Login  |  Daftar

Terkini

Pages: [1] 2 3 ... 10
1
Da'wah / Tanggungjawab dakwah
« Kiriman Akhir by fredkougar28 Masa a month ago »
Sebagai orang Islam, sememangnya tugasan dakwah tu tergalas di atas bahu . Tapi bagaimana pula dengan orang yang sentiasa berasa rendah diri untuk memberi nasihat atau pun memberi tazkirah dan sebagainya. Dia rasa dia tidak layak kerana ada lagi yang lebih hebat dalam menyampaikan. Jadi hamba Allah ini tidak pernah mengeluarkan ideanya kerana berasa ideanya jika dikeluarkan, tu macam yang paling low sekali di kalangan idea-idea yang hebat. Setiap kali dia berada dalam majlis ilmu, apabila penceramah bagi talk, dia selalu rasa makin tak layak untuk dia jadi pendakwah. Hamba Allah ni berkata pada diri dia dan kadang disebabkan pemikiran ini juga hamba Allah ini jarang bergaul dengan masyarakat kerana kekurangan pada diri. "Aku bkn pandai bersyarah macam orang lain. Aq bukan pandai kupas topik macam orang lain". Orang begini sangat kurang self-confidence. Ada tak cara untuk mengatasi perkara ini dan apa yang perlu dilakukan oleh orang sekeliling.
2
At-Tazkiyyah / Re: Misteri Umur 60 Tahun
« Kiriman Akhir by fredkougar28 Masa a month ago »
bagaimana pula dengan orang yang putus asa dalam hidup. dia rasa tak boleh terima dengan apa yang berlaku pada diri dia.

3
At-Tazkiyyah / Re: Misteri Umur 60 Tahun
« Kiriman Akhir by Halaqah Masa a month ago »
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

“Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah dia berdoa untuk mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ

“Janganlah seseorang di antara kalian mengharapkan kematian karena tertimpa kesengsaraan. Kalaupun terpaksa ia mengharapkannya, maka hendaknya dia berdoa,

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku.”
4
At-Tazkiyyah / Re: Misteri Umur 60 Tahun
« Kiriman Akhir by fredkougar28 Masa a month ago »
adakah salah jika seseorang itu meminta dipercepatkan kematian kerana merasa dirinya terlalu menyusahkan orang lain?
5
At-Tazkiyyah / Misteri Umur 60 Tahun
« Kiriman Akhir by Halaqah Masa a month ago »
Benarkah manusia diberi uzur sampai usia 60 tahun? Lalu uzur yang dimaksud itu seperti apa?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Pada hari kiamat kelak, penghuni neraka meminta kepada Allah agar mereka dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia agar bisa beramal baik, tidak seperti amal kekufuranya yang dulu. Allah berfirman,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ

Mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh tidak seperti amalan yang telah kami kerjakan (kekufuran).”

Allah menjawab permintaan mereka dengan berfirman,

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا

Bukankah Aku telah memanjangkan usia kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu an-Nadzir (pemberi peringatan)? maka rasakanlah. (QS. Fathir: 37).

Ayat ini menjelaskan bahwa usia yang Allah berikan kepada umat manusia menjadi hujjah dan alasan Allah untuk mengadili manusia, disamping adanya an-Nadzir yang datang kepada kita.

Ulama berbeda pendapat tentang makna an-Nadzir dalam ayat di atas. Diantaranya,

Uban di rambut. Ini merupakan pendapat Ibnu Umar, Ikrimah dan Sufyan bin Uyaiah
an-Nadzir (Sang Pemberi Peringatan) adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini merupakan pendapat Qatadah, Ibn Zaid, dan Ibn Saib.
(Zadul Masir, 5/182)

Sehingga di sana ada dua peringatan yang Allah berikan, yang menjadi alasan Allah menuntut manusia, usia dan para utusan.

Peringatan Bagi Yang Berusia 60 Tahun
Dalam hadis shahih, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً

Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun. (HR. Bukhari 6419).

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

وَالْمَعْنَى أَنَّهُ لَمْ يَبْقَ لَهُ اعْتِذَارٌ كَأَنْ يَقُولَ لَوْ مُدَّ لِي فِي الْأَجَلِ لَفَعَلْتُ مَا أُمِرْتُ بِهِ ….

وَإِذَا لَمْ يَكُنْ لَهُ عُذْرٌ فِي تَرْكِ الطَّاعَةِ مَعَ تَمَكُّنِهِ مِنْهَا بِالْعُمُرِ الَّذِي حَصَلَ لَهُ فَلَا يَنْبَغِي لَهُ حِينَئِذٍ إِلَّا الِاسْتِغْفَارُ وَالطَّاعَةُ وَالْإِقْبَالُ عَلَى الْآخِرَةِ بِالْكُلِّيَّةِ

Makna hadis bahwa udzur dan alasan sudah tidak ada, misalnya ada orang mengatakan, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.”

