anda dikira bersalah. Apalagi menurut mata pandang taqwa: Anda mungkin dikategorikan bukan manusia.
3) Re: Ciri Manusia Taqwa
Lulusterbit Oleh: Seharum Jannah about 23 November, 2009, 08:18:03 PM
Apa ciri ciri orang bertaqwa adalah sebagai berikut ini;
Allah berfirman; "... Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.."Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. .(QS.65:2-3)

Artinya orang2 yang disayangi oleh ALLAH dan dipercaya oleh ALLAH untuk menerima rezeki atau kekayaan ALLAH yang kemudian digunakan untuk kemaslahatan masarakat.

Jadi orang2 yang banyak rezeki dari ALLAH dari bermacam macam usahanya adalah orang2 beriman dan bertqwa.
4) Re: Ciri Manusia Taqwa
Lulusterbit Oleh: shedarella about 24 November, 2009, 03:08:46 PM
taqwa lhir dari individu i2 sndry,,,
keikhlasannya menjalankan ibadah kpd allah...
5) Re: Ciri Manusia Taqwa
Lulusterbit Oleh: dewo about 24 December, 2009, 07:42:54 PM
QS 3.133 "Dan bersegeralah kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertaqwa".. Taqwa adalah merupakan sebuah Syarat seseorang untuk masuk Surga, karena surga milik Alloh jadi syarat masuk surga juga ketentuannya harus dari Alloh, orang yang beriman (percaya) belum tentu bertaqwa, definisi taqwa yang benar adalah definisi yang datang dari Alloh, yang datang dari Alloh berarti Alqur'an, definisi taqwa menurut Alloh Ada di Q.S. 2.2 "kitab Alquran Ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi orang yang bertaqwa"  dalam ayat ini di jelaskan bahwa orang yang bertaqwa akan menjadikan alqur'an sebagai petunjuk/pedoman hidupnya..jika kita mempunyai buku resep membuat kue apa bisa jd kue jika hanya dibaca saja?atau jika kita hapalkan buku resep itu apakah akan jadi kuenya?atau kita pelajari dan kita gali isinya apakah akan jadi kuenya? atau jika kita senandungkan kata kata yang ada dalam resep itu apakah akan jadi kuenya?inilah sebuah perumpamaan jika kita menganggap bahwa dengan membaca alquran setiap hari kita akan masuk surga, atau jika kita hapal seluruh ayat alquran akan masuk surga, atau jika kita pandai melantunkan ayatnya dengan fasih kita akan masuk surga, sebuah kekeliruan jika kita menganggap dengan melakukan itui akan masuk surga, orang masuk surga syaratnya bukan Pintar ,kaya, atau ganteng, atau cantik..semua orang bisa masuk surga 1 syaratnya TAQWA atau dengan kata lain tunduk patuh....
Commenting option has been turned off for this article.
Last 10 Shouts:

 

maliki

29 October, 2014, 09:45:09 AM
“Cinta yang Allah redha adalah cinta yang di semai semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah, dalam rangka melakukan ketaatan padaNya, iaitu cintanya seorang LELAKI kepada ISTERInya! Cinta ini adalah cinta yang bermanfaat. Dengan cinta ini, mata dan hatinyaakan terpelihara. Oleh itu, orang y
 

mysteronic78@gmail.com

26 October, 2014, 05:06:33 PM
Assalamualaikum!
 

maliki

23 October, 2014, 10:55:29 AM
Harus ada rasa bersyukur
Di setiap kali ujian menjelma
Itu jelasnya membuktikan
Allah mengasihimu setiap masa
 

khalifah tariq

18 October, 2014, 06:59:08 PM
Carilah.. Sesungguhnya Allah berada dimana2 sahaja..
 

Hawa21

12 October, 2014, 04:19:23 PM
Sabar2... kat rumah Allah pun berani ae.. lupa pada Maha Melihat di atas kot..
 

maliki

12 October, 2014, 02:09:31 PM
Dalam HP note3 tu banyak data2 penting,takut tersimpan no akaun bank je.gamba2 lagi.
tawakal jelah.
Baru hilang HP dah sedih macam ni
:'(
 

hairilnua

11 October, 2014, 12:37:19 PM
aku nk bantu,, tp aku soh bini aku bantu nak? if nak, pm ler,, nnt aku tanye org umah aku..ok x erynda...
 

hairilnua

11 October, 2014, 12:32:27 PM
sbb ko sengal, tu sbb org kate ko pelik..manja sgt plak..hahahaaa
 

Hawa21

11 October, 2014, 10:07:03 AM
Assalammualaikum...mencari zauj untk diri sndri...
 

erynda shah

07 October, 2014, 03:42:59 PM
saya perlukan seseorang untuk membimbiimg saya ke landasan yang betul bantu saya mendalami agama islam

Show 50 latest