Ketika dia tidak memiliki udzur untuk meninggalkan ketaatan, sementara sangat memungkinkan baginya untuk melakukannya, dengan usia yang dia miliki, maka ketika itu tidak ada yang layak untuk dia lakukan selain istighfar, ibadah ketaatan, dan konsentrasi penuh untuk akhirat. (Fathul Bari, 11/240).

Muda Boleh Seenaknya
Hadis di atas tidak bisa kita pahami sebaliknya, bahwa orang yang usianya di bawah 60 tahun, berarti dibolehkan untuk menunda ketaatan dan taubat. Maksud hadis, mereka yang telah mencapai usia 60 tahun, seharusnya lebih banyak konsentrasinya diarahkan  untuk akhirat, dan mulai mengurangi kesibukan dunia.

Al-Maghamisi mengatakan,

ولا يعني ذلك أبداً أن من دون الستين لهم الحجة على الله، فليس لأحد حجة على الله بعد إرسال الرسل، وإنزال الكتب؛ لكن المقصود من الحديث حث من بلغ هذا السن من الناس أن يتقي الله جل وعلا فيما بقي من عمره

Bukan maksud hadis bahwa orang yang usianya di bawah 60 tahun, berarti dia punya alasan di hadapan Allah. Karena semua orang tidak memiliki alasan di hadapan Allah (untuk melanggar) setelah Allah mengutus para Rasul-Nya dan menurunkan kitab. Namun maksud hadis, motivasi bagi manusia yang telah mencapai usia ini untuk semakin bertaqwa kepada Allah di sisa usianya. (Syarh kitab ar-Raqaiq min Shahih Bukhari).

Nasehat Imam Fudhail bin Iyadh
Dikisahkan dalam kitab al-Hilyah, bahwa Imam Fudhail bin Iyadh – ulama besar di masa Tabi’ Tabiin – (w. 187 H) bernah bertemu dengan seorang yang sudah tua.

“Berapa usia anda?”, tanya Fudhail.

“60 tahun.”, Jawab orang itu.

“Anda selama 60 tahun berjalan menuju Tuhan anda, dan sebentar lagi anda akan sampai.” Komentar Fudhail

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi raji’un.” Orang itu keheranan.

“Anda paham makna kalimat itu? Anda paham tafsirnya?” tanya Fudhail.

“Tolong jelaskan tafsirnya?” Orang itu balik tanya.

“Anda menyatakan: innaa lillaah (kita milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Siapa yang yakin bahwa dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah. Dan siapa yang meyakini hal ini, dia harus sadar bahwa dia akan ditanya. Dan siapa yang yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya.” Jelas Fudhail.

“Lalu bagaimana jalan keluarnya?” tanya orang itu.

“Caranya mudah.” Tegas Fudhail.

Kemudia Imam Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat, yang layak dicatat dengan tinta emas,

تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ

Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang. (Hilyah Al Awliya’, 8/113).

Tidak ada satupun makhluk yang tahu berapa sisa usianya. Kita tidak tahu kapan maut akan menjemput. Karena itu, apa yang sedang kita alami, itulah sisa usia kita yang sejatinya.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
6
Umum / Re: Halaqah.Net sudah boleh didaftar masuk oleh semua
« Kiriman Akhir by KeMuNcupp Masa a month ago »
Wslm WBT....Assalammualaikum kembali...semoga Halaqah.net terus cemerlang, gemilang dan terbilang seperti dulu2...
7
Umum / Re: Halaqah.Net sudah boleh didaftar masuk oleh semua
« Kiriman Akhir by Fauziah Masa a month ago »
Assalamu'alaikum wbt

Setiap kehidupan pasti ada perubahan. Setiap perubahan akan adanya pengalaman dan setiap pengalaman akan hadirnya ilmu.🌹
Ilmu yang haq itu pastinya mencipta suatu keindahan.🌹

Selamat kembali Halaqah. Net moga terus gemilang.🌹
8
Umum / Re: Halaqah.Net sudah boleh didaftar masuk oleh semua
« Kiriman Akhir by alhaudhie Masa a month ago »
جزاككم الله خيرا
Untuk terus bersama memeriahkan laman web Halaqah.Net

Moga semua beroleh kebaikan. Segala kekuramgan dipohonkan kemaafan.

Selamat menyambut hari raya 'IidulAdhha.
9
Umum / Halaqah.Net sudah boleh didaftar masuk oleh semua
« Kiriman Akhir by Maliki Masa 2 months ago »
Web ini sudah boleh diregister dan login..harap ada yang boleh berkongsi ilmu yang manfaat
10
Umum / Agamawan mengikut acuan Barat
« Kiriman Akhir by Halaqah Masa 2 months ago »
Agamawan mengikut acuan BaratBARAT dalam misinya meracuni umat Islam dengan budaya mereka, amat jelas dan berjaga-jaga akan peranan para ulamak dan agamawan. Golongan ini amat peka dalam memelihara segenap cabang Islam daripada anasir yang merosakkan. Justeru, sedaya mana pun usaha mereka untuk menghasut, pastinya golongan ini akan bangkit melawan segala dakyah tersebut.

Namun, dewasa kini, kita melihat sebaliknya. Sudah ada, bahkan semakin ramai golongan agamawan dilihat menjadi lidah menyambung bahkan mendukung pemikiran Barat. Barangkali kita sudah maklum akan seorang tokoh besar al-Azhar, S. Ali Abdul Razik yang mengeluarkan kenyataan akan pemisahan politik daripada agama lalu dibantah oleh Haiah Ulamak Azhar dan beliau disingkirkan. Bagaimana ini berlaku?

Barat mula melihat satu peluang, bahawa golongan ini perlu di’didik’ dengan gagasan dan pemikiran sebagaimana yang mereka mahukan. Hal ini supaya agamawan juga memberi saham dalam misi merosakkan umat. Selain melemahkan fungsi golongan ini dengan bermacam tekanan dan undang-undang, perlu juga untuk menukar acuan mereka.

Barat mahukan golongan agamawan di’basuh’ dengan pemikiran mereka dan mengubah budaya ilmu yang mereka perolehi mengikut disiplin ilmu Islam kepada gaya mereka berfikir. Yang amat mereka resahkan ialah para ulamak dan agamawan yang tegas dan keras terhadap Yahudi (baca Israel) dan Kristian (baca Amerika atau Barat).

Apabila golongan agamawan berjaya dibasuh dan digilap oleh Barat, ia bakal mengenengahkan satu Islam baru, iaitu Islam menurut acuan Amerika.

Projek ini mula digerakkan selepas tragedi ‘mistik’ 11 September 2001 yang berlaku, seiring dengan gelombang Islamphobia yang menyerang Barat. Kursus-kursus tertutup dibuat melalui agamawan-agamawan yang mereka sendiri pilih. Setiap kursus disertai 500-600 agamawan selama 6 bulan. 3 bulan dijalankan di Washington atau mana-mana bandar terpilih di Amerika, supaya mereka kagum dan menjadikan Barat sebagai inspirasi.

Manakala baki 3 bulan lagi dijalankan di negara masing-masing supaya proses pematangan dan keserasian berlaku. Akhirnya, ajaran dan Islam menurut acuan Amerika bakal menjadi fenomena baru di negara umat Islam secara tersusun dan terancang.

Persoalannya, siapakah mereka agamawan terpilih yang terlibat dalam program tersebut?

Bukanlah suatu kerja mudah, apatah lagi kerja semberono untuk kita menuduh si polan sebagai ejen Barat, tetapi Islam mendidik kita mengenal sang munafik melalui kriteria-kriteria yang banyak di dalam al-Quran mahupun Hadis. Begitulah cara yang sama mampu kita kenal pasti wabak Ilmuan acuan Barat. Bak kata pepatah, kalau tiada angin, masakan pohon bergoyang. Bahasa mudahnya pula, kalau tak buat, mengapa pula terlalu resah mahu menafikan?

Allah mengurniakan kepada manusia akal, bahkan orang beriman yang akalnya dipandu wahyu, selayaknya melihat situasi sebegini sebagai ancaman besar buat umat, khususnya di Malaysia. Bukan lagi satu rahsia, apabila sesetengah agamawan secara terbuka begitu sinis dengan gerakan Islam. Setiap apa yang dibuat oleh gerakan Islam mahupun tokoh di dalamnya, pantas dibidas, dikritik bahkan ditolak dengan berlapikkan menghidupkan budaya berbeza pandangan. Dalam masa yang sama, langsung mendiamkan diri atau reaksinya sentiasa positif terhadap apa yang dibuat pihak pemerintah.

Bukanlah kita terlalu fanatik terhadap apa yang dilakukan oleh gerakan Islam semuanya sentiasa betul, namun perkara yang betul juga tidak disokong bahkan ditentang, lalu apa objektifnya?

    MOHD ADLAN MOKHTARUDDIN
    25 Julai 2018
    Bainal Islam Rabbani wal Islam Amerikani - SUMBER
Pages: [1] 2 3 ... 10